Read MP 19 - 6/8/07 sep text version

Media Pekan Ini

POJOK MANAJEMEN Dari "Kasir Besar" Menjadi Stimulator TRANSFORMASI Hilangkan Budaya Gosip, Saling Jegal, Malas KOMUNITAS Gerak Jalan "Kuda Laut" SUARA PEKERJA Ganti Logo Lama dengan Logo Baru KIPRAH ANAK PERUSAHAAN

2 3 5 7 8

SELEKTIF, LUGAS , & INFORMATIF TERBIT SETIAP SENIN No. 19, Tahun XLIII, 6 Agustus 2007

Editorial

Pembawa Pesan

Dalam sepekan terakhir, awak redaksi mengolah hasil survei yang dilaksanakan terkait dengan acara roadshow transformasi ke sejumlah unit operasi. Hasil survei di Palembang, Jakarta, Balongan, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Jayapura, dan Kasim (Sorong) menunjukkan bahwa media internal Pertamina (Media Pertamina dan Warta Pertamina, red) menduduki posisi teratas sebagai pembawa pesan kebijakan manajemen dan info transformasi yang diterima langsung oleh para pekerja. Dari empat wilayah tersebut jika dihitung rata-ratanya maka Media Pertamina dan Warta Pertamina mendominasi sebesar 37%, posisi kedua diduduki oleh peran para pimpinan sebesar 26%, pekerja yang tidak menjawab sebanyak 23%, berikutnya adalah peran rekan kerja alias getok tular 10% dan dari sumber lain 4%. Angka ini menunjukkan komunikasi internal melalui jalur media internal terbukti efektif, berdampak, dan bisa menyentuh langsung kepada para pekerja Pertamina di seluruh Indonesia. Selain hasil survei di atas, redaksi mendapatkan informasi mengenai dukungan pekerja di unit operasi terhadap transformasi Pertamina sangat kuat. Fakta ini sangat menggembirakan dan dua hal di atas menepis kekhawatiran efek riak air yang sempat menghantui. Maksud dari efek riak air di sini adalah semakin jauh posisi pekerja dari pusat kebijakan maka semakin melemah pesan dan gempita transformasi yang muncul. Bicara soal pembawa pesan, bagaimana dengan kita para pimpinan di lini masing-masing? Dalam hal berkomunikasi, pendekatan personal terbukti memiliki keampuhan dan membuahkan hasil yang luar biasa. Bahkan dalam beberapa kesempatan, pendekatan personal bisa mematahkan jeruji birokrasi yang selalu menjadi penghalang. Artinya, dengan menyampaikan pesan secara langsung kepada rekan kerja atau pekerja yang berada di lingkungan kita tentunya akan memberikan dampak yang luar biasa. Alangkah indahnya jika sentuhan personal berupa penyampaian pesan langsung dari pemimpin bisa mencapai 70% atau mendominasi hasil survei di atas. Jika demikian, maka akan lebih berdampak dan memberikan hasil yang lebih dahsyat. Fakta ini perlu menjadi introspeksi terhadap diri kita masing-masing yang menduduki posisi sebagai pemimpin. Karena bagaimanapun juga, pemimpin berkewajiban menciptakan "riak air" transformasi di lininya masing-masing termasuk menyampaikan pesan kebijakan manajemen dan informasi seputar transformasi. Ingat, kita adalah pemimpin. Kita bukan sekadar merpati pos yang mengantarkan pesan tertulis. Kita adalah agen perubahan. Kita adalah komunikator pesan-pesan perubahan.·

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) A. Faisal tengah berbincang akrab dengan Presiden Tatsuno Corporation, Hiromichi Tatsuno dari Jepang (tengah) dan Presiden Gilbarco Inc, Joe Wagner dari Amerika Serikat usai menandatangani MoU antara Pertamina dengan Tatsuno Corporation dan MoU antara Pertamina dengan Gilbarco Inc di Lt.13 Gedung Pertamina Pusat, Kamis (19/7). Kedua perusahaan asing tersebut menjalin kerjasama dengan Pertamina dalam rangka pengadaan pompa dispenser untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, setelah keduanya memenangkan lelang terbuka untuk proyek senilai lebih dari Rp.100 miliar itu.·Abi

Pertamina Sebagai Pelopor Produsen Bahan Bakar Ramah Lingkungan

JAKARTA ­ Pertamina menerima penghargaan dari Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) di Jakarta Convention Center pada acara Indonesia Internasional Motor Show, Kamis (26/7). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas berbagai upaya Pertamina dalam meningkatkan mutu dan pengembangan sektor otomotif nasional. Penghargaan dalam bentuk piagam diberikan kepada Vice President Pemasaran BBM Retail Djaelani Soetomo. Selain Pertamina, ada beberapa pihak yang mendapat penghargaan dari Forwot, yaitu Ir. Soehari Sargo selaku insan yang mencetuskan pemikiran dalam industri dan kebijakan otomotif nasional, PT Dyandra Promosindo, PT Toyota Astra Motor, PT Astra Daihatsu Motor, dan PT Honda Prospect Motor. Sebelum menentukan siapa saja yang berhak mendapat penghargaan tersebut, para jurnalis yang tergabung dalam Forwot melakukan penilaian yang meliputi kontribusi, proses tanggung jawab akan produk yang dihasilkan dan profesionalitas. Menurut Ketua Umum Forwot Eri Haryoko, keenam peraih penghargaan itu memiliki kontribusi untuk kemajuan industri otomotif nasional. Berbagai alasan juga diungkapkan Eri mengapa mereka itu berhak mendapatkan penghargaan tersebut. Untuk Pertamina, Eri Haryoko menjelaskan bahwa sebagai perusahaan nasional yang memproduksi bahan bakar minyak, Pertamina dianggap pantas menerima penghargaan atas bahan bakar ramah lingkungan yang diproduksinya untuk pasar di seluruh Indonesia. "Seperti Pertamina DEX yang tak hanya memiliki kualitas yang baik, tapi juga mampu dikonsumsi oleh mobil-mobil bermesin diesel teknologi tinggi yang diciptakan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan," papar Eri. Lebih lanjut Eri mengatakan, Pertamina sejak 1 Juli 2006 tidak lagi menggunakan Timbal (TEL) sebagai Octane Booster yaitu zat aditif untuk meningkatkan angka oktan dalam pengolahan Premium 88 di kilangkilang Pertamina. Artinya, BBM produksi Pertamina yang paling banyak dikonsumsi para pengguna kendaraan bermotor saat ini menghasilkan emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan dan tentu saja tidak membahayakan. Selain itu, menurut pantauan Forwot, Pertamina telah memasarkan Solar Pertamina DEX sebelum produsen-produsen kendaraan bermesin diesel yang menguasai pangsa pasar nasional menetapkan standar EURO II pada produknya. Penyediaan infrastruktur dalam hal bahan bakar solar ramah lingkungan yang dilakukan Pertamina ini dapat memotivasi keyakinan produsen dan konsumen untuk menggunakan mobil-mobil bermesin diesel yang lebih ramah lingkungan. Masih dikatakan oleh Eri, untuk piagam penghargaan hanya diberikan Forwot kepada perusahaan pencetus, bukan pengikut. Artinya, meskipun nantinya penghargaan sejenis diluncurkan, Forwot tidak akan memberikan penghargaan tersebut. "Meskipun programnya lebih baik dari sekarang," tegas Eri Haryoko.·NDJ

Foto : Kun/Dok. Pertamina

2

Tahun XLIII, 6 Agustus 2007

No. 19

Pojok Manajemen

Dari "Kasir Besar" Menjadi Stimulator

Pengantar Redaksi: Ada perubahan paradigma dan pendekatan di Direktorat Keuangan dari sistem cost and fee ke orientasi profit. "Kami akan mencoba berubah dari seorang kasir besar menjadi suatu stimulator agar perubahan yang terjadi bisa lebih cepat dan lebih dapat terdengar gemanya," tegas Deputi Direktur Pendanaan dan Manajemen Risiko, Direktorat Keuangan Evita Tagor kepada Media Pertamina, di sela-sela acara workshop Dialog Kinerja Dit Keuangan di Lt. M, Gedung Utama, Kantor Pusat Pertamina, Selasa (24/ 7). Berikut pernyataan Evita Tagor. Perubahan budaya kinerja bisa menyangkut behavior pekerja, juga berkaitan dengan kesisteman. Bisa dijelaskan hal apa saja yang sudah dilakukan di Direktorat Keuangan sekarang ini? Hal-hal yang sudah dilakukan oleh Direktorat Keuangan mengenai modul budaya salah satunya adalah melakukan effective meeting. Rapat-rapat yang kita lakukan sekarang sudah ada limit kapan mulai dan selesainya. Kita terapkan untuk mengefektifkan dan mengatur rapat-rapat itu sendiri. Kadang-kadang dalam satu hari kita ada beberapa rapat yang harus kita hadiri dan mempunyai kepentingan yang sama. Artinya skala prioritas kehadiran kita sama. Kemudian yang kedua adalah dalam persetujuan untuk melakukan investasi. Di tahun 2007 untuk pelaksanaan suatu anggaran kita sudah melakukan penerbitan atas SKOP operasi dan investasi sejumlah yang ada di anggaran. Maksud dari perlakuan tersebut adalah juga supaya teman-teman di direktoratdirektorat operasi dapat dengan mudah mengatur diri dan melaksanakan rencana kerja sesuai yang dicanangkan di awal. Namun sampai dengan saat ini memang belum banyak dilihat dampaknya. Diharapkan dengan pembelajaran di tahun 2007 ini, maka saat kita membuat RKAP 2008 kita sudah dapat mengeliminasi hambatan-hambatan yang ditemui di tahun 2007. Sehingga pelaksanaan anggaran tahun 2008 nanti jauh lebih menuju sasaran, lebih realistis dan juga applicable. Yang ketiga, perubahan sistem pembayaran. Sistem pembayaran sekarang sudah kami simplifikasi. Ada beberapa pembayaran yang kami delegasikan ke masing-masing keuangan business group dengan harapan keuangan business group itu dapat mengatur sendiri penggunaan anggarannya. Ketepatan pembayaran amat tergantung dengan adanya ketepatan penerimaan atau pendapatan. Sangat sulit menepati jadwal pembayaran, sementara pemasukan untuk cash flow itu tidak tepat waktu. Oleh karena itu kami imbau kepada teman-teman terutama Direktorat Pemasaran sebagai penghasil utama revenue perusahaan untuk menjaga ketepatan waktu penerimaan agar ketepatan waktu pembayaran dapat kita jaga. Dalam hal ini kita juga telah menerapkan sistem cash management di mana sebelum awal bulan kami meminta keuangan direktorat menyampaikan rencana penerimaan dan pengeluaran bulan yang akan datang. Walaupun tidak 100% tepat namun itu menjadi tolok ukur bagi kami untuk menyediakan dananya apakah dana itu memang bisa kita sediakan atau tidak. Keempat adalah dalam pendanaan investasi. Saat ini kami di Direktorat Keuangan telah dapat menyediakan dana sebesar 500 juta dolar AS untuk pendanaan proyek-proyek investasi di tahun 2007. Namun sampai saat ini penggunaan dari dana tersebut sangat minimsehingga kami khawatir bahwa growth yang dicanangkan perusahaan itu akan terganggu karena dana yang sudah disediakan tidak dapat diserap proyek yang menjadi dasar pencarian dana tersebut. Kami di Direktorat Keuangan juga mengimbau kita sama-sama me-review kembali anggaran investasi yang sudah ada di RKAP untuk melihat apakah itu memang bisa dilaksanakan dan apabila harus dimundurkan justifikasinya perlu dibuat. Dari segi pelaporan , sekarang kami sudah bisa memberikan pelaporan lebih cepat waktu, di mana waktu yang lalu membutuhkan waktu 45 hari setelah tutup tahun buku, namun saat ini kami sudah dapat menyajikan dalam kurun waktu 30 hari setelah tutup buku. Ini tidak terlepas dari kontribusi rekan-rekan di ujung-ujung tombak, depot, terminal dan juga unit pengolahan yang juga secara tepat waktu sudah membantu kami untuk menginput data. Karena secara sistem SAP tepat waktunya suatu laporan bukan hanya bergantung pada Direktorat Keuangan tapi juga bergantung kepada ketepatan dan kedisiplinan inputing data di lini-lini terdepan. Sejumlah perubahan sudah dilakukan Dit. Keuangan. Tentu banyak hal yang masih harus dibenahi. Hal apa saja? Hal-hal yang masih perlu diperbaiki di Direktorat Keuangan masih sangat banyak karena apa yang sudah kami capai pada saat ini adalah suatu evolusi bukan suatu revolusi karena seperti kita ketahui bahwa banyak aturan-aturan keuangan saat ini ada dibuat pada saat era Pertamina cost and fee. Sedangkan saat ini adalah era Pertamina baru dimana kita lebih berorientasi kepada profit. Sehingga seharusnya ada penyesuaian-penyesuaian dari SOP-SOP, aturan, dan manual yang ada. Direktorat Keuangan masih melakukan kajian dan perbaikan terusmenerus terhadap SOP aturan dan manual yang ada. Namun memang karena banyaknya aturan dan manual maka tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu 1 minggu ataupun 1 bulan, tapi kami terus memperbaiki aturanaturan tersebut untuk menjadi patokan kerja baru di era baru Pertamina. Yang lain yang perlu diperbaiki di Direktorat Keuangan adalah menerapkan sistem-sistem fleksibilitas dalam penganggaran di mana diwaktu yang lalu pengalihan suatu anggaran membutuhkan persetujuan yang panjang dan lama. Kami sedang mengkaji memberi fleksibilitas kepada para direktorat bagaimana sistem penganggaran yang dilakukan tidak bersifat mati atau kaku. Tetapi selama anggaran itu bisa memberikan profit yang lebih baik pada Pertamina kami melihat ada suatu peluang untuk melakukan suatu revisi atau pengalihan. Intinya adalah era Pertamina sekarang adalah era Pertamina mencari profit. Jadi kami di keuangan menunjang dan membantu teman-teman di divisi direktorat operasi bagaimana mencapai suatu perbaikan dan suatu perubahan yang mudah-mudahan bisa membawa perubahan untuk Pertamina. Direktorat Keuangan, dalam hal ini akan mencoba berubah dari seorang kasir besar-- kami menyebut diri kami kasir besar -- menjadi suatu stimulator agar perubahan yang terjadi bisa lebih cepat dan lebih dapat terdengar gemanya di faktor eksternal dari yang ada sekarang.·NS

Berita Kita

PKB harus Menjadi Landasan Hubungan Kerja yang Harmonis dan Produktif

JAKARTA - Sejalan dengan tuntutan perkembangan di lingkungan industri migas, manajemen Pertamina telah menegaskan sikap dan tekad perusahaan untuk mentransformasikan Pertamina menjadi PT Pertamina (Persero) yang maju, unggul, dan terpandang. Demikian disampaikan oleh Direktur Umum dan SDM Sumarsono, dalam seminar sehari mengenai hubungan industrial di lingkungan Pertamina, yang berlangsung di Lantai M Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Selasa (17/7). Hadir dalam acara tersebut, Direktur Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial Depnakertrans RI Iskandar. Sekretaris Menteri Negara BUMN Said Didu, dan seluruh ketua serta pengurus Serikat Pekerja Pertamina. Ditegaskan Sumarsono, bahwa seminar ini lebih menekankan kepada penyelarasan tentang visi dan misi mengenai hubungan industrial di Pertamina. Hal ini sekaligus merupakan penegasan sikap Direksi bahwa kemitraan yang harmonis dan produktif antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja adalah jawaban untuk mengatasi semua tantangan yang selama ini ada. Menurut Sumarsono, di Pertamina landasan kemitraan tersebut sangat jelas, yaitu mengacu kepada perundangundangan dan ketentuan yang berlaku, baik di internal maupun di eksternal perusahaan. Mengingat sifat dan peran SDM yang unik dan proses bisnis perusahaan, direksi bersama-sama dengan pengurus SP dan organisasi pekerja harus mampu memformulasikan strategi pengelolaan SDM, khususnya menyangkut hubungan industrial agar sejalan dengan strategi bisnis perusahaan. Untuk berjalannya hal tersebut di atas, para pemimpin perusahaan dan pengelola SDM harus melakukan analisa dan evaluasi serta memahami aspirasi yang berkembang di antara pekerja. Sehingga dapat menyusun ketentuan pedoman pengelolaan SDM yang realistis dan visible. Dengan tetap berlandasan dengan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Seperti dikatakan Direktur Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial Depnakertrans RI Iskandar bahwa Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara kedua belah pihak yang memiliki hubungan kerja adalah kewajiban. Jadi siapapun yang mempunyai hubungan kerja harus menjalankannya karena bersifat perintah yang sudah ditetapkan dalam undang-undang. Menurut Iskandar, dalam mengelola hubungan industrial, kemitraan yang harmonis dan produktif merupakan pilar utama perusahaan untuk mencapai visi dan misinya. Dalam kemitraan yang harmonis masing-masing pihak berkewajiban memfokuskan usahanya untuk kepentingan peningkatan kinerja perusahaan sesuai dengan peran, tugas, tanggung jawab dan kewenangan masing-masing. Jika pencapaian kinerja sesuai dengan yang ditetapkan perusahaan, maka kesejahteraan pekerja pun akan meningkat. "Oleh karena itu, berkaitan dengan PKB, kita perlu memformulasikan kembali suatu landasan yang kokoh dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga pola pikir, sikap yang bijak dan santun dari semua pihak untuk menghormati dan menaati perjanjian yang telah disepakati bersama dapat terwujud," ujar Iskandar. Iskandar menambahkan, dalam pelaksanaan PKB perlu dipertimbangkan upaya-upaya untuk peningkatan filosofis perundingan untuk mencapai kesepakatan. "Bukan melalui mekanisme tawar menawar yang lebih menekankan aspek kekuatan atau power. Yang dapat menimbulkan adanya pihak yang menang dan kalah," tegasnya.·NDJ

KETUA PENGARAH Vice President Komunikasi WAKIL KETUA PENGARAH / PENANGGUNG JAWAB Manajer Komunikasi Korporat PIMPINAN REDAKSI Wisnuntoro WK. PIMPINAN REDAKSI Adiatma Sardjito REDAKTUR PELAKSANA Arya Dwi Paramita · TIM REDAKSI Zainal Abidin, Nandang Suherlan, Urip Herdiman K., Nilawati Dj. DESAIN GRAFIS Rianti Octavia FOTOGRAFER PUSAT Dadang Rachmat Pudja, Kuntoro, Burniat Fitrantau SIRKULASI Ichwanusyafa, Herlambang · ALAMAT REDAKSI Jl. Perwira No. 2-4, Jakarta Telp. 3815946, 3815966, 3816046 Faks. 3815852, 3815936 HOME PAGE http:// www.pertamina.com EMAIL [email protected] · PENERBIT Divisi Komunikasi - Sekretaris Perseroan

TRAN

SFORM

ASI

Tahun XLIII, 6 Agustus 2007

No. 19

3

Success Story

Peningkatan Produk SRU dengan Feed Gas Dari Unit Visbreaker UP IV Cilacap

CILACAP - Kebutuhan Elpiji dari waktu ke waktu makin meningkat. Hal ini sejalan dengan program diversifikasi energi yang dilakukan pemerintah bekerja sama dengan Pertamina, yaitu mengalihkan pemakaian minyak tanah bagi kebutuhan rumah tangga ke energi yang lebih bersih yaitu Elpiji. Di Jakarta program ini terus berlanjut ditandai dengan pembagian kompor Elpiji secara gratis. Karena itu pekerja di lingkungan hilir sebagai penyedia energi Elpiji juga harus berupaya mengantisipasi dengan meningkatkan produk energi yang ramah lingkungan ini. Salah satu yang dilakukan UP IV adalah meningkatkan produksi Elpiji SRU dengan pemanfaatan produksi gas dari Vessel 019V113 sebagai Feed SRU. Project Owner Noerjanto/Man. Produksi I (saat masih menjabat) bersama timnya Teuku Khaidir (saat masih di UP IV), Subiyanto, Syamsugito, Harsono, Arie Gumilar, dan Abdullah menilai adanya peluang untuk meningkatkan produksi LPG, karena melihat produksi gas dari Vessel Stabiliser Receiver 019V-113 tidak optimal. Tim ini kemudian berupaya mengoptimalisasi produksi vessel stabilizer receiver 019V-113 dengan membuat Tie-in pada line Fuel Gas ex 019V-113, yang selanjutnya dilakukan kajian Manajemen Perubahan sesuai prosedur Manajemen Keselamatan Proses (MKP) bersamaan dengan proses fabrikasi dilakukan pula pemasangan jumper line termasuk fasilitas steam blowing dari line outlet 019V-113 s/d battery limit Unit 019, dan disusul penyusunan Revisi TKO Operasi Supply Gas ke SRU (TKO B-210). Setelah diuji coba ternyata benar produksi LPG naik sebesar 30 ton/hari. Bila harga Elpiji sebesar Rp.5.800 per kilogram, maka tim ini berhasil meraih value creation yang cukup besar yakni Rp.174 juta/hari atau 63,5 milyar rupiah per tahun. Ka. LOC III Syamsugito mengungkapkan ada beberapa faktor yang perlu ditingkatkan yaitu koordinasi antar unit, dalam hal ini antara Unit 019 (FOC-II) dengan Unit SRU. Untuk itu timnya telah menerbitkan TKO Pengoperasian Supply Gas ke Unit SRU.·UP IV

Mengkritisi budaya lama: Perjalanan transformasi Pertamina semakin intens membenahi segala lini. Direksi sangat blak-blakan menunjuk beberapa kebiasaan (baca:budaya) di lingkungan Pertamina yang dinilai buruk. Keterbukaan dalam mengungkapkan sesuatu yang tidak baik bagi perusahaan, juga merupakan budaya baru di Pertamina yang akan mendorong setiap orang untuk tidak mudah berlaku negatif dan merugikan perusahaan.

Hilangkan Budaya Gosip, Saling Jegal, Malas

JAKARTA - "Kita harus adu pintar, bukan adu gosip. Kita ubah budaya itu menjadi budaya positive thinking," tegas Direktur Pemasaran dan Niaga A. Faisal di depan peserta workshop perubahan budaya kinerja (performance culture change) dengan modul terakhir tentang dialog kinerja, di Lt. M Gedung Utama, Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (19/7). Menurut A. Faisal sebetulnya maju mundurnya perusahaan tergantung kepada budaya para pekerjanya. Pekerja itu harus mempunyai budaya kerjas keras. Khusus untuk Pertamina yang menjual produk, maka budaya kerja keras itu berarti bekerja dengan pelayanan yang baik, harus bekerja dengan sadar biaya, kita mendengar keluhan pelanggan kita. "Kalau karakteristik itu kita penuhi, maka produk kita akan laku dan kita akan maju," tegas A. Faisal. Menyinggung soal workshop budaya, Direktur Pemasaran dan Niaga menyebutkan bahwa kita sudah banyak diskusi tentang budaya kita harus seperti apa. Dan tatkala ditanya kesiapan untuk berubah langsung menyatakan siap berubah. Tetapi banyak di antara pekerja peserta workshop yang kembali ke tempat kerja berubah lagi budayanya. "Ada yang siap berubah, ada yang berpikir emang gue pikirin, ada yang bilang lagi kalau perubahan itu tidak bisa dilakukan sendiri," A. Faisal memberikan contoh. Di bagian lain pengarahannya, A. Faisal mencermati budaya malas yang masih dianut oleh sebagian pejabat Pertamina. Menurutnya ada pemikiran kalau sudah menduduki manajer ke atas itu seolah-olah kita itu tidak bekerja lagi, tinggal santai-santai. "Kalau ada disposisi dari Direktur, dilimpahkan terus ke bawah sampai akhirnya dikerjakan oleh pokja. Ini budaya yang masih berlaku di kita," tunjuk A. Faisal. Direktur Pemasaran dan Niaga A. Faisal mencontohkan program SAP mengenai transksi. Menurutnya ada 500 ribu item backlog (timbunan sesuatu yang belum dikerjakan, red). "Transaksi harga itu tidak dibukukan. Mungkin pekerjanya lebih banyak baca koran, main komputer, main game," katanya. Pekerjaan menjadi tertumpuk. Dijelaskan, kalau ke-500 ribu item itu diselesaikan harus memakan waktu satu tahun. Pernyataan Direktur Pemasaran dan Niaga mengenai "cascading" disposisi tersebut mengutip pernyataan Direktur Keuangan Ferederick ST Siahaan pada acara sebelumnya. Termasuk juga melemparkan risiko ke atasan atau ke bawahan. Juga ditekankan oleh Direktur Utama Ari H. Soemarno pada acara Forum II, 27 Juni 2007 "Kalau tidak mau ambil risiko jangan mau jadi manajer," tegas Dirut saat itu. Direktur Pemasaran dan Niaga A. Faisal juga menyentil budaya buruk di lingkungan Pertamina, yaitu budaya gosip dan budaya saling jegal. Dijelaskan ada segelintir orang Pertamina yang tidak suka melihat orang yang hendak berubah dan berbuat baik untuk perusahaan. "Kalau ada orang yang berubah dicari-cari kesalahan orang itu. Bikin isu macam-macam, kalau perlu bikin surat kaleng. Bagaimana perusahaan mau maju kalau kita saling jegal," A. Faisal mengingatkan. Lalu ia mengajak kepada seluruh pekerja Pertamina untuk mengadu kepintaran, bukan mengadu gosip. "Kita ubah budaya itu menjadi budaya positive thinking," tegasnya. Berbagai budaya yang masih berlaku di sementara lingkungan Pertamina ini sungguh memprihatinkan Direksi. Karena berdasarkan analisis program yang harus dijalankan, diperoleh perhitungan bahwa untuk mencapai level Pertamina kelas dunia itu diperlukan waktu 15 tahun. "Tidak bisa dipercepat, cuma lima tahun," kata A. Faisal. Waktu 15 tahun itupun menurutnya kalau semua pimpinan dan pekerja Pertamina bekerja dengan efektif dan tidak lagi memiliki budaya-budaya buruk seperti disebutkannya. "Kalau kita nggak kerja, ya nggak jadijadi," tegas Direktur Pemasaran & Niaga.·NS

Foto :DRP/Dok. Pertamina

4

Tahun XLIII, 6 Agustus 2007

No.19

Berita Kita

Gas Domestik Region III - Semarang Berikan Apresiasi kepada SPPBE Jawa Tengah dan DIY

YOGYAKARTA - Sebagai wujud penghargaan PT. Pertamina (Persero) kepada mitra usahanya, Region III Gas Domestik (dulunya bernama Wilayah IV Gas Domestik, red) pada 7 Juli 2007 mengadakan "Malam apresiasi SPPBE" bertempat di hotel Grand Mercure,Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan disamping sebagai sarana silarahmi dengan para pengurus SPPBE Region III Gas Domestik juga dimaksudkan sebagai ungkapan terima kasih Pertamina kepada para SPPBE di Region III Gas Domestik (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta) atas dukungan dan peran sertanya dalam menunjang terlaksananya program reposisi yang telah dimulai sejak bulan Maret 2006. Manager Gas Domestik Region III Adi Haryono dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak dimulainya program reposisi SPPBE di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta bulan Maret 2006, sisa hutang SPPBE sejumlah Rp.12,5 miliar telah dapat terselesaikan pada bulan Mei 2007, sehingga saat ini seluruh SPPBE dapat menggunakan seluruh fee yang diterimanya untuk mempersiapkan tugas baru, yaitu program Konversi Penggunaan Minyak Tanah ke Elpiji 3 kg. Hal lain, yang juga perlu mendapatkan apresiasi adalah tercapainya target "Zero Losses" bahkan telah gain sejak April 2007. SPPBE yang mendapat apresiasi tersebut adalah PT. Manggala Puri Sakti, PT. Lumbung Energi Bumi, PT. Dharmasrana Rahardja, PT. Bakti Bunga Ananda, PT. Dirgantara Bakti Sentausa, PT. Restugas Aji, dan PT. Indah Sri Redjeki. Menurut Adi, pencapaian ketujuh SPPBE ini berarti lebih cepat dari target yang ditetapkan Region III Gas Domestik, yaitu bulan Agustus 2007. "Jadi, sampai dengan akhir tahun 2007 diperkirakan akan diperoleh penghematan biaya minimal sebesar Rp 824 juta," jelas Adi Haryono. Lebih jauh Adi Haryono mengharapkan agar penghargaan ini dapat memotivasi kinerja SPPBE lebih baik lagi. Diingatkan pula, pada tahun 2007 ini Jawa Tengah dan DI Yogyakarta akan mulai melaksanakan program konversi penggunaan Minyak Tanah ke Elpiji 3 kg dengan target sasaran sebesar 370.000 KK dan akan dimulai bertahap di Semarang pada bulan Agustus 2007 ini. "Untuk itulah diperlukan persiapan yang matang dari segala aspek, termasuk dukungan kesiapan mesin pengisian Elpiji 3 kg dari para SPPBE," ujar Adi. Kepada para SPPBE diberikan penghargaan berupa piagam serta voucher menginap satu malam di hotel berbintang. Secara khusus Gas Domestik Region III juga memberikan penghargaan kepada SPPBE PT. Indah Sri Rejeki ­ Boyolali yang telah berperan aktif dalam menanggulangi peredaran tabung Non Pertamina dengan menyortir serta tidak melakukan pengisian terhadap tabung-tabung tersebut. Hadir pada acara tersebut, Kepala Cabang Pertamina Yogyakarta, pengurus DPD dan DPC Hiswana Migas serta segenap pengusaha SPPBE Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.·Gasdom

PWP Direktorat Keuangan Serahkan Dana Bantuan Pendidikan

Foto : Kun/Dok. Pertamina

JAKARTA - Persatuan Wanita Patra (PWP) Direktorat Keuangan menyerahkan dana bantuan pendidikan dari PKBL untuk para putera-puteri outsourcing yang bertugas di lingkungan Direktorat Keuangan. Acara berlangsung singkat di Ruang Rapat Lantai 9, Gedung Utama Kantor pusat Pertamina, (17/7). Lola Ferederick ST Siahaan, Ketua PWP Dit. Keuangan dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya atas berlangsungnya acara ini. Menurut Lola, tidak seperti di tempat lain, di Direktorat ini beasiswa tidak hanya diberikan kepada siswa yang berprestasi, tetapi juga mencakup semua pengajuan beasiswa yang masuk. Lola juga mengingatkan agar dana tersebut tidak dipergunakan untuk kepentingan lain, di luar bidang pendidikan. "Gunakanlah dana ini sebaik-baiknya sesuai target yang telah ditetapkan," kata Lola. Erna Burhanuddin, pengurus PWP ketua bidang pendidikan menjelaskan bahwa total jumlah penerima dana pendidikan adalah 159 anak, yang terdiri dari 91 siswa SD, 34 siswa SMP, dan 34 siswa SMA. Untuk setiap siswa SD, bantuan yang diterima adalah Rp 800.000/tahun, untuk siswa SMP Rp 1.100.000/ tahun, dan untuk siswa SMA Rp 1.250.000/tahun. Total dana bantuan pendidikan yang disalurkan Direktorat Ke-uangan Rp 152.700.000.· UHK

Foto : UPms V/Dok. Pertamina

PWP UPms I Bantu Peningkatan Kualitas Keimanan Anak-anak

MEDAN - Menyambut libur panjang sekolah 2007 yang baru lalu, Persatuan Wanita Patra (PWP) Unit Pemasaran I Medan, mengadakan pelatihan Emotional Spiritual Quotion (ESQ) untuk anak-anak di lingkungan kantor UPms I Medan. Acara yang diikuti 100 anak ini dilaksanakan dua tahap, yaitu pada 2 dan 6 Juli 2007. ESQ ini dibuka oleh Ketua PWP Tingkat Wilayah Unit Pemasaran I Medan Ratna Wisnuntoro (saat masih menjabat, red) Anak-anak yang mengikuti pelatihan merupakan siswa yang duduk di bangku SD-SMP yang selama ini mengikuti kegiatan TPA di masjid At-Taqwa di lingkungan kantor UPms I Medan. Untuk mengisi liburan sekolah dan mengembangkan kemampuan mereka, maka PWP bekerja sama dengan Shafia Institute untuk mengadakan pelatihan ESQ. Menurut Ratna Wisnuntoro, dengan adanya pelatihan ESQ ini diharapkan anak-anak yang mengikutinya memiliki motivasi untuk lebih giat belajar dan berprestasi demi meraih masa depan. Ratna menambahkan, kegiatan ini sebaiknya dilanjutkan di setiap musim liburan, karena sangat positif. "Daripada anak-anak tersebut melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat, alangkah baiknya jika diajak mengikuti kegiatan seperti pelatihan ESQ ini."·UPms I

SURABAYA - Dalam rangka menyongsong era baru energi terbarukan, bahan bakar ramah lingkungan kembali diluncurkan. Produk baru ini berupa Bio Pertamax. Pada 11 Juni lalu, Kadiv Pemasaran BBM Djaelani Sutomo meresmikan peluncurannya di Hotel JW Marriot, Surabaya. Saat ini, Bio Pertamax dapat diperoleh di 5 SPBU di Surabaya, yaitu Jl. Dr.Soetomo, Jl. A Yani 204, Jl. Rajawali 24, Jl. Mayjend Sungkono 147 dan Jl. Biliton, serta 3 SPBU di Malang, yaitu Jl. Bandung, Jl. Mayjend Wiyono ­ Blimbing dan Tlogomas Dinoyo. Rencananya, bahan bakar ini akan diluncurkan juga di Bali pada Agustus ini. Bio Pertamax merupakan bahan bakar kendaraan bermotor modern yang bermutu tinggi dan ramah lingkungan, hasil pencampuran Pertamax dan Etanol murni. Bahan bakar ini dapat digunakan pada semua jenis kendaraan non-diesel tanpa adanya modifikasi mesin. Selain ramah lingkungan, keunggulan lainnya adalah mempunyai gas buang yang lebih baik, memperpanjang umur mesin dan bersifat detergensi (membersihkan ruang bakar).·UPms V

Pelatihan Job Safety Analysis Pelatihan Pengelolaan di UP V Balikpapan Lingkungan di UP IV

BALIKPAPAN - Manajer SDM Unit Pengolahan V Balikpapan Budi Suhono pada 9 Juli lalu membuka pelatihan Job Safety Analysis (JSA) . Pelatihan yang diadakan selama tiga hari kerja ini diikuti oleh sekitar 27 pekerja bagian terkait yang menangani pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan konsentrasi tinggi dan rentan terhadap kecelakaan kerja ini dipandu oleh instruktur berpengalaman. Dalam sambutannya Budi Suhono mengharapkan agar para peserta mampu memahami maksud dari pelatihan ini dan selanjutnya dapat mengikuti dengan baik agar dapat diapliksikan di lingkungan kerjanya sehingga membawa manfaat bagi diri maupun perusahaan. Lebih lanjut dikatakan Budi, dalam era globalisasi yang sejalan dengan semua aspek kehidupan yang semakin tajam dan kompetitif ini, faktor keselamatan kerja merupakan salah satu bagian penting bagi kelangsungan operasi perusahaan. "Termasuk juga menyangkut aplikasi dalam sistem pencegahan kecelakaan kerja dan pencegahan timbulnya penyakit akibat kerja, sehingga tercipta tempat kerja yang aman dan nyaman".·UP V CILACAP - Kepedulian yang tinggi terhadap pengelolaan lingkungan di sekitar kilang, terus ditunjukkan UP IV. Salah satunya dengan terus meningkatkan pengetahuan dan wawasan pekerjanya melalui pelatihan. Pelatihan berlangsung di gedung Diklat UP IV, Rabu (27/6) dan dibuka oleh Man. SDM Ika Satyakartika, diikuti oleh 30 pekerja terkait di UP IV, berlangsung 3 hari disertai benchmarking ke tempat pengelolaan limbah di Sewon Yogyakarta. "Kegiatan kilang UP IV sangat rawan terhadap pencemaran dan kecelakaan lingkungan. Meskipun selama ini perusahaan telah berusaha menghindarinya, namun terkadang masih terjadi hal yang tidak diinginkan," ungkap Man. SDM Ika Satyakartika dalam pembukaan pelatihan pengelolaan lingkungan tersebut. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pekerja di bidang lingkungan perlu terus dikembangkan agar bisa mengelola lingkungan dengan baik. Selain untuk pembinaan pekerja, pelatihan ini dimaksudkan juga untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh badan sertifikasi ISO 14001 tentang sitem manajemen lingkungan.·UP IV

KUDA LAUT: Sebelum Tersungkur, Jangan Menyerah

pakah Anda pernah melihat lomba gerak jalan yang diperlombakan dalam acara-acara khusus? Mungkin jawabnya adalah 'pernah'. Ya, mungkin Anda juga pernah melihat tim gerak jalan Pertamina, yang dikenal dengan nama Persatuan Gerak Jalan (PGJ) Kuda Laut. Keberadaan PGJ Kuda Laut sudah mempunyai sejarah yang cukup panjang di Pertamina. Subandriyo, Ketua Seksi Gerak Jalan Bapor saat ini, menceritakan bahwa Kuda Laut sudah ada cukup lama. Ia yang masuk kerja di Pertamina tahun 1982, mulai aktif ikut gerak jalan tahun 1987. Saat itu koordinator PGJ Kuda Laut adalah Gunawan, dilanjutkan Dadan, kemudian Sundari hingga akhirnya diserahkan ke Subandriyo. Artinya, PGJ Kuda Laut yang ada di bawah Bapor, sudah ada pada dasawarsa 1980-an. Menurut Subandriyo yang sehari-hari adalah Sales ADM. & Finance Eksekutif Wilayah Pemasaran III, Sales Area Western Java, dahulu Kuda Laut murni membawa nama Pertamina dalam berbagai lomba. Nama Kuda Laut

Komunitas

cukup disegani (dengan berbagai prestasi yang dicapai dari tingkat lokal bahkan sampai nasional). Begitu orang melihat nama Kuda Laut Pertamina, banyak tim lain yang lalu ciut nyalinya. Jika dahulu membawa nama Pertamina, maka sekarang Kuda Laut suka juga membawa brand produkproduk Pertamina, sehingga secara tidak langsung mempromosikan Produk Pertamina diantaranya brand Pelumas, BBM, Petrokimia, LPG dan lain-lain. Perlombaan gerak jalan menuntut kriteria tertentu, namun standar yang dipergunakan dan dilatih adalah ketepatan waktu untuk tim putri satu - enam, artinya satu jam harus bisa menempuh enam kilometer. Sementara untuk tim putranya satu ­ tujuh, yaitu satu jam untuk tujuh kilometer. "Jadi kita tahu speed-nya ini harus berapa. Untuk kecepatan satu tujuh, gerakannya seperti ini...," kata Subandriyo memberikan contoh. Setiap lomba biasanya mempunyai aturan sendiri. "Ada yang jarak tempuhnya panjang, ditempuhnya harus cepat. Ada yang jaraknya pendek ditempuhnya lambat," lanjut Subandriyo. "Jadi kita harus bisa membaca lapangan. Kita tidak seperti robot"begitu start jalan sampai finish selesai tugas, Tim dituntut untuk harus memecahkan problem perjalanan itu dan diperlukan stategi sehingga tim bisa sampai di finish dengan hasil yang memuaskan." Begitu pula dengan jumlah anggota dalam satu regu. Ternyata jumlahnya bisa berbeda tergantung pada event-nya dan bagaimana ketentuan dari panitia. "Maka kami harus ready for use. Kalau harus lima orang, kami siap. Kalau harus sebelas orang, kami juga siap. Bahkan kalau harus dua puluh orang, ya harus siap!" tandasnya. Apa saja yang masuk dalam penilaian lomba gerak jalan? Subandriyo menjelaskan bahwa yang pertama adalah ketepatan waktu, karena yang namanya jarak kadang relatif, tidak selalu pas. "Nah, bagaimana tim kita ini bisa mengatur waktu atau ritme untuk penilaian ketepatan waktu," ucapnya. Yang kedua, ialah kerapian tata barisan atau kekompakan tim, di sini kita selalu tekankan kepada tim dituntut jadi pusat perhatian penonton karena membawa image perusahaan. Yang ketiga, ialah sopan santun dan saling menghormati sesama anggota PGJ di jalan. Dan terakhir, sportivitas. "Sportivitas itulah yang pertama-tama harus kita junjung, karena kami tahu ada tim lain yang suka gonta-ganti pemain, padahal itu dilarang dan kalau juri tahu, langsung didiskualifikasi, selalu dikawal, dimonitor oleh Official. " Pengalaman apa yang menarik dari lomba-lomba gerak jalan? Banyak, tentu saja banyak. Setiap event pasti mempunyai kisah-kisah yang menarik. Tetapi Subandriyo mengatakan,"Kami membawa bendera perusahaan. Kalau kami jatuh, maka bendera itu pun jatuh." Artinya, bahwa janganlah pernah menyerah sebelum kita tersungkur dan lutut menyentuh aspal. Intinya, anggota tim janganlah sampai jatuh apapun yang terjadi dan harus saling mendukung. Mereka selalu berpikir positif, bahwa sebentar lagi sampai di finish dengan mengibarkan bendera Pertamina. Mau coba bergabung dengan tim Kuda Laut? Dalam keadaan normal, anggota Ku da Laut berlatih rutin seminggu dua kali di halaman Kantor Pusat Pertamina, pada Selasa sore dan Kamis sore, selesai jam kantor. Frekuensi latihan bisa meningkat jika menjelang event lomba, dengan berlatih di Senayan pada Sabtu pukul 08.00 ­ 10.00 WIB.·

Tahun XLIII, 6 Agustus 2007

No.19

Harusnya Selalu Ramah

Warung Kopi

5

A

Dua orang tak dikenal masuk ke warung makan Mang Warta. Mang Warta sudah pintar membedakan orang-orang yang masuk ke warungnya siapa. Dua orang pria dan wanita ini pasti cuma tamu. : Pak, kopinya dua. Yang satu manisan dikit. Satu lagi ...eh, kamu mau pahit atau manis? (tamu pria menoleh ke rekannya, tamu wanita). Tamu Wanita: Saya manis juga, Pak (memandang Mang Warta). Mang Warta : Aden-aden ini nggak sekalian makan? Tamu Pria : Nggak Pak, kami belum lapar. Saya biasa makan agak siangan. Kamu makan? (menoleh teman wanitanya). Tamu Wanita: Udah agak lapar sih, tapi...entar aja bareng sama kamu. Mang Warta : Maaf, Aden-aden ini dari mana? Kok, kayaknya capek sekali? Tamu Wanita: Oh, nggak, kami dari Pak Burhan. Mang Warta : Sudah ketemu dengan beliau? Tamu Wanita: Sudah, tapi itulah, Pak, susahnya minta ampun cari orang di Pertamina ini. Mang Warta : Maklumlah, Pak. Gedungnya tidak satu, lantainya banyak, dan orangnya pun tidak sedikit. Jadi...maklumlah kalau susah mencarinya. Tamu Pria : Bukan itunya Pak. Saya ketemu resepsionis dan sekuriti, ditunjukkin ke lantai dua gedung ini. Pas masuk ke satu ruangan, kami dimintai menanyakan ke sekuriti dan resepsionis. Dan ternyata ruangan itu ternyata sudah masuk sebagai lantai tiga. Bingung juga... Mang Warta :Walah...walah...kasihan atuh, Adenaden ini dipingpongkan. Tamu Wanita: Begini ini, Pak. Di Indonesia ini susah mencari orang kerja yang profesional. Itu sudah rahasia umum, sih, Pak. Nggak di mana, nggak di mana. Tamu Pria : (Menyeruput kopi dengan santai) Tadinya, saya berharap di tangan resepsionis dan sekuriti depan itu ada daftar seluruh bagian yang ada di gedung tersebut. Lengkap dengan daftar karyawan dan nomor teleponnya. Jadi, kalau ada tamu seperti kita ini tidak diputer-puter seperti tadi. Mang Warta : Masukan dari Aden-aden ini sampaikan saja ke bapak-bapak Pertamina. Karena saya dengar, Pertamina justru sekarang sudah punya apa itu namanya....itu, lho, yang suka ngasih-ngasih informasi itu, apa namanya... (Mang Warta kebingungan). Ujang : Mang, baca atuh Media Pertamina (menyodorkan Media Pertamina). Di situ kan ada nomor telepon khusus yang bisa dihubungi. Tamu Pria : (Ikut melihat halaman pertama Media Pertamina) Oh, Pertamina Contact Center. Hebat juga, Pertamina. Masalahnya saya belum tahu ada Pertamina Contact Center. Ujang : Rajin baca Media Pertamina saja, Mas. Rajin membaca kan pangkal pandai dan tahu macem-macem. Tamu wanita : Memang hebat kemajuan Pertamina sekarang. Apalagi kalau resepsionis di depan itu bisa lebih ramah. Jangan cuek dan nunduk saja kalau ada tamu, kayak tadi (sambil menyeruput kopi yang tinggal sisanya).·NS Tamu Pria

Teks : UHK Foto-foto : DRP & Kun/Dok. Pertamina

6

Tahun XLIII, 30 Juli 2007

No. 18

Sosial

RESUME PEKAN INI

Persaingan Produk Pelumas Makin Ketat

Di tengah ketatnya persaingan pelumas asing, Pertamina yakin bisa terus menjadi pemimpin pasar pelumas. Salah satu sektor utama yang menjadi perhatian BUMN adalah pelumas untuk kebutuhan industri di Indonesia. "Pangsa produk-produk pelumas industri 60 persen yang dipasarkan telah memenuhi teknologi mesin dan kebutuhan pelumasan terkini namun tetap dilepas dengan harga yang kompetitif. Di samping memiliki jaringan distribusi yang luas serta layanan total solusi pelumasan," ujar Manajer Fleet Petrochemical and Industries Pertamina Pelumas Elhard Wariki.

Cost Recovery Sektor Migas Bisa Ditekan US$3,6 Miliar/tahun

Nilai cost recovery di sektor migas selama 2007 yang mencapai 10,4 miliar dolar AS bisa diefisienkan 3,6 miliar dolar AS per tahun, sehingga dapat menekan biaya pengeluaran negara. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakan siap melakukan perhitungan cost recovery secara lebih transparan. Terdapat enam pendekatan yang dapat dilakukan untuk efisiensi cost recovery, yaitu pendekatan Inventory, Centralized Material, Cross Commodity Strategy Teams, Performanve Report, Emergency OP Supply, Productivity Improvement Program dan Non Cost Recoverable Situations.

Pipa SSWJ ke Bekasi Beroperasi

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan pipa transmisi jalur Labuhan Maringgai-Muara Bekasi, bagian dari pipa South Sumatera West Java (SSWJ) telah mulai beroperasi. Pengoperasian tersebut ditandai dengan pembukaan valve di stasiun Labuhan Maringgai-Lampung Timur. Secara bertahap gas yang akan dialirkan mencapai jumlah 150-177 juta kaki kubik per hari pada Agustus 2007. Volume gas yang berasal dari Sumatera Selatan tersebut seluruhnya akan diserap oleh para pelanggan industri, baik yang telah ada sebagai tambahan pemakaian gas maupun para pelanggan baru. Total pelanggan industri yang akan menyerap gas ini sekitar 160 pelanggan.

JAKARTA ­ Untuk kesekian kalinya Baituzzakah Pertamina (Bazma) memberikan bantuan kepada para mustahiq (yang berhak menerima) dengan total sumbangan sebesar Rp 226.750.000,-. Bantuan tersebut disalurkan untuk biaya pendidikan, pemberian modal usaha, pembinaan panti yatim dan jompo, rehabilitasi sarana pendidikan, dan rehabilitasi sarana ibadah. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Bazma Pusat Kun Kurnely Dalam sambutannya Kun, mengatakan Kurnely. bahwa bantuan yang berlangsung ini telah direalisasikan kepada 1.800 anak yang dikhitan dengan total biaya sebesar Rp 500 juta. Menurut Kun, bantuan ini merupakan hasil dari zakat dan infaq sedekah pekerja Pertamina kantor pusat. Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Divisi Perbendaharaan Hendroyono danjajaran manajemen Bazma lainnya. Acara beralangsung di Lantai Dasar Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Jumat (20/7).·NDJ

Unit Pemasaran I Bantu Keluarga Penderita Rapuh Tulang

MEDAN - Unit Pemasaran I Medan memberikan bantuan melalui Program Pertamina Peduli kepada keluarga Azwardi di rumahnya. Bantuan diserahkan oleh GM UPms I Wisnuntoro (saat masih menjabat, red), di Kampung Nelayan, 2/7. Wisnuntoro secara simbolis menyerahkan bantuan 30 kotak susu bubuk dan sejumlah pakaian untuk anakanak Azwardi yang sakit. Keluarga Azwardi juga menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 5.000.000 untuk membantu biaya pengobatan dan pendidikan keenam anaknya. Selain itu, diserahkan juga sebuah mesin bordir untuk Zuraidah, untuk membantu usahanya. Azwardi (48) dan istrinya, Zuraidah (42), memiliki enam orang anak. Ketiga anaknya yang terbesar tumbuh nomal dan masih sekolah. Keadaan ini membuat Azwardi dan Zuraidah kesulitan membiayai kehidupan mereka. Sehari-hari, Izwardi berusaha mencukupi kehidupan keluarga dengan menjadi penjahit baju. Hasil yang didapatkan tidak sebanding dengan kebutuhan mereka. Karena ketiga anak Azwardi yang lainnya menderita penyakit kerapuhan tulang yang membutuhkan biaya pengobatan. Iqbal (6), Ridwan (4), dan Nur Fadilah (2,5) hanya bisa berbaring sepanjang hari. Gerakan yang salah sedikit saja, akan menyebabkan tulang anak-anak tersebut patah. Ketiga kakaknya dengan penuh cinta membantu mengurusnya.·UPms I

Gas Lebih Hemat

Warga harus pandai mengatur stelan tabung gas agar gas tidak cepat habis. "Tidak ada teknologi yang mendukung untuk menghemat pemakaian gas," kata Vice President Communication Pertamina Wisnuntoro. Terlepas dari itu, Wisnuntoro menambahkan bahwa biaya menggunakan Elpiji lebih hemat dibandingkan memakai Minyak Tanah. "Sepanjang penggunaannya tidak sembarangan, Elpiji pasti aman," ujar Wisnu.·NDJ

NEWSRelease NEWSRelease

Harga BBM Industri dan BBK Pertamina Periode Agustus 2007

JAKARTA - Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) No. Kpts­­604/F00000/2007-S0 tentang Harga Jual Keekonomian Bahan Bakar Minyak Pertamina tanggal 30 Juli 2007, menetapkan bahwa terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2007 pukul 00.00 WIB, harga BBM Non Subsidi untuk pelanggan selain sektor rumah tangga, usaha kecil, transportasi dan pelayanan umum serta harga untuk bunker internasional, seperti terlihat pada tabel 1.

Tabel 1. HARGA JUAL KEEKONOMIAN BBM PERTAMINA PERIODE AGUSTUS 2007 Jenis BBM Harga Jual Keekonomian BBM PERTAMINA Wilayah 1 (Rp/Ltr) Agustus Premium Minyak Tanah Minyak Solar Transportasi Industri*) Minyak Diesel Minyak Bakar Pertamina Dex 6.346,85 6.256,80 Juli 6.179,33 5.926,49 Wilayah 2 (Rp/Ltr) Agustus 6.483,70 6.392,10 Juli 6.313,66 6.068,80 Wilayah 3 (Rp/Ltr) Agustus 6.483,70 6.392,10 Juli 6.448,05 6.184,20

Dibandingkan harga periode Juli 2007, harga BBM Non Subsidi periode Agustus 2007 mengalami perubahan harga sebagai berikut. Premium naik 2,7%, Minyak Tanah naik 5,6%, Minyak Solar naik 5,6%, Minyak Diesel naik 5,6% dan Minyak Bakar naik 7,6%. Perubahan harga diatas disebabkan kenaikan MOPS pada periode Juli antara 1,2% s.d. 8,8%, kenaikan tertinggi pada produk Minyak Bakar dan nilai tukar Rupiah melemah 1,44% dari perhitungan bulan lalu. Harga BBM jenis Premium dan Solar bersubsidi bagi transportasi umum tidak mengalami perubahan dan tetap sebesar Rp. 4.500/liter untuk Premium dan Rp. 4.300/liter untuk solar. Sedangkan harga minyak tanah bersubsidi untuk masyarakat dan industri kecil tetap sebesar Rp. 2.000/liter. HARGA PERTAMAX, PERTAMAX PLUS, PERTAMINA DEX & BIOPERTAMAX PERIODE AGUSTUS 2007 Harga jual Bahan Bakar Khusus (BBK) terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2007 mengalami perubahan di beberapa lokasi. Sesuai Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga No. Kpts­605/F00000/2007-S0 tanggal 30 Juli 2007, harga jual BBK di seluruh wilayah penjualan menjadi seperti yang tercantum pada tabel 2.

Tabel 2. HARGA JUAL BAHAN BAKAR KHUSUS (BBK) PERTAMINA PERIODE AGUSTUS 2007 Harga Jual SPBU 1 Agustus 2007 (Rp) Harga Jual SPBU 1 Juli 2007 (Rp)

Jenis BBK/Lokasi

I. PERTAMAX

Batam Unit Pemasaran Unit Pemasaran Unit Pemasaran Unit Pemasaran - Unit Pemasaran I Medan III Jakarta IV Semarang & V Surabaya VI Balikpapan

6.400 7.100 6.500 6.750 6.850

6.400 7.100 6.500 6.700 6.900

II. PERTAMAX

Unit Unit Unit Unit Unit - Bali - Unit - Unit Pemasaran Pemasaran Pemasaran Pemasaran Pemasaran I Medan II Palembang III Jakarta IV Semarang & V Surabaya

7.000 6.600 6.400 6.600 7.000 6.500 6.650

7.000 6.700 6.400 6.600 7.000 6.500 6.650

Pemasaran VI Balikpapan Pemasaran VII Makassar

III. PERTAMINA DEX

- Unit Pemasaran III Jakarta - Unit Pemasaran V Surabaya

6.468,75 6.187,50 5.991,70 4.250,40 6.594,10

6.125,00 5.858,70 5.676,54 3.950,00 6.260,91

6.609,05 6.321,70 6.121,50 4.324,10 -

6.258,04 5.985,95 5.799,95 4.027,85 -

6.609,05 6.321,70 6.121,50 4.324,10 -

6.390,55 6.112,70 5.922,40 4.119,50 -

7.100 7.100

6.300 6.300

III. BIOPERTAMAX

- Unit Pemasaran III Jakarta - Unit Pemasaran V Surabaya

6.400 6.600

6.400 6.600

*) Harga Non PBBKB ; Harga sudah termasuk PPN 10% Wilayah 1 : Harga berlaku Ex. Suplai Point (Depot/Transit Terminal) selain Batam, UPms VII Makasar, UPms VIII Jayapura dan Propinsi NTT Wilayah 2 : Harga berlaku Ex. Suplai Point (Depot/Transit Terminal) di UPms VII Makasar Wilayah 3 : Harga berlaku Ex. Suplai Point (Depot/Transit Terminal) di UPms VIII Jayapura dan Propinsi NTT

Perubahan harga jual Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina DEX dan Bio Pertamax ini akan ditinjau kembali sesuai perkembangan harga minyak internasional.·HubPers

Foto :DRP/Dok. Pertamina

Suara Pekerja

Ganti Logo Lama dengan Logo Baru

Assalamualaikum wr.wb. Salam Pertamina Baru! Saya baru saja mengikuti sosialisasi Era Baru Pertamina dan Pertamina Clean yang diselenggarakan oleh tim dari pusat di Gedung Serbaguna lantai III UPms IV Semarang pada hari Selasa, 24 Juli 2007 dari jam 08.30 s/d jam 12.00 WIB. Saya sangat bangga dengan Pertamina yang dengan tidak hentihentinya menyosialisasikan masalah transformasi/ perubahan kepada pekerjanya demi untuk memenangkan persaingan global dan mempertahankan kesinambungan eksistensinya di masa depan. Sudah beberapa kali saya mendapatkan hal-hal seperti itu. Saya salut akan kegigihan usahausaha yang ditempuh Pertamina untuk itu. Mulai dari penggantian logo lamapun dengan logo baru yang lebih dinamis dan penuh arti, menggelar Pertamina Way, dan masih banyak lagi usaha-usaha untuk melakukan perubahan itu sendiri, tidak lain dengan tujuan agar masyarakat sadar kalau Pertamina sudah berubah. Saya yakin, masyarakat berharap perubahan itu secara nyata. Menurut saya itu sangat manusiawi dan merupakan tantangan buat kita, insan-insan Pertamina, untuk bisa mewujudkannya. Pengarahan dari Bapak Nindyo dan Bapak-bapak yang lain waktu itu sangatlah menggugah hati dan semangat kita semua untuk bisa ikut serta dalam mewujudkan perubahan ditubuh Pertamina. Tetapi, ada tayangan dari Bapak Nindyo yang memprihatinkan buat kita semua, dimana dalam tayangan tersebut yang berjudul (kalau saya nggak salah, pen) "SPBU Pertamina di Antara SPBU Pesaing" terlihat betapa kalah megahnya SPBU Pertamina tersebut. Belum lagi masalah pelayanannya terhadap pelanggan. Apalagi Bapak Nindyo pun menghitung-hitung masih ada sekitar 60 persen SPBU Pertamina di seluruh Indonesia yang kondisinya seperti itu (begitu banyaknya!!, pen). Akan tetapi, sebetulnya masih ada yang perlu diperhatikan dan sangatsangat menyedihkan bahwa sampai detik ini masih ada beberapa SPBU Pertamina di jalan-jalan yang masih memakai lambang KUDA LAUT yang terpampang di SPBU-nya. Tidak hanya itu, mobil-mobil box pengangkut pelumas produk Pertamina juga masih ada yang memasang logo Pertamina lama. Sangat menyedihkan memang... Yang lebih ironis lagi, kira-kira satu bulan yang lalu saya ditugaskan pimpinan saya ke Jakarta (di Simprug). Kita semua tahu gedung megah yang dahulu namanya Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pertamina dan sudah berganti nama dengan Pertamina Learning Center (PLC) masih terpampang dengan kokohnya logo Pertamina yang lama (semoga sekarang sudah diubah/ diganti yang baru, pen). Sangat ironis memang. Padahal kita semua tahu bahwa di situlah tempat kawah condrodimuko-nya Pertamina untuk mendidik dan mengadakan pelatihan untuk semua pekerja. Lebih-lebih sekarang sering digunakan untuk pendidikan adik-adik kita BPS, yang nantinya bisa sama-sama kita harapkan akan menjadi ujung tombak untuk mengawal eksistensi Pertamina di masa depan terhadap pesaing-pesaingnya. Tapi kenapa untuk urusan ganti logo saja PLC susah melakukannya? Kenapa bisa begitu? Sedangkan gaung perubahan sudah meraung-raung kurang lebih setahun yang lalu. Kalau boleh saya ikut memberi masukan, bebenahlah kita terlebih dahulu ke dalam, sebelum kita melangkah cepat ke depan. Janganlah kita terlanjur maju ke depan sedangkan masih banyak yang harus dibenahi di belakang". Saya kawatir kalau keterlambatan penggantian logo lama ke logo baru akan membuat masyarakat tidak percaya kalau Pertamina sudah berubah dan akan menjadikan duri di dalam tubuh Pertamina. Tentunya akan menghambat perubahan itu sendiri. Kalau Bapak Nindyo bisa mengatakan bahwa sekecil apapun perubahan itu akan berarti bagi Pertamina, tapi jangan lupa juga kita harus berpedoman bahwa sekecil apapun kelalaian kita akan berpengaruh besar untuk Pertamina. Sekian masukkan saya dan terima kasih. Semoga Pertamina akan memenangkan persaingan global ke depan...Amien. Wassalam.·

Foto : DRP/Dok. Pertamina

Tahun XLIII, 6 Agustus 2007

No. 19

7

POSISI

ROSYIDI HASYIM

Manajer Pemasaran LPG Direktorat Pemasaran & Niaga

Foto : DRP/Dok. Pertamina

PRIYO PERWITO

Manajer Aviasi Region III Direktorat Pemasaran & Niaga

Foto : DRP/Dok. Pertamina

AZMY SAID

Manajer Enjiniring - Jasa Teknik Direktorat Pemasaran & Niaga

Foto : DRP/Dok. Pertamina

DAVID MARTINUS NAPIUN

Manajer Strategic Sourcing Direktorat Pemasaran & Niaga

Foto : DRP/Dok. Pertamina

RIAMA OKTAWINI P.

Manajer Supply Chain Management & Infrastructure Direktorat Pemasaran & Niaga

Foto : DRP/Dok. Pertamina

*) Bangun Sudjati Fungsi SIK/SDM & Umum Unit Pemasran IV Semarang

ENTJEP SURACHMAN

Manajer Gas Domestik Region V Direktorat Pemasaran & Niaga

Foto : DRP/Dok. Pertamina

Rubrik Suara Pekerja dilahirkan untuk menampung aspirasi pekerja Pertamina. Melalui rubrik ini diharapkan dapat tercipta komunikasi dua arah antara pihak manajemen dan pekerja. Rubrik ini terbuka bagi seluruh pekerja yang hendak menyampaikan aspirasinya dan tidak didominasi oleh pihak manapun. Aspirasi disampaikan dalam bentuk artikel dengan ukuran huruf 12, spasi 1,5 maksimal 2,5 halaman A4. Artikel dikirimkan ke redaksi melalui email: [email protected] dan [email protected] Artikel yang dikirim menjadi milik redaksi dan pemuatannya menjadi kewenangan redaksi. Artikel yang dikirimkan tidak boleh memuat makian dan hujatan. Kritik dan saran yang dilontarkan demi kebaikan Pertamina disampaikan secara sopan dan elegan.·(Red)

SEREMONIA

KURNIAWAN RAHARDJO

Manajer Ren. & Eval. Niaga Direktorat Pemasaran & Niaga

Foto : DRP/Dok. Pertamina

AGUS BACHTIAR

Manajer Operasi/Marketing Pertamina Energy Trading Limited/ Pertamina Energy Services Pte Ltd.

Foto : DRP/Dok. Pertamina

Foto : Kun/Dok. Pertamina

Foto : Kun/Dok. Pertamina

HERU SUTRISNO

Manajer Perencanaan Strategis Direktorat Pengolahan

Foto : Kun/Dok. Pertamina

TAMBUN ­ Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Endriartono Sutarto, melakukan kunjungan kerja perihal progress pengembangan Pondok Tengah di lokasi Cluster A Pondok Tengah ­ Babelan, Tambun, Bekasi Timur, Rabu (18/7). Turut hadir mendampingi komut, Komisaris Maizar Rahman, Presiden Direktur EP Tri Siwindono, General Manager Proyek Pengembangan Pondok Tengah Beni J. Ibradi, dan staf Divisi Komunikasi Korporat Munardy Eddien. Dalam kunjungan tersebut komut dan jajarannya mendapatkan penjelasan mengenai progress proyek pengembangan Pondok Tengah oleh GM Proyek Percepatan Eksplorasi Komplek Pondok Tengah Edi Purnomo.·NDJ

JAKARTA ­ Pertamina turut serta dalam BUMN Executive Soccer Tournament 2007, yang memperebutkan piala bergilir menteri negara BUMN. Pertandingan yang akan berlangsung pada 18 Juli ­ 15 Agustus 2007. Sedangkan pada Rabu (25/7), bertempat di Lapangan banteng Jakarta, Pertamina melawan PT Jasa Marga dengan skor 7-1. Selaku top scorer dari Pertamina diraih oleh Dede Sulaiman yang telah memperoleh enam kali memasukkan bola. Permainan dimeriahkan mulai dari Deputi, Kepala Divisi, General Manajer hingga pekerja Pertamina.·NDJ

DJOKO SUPROBO

Manajer Enjiniring, Proyek Pengolahan, Operasi Pengolahan Direktorat Pengolahan

No. 19

Tahun XLIII, 6 Agustus Juli 2007

Transformasi EP

Kiprah Anak Perusahaan

8

Evaluasi Penerapan Siklus PCDCA di Pertamina EP

JAKARTA - Setelah diterapkan sejak Mei 2007 maka pada 12 Juli lalu telah berlangsung evaluasi penerapan siklus Plan-Coordinate-Do-Check-Action (PCDCA). Evaluasi yang diikuti seluruh fasilitator PCDCA seluruh fungsi di Pertamina EP ini berlangsung seru dan menarik, karena di situ terlihat fungsi-fungsi mana saja yang belum dan sudah memenuhi siklus PCDCA. "Hal itu terlihat dari warna merah pada setiap siklus yang belum terpenuhi, dan warna hijau bagi yang sudah memenuhinya," kata Budi Tamtomo, PCDCA & Communication Cycle Team Leader Pertamina EP. Siklus PCDCA dimaknai sebagai sekumpulan proses yang harus dilakukan dalam melaksanakan suatu pekerjaan (work performing cycle). Sekumpulan proses ini adalah Plan-Coordinate-DoCheck-Action (PCDCA). Berbeda dengan konsep asli PDCA (Plan-Do-Check-Action), konsep PCDCA memasukkan unsur tambahan, koordinasi (coordinate). "Alasannya, karena koordinasi yang sempurna antar individu, unit kerja atau tim di dalam sebuah organisasi adalah keniscayaan yang tidak dapat ditawar lagi. Koordinasi adalah ikon yang sangat mahal dalam organisasi," kata PCDCA & Communication Cycle Team Leader Pertamina EP Budi Tamtomo. PCDCA ini merupakan pondasi untuk suatu proses pekerjaan. "Kita memang dipaksa untuk berkoordinasi ketika menerapkan konsep manajemen ini. Namun harus diakui, kalau semuanya bisa dikoordinasikan dengan baik maka manfaatnya akan sangat terasa," ujar Budi. Ia menambahkan, dalam kaitan menuju Pertamina EP World Class, keinginan untuk inovatif, berdaya saing tinggi, dan setara dengan pemain global lainnya tidak akan tercapai tanpa adanya koordinasi. "Kalau soal brain-ware dan knowledge, semua sudah dimiliki oleh insan-insan Pertamina EP, kuncinya tinggal bagaimana mengoordinasikannya," katanya. Untuk memastikan implementasi seluruh proses PCDCA maka ditunjuk fasilitator-fasilitator PCDCA, yang akan bertugas menjalankan dan menumbuhkembangkan paradigma PCDCA pada saat melaksanakan semua aktivitas di dalam or ganisasi, dimulai dari tingkatan individual sampai dengan keseluruhan perusahaan (enterprise-wide). Fasilitator itu akan memastikan seluruh siklus kerja PCDCA dilaksanakan secara konsisten di seluruh organisasi melalui PCDCA tools yakni Meeting Taxonomy dan Calendar of Events. Ia juga harus mengurangi masalah yang terjadi dengan menyediakan langkah-langkah preventif dan korektif. Budi melihat para pekerja Pertamina EP secara bertahap meningkat kepeduliannya pada proses transformasi ini. "Teman-teman yang tadinya menolak sudah mulai bergabung, mereka mulai menikmati proses ini," ujarnya. Sebaiknya, menurut Budi, proses transformasi ini dianggap saja sebagai satu permainan yang menyenangkan maka seseorang akan bisa menjalaninya dengan baik. Ia menambahkan, suatu ketika kita bahkan tidak merasakan adanya perubahan yang terjadi, namun sebenarnya sudah terjadi perubahan secara total. Transformasi adalah suatu proses yang harus dijalani dengan kesadaran dan disiplin sehingga menghasilkan habit. "Akhirnya waktulah yang akan menentukan," kata Budi. Evaluasi selanjutnya akan dilaksanakan tiga bulan kemudian, dengan penilaian yang lebih rinci. Semoga penerapan siklus PCDCA semakin memuluskan jalan menuju Pertamina EP World Class.·PEP/Ubs

Foto : BFR/Dok. Pertamina

JAKARTA - Pada 20 Juli 2007, K3LL PT Pertamina EP melakukan pelatihan bagi pekerja di Gedung Kwarnas Pramuka Lantai 3-10, Jakarta. Latihan yang diikuti oleh perwakilan tim pemadaman api di setiap lantai di hadiri oleh 40 orang yang bertugas secara bergantian. Jenis pelatihannnya antara lain adalah penggunaakn Alat Pemadaman Api Ringan (APAR) seberat 6 kg, penggunaan teknik memadamkan api dengan cara memutus supplay oksigen di sumber api menggunakan kain tahan api, serta kerjasama tim pemadaman di dalam penggunakan selang Hydrant yang terpasang disetiap lantai. Pelatihan ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali para pekerja akan pencegahan bahaya kebakaran yang setiap saat mengancam harta dan jiwa serta aset perusahaan. Dengan pelatihan yang berkesinambungan setiap 1 tahun sekali maka diharapkan setiap pekerja sudah memahami tugas dan tanggung jawabnya di dalam penanganan bencana kebakaran apabila terjadi kebakaran.·PEP/Ubs

Pengumuman untuk Pekerja di Lingkungan Kantor Pusat dan Anak Perusahaan

Information

MP 19 - 6/8/07 sep

8 pages

Report File (DMCA)

Our content is added by our users. We aim to remove reported files within 1 working day. Please use this link to notify us:

Report this file as copyright or inappropriate

477713


You might also be interested in

BETA
TESIS
Microsoft Word - LAST_LAST upadated MT januari.doc