Read SOP-Ponti-Cabe.pdf text version

S O P TEKNOLOGI PONTI PADA BUDIDAYA TANAMAN CABAI SOP Teknologi PONTI pada budidaya tanaman cabai ini dibuat sebagai panduan bagi pembudidaya yang akan dan sudah memulai usaha budidaya tanaman cabai dengan menggunakan Teknologi PONTI. I. PRODUK Produk yang direkomendasikan adalah : PONTI Serbuk sebagai pupuk majemuk yang memiliki kandungan lengkap meliputi hara makro primer, makro sekunder dan mikro elemen essensial. PONTI Cair sebagai sumber unsur hara makro dan mikro yang dikombinasikan dengan asam amino essensial, asam lemak, mineral serta mikro organisme yang menguntungkan, sehingga dapat dimanfaatkan langsung oleh tanaman dan seluruh organisme yang ada di tanah. II. MANFAAT PRODUK Produk ini direkomendasikan karena memiliki beberapa manfaat antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Meningkatkan daya kecambah hingga 30 %. Meningkatkan pertumbuhan tunas batang hingga 15 %. Mengurangi penggunaan pupuk kimia serta menghemat biaya produksi sebesar 50 %. Meningkatkan produktivitas tanaman sebesar 15 % - 20 %. Memperbaiki kandungan unsur hara tanah. Mengaktifkan mikroorganisme dalam tanah.

III. CARA KERJA PRODUK Berdasarkan hasil pengamatan, maka cara kerja produk PONTI Serbuk dan PONTI Cair adalah sebagai berikut :

Ketika PONTI Serbuk dan Cair dicampur maka akan terjadi kombinasi nutrisi yang unik dan lengkap yang mudah dimanfaatkan oleh tanaman maupun mikroba. Nutrisi dapat diserap oleh tanaman melalui daun, batang dan akar(untuk pembibitan).

Kandungan dalam PONTI Serbuk dan PONTI Cair memiliki kombinasi yang unik dan paling lengkap ketika dicampur dalam penggunaannya.

IV. CARA DAN WAKTU APLIKASI PRODUK Persiapan benih 1. Benih bersertifikat varietas baik/unggul disortir terlebih dahulu agar meminimalisir adanya benih yang rusak atau cacat. Kebutuhan benih untuk lahan 1 Ha adalah 200 gr. 2. Perendaman benih larutan furadan 10 gr/ltr selama 1 jam. 3. Perendaman benih larutan PONTI Cair 2 ml + PONTI Serbuk 5 gr + 1 Liter Air selama 6 jam. 4. Benih ditiriskan selama 3 jam. Persiapan persemaian 1. Media semai budidaya cabai meliputi tanah, pupuk kandang/kompos, pasir dengan perbandingan 1:1:1, tanam benih yang tenggelam dan telah direndam dengan larutan PONTI. 2. Penyemprotan PONTI dosis PONTI Cair 2 ml + PONTI Serbuk 5 gr + 1 Liter Air pada 7 hss, 14 hss. 3. Pemberian pupuk NPK dosis 0,2 gr ­ 0,5 gr. 4. Pindah tanam pada 18 hss atau pada pertumbuhan telah 4-6 daun. Persiapan lahan tanam 1. Pengolahan lahan dilakukan untuk proses penggemburan tanah dan pembuatan/perbaikan sistem drainase. 2. Pembuatan drainase/aerasi pada setiap barisan dengan panjang 7,5 m, lebar 25 cm dan di sekeliling petakan sedalam 20 cm.

3. Pembentukan bedengan dengan lebar 1,2 m dengan panjang disesuaikan dengan kapasitas lahan, tinggi bedengan pada musim hujan ( 50 cm ­ 70 cm ), pada musim kemarau ( 30 cm ­ 40 cm ). 4. Pemberian pupuk kandang atau pupuk kompos dilakukan sebelum tanam -5 Hst dengan kebutuhan + 5 ton/Ha (per lubang tanam 3 gr). 5. Penyemprotan PONTI dilakukan sebelum tanam -3 Hst dengan dosis PONTI Cair 2 ml + PONTI Serbuk 5 gr + 1 Liter Air. Penanaman 1. Penanaman bibit yang telah berumur 18 hss tentunya yang telah disortir kembali melihat pertumbuhnya tanaman dari kesehatan serta kokohnya batang. 2. Kedalaman tanam untuk setiap lubang adalah 3 cm - 5 cm, atau penanaman dilakukan pada leher akar, di daerah permukaan tanah tanam di berikan plastik mulsa atau mulsa jerami yang telah kering. 3. Sebaiknya, pada proses penanaman jangan ada air tergenang di permukaan lahan tanam. 4. Sebelum penanaman tanaman di anjurkan tanpa merusak bentuk tanah dan celupkan pada larutan PONTI dosis PONTI Cair 2 ml + PONTI Serbuk 5 gr + 1 Liter Air selama 3 menit. Pemeliharaan Tanaman 1. Penyemprotan PONTI dilakukan setelah tanam pada 7 Hst, 15 Hst, 23 Hst, 31 Hst dengan dosis PONTI Cair 2 ml + PONTI Serbuk 5 gr + 1 Liter Air. 2. Penyemprotan ponti dilakukan setelah tanam 54 Hst, 68 Hst, 83 Hst dengan dosis PONTI Cair 2 ml + PONTI Serbuk 5 gr + 1 Liter Air. 3. Pemberian pupuk NPK pada 50 Hst dan 90 Hst dosis 2,5 gr / pohon. 4. Dapat pula dilakukan pengocoran PONTI pada 60 Hst dan 115 Hst dosis PONTI Cair 2 ml + PONTI Serbuk 5 gr + 1 Liter Air pemberian 250 ml / pohon. 5. Benih yang tidak tumbuh sebaiknya disulam memakai bibit varietas dan kelas yang sama. Penyulaman paling lambat 1 minggu setelah penanaman.

6. Penyiangan dilakukan paling sedikit dua kali, karena di lahan kering gulma tumbuh dengan subur pada musim penghujan. Penyiangan I pada saat tanaman berumur 2 minggu, dengan menggunakan cangkul. Penyiangan II dilakukan bila tanaman sudah berbunga (kurang lebih umur 7 - 8 minggu), menggunakan arit atau dicabut dengan tangan.

APLIKASI PONTI PADA TANAMAN CABAI

Waktu Uraian Pemberian pupuk kandang / H-5 kompos 5 Ton Gunakan pupuk kandang /kompos yang telah kering (masak), masukkan pupuk kandang / kompos tersebut ke dalam lubang tanam atau jalur penanaman. 1 Lt PONTI H-3 Penyemprotan dasar PONTI Cair + 1 Kg PONTI Serbuk + 500 liter air Semprotkan kebagian / daerah lubang tanam. Dosis per Ha Keterangan

3 Lt PONTI H+7, Penyemprotan PONTI 4x Cair + 3 Kg PONTI H+15, H+23, Serbuk + 1500 liter air semprot dari sekitar akar, batang, daun dan tunas. Penyemprotan pagi hari, di

H+31. 2 Lt PONTI H+54, Penyemprotan PONTI 2x Cair + 2 Kg PONTI H+68, H+83. Serbuk + 1000 liter air semprot dari sekitar akar, batang, daun, tunas dan bunga Penyemprotan pagi hari, di

APLIKASI PUPUK KIMIA DAN KOCOR PONTI PADA TANAMAN CABAI

Waktu Uraian Dosis per Ha Keterangan Masukkan pupuk tersebut kedalam polybag dosis 0,2 5 Hss Pemberian pupuk NPK 100 Kg 0,5 gr. Lakukan sistem tebar pada tiap lubang lalu timbun oleh H+50 Pemberian pupuk NPK 300 Kg tanah. Lakukan sistem tebar pada tiap lubang lalu timbun oleh H+90 Pemberian pupuk NPK 300 Kg tanah.

PONTI Cair 2 ml + PONTI Serbuk 5 gr +

H+60 Pemberian kocor PONTI 250 ml per lubang tanam diberikan pagi hari. 250 ml per lubang tanam H+115 Pemberian kocor PONTI diberikan pagi hari.

1 Liter Air

Kebutuhan PONTI dengan luas lahan 1 Ha : Kebutuhan 1 Ha : : 7 Liter : 7 Kg a. PONTI CAIR b. PONTI SERBUK Harga PONTI : Rp. 50.000,00 / kg Biaya yang dikeluarkan Rp. 50.000,00 X 14 = Rp. 700.000,00 V. FAKTOR KONDISI Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengendalikan faktor kondisi yang ada dalam budidaya Cabai antara lain : 1. Pada proses pembungaan yang normal, tanaman cabai memerlukan intensitas cahaya yang cukup banyak, apabila ternaungi pertumbuhan tanaman akan terhambat dengan ciri ­ ciri daun melemas, batang sekulen berair, bunga yang dihasilkan sedikit, kualitas dan kuantitas sangat kurang. Aplikasi PONTI di persemaian pada waktu pagi hari lahan naungan sebaiknya dibuka hingga menjelang ½ siang ( pkl.10.00 wib ) 2. Air merupakan sumber kehidupan bagi tanaman cabai sendiri mempunyai peranan penting terhadap pelarut unsur hara yang terdapat dalam tanah dan dalam proses fotosintesis ( pemasakan tanaman ) dan respirasi ( proses pernafasan. Dalam aplikasi PONTI diberikan intensifikasi terhadap air cukup maksimal dari benih sampai pada perawatan tanaman.

Information

6 pages

Report File (DMCA)

Our content is added by our users. We aim to remove reported files within 1 working day. Please use this link to notify us:

Report this file as copyright or inappropriate

427890


You might also be interested in

BETA