Read S_C0151_043394_Chapter2 text version

BAB 2 KARANGAN DESKRIPSI, MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES, DAN TINJAUAN KTSP (KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN) KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS

Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orangorang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut apabila mereka m,emahami bahasa dan gambaran grafik itu. Dengan kriteria seperti itu, maka dapatlah dikatakan bahwa menyalin/mengopi huruf-huruf ataupun menyusun suatu naskah dalam huruf-huruf tertentu untuk dicetak bukanlah menulis apabila orang-orang tersebut tidak memahami bahasa tersebut tidak memahami bahasa beserta representasinya. (Lado, 1979:143). Pembelajaran keterampilan menulis memiliki berbagai macam bentuk.Salah satunya adalah keterampilan menulis karangan. Dalam pembelajaran menulis, diharapkan siswa tidak hanya dapat mengembangkan kemampuan membuat karangan namun juga diperlukan kecermatan untuk membuat argumen, memiliki kemampuan untuk menuangkan ide atau gagasan dengan cara membuat karangan yang menarik untuk dibaca.

13

14

2.1 Tujuan dan Fungsi Menulis Setiap tulisan mengandung beberapa tujuan. Tarigan (1982:23) membatasi tujuan menulis sebagai berikut. 1) Tujuan yang bertujuan untuk memberitahukan atau mengajar disebut wacana informatif. 2) Tulisan yang bertujuan untuk meyakinkan atau mendesak disebut wacana persuasif. 3) Tulisan yang bertujuan untuk menghibur atau menyenangkan atau yang mengandung tujuan estetik disebut tulisan literer atau wacana kesastraan. 4) Tulisan yang mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat berapi-api disebut wacana ekspresif. Adapun tujuan menulis yang dikemukakan oleh D` Angelo dalam H. G. Tarigan (1994:24) adalah sebagai berikut. 1) Tujuan penugasan (Assignment purpose) Tujuan penulis menulis karena ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri. 2) Tujuan altruistik (altruistik purpose) Penulis bertujuan untuk menghibur atau menyenangkan para pembaca, penulis ingin menolong para pembaca memahami, menghargai perasaan dan penalarannya.

15

3) Tujuan persuasif (persuasive purpose) Tulisan yang bertujuan menyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan. 4) Tujuan informasional/penerangan (informational purpose) Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan kepada pembaca. 5) Tujuan pernyataan diri (self-expressive purpose) Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada pembaca. 6) Tujuan kreatif (creative purpose) Tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistik, nilai-nilai kesenian. 7) Tujuan pemecahan masalah (problem solving purpose) Tujuan menulis adalah menjelaskan, menjernihkan, menjelajahi, meneliti secara cermat pikiran-pikiran atau gagasan-gagasan sehingga dapat dimengerti dan diterima oleh pembaca. H. G. Tarigan (1992:22) mengemukakan bahwa menulis sesungguhnya memiliki banyak fungsi. Pada prinsipnya fungsi utama menulis adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung. Tulisan dapat membantu menjelaskan pikiran-pikiran kita. Selanjutnya, secara terperinci fungsi menulis dapat dijabarkan sebagai berikut. 1) Memperdalam pemahaman suatu ilmu dan penggalian hikmah pengalamanpengalaman. Hal ini dapat terjadi melalui kegiatan menulis yang terus menerus dan secara kreatif mengasah dan memroses pengalaman serta ilmunya secara tajam. Dari pemrosesan pengalaman tersebut, akan tercapai

16

suatu penghayatan yang mendalam terhadap pengalaman dan ilmu pengetahuan. 2) Dengan potensi keterampilan menulis, seseorang dapat membuktikan sekaligus menyadari potensi ilmu pengetahuan, ide, dan pengalaman hidup. Hal ini penting sebab kenyataan tersebut dapat dipakai sebagai salah satu tolak ukur penentuan kualitas dan kualifikasi bidang profesi. 3) Dengan potensi keterampilan menulis, seseorang dapat menyumbangkan pengalaman hidup dan ilmu pengetahuan serta ide-ide yang berguna bagi masyarakat secara lebih luas. Jaringan komunikasi yang dicapai oleh media masa tulis sekarang ini telah begitu luas. 4) Potensi keterampilan menulis cukup berperan bagi seseorang untuk meningkatkan potensi kerja serta memperluas media profesi. 5) Pada gilirannya keterampilan menulis akan memperlancar mekanisme kerja masyarakat intelektual, dialog ilmu pengetahuan dan humaniora, serta pelestarian, pengembangan dan penyempurnaan ilmu pengetahuan serta nilainilai hayati humaniora tersebut.

2.2 Karangan Deskripsi Salah satu jenis karangan adalah karangan deskripsi. Deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata tentang suatu benda, tempat, suasana, atau keadaan. Dapat dikatakan pula bahwa deskripsi merupakan hasil dari observasi melalui panca indera, yang disampaikan dengan kata-kata. Untuk

17

menuliskan sebuah karangan deskripsi perlulah kita mengamati dengan tajam dan memanfaatkan semua alat indera kita. 2.2.1 Jenis Karangan Deskripsi Secara garis besar ada 2 macam bentuk karangan deskripsi yaitu: a. Deskripsi Ekspositori Deskripsi ekspositori adalah karangan yang sangat logis, biasanya merupakan daftar rincian atau hal yang penting-penting saja yang disusun menurut sistem dan urutan-urutan logis objek yang diamati b. Deskripsi Impresionistis Deskripsi impresionistis adalah karangan yang menggambarkan impresi penulisnya, atau untukmenstimulir pembacanya. Berbeda dari deskripsi ekspositori yang terikat dengan objek atau proses yang dideskripsikan, deskripsi impresionistis ini lebih menekankan impresi atau kesan penulisnya ketika melakukan observasi atau ketika melakukan impresi tersebut. 2.2.2 Ciri-Ciri Karangan Deskripsi Beberapa ahli memberikan batasan karangan deskripsi sesuai dengan cirriciri karangan deskripsi. Tarigan (1986:5) menyebutkan bahwa pengarang deskripsi mengajak para pembaca bersama-sama menikmati, merasakan, memahami dengan sebaikbaiknya objek, adegan, pribadi, dan suasana hati yang telah dialami oleh pengarang.

18

Keraf (1982:94) pun memakai kata "memberikan rincian-rincian dan objek-objek", berarti cara penyampaiannya harus dengan rincian-rincian objek yang akan dibicarakan. Berdasarkan penjelasan di atas, penulis menyimpulkan ciri-ciri karangan deskripsi secara umum, yaitu: 1. melukiskan atau menggambarkan objek, 2. berisi rincian-rincian objek, 3. membeberkan suatu objek sesuai dengan cirri-ciri, sifat, hakikat yang sebenarnya, 4. hasil penyerapan pancaindera. 2.2.3 Langkah-Langkah Menyusun Karangan Deskripsi Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menyusun karangan deskripsi adalah sebagai berikut: 1. menentukan objek yang akan dijadikan ide atau bahan; 2. pengamatan secara cermat, terinci, dan sungguh-sungguh; 3. mengumpulkan data, informasi, dan lain-lain yang menunjang objek pengamatan; 4. ide atau gagasan yang sudah terolah dalam diri dan pikiran penuh daya imajinasi yang diwujudkan dengan perantara bahasa karangan; 5. pendapatan dan pengolahan dalam pikiran daya cipta; 6. karangan lukisan hadir dihadapan kita sebagai pembaca.

19

2.3

Media Pembelajaran Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan yaitu akan adanya

sikap siswa yang menganggap bahwa membuat karangan itu adalah suatu beban. Maka untuk menghindari hal tersebut salah satunya dengan menggunakan media yang menarik. Media pengajaran lebih dikenal dengan sebutan alat Bantu pengajaran atau alat peraga. Dikatakan sebagai alat Bantu karena fungsinya sebagai alat yang membantu jalannya pengajaran sehingga dapat memperjelas pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari. Alat Bantu tersebut merupakan suatu cara untuk menyajikan suatu materi pelajaran melalui suatu peragaan. Peragaan dapat berbentuk gambar hidup, model atau lainnya. Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa antara lain: a) pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar; b) bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran dengan lebih baik; c) metode pengajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan.

20

d) siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitaslain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain. 2.3.1 Jenis dan Kriteria Memilih Media Pengajaran Ada beberapa jenis media pengajaran yang biasa digunakan dalam proses pengajaran. Pertama, media dua dimensi yakni media yang mempunyai ukuran panjang dan lebar seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster, kartun, komik dan lain-lain. Kedua, media tiga dimensi yaitu, dalam bentuk model seperti model padat, model penampang, model susun, model kerja, mock up, diorama dan lain-lain. Ketiga media proyeksi seperti slide, film strips, film, penggunaan OHP dan lain-lain. Keempat, penggunaan lingkungan sebagai media pengajaran. Dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran sebaiknya

memerhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut. a) Ketepatannya dengan tujuan pengajaran; artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. b) Dukungan terhadap isi bahan pelajaran; artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa. c) Kemudahan memperolah media; artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. d) Keterampilan guru dalam menggunakannya; artinya apa pun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran.

21

e) Tersedia waktu untuk menggunakannya; sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung. f) Sesuai dengan taraf berpikir siswa; memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh para siswa. 2.3.2 Gambar Fotografi Berdasarkan Model Examples Non Examples yang memerlukan media dalam proses pengajarannya, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan media gambar fotografi berupa gambar suasana pasar Cikutra. Gambar fotografi merupakan salah satu media pengajaran yang dikenal di dalam setiap kegiatan pengajaran. Gambar fotografi itu pada dasarnya membantu mendorong dan dapat membangkitkan minat para siswa pada pelajaran. Dewasa ini gambar fotografi secara bisa diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya adal;ah foto. Media foto tersebut dapat digunakan oleh para guru secara efektif dalam kegiatan belajar mengajar, pada setiap jenjang pendidikan dan berbagai disiplin ilmu termasuk di dalamnya pengajaran bahasa Indonesia. 2.3.2.1 Keuntungan Dan Kelemahan Gambar Fotografi Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari gambar fotografi dalam hubungannya dengan kegiatan pengajaran, antara lain: a) mudah dimanfaatkan di dalam kegiatan belajar-mengajar; b) harganya relatif lebih murah daripada jenis-jenis media pengajaran lainnya, dan cara memperolehnya pun mudah sekali;

22

c) gambar fotografi bisa dipergunakan dalam banyak hal, untuk berbagai jenjang pengajaran dan berbagai disiplin ilmu; d) gambar fotografi dapat menerjemahkan konsep atau gagasan yang abstrak menjadi lebih realistik. Menurut Edgar Dale, gambar fotografi dapat mengubah tahap-tahap pengajaran, dari lambang kata (verbal symbols) beralih kepada tahapan yang lebih konkret yaitu lambang visual (visual symbols). Sekalipun demikian setiap media pengajaranselalu mempunyai kelemahankelemahan tertentu, begitu pula halnya dengan gambar fotografi. Kelemahannya antara lain: a) tidak cocok dipergunakan untuk pengajaran dalam kelompok besar, kecuali bilamana diproyeksikan melalui proyektor opek; b) gambar fotografi adalah berdimensi dua, sehingga sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya yang berdimensi tiga; c) gambar fotografi bagaimana pun indahnya tetap tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup.

2.4 Teknik Pembelajaran Sebelum menjelaskan pengertian teknik, penulis akan mengemukakan terlebih dahulu konsep metode, pendekatan dan strategi. Hal ini disebabkan pengertian teknik itu tidak dapat terlepas dari ketiga konsep tersebut di atas. Dalam berbagai literatur pengajaran bahasa, istilah metode dan pendekatan sering digunakan secara bergantian. Demikian pula halnya dengan istilah strategi

23

dan teknik. Sebenarnya kedua pasang istilah tersebut masing-masing mempunyai nuansa. Beberapa pakar pengajaran bahasa mencoba membatasi istilah tersebut antara lain: ... An approach is asset of correlative assumptions dealing with the nature of language teaching and learning. An approach is axiomatic. It describes the nature of the subject matter to be taught ... ... Method as an overall plan for the orderly presentation of language material, no part of which contradicts, and all of which is based upon, the selected approach. An approach is axiomatic, a method is procedural. Within one approach, there can be many methods. ... A technique is implementational-that which actually takes places in a classroom. It is a particular trick, stratagem, or contrivance used to accomplish an immediate objective. Technique must be consistent with a methode, and therefore in harmony with an approach as well. (Anthony, 1993:63, in Richards and Rodgers, 1986:15). Dari pernyataan itu secara ringkas dikemukakan bahwa pendekatan adalah seperangkat asumsi yang korelatif berkaitan dengan pengajaran dan pembelajaran bahasa. Pendekatan bersifat aksiomatik, sedangkan metode merupakan rancangan menyeluruh dalam menyajikan bahan secara runtut. Bila pendekatan bersifat aksiomatik, metode bersifat prosedur. Adapun teknik adalah implementasional atau pelaksanaan sebenarnya yang terjadi di dalam kelas. Teknik merupakan bagian dari siasat, strategi, yang digunakan untuk mencapai tujuan secara langsung. Dalam pengertian teknik ini secara jelas dinyatakan bahwa teknik tidak sama dengan strategi. Teknik merupakan bagian dari strategi. Tarigan (1991:19) dalam bukunya yang berjudul Strategi Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa "mengemukakan pula batasan antara pendakatan, tektik, dan metode.

24

... Pendekatan secara ideal merupakan dasar-dasar teoretis yang menentukan cara-cara memeperlakukan atau menejabarkan silabus, tektik adalah kegiatan instruksional pribadi seperti yang terjadi di dalam kelas, metode merupakan gabungan ketiga faktor di atas, walaupun beberapa kombinasi memperlihatkan kesamaan yang nyata dalam tujuan pelajaran daripada yang lain-lainnya. Parera (1986:19) mengemukakan teknik adealah usaha pemenuhan akan metode dalam pelaksanaan pengajaran bahasa di kelas. Broto (1978:110) menambahkan pula bahwa teknik adalah pelaksanaan metode pengajaran yang menggunakan bermacam-macam alat bnatu pengajaran. Dari keempat pengertian teknik tersebut di atas secara prinsip adalah sama. Penulis dapat menyimpulkan bahwa teknik adalah keseluruhan upaya yang dilakukan oleh seorang pengajar di dalam kelas yang lebih menekankan kepada aktivitas instruksional pribadi dalam situasi bagaimana yang dihadapinya pada saat akan memulai proses belajar mengajar. Metode berasal dari bahasa yunani methodos yang berarti jalan atau cara. Upaya menginplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal dinamakan metode. Ini berarti metode yang digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dalam dunia pengajaran, metode adalah rencana penyajian bahan yang menyeluruh dengan urutan yang sistematis. Dengan demikian, bisa terjadi satu strategi pembelajaran digunakan beberapa metode. 2.4.1 Model Examples Non Examples Model Examples Non Examples merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Teknik ini merupakan contoh pembelajaran efektif yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Nasional. Dalam

25

Model Examples Non Examples, komponen utama adalah digunakannya media dalam mendukung proses pengajaran. Media yang dapat digunakan dalam model examples non examples salah satunya adalah media fotografi. Media fotografi yang dipergunakan berupa foto yang diambil di sekitar daerah pasar Cikutra. Hanya saja dalam model ini media gambar yang digunakan terlebih dahulu harus dianalisis Memahami suatu gambar memerlukan pemikiran kritis. Inilah salah satu manfaat penggunaan gambar dalam pengajaran, yakni membangkitkan kritis pada diri siswa. 2.4.2 Langkah-Langkah Model Examples Non Examples Adapun langkah-langkah dalam Model Examples Non Examples adalah sebagai berikut: a. guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran; b. guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui ohp; c. guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan dan menganalisa gambar; d. melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat dalam kertas; e. tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya; f. mulai dari komentar/diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai; g. kesimpulan.

26

2.5 Tinjuan Bahan Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Widiana (2007:2-3) mengungkapkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum 2006 yang mengacu pada Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yaitu kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan yakni tujuan pendidiakn dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. KTSP memiliki prinsipprinsip sebagai berikut. 1) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. 2) Beragam dan terpadu. 3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 4) Relevan dengan kebutuhan hidup. 5) Menyeluruh dan berkesinambungan. 6) Belajar sepanjang hayat. 7) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Pengembangan KTSP yang beragam mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian

27

pendidikan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pedidikan Nasioanl dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). KTSP memiliki pengembangan-pengembangan kurikulum sebagai berikut. 1) Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. 2) Belajar untuk memehami dan menghayati. 3) Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuata secara efektif. 4) Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain. 5) Belajar ntuk membangun dan menentukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. 2.5.1 Bahan Pembelajaran Menulis Bahan pembelajaran menulis pada KTSP sangat banyak. Bahan pembelajaran menulis ini terintegrasi dengan keterampilan berbahasa. Berikut ini adalah pembelajaran menulis untuk kelas X Sekolah Menengah Atas: 1) menulis isi berita dalam beberapa kalimat; 2) mencatat masalah dari berbagai sumber; 3) mendaftar kata-kata sulit dalam teks bacaan dan membahas maknanya; 4) membuat ringkasan isi teks dalam beberapa kalimat yang runtut dan jelas; 5) menuliskan kembali isi bacaan secara ringkas dalam beberapa kalimat;

28

6) menulis paragraf naratif; 7) menulis paragraf deskriptif; 8) menulis paragraf ekspositif; 9) melaporkan hasil diskusi; 10) menulis cerita pendek secara ringkas; 11) menulis pantun/syair dengan memerhatikan bait, irama, dan rima; 12) menulis puisi baru dengan memerhatikan bait, irama, dan rima; 13) menyimpulkan isi informasi; 14) merangkum seluruh isi informasi; 15) menulis paragraf argumentatif; 16) menulis paragraf persuasif; 17) menulis hasil wawancara; 18) menyusun teks pidato; 19) menulis sinopsis cerita rakyat.

Information

S_C0151_043394_Chapter2

16 pages

Find more like this

Report File (DMCA)

Our content is added by our users. We aim to remove reported files within 1 working day. Please use this link to notify us:

Report this file as copyright or inappropriate

526756