Read S_D545_060627_Chapter2 text version

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Penatausahaan Aset Fasilitas Kantor Penatausahaan adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan,

inventarisasi, dan pelaporan barang milik daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2.1.1

Penggolongan barang-barang milik Negara/kekayaan Negara Menurut surat keputusan mentri keuangan Republik Indonesia NOMOR:

KEP-225/MK/V/4/1971 tentang pedoman pelaksanaan tentang inventarisasi barang-barang milik Negara/ kekayaan Negara. BAB I tentang pengertian barang-barang milik Negara/kekayaan Negara, pasal 1 : yang dimaksud dengan barang-barang milik Negara/kekayaan Negara adalah semua barang-barang milik Negara/kekayaan Negara yang berasal/dibeli dengan dana yang bersumber untuk seluruhnya ataupun sebagiannya dari Anggaran Belanja Negara yang berada dibawah pengurusan atau penguasaan departemen-departemen, lembaga-lembaga Negara, lembaga-lembaga pemerintah nondepartemen serta unit-unit dalam lingkungannya yang terdapat baik di dalam negeri maupun di luar negeri, tidak termasuk kekayaan Negara yang telah dipisahkan dan barang-barang/kekayaan daerah otonom). Berikut ini akan dijelaskan beberapa penggolongan barang milik daerah sesuai dengan peraturan mentri dalam negeri no 17 tahun 2007 tentang pedoman

9

10

teknis pengelolaan barang milik daerah (Hal 47) dalam proses penatausahaan, diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Tanah Tanah perkampungan, tanah pertanian, tanah perkebunan, kebun campuran, hutan, tanah kolam ikan, danau/rawa, sungai, tanah tandus/rusak, tanah alangalang dan padang rumput, tanah penggunaan lain, tanah bangunan dan pertambangan, tanah badan jalan dan lain-lain sejenisnya. 2. Peralatan dan mesin a. Alat-alat besar Alat-alat besar darat, alat-alat besar apung, alat-alat bantu dan lain-lain sejenisnya. b. Alat-alat angkutan Alat angkutan darat bermotor, alat angkutan darat tak bermotor, alat angkut apung bermotor, alat angkut apung tak bermotor, alat angkut bermotor udara, dan lain-lain sejenisnya. c. Alat-alat bengkel dan alat ukur Alat bengkel bermotor, alat bengkel tak bermotor, dan lain-lain sejenisnya. d. Alat-alat pertanian/peternakan Alat pengolahan tanah dan tanaman, alat pemeliharaan tanaman/ pasca penyimpanan dan lain-lain sejenisnya. e. Alat-alat kantor dan rumah tangga Alat kantor, alat rumah tangga, dan lain-lain sejenisnya. f. Alat studio dan alat komunikasi

11

Alat studio, alat komunikasi, dan lain-lain sejenisnya. g. Alat-alat kedokteran Alat kedokteran seperti alat kedokteran umum, alat kedokteran gigi, alat kedokteran keluarga berencana, alat kedokteran mata, alat kedokteran THT, alat rontgen, alat farmasi, dan lain-lain sejenisnya. h. Alat-alat laboratorium Unit alat laboratorium, alat peraga/praktek sekolah dan lain-lain sejenisnya. i. Alat-alat keamanan Senjata api, persenjataan non senjata api, amunisi, senjata sinar dan lainlain sejenisnya. 3. Gedung dan bangunan a. Bangunan gedung Bangunan gedung tempat kerja, bangunan gedung, bangunan instalansi, bangunan gedung tempat ibadah, rumah tempat tinggal, dan gedung lainnya yang sejenis. b. Bangunan monument Candi, monument alam, monument sejarah, tagu peringatan dan lain-lain sejenisnya. 4. Jalan, irigasi, dan jaringan a. Jalan dan jembatan Jalan, jembatan, terowongan dan lain-lain sejenisnya. b. Bangunan air/irigasi

12

Bangunan air irigasi, bangunan air pasang, bangunan air pengembangan rawa dan polde, bangunan air penganan surya dan penanggul, bangunan air minum, bangunan air kotor dan lai-lain sejenisnya. c. Instalasi Instalasi air minum, instalasi air kotor, istalasi pengolahan sampah, instalasi pengolahan bahan bangunan, istalasi pembangkit listrik, instalasi gardu listrik dan lain-lain sejenisya. d. Jaringan Jaringan air minum, jaringan listrik dan lain-lain sejenisnya. 5. Aset tetap lainnya a. Buku dan perpustakaan Buku seperti buku umum filsafah, agama, ilmu social, ilmu bahasa, matematika, dan pengetahuan alam, ilmu pengetahuan praktis, arsitektur, kesenian, olahraga geografi, biografi, sejarah dan lain-lain sejenisna. b. Barang bercorak kesenian/kebudayaan Barang bercorak kesenian, kebudayaan seperti pahan, lukisan alat-alat kesenian, alat olah raga, tanda penghargaan, dan lain-;ain sejenisnya. c. Hewan/ternak tumbuhan Hewan seperti binatang ternak, binatang unggas, binatang melata, binatang ikan, hewan kebun binatang dan lain-lain sejenisnya. Tumbuhan-tumbuhan seperti pohon jati, pohon mahoni, pohon kenari, pohon asem dan lain-lain sejenisnya termasuk pohon ayoman/pelindung. 6. Konstrusi dalam pengerjaan.

13

2.2

Semantic Object Model Semantic object model terdiri dari tiga suku kata, yaitu kata semantic,

object, dan model. untuk mendapatkan gambaran definisi semantic object model secara jelas, berikut ini definifi dari masing-masing suku kata tersebut, yaitu: 1. Semantic berarti arti (makna) kata atau semantic suatu ilmu yang mempelajari tentang makna sebuah kata. 2. Model adalah suatu penggambaran atau suatu abstraksi dari suatu object. 3. Object didefinisikan sebagai konsepsi, abstraksi, atau sesuatu yang memiliki arti bagi aplikasi yang akan dikembangkan. atau object adalah orang, tempat, benda, kejadian, atau konsep-konsep yang ada di dunia nyata yang penting bagi aplikasi. Dari definisi tersebut diatas, maka dapat dijelaskan bahwa model semantic adalah suatu model data yang dikembangkan berdasarkan pada pendekatan makna suatu object. Semantic object model pertama kali diperkenalkan pada tahun 1988, model tersebut didasarkan pada konsep yang dikembangkan dan dipublikasikan oleh Codd serta Hammer serta McLeod. Semantic object model adalah suatu model data (Kroenke, D.M, 2004 Hal 327).

14

Model Entity - Relationship

Entitas dan hubungan

Laporan, form, query user

Model Objek -Semantik

Desain Database

Objek Semantik

Desain Database

Gambar 2.1 Desain Database dengan ER dan SOM (Kroenke, D.M, 2004 Hal 328) Tujuan dari aplikasi database adalah menyediakan form, laporan dan query sehingga user dapat melacak entitas atau objek yang penting bagi pekerjaannya. tujuan dari tahap awal pengembangan database adalah menentukan hal yang akan direpresentasikan dalam database, menentukan karakteristik hal tersebut, dan membangun hubungan diantara mereka. kata semantic berarti "arti", dan suatu objek semantic adalah objek yang antara lain memodelkan arti dari data user. objek merepresentasikan identitas yang jelas, yaitu sesuatu yang user akui sebagai independen dan terpisah serta yang user ingin lacak dan laporkan. identitas ini adalah kata benda mengenai informasi mana yang akan dihasilkan. untuk memahami dengan lebih baik istilah identitas yang jelas, ingat bahwa ada perbedaan antara objek dan contoh objek. sesuatu tidak harus berupa fisik agar dapat dilihat sebagai objek, sesuatu itu hanya perlu dapat diidentifikasi di dalam pikiran user. dan dibuatnya diagram

15

objek semantic oleh tim pengembang yaitu, untuk mengikhtisarkan struktur objek dan menampilkannya secara visual. Fungsi dari diagram object itu adalah untuk mengikhtisarkan struktur object dan menampilkannya secara visual. 1. Objectnya diperlihatkan dalam sebuah kotak 2. Nama object muncul paling atas 3. Atribut-atribut ditulis berurutan setelah nama object.

Objek _____ _____ _____ atribut

2.2.1. Atribut Menurut Kroenke, D.M dalam bukunya yang berjudul Database Processing "Dasar-dasar, Desain, dan Implementasi" object semantic mempunyai atribut yang mendefinisikan karakteristiknya. Ada tiga jenis atribut diantaranya adalah : 1. Atribut sederhana Yang mempunyai unsur tunggal (objectnya) 2. Atribut kelompok

16

Gabungan dari atribut-atribut lain (diantara atribut-atribut ada 1 atribut yang mempunyai turunan didalamnya, maka atribut tersebut disebut atribut kelompok). 3. Atribut object semantic Atribut yang menetapkan suatu hubungan antara satu object semantic dengan semantic yang lain (ditulis diakhir memakai kotak dan huruf besar, karena itu object). Berarti object tersebut saling berhubungan.

2.2.2. Kardinalitas Atribut Setiap atribut dalam object semantic mempunyai kardinalitas minimum maupun maksimum. Kardinalitas Minimum Menunjukan jumlah contoh atribut yang harus ada agar objectnya valid. Biasanya angka itu adalah : 0 = atribut tidak diharuskan mempunyai nilai. 1 = atribut harus mempunyai nilai Akan tetapi kardinalitas minimum tidak hanya 0 dan 1. Hal tersebut tidak umum, kardinalitas minimum kadang-kadang dapat lebih besar dari 1. Contoh : BASKETBALL-TEAM Player 5. Atribut min 5 karena ini adalah angka terkecil pemain yang dibutuhkan untuk membuat tim bola basket.

17

Kardinalitas Maksimum Menunjukan angka maksimum dari contoh atribut yang dapat dimiliki oleh sebuah object. Angkanya diantaranya adalah : 1 = atribut dapat mempunyai tidak lebih dari 1 contoh.

N = atribut dapat mempunyai banyak nilai, dan angka absolutnya tidak ditentukan. Contoh : BASKETBALL-TEAM Player .15

Menunjukan bahwa tidak lebih daripada 15 pemain dapat dimasukan ke dalam daftar tim.

Penulisan Kardinalitas Diperlihatkan sebagai subskrip atribut dalam bentuk (n.m), contoh : Atribut n.m n = kardinalitas maksimum m = kardinalitas minimum

2.2.3.

Atribut berpasangan Model object semantic tidak mempunyai hubungan satu arah. Jika

suatu object mengandung object yang lain, maka object yang kedua akan mengandung object yang pertama.

18

Contoh : DEPARTEMENT COLLEGE

COLLEGE

DEPARTEMENT

Atribut seperti itu disebut atribut berpasangan karena selalu muncul sebagai sebuah pasangan.

2.2.4. Identifier Objek Adalah satu atau lebih atribut object yang digunakan user untuk mengidentifikasi contoh object. Dan identifier seperti itu adalah nama yang potensial bagi object semantic (unik). Identifier object dilambangkan dengan huruf ID di depan atributnya. Jika identifiernya unik, hurufnya akan digaris bawahi. Jika suatu atribut dijadikan identifier, maka nilainya diperlukan. Umumnya juga tidak ada lebih dari satu nilai atribut identifier untuk object tertentu. Umumnya kardinalitas atribut ID adalah 1.1 (digunakan default menurut David Kroenke).

2.2.5. Jenis Object Menurut (kroenke:2004) menyatakan bahwa semantic object

diklasifikasikan menjadi 7 tipe object dengan tujuan untuk mempermudah analis

19

dalam mendesain database. Adapun ke 7 tipe tersebut secara detail sebagai berikut: 1) Objek sederhana (simple object) Adalah object semantic yang mengandung single-value atribut, yaitu atribut yang hanya mengandung sebuah nilai, msalnya atribut harga_jual, tanggal_kirim, atau kode. Contoh : Barang diidentifikasikan : No_barang, Nama_barang, Tanggal_beli, Harga_beli. 2) Objek komposit (composite object) Adalah object yang mengandung satu atau lebih atribut yang sejenis multivalue atribut yaitu atribut yang nilainya bisa lebih dari satu dalam sebuah record. Contoh : Hitung piutang memiliki identifikasi : TanggalTrans1.1, Tanggal bayar1.1, dan jenis 1.1 berisi : keterangan, jumlah, status. 3) Objek compound (compound object) Suatu object dikatakan bertipe object compound apabila object tersebut mengandung paling sedikit 1 object atribut.

20

Contoh : Member Id No Nama Alamat Locker Id ID_locker Tipe Kombinasi

Pada diagram semantic tersebut menunjukan adanya relasi antara object member dan object locker. 4) Objek hybrid (hybrid object) Adalah suatu object yang terdiri minimal satu atribut berjenis multi value grup atribut yaitu, atribut yang nilainya lebih dari satu dalam suatu record dan bisa dipecah menjadi beberap field dan di dalam multi value grup atribut tersebut terdapat atribut bertipe object atau minimal satu object (kroenke, 2004). Apabila kedua syarat tersebut terlengkapi, barulah dapat dikatakan sebagai object berjenis object hybrid. Contoh : Barang Id NoNota KodeBarang DeskripsiBarang 1.N Tanggal HargaJual Data_Barang [0.1] Data_Barang Id No Nama Alamat Status Barang [1.N]

Pada diagram semantic tersebut menjelaskan object Barang disebut sebagai objek hybrid, karena memiliki satu multi-value-grup atribut. Multivaluenya adalah deskripsi barang karena terdapat anggota baru atau berupa

21

tanggalbeli dan hargajual, dan grup atributnya pada atribut deskripsi barang yang bisa dipecah menjadi dua tabel, yaitu tabel barang dan tabel detail barang, dimana syarat kedua object hybrid adalah dalam grup atributnya terdapat object tersebut. Grup atribut desskripsi barang berelasi dengan objek data_barang. Jadi dalam tabel deskripsi barang terdapat primary key dari object data_barang. Dimana keduanya terdapat relasi yang merupakan object hybrid. 5) Objek asosiasi Adalah suatu object yang memiliki hubungan dua atau lebih terhadap object lain dan menyimpan data dari hubungan tersebut. Contoh : FLIGHT Id NoFlight Asal Tujuan Status PESAWAT [1.1] PILOT [1.1] PESAWAT Id IdPesawat Tipe Kapasitas FLIGHT [0.N] PILOT Id NIP Nama Alamat Status FLIGHT [1.1]

Pada diagram semantic tersebut menunjukan bahwa object FLIGHT menyimpan data dari hubungannya dengan object PESAWAT dan PILOT. Jadi object PESAWAT dan object PILOT mempunyai relasi dengan object FLIGHT many to one. Kedua primary key dari kedua object tersebut akan menjadi foreign key pada tabel FLIGHT.

22

6) Objek induk/subtype Adalah object yang mengandung 2 kumpulan tipe dalam satu object (kroenke, 2004). Contoh : EMPLOYEE Id EmployeeNumber Id EmployeeName HireDate Salary MANAGER [0.st] MANAGER ManagerTitle MgmtLevel BonusPaid EMPLOYEE P

Pada diagram semantic tersebut menunjukan bahwa object atribut mengandung inisial ST dan P, ST berarti SubType, sedangkan P berarti Parent. Dalam hal ini objek MANAGER adalah turunan SubType atau turunan dari EMPLOYEE. Jadi tabelnya akan terbentuk tabel

EMPLOYEE dan tabel MANAGER dalam tabel MANAGER akan mengambil EmployeeNumber dan EmployeeName sebagai primary key karena objek MANAGER merupakan turunan dari object EMPLOYEE. 7) Objek pola dasar/versi Adalah jenis object yang mampu menghasilkan object baru

(kroenke,2004). Misalnya saat menemukan object TEXTBOOK, tetapi ketika memikirkan TEXTBOOK maka object bisa menghasilkan suatu object yang baru yaitu objek EDITION.

23

Contoh : TEXTBOOK Id ISBN Title Totor Publisher EDITION [1.N] EDITION Id Edition TEXTBOOK EditionNumber PublicationDate NumberOfPage

2.3

Basisdata Basisdata (database) merupakan komponen utama dalam membangun

sebuah sistem yang menyangkut pendokumentasian dala ke dalam sebuah database. Bentuk basisdata adalah sebuah aturan yang mengatasi masalah terebut. Saat ini basisdata memiliki peranan yang sangat penting dalam mengelola data yang ada di dalamnya. Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa di dalam basisdata terdapat suatu kelompok ruang penyimpanan data yang disebut tabel. Di dalamnya terdapat data yang sangat kompleks dan terhubung satu sama lain. Kita membutuhkan sebuah relasional database, sering disebut dengan Relational Database Management System (RDBMS), untuk mengelola data yang ada di dalamnya dengan memaksimalkan autentikasi data tersebut. Jika tidak, data-data yang ada di dalam sebuah media penyimpanan akan menemui banyak permasalahan, dan yang paling fatal adalah bahwa data tersebut tidak akan dapat di akses. Oleh karena itu penggunaan basisdata menjadi sebuah kewajiban dalam

24

mendokumentasikan sebuah data atau lebih dalam sebuah media penyimpanan (Nugroho, Bunafit, 2004).

2.4

Profil Dinas Komunikasi dan Informatika BAPESITELDA adalah singkatan dari Badan Pengembangan Sistem

Informasi dan Telematika Daerah. Telematika singkatan dari Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika . Selanjutnya, berdasarkan Perda Nomor 21 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Barat, maka Bapesitelda Provinsi Jawa Barat diganti menjadi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat. Perubahan ini merupakan kenaikan tingkat dan memiliki ruang lingkup serta cakupan kerja lebih luas. Sasarannya tidak hanya persoalan teknis, tapi juga kebijakan, baik hubungannya kedalam maupun menyentuh kepentingan publik khususnya dibidang teknologi informasi. Dengan platform dinas, maka Diskominfo dapat mengeluarkan regulasi mengenai teknologi informasi dalam kepentingan Provinsi Jawa Barat, terutama pencapaian Jabar Cyber Province Tahun 2012. Berdasarkan Perda tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika berada diperingkat 20 dengan sruktur organisasi sebagai berikut di bawah ini. 1. Kepala 2. Sekretariat, membawahkan : a) Sub.Bagian Perencanaan dan Program

25

b) Sub Bagian Keuangan; c) Sub Bagian Kepegawaian dan Umum; 3. Bidang Pos Dan Telekomunikasi, membawahkan : a) Seksi Pos Dan Telekomunikasi; b) Seksi Monitoring dan Penertiban Spektrum Frekuensi; c) Seksi Standarisasi Pos Dan Telekomunikasi; 4. Bidang sarana Komunikasi Dan Diseminasi Informasi, membawahkan: a) Seksi Komunikasi Sosial ; b) Seksi Komunikasi Pemerintah Dan Pemerintah dareah; c) Seksi Penyiaran Dan Kemitraan Media; 5. Bidang Telematika, membawahkan; a) Seksi Pengembangan Telematika; b) Seksi Penerapan telematika; c) Seksi Standarisasi dan Monitoring Evaluasi Telematika 6. Bidang Pengolahan Data Elektronik, membawahkan: a) Seksi Kompilasi Data ; b) Seksi Integrasi Data ; c) Seksi Penyajian Data dan Informasi.

26

2.5

Model sistem Penatausahaan Manajemen Aset Fasilitas Kantor DISKOMINFO

Pengadaan

Kodefikasi

Operasi & pengelolaan

KIB

KIR

Pelaporan

Laporan Kartu Inventaris Barang A,B,C,D,E,F

Laporan Kartu Inventaris Ruangan

Gambar 2.2 Model Sistem Penatausahaan Manajemen Aset DISKOMINFO

Penatausahaan : 1. Umum a. Dalam penatausahaan barang milik daerah dilakukan 3 (tiga) kegiatan yang meliputi kegiatan pembukuan, inventarisasi dan pelaporan; b. Pengguna/kuasa pengguna barang daerah harus melakukan pendaftaran dan pencatatan barang milik daerah ke dalam daftar barang pengguna dan daftar kuasa pengguna sesuai dengan penggolongan dan kodefikasi inventaris barang milik daerah;

27

c. Dokumen kepemilikan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan disimpan oleh pengelola; dan d. Dokumen kepemilikan selain tanah dan/atau bangunan disimpan oleh pengguna. 2. Pembukuan a. Pengguna/kuasa pengguna barang wajib melakukan pendaftaran dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP). b. Pengguna/kuasa pengguna barang dalam melakukan pendaftaran dan pencatatan sesuai format : 1) Kartu Inventaris Barang (KIB) A Tanah; 2) Kartu Inventaris Barang (KIB) B Peralatan dan Mesin; 3) Kartu Inventaris Barang (KIB) C Gedung dan Bangunan; 4) Kartu Inventaris Barang (KIB) D Jalan, Irigasi dan Jaringan; 5) Kartu Inventaris Barang (KIB) E Aset Tetap Lainnya; 6) Kartu Inventaris Barang (KIB) F Kontruksi dalam Pengerjaan; 7) Kartu Inventaris Ruangan (KIR). c. Pembantu pengelola melakukan koordinasi dalam pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada huruf b ke dalam daftar barang milik daerah (DBMD). 3. Inventarisasi

28

Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan, pengurusan, penyelenggaraan, pengaturan, pencatatan data, dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian. 4. Pelaporan a. Laporan Kartu Inventaris Barang b. Laporan Kartu Inventaris Ruangan

2.6

Analisis PIECES Kegiatan analisis pada tahap perancangan suatu sistem sangat dibutuhkan,

untuk mengetahui kekurangan serta kelebihan sistem yang ada, pada peneliatian ini penyusun menggunakan tahapan analisis dengan analisis PIECES

(Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service) dengan harapan setelah di analisis sesuai dengan ke 6 aspek tersebut dapat diketahui kekurangan proses penatausahaan manajemen aset fasilitas kantor secara manual dan dapat mengalami peningkatan ukuran yang lebih baik dari proses yang lama dalam masing-masing aspek PIECES. Pengertian PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service), adalah : 1. Performance (kinerja) : peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) sistem yang baru sehingga menjadi lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari throughput dan response time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut.

29

2. Information (informasi) : peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan. 3. Economy (ekonomis) : peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungan-keuntungan atau penurunan-penurunan biaya yang terjadi. 4. Control (pengendalian) : peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangankecurangan yang dan akan terjadi. 5. Efficiency (efisiensi) : peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi berbeda dengan ekonomis. Bila ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan, efisiensi berhubungan dengan

bagaimana sumber daya tersebut digunakan dengan pemborosan yang paling minimum. Efisiensi dapat diukur dari outputnya dibagi dengan inputnya. 6. Service (pelayanan) : peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem (Istiningsih, Pengertian Sistem dan Analisis Sistem).

2.7

PENGUJIAN BLACK-BOX Pengujian black-box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat

lunak. Dengan demikian, pengujian black-box memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program. Pengujian black-box berusaha menemukan kesalahan dalam kategori sebagai berikut:

30

1. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang 2. Kesalahan interface 3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal 4. Kesalahan kinerja 5. Inisialisasi dan Kesalahan terminasi. Pengujian black-box cenderung diaplikasikan selama tahap akhir pengujian. Karena pengujian black-box memperhatikan struktur control, maka perhatian berfokus pada domain informasi. Pengujian didesain untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: 1. Bagaimana validitas fungsional diuji? 2. Kelas input apa yang akan membuat test case menjadi baik? 3. Apakah sistem sangat sensitive terhadap harga input tertentu? 4. Bagaimana batasan dari suatu data diisolasi? 5. Kecepatan data apa dan volume data apa yang dapat ditolerir oleh sistem? 6. Apa pengaruh kombinasi tertentu dari data terhadap operasi sistem?

Information

S_D545_060627_Chapter2

22 pages

Find more like this

Report File (DMCA)

Our content is added by our users. We aim to remove reported files within 1 working day. Please use this link to notify us:

Report this file as copyright or inappropriate

426247