Read Chapter%20II.pdf text version

14

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Biaya Variabel dan Biaya Tetap Konsep biaya merupakan salah satu hal yang terpenting dalam akuntansi manajemen dan akuntansi biaya. Adapun tujuan memperoleh informasi biaya digunakan untuk proses perencanaan, pengendalian dan pembuatan keputusan. Biaya (Hansen; 2005, 54) didefinisikan sebagai kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberikan manfaat saat ini atau di masa yang akan datang bagi organisasi. Secara umum, dalam akuntansi manajemen dikenal 2 (dua) golongan biaya, yaitu biaya variabel dan biaya tetap.

Biaya variabel (Zulkifli; 2003, 34) adalah biaya yang jumlahnya berubahubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan, namun biaya per unitnya tetap. Artinya, jika volume kegiatan diperbesar 2 (dua) kali lipat,maka total biaya juga menjadi 2 (dua) kali lipat dari jumlah semula.

Biaya tetap (Zulkifli; 2003, 34) adalah biaya yang jumlahnya sampai tingkat kegiatan tertentu relatif tetap dan tidak terpengaruh oleh perubahan volume kegiatan.

2.2 Harga Jual Harga jual (Mulyadi; 2001, 81) adalah nilai suatu barang/jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepaskan barang/jasa yang dimilki kepada orang lain.

Universitas Sumatera Utara

15

Dimana tujuan harga jual adalah untuk mendapatkan laba maksimum, mendapatkan pengembalian investasi, mencegah atau mengurangi persaingan, mempertahankan atau memperbaiki market share.

Faktor-faktor mempengaruhi tingkat harga (Garrison, 2007, 47) antara lain: 1. Tujuan perusahaan, khususnya laba dan Return on Investment (ROI) yang diharapkan 2. Biaya, khususnya biaya masa depan 3. Pendapatan yang diharapkan 4. Jenis produk atau jasa yang dijual 5. Jenis industri 6. Citra atau kesan masyarakat 7. Pengaruh pemerintah, seperti kebijakan, undang-undang 8. Tindakan atas reaksi pesaing 9. Tipe pasar yang dihadapi 10. Trend ekonomi 11. Gaya manajemen 12. Tujuan non-laba 13. Tanggung jawab sosial perusahaan Jika manajer perushaan mempunyai suatu diskresi (kebijakan) dalam menetapkan harga, berbagai rumus berdasarkan biaya dapat digunakan sebagai pegangan bagi keputusan penetapan harga. Rumus ini mencakup:

1. Biaya produksi variabel ditambah marjin (laba) 2. Total biaya variabel ditambah marjin (laba)

Universitas Sumatera Utara

16

3. Total biaya produksi ditambah marjin (laba) 4. Total biaya ditambah marjin (laba)

Dalam era kompetisi yang semakin tajam, perusahaan-perusahaan mengubah strategi pemasarannya dengan meletakkan kepuasan customers sebagai prioritas pertama dalam mengarahkan kegiatan bisnis mereka. Perusahaan berlomba-lomba untuk menghasilkan produk atau jasa yang bermutu dengan harga yang rendah dengan berpedoman baha customers hanya dibebani dengan biaya-biaya untuk penambah nilai (value added activities).

2.3 Biaya Target Produksi suatu barang atau jasa selalu memerlukan bahan mentah, tenaga kerja langsung dan hal-hal yang secara tidak langsung mendukung produksi tersebut. Dalam organisasi atau perusahaan jasa sering kali persediaan ini berwujud ataupun tidak berwujud. Akun persediaan untuk organisasi atau perusahaan jasa, biasanya berupa persediaan perlengkapan yang digunakan dalam menyediakan jasa tersebut.

Biaya target (Target Costing) adalah biaya produk atau jasa berdasarkan harga yang bersedia dibayarkan oleh pelanggan. Biaya target juga didefinisikan sebagai perbedaan antara harga jual produk ataujasa yang iperlukan untuk mencapai pangsa pasar (market share) tertentu dengan laba per satuan yang diharapkan. Dengan kata lain, biaya target diasumsikan sebagai biaya yang harus dicapai atau "biaya standar" sebelum ada marjin (laba) atas barang atau jasa yang dihasilkan. (Mulyadi; 2001, 84).

Universitas Sumatera Utara

17

A Target Cost is estimated long run cost of a product that will enable a company to enter or remain in the market and competee profitability against its competitor (Horngern, 2001, 105). Jika biaya target (target cost) di bawah harga produk yang sekarang dapat dicapai, maka manajemen harus merencanakan program pengurangan biaya untuk menurunkan biaya yang sekarang, untuk menghasilkan produk, ke biaya target (target cost).

Biaya Target (Target Costing) (Mulyadi, 2001, 84) merupakan suatu bentuk biaya standar yang dapat dicapai sekarang (current attainable standard). Jika perusahaan menekankan usahanya dalam pengurangan biaya bukan penambah nilai (non value added costs), standar yang dicapai sekarang harus mencerminkan kenaikan efisiensi yang diharapkan tahun bersangkutan. Perbandingan antara biaya sesungguhnya dengan biaya stndar yang dicapai sekarang akan memberikan ukuran seberapa besar tujuan improvement (kemajuan) tahun yang telah dicapai. Jika biaya standar yang ideal (ideal standrd cost), maka biaya target (target cost) didorong faktor luar, yaitu atas dasar nalisa pasar dan pesaing.

Disamping itu pula, perhitungan biaya target melbatkan jauh lebih banyak pekerjaan pendahuluan daripada penetapan harga berdasarkan biaya. Namun, terdapat pekerjaan tambahan yang harus dilakukan jika harga berdasarkan biaya yang lebih tinggi daripada harga target.

Universitas Sumatera Utara

18

Dalam menentukan biaya target atas suatu produk atau jasa dikenal 2 (dua) pendekatan (Supriyono; 2001, 53), antara lain:

1. Pendekatan Biaya Target Penuh (Full Cost Approach) Dalam pendekatan ini harga target ditentukan sebesar biaya produksi ditambah dengan markup yang diinginkan. Akan tetapi biaya produksi tersebut tidak termasuk biaya non produksi. Pendekatan ini sebagai dasar penentuan harga jual menekankan penggolongan biaya berdasarkan fungsi.

2. Pendekatan Biaya Target Variabel (Variable Cost Approach) Penentuan harga target atas produk atau jasa ditentukan sebesar biaya variabel ditambah markup yang harus tersedia untuk menutup semua biaya tetap dan untuk menghasilkan laba yang dihasilkan. Pendekatan ini sebagai dasar penentuan harga jual menekan penggolongan biaya berdasar prilakunya.

2.4

Harga Target Dalam menentukan harga jual bagi perusahaan jasa, tidak jarang seorang

manajer menggunakan harga target (Target Pricing) jasa yang dihasilkan. Harga target ini memfokuskan pada harga, pendapatan, volume, biaya, laba dan kombinasi penjualan. Harga target adalah analisis biaya-jumlah-laba (CostVolume-Profit), Target ROI Pricing, ataupun sebagai Cost-Plus Pricing. Dimana kesemuanya berpusat kepada komponen-komponen biaya tetap dan variabel, yang merupakan faktor mempengaruhi laba.

Universitas Sumatera Utara

19

Dalam jangka panjang kontribusi marjin (pendapatan dikurangi biaya variabel) harus dapat menutup biaya tetap dan menghasilkan laba. Dimana dalam perencanaan markup atas biaya target tersebut, manajemen seharusnya mempertimbangkan margin kontribusi dari seluruh produk setelah biaya yang didapatkan dipisahkan, dikurangkan dari penjualan. Margin kontribusi tersebut memungkinkan untuk memprediksi kontribusi masing-masing departemen.

Produksi suatu barang atau jasa selalu memerlukan bahan mentah, tenaga kerja langsung dan hal-hal yang secara tidak langsung mendukung produksi tersebut. Dalam organisasi jasa seringkali persediaan bahan baku ini berwujud ataupun tidak berwujud, yang mana akun persediaan bahan baku untuk persediaan pada perusahaan jasa biasanya berupa persediaan perlengkapan yang digunakan dalam menyediakan jasa.

Target Price (Mulyadi, 2001, 84) adalah akumulasi antara biaya target (standar) yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit barang atau jasa dengan target laba yang diharapkan atas unit barang tersebut. Jika harga terget dan atau biaya target masih dibawah harga produk yang sekarang dapat dicapai, maka pihak manajemen harus merencanakan program pengurangan biaya untuk menurunkan biaya yang sekarang dikonsumsi untuk menghasilkan ke target price/target cost.

Universitas Sumatera Utara

20

Untuk menentukan harga target tersebut maka digunakan rumus sebagai berikut: PX = TC + atau PX = (FC + VC) + Dimana:

PX

= Harga Jual (Harga Target)

TC

= Biaya Total

FC

= Biaya Tetap

VC

= Biaya Variabel

= Laba yang diharapkan

berdasarkan rumus diatas harga target dapat ditentukan dengan menjumlahkan seluruh biaya yang dikeluarkan (biaya produksi ataupun biaya non produksi) ditambahkan persentase mark up dari laba yang diharapkan.

Contoh: PT X akan memproduksi produk "A" (dengan harga produk sejenis dipasar adalah RP 15.000,-) dengan biaya bahan baku yang dikonsumsi per satuan produk adalah sebesar RP 2.000,-. Dalam memproduksi produk tersebut dibutuhkan tenaga kerja dengan upah tenaga kerja sebesar RP 1.500,-. Pihak manajemen perusahaan memberikan insentif lembur sebesar RP 500,-/jam dengan maksimal jam lembur masing-masing karyawan dalam seminggu adalah sebanyak 10 (sepuluh) jam. Biaya overhead pabrik yang diprediksi terjadi adalah sebesar R P 3.000,-. Atas pertimbangan kompetitor dan pasar, pihak perusahaan

menginginkan laba sebesar RP 5.000,-/unit produk, berapakah biaya target dan

Universitas Sumatera Utara

21

harga target? (Asumsi: Manajemen mengharuskan pekerja untuk lembur dalam rangka memperbesar kapasistas produksi dan penjualan, min. 1 jam/hari)

Jawab: Biaya Produksi: Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Insentif lembur Biaya Overhead Pabrik Biaya Target Laba yang diharapkan Harga Target RP 2.000,RP 1.500,RP 500,-

RP 3.000,- + RP 7.000,RP 5.000,- + RP 12.000,-

Dalam menentukan harga target ini, hubungan antaraharga jual, biaya per unit, volume jual barang, dan laba yang diharapkan adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan. Setiap unit barang atau jasa yang akan dijual akan menghasilkan suatu kontribusi terhadap biaya dan pendapatan terhadap biaya yang diinginkan.

Persentase laba yang cukup tinggi digunakan untuk menutupi risiko pengembalian investasi yang sesuai, tetapi tidak cuku tinggi untuk mencari pesaing baru ataupun menimbulkan ketidakpercayaan dari para pelanggan (Atkinson; 2001, 78). Beberapa hal yang harus diperhatikan dalampenentuan harga (cost-volume-profit approach) antara lain (Davidson, 2001, 60) :

1. Harga harus mampu menutupi biaya incremental produksi 2. Biaya opportunity dari produksi jasa/produk tersebut

Universitas Sumatera Utara

22

3. Total biaya yang dikeluarkan dari penanaman modal untuk memproduksi dan mendistribusikan produk/jasa.

Disamping itu juga perlunya pemahman akan asumsi-asumsi tersebut antara lain (Davidson, 2001, 62):

1. Total biaya yang termasuk dalam komponen biaya tetap dan biaya tidak tetap. 2. Prilaku biaya dan pendapatan dalam aktivitas produksi. Hal ini diasumsikan dengan:

a. Total biaya tetap tidak berubah selama proses produksi b. Biaya tidak tetap per unit selalu tetap selama proses produksi c. Harga jual yang tetap 3. Produk campuran yang tetap selama proses produksi 4. Tidak ada perubahan dalam persediaan.

Ada beberapa keunggulan dari pendekatan harga target (pendekatan kontribusi) daripada pendekatan sistem harga pokok serapan untuk membantu penetapan harga, antara lain (Mulyadi, 2001, 86):

1. Pendekatan harga target (pendekatan kontribusi/biaya target penuh) memberi informasi yang lebih rinci daripada pendekatan sistem harga pokok serapan (Absorption Approach/Full Cost Approach).

Dimana,pendekatan kontribusi mengukur hubungan antara biaya-volumelaba,oleh karena itu mempermudah penyesuaian daftar harga berbagai tingkat volume tertentu.

Universitas Sumatera Utara

23

2. Rumus penetapan harga normal atau target menurut pendekatan kontribusi (biaya target penuh) dapat dikembangkan semudah dalam sistem harga pokok serapan (Absorption Approach/Full Cost Approach) untuk situasi biasa atau non-ikremental. Dengan pendekatan ini persentase kenaikan atas biaya akan didasarkan pada biaya variabel. 3. Pendekatan harga target (pendekatan kontribusi/biaya target penuh) menyoroti akibat jangka panjang versus jangka pendek dari penurunan harga untuk pesanan khusus. Umumnya, manajer dapat menimbang keputusan semacam itu dengan menilai manfaat jangka panjang yang diharapkan bila tidak ada penurunan harga.

2.5 Penelitian Terdahulu Peneliti Jauhari, Taufiqurrahman Judul Penelitian Penentuan Tahun Penelitian Sample Analisis Random Efektivitas Biaya Produksi denggan Menggunakan Target Costing dan Standart Costing pada PT Pancamitra Ichigo Jaya Malang, Tahun 2004 Hasil Penelitian Target Costing dapat diterapkan pada perusahaan PT Pancamitra dengan mengevaluasi dan mengurangi biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Sedangkan biaya bahan baku langsung tidak mengalami perubahan karena menjadi standart kualitas produk. PT Indah Kiat telah berhasil menetapkan metode Target Costing dalam menetapkan harga

Sunjaya, Ida

Munica Analisa Penerapan Random Target Costing sebagai Sistem Pengendalian Biaya untuk Meningkatkan

Universitas Sumatera Utara

24

Kontribusi Laba pada PT Indah Kiat Pulp dan Paper, Tbk, Tahun 2005.

jualnya sesuai dengan harga yang dapat diterima oleh konsumen.

Universitas Sumatera Utara

Information

11 pages

Find more like this

Report File (DMCA)

Our content is added by our users. We aim to remove reported files within 1 working day. Please use this link to notify us:

Report this file as copyright or inappropriate

911678


You might also be interested in

BETA
Microsoft Word - PKM-AI-09-UM-Haris-Usaha Budidaya Belut.DOC
Microsoft PowerPoint - Strategi Samudera Biru
Microsoft Word - _1_ Jurnal promo
Microsoft Word - BAB V.doc