Read JUDUL SKRIPSI text version

15

Bab II URAIAN TEORITIS

A. Pengertian Dan Penggolongan Piutang 1. Pengertian Piutang Banyak konsep Piutang didefinisikan dari berbagai literatur akuntansi dari teori-teori akuntansi. Definisi piutang belum ada yang baku. Setiap penulis memberikan definisi yang berbeda menurut pandangannya masing-masing. Pada dasarnya definisi tersebut memiliki pengertian yang sama. Berikut ini ada beberapa definisi piutang yang dapat mewakili definisi-definisi yang ada. Piutang merupakan hak claim untuk melakukan penagihan kepada orang lain atau sebuah Badan dari setiap kegiatan penjualan barang atau jasa secara kredit." Definisi piutang adalah " Meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap entitas lainnya "menurut Dykman (2001 : 304) "Piutang mencerminkan klaim perusahaan lain atas utang barang,jasa dan aktiva non kas lainnya,"Sedangkan menurut Somarsono (2002 : 338) mengatakan "Piutang merupakan hak klaim perusahaan terhadap seseorang atau perusahaan lain." Umumnya piutang timbul ketika sabuah perusahaan menjual barang atau jasa secara kredit dan berhak atas penerimaan kas dimasa mendatang dimana prosesnya dimulai dari pengambilan keputusan untuk memberikan krdit kepada

Universitas Sumatera Utara

16

langganan,melakukan pengiriman barang,penagihan pembayaran piutang.

dan berakhir pada saat

Dalam menggolongkan piutang,perlu dilakukan perbedaan yang penting atara piutang dagang dan piutang non dagang. Piutang dagang adalah jumlah yang oleh pelanggan untuk barang dan jasa yang telah diberikan sebagai bagian dari operasi bisnis normal. Piutang dagang dapat dikelompokkan sebagai berikut : 2. Penggolongan Piutang Penggolongan Piutang menurut Al-Hariyono (2000:70) adalah sebagai berikut : a. Trade Receivable (Piutang Dagang) Piutang Dagang adalah hak menagih yang ditimbulkan dari transaksi-transaksi perusahaan. Misal: Penjulan kredit kepada langganan baik barang atau jasa. Yang termasuk didalam kelompok piutang dagang adalah: 1) Account Receivable (AR) 2) Notes Receivable (NR) 3) Advanced Customers (Uang Panjar) 4) Accrued receivables (pendapatan yang masih harus diterima) b. Non Trade Receivable (bukan piutang dagang) ialah piutang yang ditimbulkan oleh transaksi-transaksi intern perusahaan. Yang termasuk kedalam kelompok ini adalah : Pinjaman

pegawai,pinjaman direksi dan lain-lain.

Universitas Sumatera Utara

17

Klasifikasi

piutang

menurut

Hartanto.

D

(2001:361)

"Piutang

diklasifikasikan dalam 2 golongan yakni antara piutang dagang dan piutang non dagang". Piutang dagang pada umumnya merupakan kategori piutang yang paling significant,hasil dari aktifitas operasi normal sebuah bisnis,yaitu penjualan kredit barang atau jasa kepada pelanggan. Piutang dagang menunjukan perluasan kredit jangka pendek kepada pelanggan pembayaran. Pada umumnya jatuh tempo dalam 30 hari hingga 90 hari. Pengaturan kredit khususnya merupakan perjanjian informal atara penjual dan pembeli yang didukung oleh dokumen-dokumen bisnis seperti faktur,pesanan pembelian dan kontrak pengantaran. Biasanya piutang dagang tidak melibatkan bunga,meskipun beban bunga dan beban jasa pelayanan mungkin ditambahkan jika pembayaran tidak dibuat didalam periode yang ditentukan. Piutang dagang merupakan tipe piutang yang paling umum dan biasanya paling siqnificant didalam jumlah penerimaannya. Piutang Non dagang meliputi : 1) Penjualan efek atau property persediaan 2) Panjar kepada pemegang saham,direktur,pejabat,pegawai dan perusahaan 3) Deposito dengan kreditur,utilitas dan agen lain 4) Pembayaran dimuka pembeliannya 5) Deposito untuk menjamin kinerja kontrak atau pembayaran biaya 6) Klaim atas kerugian atau kerusakan 7) Klaim atas rabat dan pelunasan pajak 8) Deviden dan piutang dagang.

Universitas Sumatera Utara

18

B. Prosedur Penjualan Kredit 1. Penjualan Kredit Pengertian prosedur menurut mulyadi (1998:5) "Prosedur adalah sesuatu urutan klerikal,biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang." Sedangkan pengertian penjualan kredit menurut mulyadi (1998:210) "Penjualan Kredit dilaksanakan oleh Perusahaan dengan cara mengirimkan barang sesuai dengan order yang diterima dari pembeli dan jangka waktu tertentu perusahaan mempunyai tagihan kepada pembeli." Prosedur Penjualan kredit menurut Zaki Baridwan (2000:109)" Prosedur dari penjualan kredit adalah urutan kegiatan sejak dierimanya pesanan pembeli,pengiriman barang,pembuatan faktur (penagihan dan pencatatan

penjualan)dari penjual.Prosedur penjualan barang yang diakui adalah pada waktu hak milik atas barang beralih ke Pembeli. Dengan kata lain,pada umumnya pencatatan piutang timbul akibat dari penjualan barang yang dilakukan oleh si penjual pada saat hak milik atas barang beralih kepada si pembeli. Piutang usaha dinilai pada harga pertukaran awal antara perusahaan dengan pihak ketiga,dikurangi penyesuaian untuk diskon tunai,return penjualan serta penyisihan piutang tak tertagih yang menghasilkan nilai realisasi bersih yaitu jumlah kas yang diharapkan akan tertagih. Transaksi penjualan kredit yang memiliki diskon tunai,dapat dilihat dalam contoh transaksi berikut ini.

Universitas Sumatera Utara

19

Sebagai contoh, diasumsikan pada tanggal 21 Oktober 2008 PT. Parta Dirja Kencana menjual barang dagang kepada PT. Anugrah pada harga jual kotor sebesar Rp.1.000.000,- dan diterima pembayaran pada tanggal 30 Oktober 2008 atau dalam periode diskon 10 hari.Ketentuan kreditnya adalah 2/10,n/30. Ayat jurnal PT. Parta Dirja Kencana untuk transaksi tersebut adalah sebagai berikut : a. Ayat jurnal untuk mencatat penjualan kredit adalah : Metode Kotor Tanggal 21-102008 Keterangan Account Receivable Sales Debet Rp.1000.000,Rp.1.000.000,Metode Bersih Tanggal 21-10-2008 Keterangan Account Receivable Sales Debet Rp 980.000,Kredit Rp.980.000,Kredit

b. Ayat jurnal untuk mencatat penagihan dalam periode diskon 10 Hari adalah Metode Kotor Tanggal 30-10-2008 Keterangan Cash Sales discount Acc Receivable Debet Rp.980.000,Rp 20.000,Kredit

Rp.1000.000,-

Metode Bersih Tanggal 30-10-2008 Keterangan Cash Account Receivable Debet Rp.980.000,Kredit Rp.980.000,-

Universitas Sumatera Utara

20

c. Ayat jurnal untuk mencatat penagihan setelah periode discount 10 hari adalah : Metode Kotor Tanggal 1-11-2008 Keterangan Cash Account Receivable Metode Bersih Keterangan Debet Cash Account Receivable Sales discount Rp. 1.000.000,Rp.980.000,Rp.20.000,Debet Rp.1000.000,Kredit Rp.1000.000,-

Tanggal 1-11-2008

Kredit

Dalam ketentuan syarat kredit 2/10,n/30 dari transaksi diatas berarti Perusahaan menyatakan adanya diskon tunai. Pencatatan diskon tunai dinyatakan dalam metode kotor dan metode bersih. Metode kotor mencatat diskon penjualan hanya bila bila pelanggan membayar dalam priode diskon. Metode bersih mencatat diskon penjualan kendatipun Pelanggan tidak membayar dalam kondisi priode diskon. Pada transaksi penjualan kredit kadang terjadi pengembalian barang.Bila terjadi ,maka retur dan penyisihan penjualan akan mengurangi jumlah piutang usaha bersih maupun penjualan bersih. Sebagai contoh,misalkan pada tanggal 2 Maret 2008 PT. Parta Dirja Kencana menerima retur dan penyisihan sebesr Rp.200.00,-maka ayat jurnal untuk mencatat retur dan penyisihan tersebut adalah:

Universitas Sumatera Utara

21

Tanggal 2 Maret 2008

Keterangan Sales Return Account Receivable

Debet Rp 200.00,-

Kredit

Rp.200.000,-

Fungsi-fungsi yang terkait dalam prosedur penjualna kredit menurut mulyadi (2001:204) adalah sebagai berikut ini : Fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem penjualan kredit adalah sebagai berikut: a. Fungsi kredit b. Fungsi penjualan c. Fungsi gudang d. Fungsi pengiriman e. Fungsi Akuntansi f. Fungsi penagihan

Keterangan : a. Fungsi Kredit Fungsi ini bertanggung jawab atas pemberian kredit kepada pelanggan yang terpilih.fungsi ini juga melakukan pengumpulan informasi tentang kemampuan keuangan calon anggota/pelanggan.

b. Fungsi Penjulan Fungsi penjualan ini bertanggung jawab melayani kebutuhan barang pelanggan.

Universitas Sumatera Utara

22

Fungsi ini mengisi faktur penjualan kredit untuk memungkinkan fungsi gudang dan fungsi pengiriman melaksanakan penyerahan barang kepada pelanggan. c. Fungsi gudang Fungsi ini menyediakan barang yang yang diperlukan oleh pelanggan sesuai tembusan faktur penjulan kredit. d. Fungsi Pengiriman Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyerahkan barang atas dasar surat order pengiriman yang diterimanya dari fungsi penjulan. e. Fungsi Akuntansi Fungsi bertanggung jawab untuk mencatat transaksi bertambahnya piutang pelanggan kedalam kartu piutang berdasarkan faktur penjulan kartu kredit yang diterima dari fungsi pengiriman dan juga bertanggung jawab atas

pencatatan transaksi penjualan didalam jurnal penjualan. f. Fungsi Penagihan Fungsi ini mencatat piutang dan membuat serta mengirimkan pernyartaan piutang kepada Debitur,serta membuat laporan penjualan dan mencatat HPP kekartu persediaan.

2. Kebijakan dalam penjualan kredit Pengawasan terhadap piutang sebenarnya dimulai dari sebelum adanya persetujuan atas penjualan kredit kepada pelanggan. Untuk menghindari resiko

Universitas Sumatera Utara

23

yang ditimbulkannya oleh tidak tertagihnya piutang sebagai akibat penjualan kredit,diperlukan adanya kebijakan dalam pembelian kredit. Menurut Yulian Jamit (1999: 474) ada 4 (empat) unsur kebijakan dalam penjualan kredit yaitu sebagai berikut: a. Periode kredit, yaitu jangka waktu antara terjadinya penjualan hingga tanggal jatuh pembayaran. b. Diskon, yang diberikan untuk mendorong pembayaran yang lebih cepat. c. Standar kredit, yaitu persyaratan minimum atas kemampuan keuangan dari para langganan agar bisa membeli secara kredit. d. Kebijakan mengenai penagihan,yaitu sampai sejauh mana tindakan atau

kelonggaran yang diberikan perusahaan atas piutang yang tidak dibayar pada waktunya.

Periode kredit dan diskon yang diberikan secara bersamaan disebut syarat penjualan kredit. Misalkan,bila perusahaan memberikan tenggang waktu 30 hari untuk melakukan pembayaran dan memberikan diskon sebesar 2% jika

pembayaran dilakukan dalam 10 hari,maka syarat kredit tersebut dapat dinyatakan sebagai 2/10,n/30. a. Periode Kredit (credit period) Periode kredit merupakan jangka atau tenggang waktu yang diberikan perusahaan kepada para pelanggannya untuk membayar kewajibannya. Periode kredit,misalnya 30/60 atau 90 hari. Periode kredit

Universitas Sumatera Utara

24

hanya didapati pada transaksi penjualan kredit. Misal dalam penjualan syarat 2/10,n/30 berarti periode kreditnya selama 30 hari. Contoh : 1/5-1981 dijual barang dagangan Rp 40.000 dengan syarat 2/10,n/30. 8/5-1981 diterima pelunasan penjualan dari transaksi tanggal 1/5 Maka bila dicatat didalam general journal adalah : Tanggal 1/5-2007 Keterangan Account Receivable Sales Debet Rp 40.000,00 Kredit Rp 40.000,00 Rp 39.200,00 Rp 800,00 Rp 40.000,00

Pelunasan 8/5-2007 Cash CashDiscount AccountReceivable

b. Potongan Tunai (Cash discount) Potongan tunai adalah pengurangan harga barang yang diberikan untuk mendorong pelanggan agar membayar lebih cepat. Adapun besarnya potongan atau Diskon tersebut ditentukan dengan menganalisa perimbangan biaya dan mamfaat dari berbagai persyaratan diskon yang ada. Bila syarat penjualan "2/10,n/30" berarti pembayaraqn dilakukan 30 hari setelah tanggal penjualan,apabila sipembeli sudi membayar lebih cepat dari waktu yang ditentukan yaitu paling lambat 10 hari setelah pembelian,masih

dianggap penjualan tunai,sehingga dapat diberi potongan harga 2%,jadi 2/10 menyatakan potongan 2% dari harga faktur bila dilakukan pelunasan

Universitas Sumatera Utara

25

paling lambat 10 hari dari tanggal penjualan,dan n/30 berarti pembayaran paling lambat 30 hari setelah pembelian. 1) Potongan tunai pada transaksi penjualan barang dagangan secara tunai Misal : 12/1-2007 dijual barang dagangan dengan tunai sejumlah

Rp 80.000,- dan sale discount 2%. Maka bila dicatat dalam general journal adalah : Tanggal 12/1-2007 Keterangan Cash Sales Discoun Sales Debet 78.400,1.600 Kredit

80.000,-

2) Potongan tunai pada penjulan kredit Misal :10/2-2007 dijual barang dagangan Rp 10.000,- dengan syarat 2/10,n/30. 18/2 diterima pelunasan penjualan kredit dari transaksi tanggal 10/2 2007. Maka bila dicatat dalam general journal adalah sebagai berikut: Tanggal 10/2-2007 Saat penerimaan 18/2-2007 Keterangan Account Receivable Sales Cash Cash Discount AR c. Standar kredit (Credit Standard) Standard kredit merupakan standar yang menetapkan kemampuan financial minimum dari calon pelanggan agar dapat memperoleh pembelian secara kredit. Standar ini umumnya mengacu pada layak tidaknya seorang Debet Rp 10.000,Kredit Rp. 10.000,Rp 9.800,Rp 200,Rp. 10.000,-

Universitas Sumatera Utara

26

pelanggan untuk mendapat kredit. Apabila seseoarang pelanggan tidak mampu memenuhi syarat kredit yang diberlakukan secara umum,maka pelanggan tetap bisa mengadakan pembelian dari perusahaan. Namun dengan syarat yang lebih ketat. Standar kredit Perusahaan akan diterapkan untuk menentukan pelanggan yang akan mampu memenuhi syarat umum kredit dan berupa jumlah kredit maksimum untuk setiap pelanggan. Adapun metode tradisional yang umum dikenal untuk mengukur kualitas kredit adalah dengan menyelidiki calon pembeli kredit berdasarkan pada 5 faktor yang disebut lima "K " kredit (five c's of credit) yaitu sebagai berikut : 2) Karakter (carakter),yaitu mengacu pada sampai sejauh mana pelanggan berusaha memenuhi kewajiban kreditnya. Para manajer kredit yang berpengalaman acap kali berpendirian bahwa faktor moral merupakan hal terpenting dalam evaluasi kredit. Adapun informasi tentang carakter tersebut dapat dicari oleh analisis kredit dari bank perusahaan, dari pemasok, pelanggan dan bahkan dari para pesaingnya. 3) Kapasitas (capacity),yaitu penilaiaan subjektif mengenai kemampuan pelanggan untuk membayar. Hal itu dapat dilihat pada laporan keungan pelanggan dimasa lalu dan metode yang ditempuhnya dalam menjalankan usaha, dan informasi itu bisa dilengkapi dengan meninjau usahanya atau took pelanggan yang bersangkutan.

Universitas Sumatera Utara

27

4) Kolateral (collateral) atau anggunan / jaminan,yaitu setiap aktiva yang ditawarkan pelanggan sebagai jaminan agar memperoleh kredit 5) Kapital (capital) atau modal,yaitu dapat dilihat dari analisa laporan keuangan perusahaan,dalam hal ini penekanan utama adalah ratio resiko,ratio utang terhadap aktiva,ratio lancer dan ratio kemampuan membayar beban bunga (time-interest,earned ratio) 6) Keadaan (Conditions) yaitu mengacu pada kecendrungan umum perekonomian serta perkembangan yang terjadi didaerah tertentu atau pada sektor ekonomi tertentu yang dapat mempengaruhi kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajibannya.

d. Kebijakan penagihan (collection Policy) Kebijakan penagihan merujuk pada prosedur-prosedur yang

digunakan untuk menagih piutang. Misalnya surat tagihan bisa dikirimkan kepada setiap pelanggan yang menunggak selama 10 hari. Kemudian surat teguran, yang diikuti pembicaraan lewat telepon,bisa diadakan jika

pembayarannya belum diterima dalam waktu 30 hari,dan bila mungkin piutang tersebut bisa dialihkan kepada setelah mencapai 90 hari. Cara-cara umum yang digunakan untuk melakukan penagihan adalah Melalui telepon,mengirim surat teguran mendatangi debitur langsung melalui jurutagih,melalui upaya hukum maupun undang-undang yang berlaku. perusahaan penagih./collection agency

Universitas Sumatera Utara

28

Keseimbangan biaya dan mamfaat harus selalu diperhitungkan dalam menetapkan kebijakan penagihan yang akan dijalankan.

3. Alur Flowchart Prosedur Penjualan Kredit Berdasarkan flow chart penjualan kredit yang disajikan pada gambar I dapat diketahui tahapan-tahapan proses penjualan kredit secara mendetail dan Departermen yang berwenang untuk mengotrorisasi setiap urutan kegiatan. Prosedur Penjualan kredit dapat diuraikan sebagai berikut : a. Departemen Penjualan Tugasnya : 1. Mengisi surat order dari langganan 2. Mengisi surat order pengiriman sebanyak 9 lembar dan mendistribusikan tembusannya sebagai berikut : Lembar ke ­ 1 Lembar ke-2,3,4 dan 5 Lembar ke-6 Lembar ke-7 Lembar ke-8 dan Ke-9 : Kebagian gudang : Kebagian pengiriman : Diserahkan kepada Pembeli : Ke bagian Penagihan : Arsip bagian order penjualan menurut urutan tanggal

Universitas Sumatera Utara

29

3. Menerima otorisasi kredit dari Departemen kredit berupa surat order pengiriman lembar ke-7. 4. Mengarsipkan surat order pengiriman lembar ke-7 dan surat order menuju abjadnya 5. Mencatat tanggal pengiriman dan jumlah barang yang dikirim dalam surat order pengiriman tersebut. 6. Mengirimkan surat order pengiriman lembar ke-1 dan ke-2 kebagian penagihan.

b. Departemen Kredit Tugasnya : 1. Menerima surat order pengiriman lembar ke-7 dari bagian order penjualan. 2. Memeriksa sistem kredit langganan (apakah kredit dapat diberikan atau tidak berdasarkan surat order pengiriman lembar ke-7) 3. Memberikan otorisasi penjualan kredit pada surat order pegiriman lembar ke-7 4. Menyerahkan kembali surat order pengiriman tersebut ke bagian order penjualan.

c. Departemen Gudang Tugasnya :

Universitas Sumatera Utara

30

1. Menerima surat order pengiriman lembar ke-1 dari bagian order penjualan. 2. Menyiapkan jenis dan kuantitas barang sesuai dengan yang tercantum dalam surat order pengiriman tersebut. 3. Menyerahkan barang ke bagian pengiriman bersamaan dengan penyerahan surat order pengiriman lembar ke-1

d. Departemen Pengiriman Barang Tugasnya : 1. Menerima surat order pengiriman lembar ke-1 bersamaan dengan barang dari bagian gudang. 2. Menerima order pengiriman lembar ke-2,3,4 dan 5 dari bagian order penjualan 3. Membandingkan surat order pengiriman lembar ke-2,3,4 dan 5 dengan surat order pengiriman lembar ke-1 apakah telah sesuai. 4. Membungkus barang dan menempelkan surat order pengiriman lembar ke-5 sebagai slip pembungkus. 5. Menyerahkan barang tersebut kepada perusahaan pengangkutan. 6. Meminta tanda tangan penerimaan barang dari langganan pada surat muat pengiriman melalui jasa pengangkutan. 7. Mendistribusikan surat order pengiriman sebgai berikut :

Universitas Sumatera Utara

31

Lembar ke-1 dan ke-2 kebagian order penjualan Lembar ke-3 : diserahkan kepada perusahaan angkutan bersama barang Lembar ke-4 : arsip bagian pengiriman menurut nomor urut.

c. Departemen Penagihan Tugasnya : 1. Menerima surat order pengiriman lembar ke-1 dan 2 dari bagian pengirim melalui bagian order penjualan. 2. Membuat faktur penjualan 5 lembar dan mendistribusikannya : Lembar ke-1 Lembar ke-2 : Dikirim ke pelanggan : Dikirim kebagian piutang bersama dengan surat order pengiriman lembar ke-1 dan 2 Lembar ke-3 Lembar ke-4 Lembar ke-5 : Dikirim kebagian kartu persediaan. : Dikirim ke bagian jurnal : Dikirim ke bagian wiraniaga

d. Departemen Piutang Tugasnya : 1. Mencatat faktur penjualan lembar ke-1 dan surat order pengiriman ke-1 dan 2 dari bagian penagihan. 2. Mencatat faktur penjualan kedalam kartu piutang

Universitas Sumatera Utara

32

3. Mengarsipkan faktur penjualan lembar ke-1 dan surat order pengiriman lembar ke-1,2 menurut nomor urut faktur.

e. Departemen Kartu Persediaan Tugasnya : 1. Menerima faktur penjualan lembar ke-3 dari bagian penagihan 2. Mencatat mutasi persediaan kedalam kartu persediaan berdasarkan faktur penjualan tersebut. 3. Mengarsipkan faktur penjualan lembar ke-3 menurut nomor urut faktur. 4. Membuat rekapitulasi harga pokok penjualan secara periodic selama priode tertentu berdasarkan data harga pokok penjualan secara priodik selama priode tertentu berdasarkan data harga pokok produk yang dijual dalam kartu persediaan. 5. Membuat bukti memorial sebagai dasar pencatatan harga pokok produk yang dijual dalam kartu persediaan. 6. Menyerahkan bukti memorial yang dilampiri dengan rekapitulasi Harga Pokok Persediaan kebagian jurnal.

f. Departemen Akuntansi Tugasnya : 1. Menerima faktur penjualan lembar ke-4 dari bagian penagihan 2. Mencatat faktur penjualan kedalam jurnal penjualan sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

33

Keteranagan Piutang Dagang Penjualan...

Debet xxxx

Kredit xxxx

3. Mengarsipkan faktur penjualan lembar ke-4 menurut nomornya 4. Menerima bukti memorial dan rekapitulasi Harga Pokok Penjualan 5. Mencatat Bukti memorial kedalam jurnal umum sebagai berikut :

Keterangan Harga Pokok Persediaan Persediaan Barang Dagang

Debet xxxx

Kredit xxxx

6. Mengarsipkan bukti memorial dan rekapitulasi Harga Pokok Persediaan berdasarkan nomor urutnya.

C. Sistem Prosedur Pencatatan Piutang dan Otorisasi 1. Prosedur Pencatatan Prosedur pencatatan piutang pada umumnya adalah sebagai berikut : a. Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan menggunakan formulir surat order pengiriman. b. Persetujuan pemberian kredit diberikan oleh fungsi kredit dengan membubuhkan tanda tangan pada credit copy (yang merupakan tembusan surat order pengiriman)

Universitas Sumatera Utara

34

c. Pengiriman barang kepada pelanggan diotorisasi oleh fungsi pengiriman dengan cara menandatangani dan membubuhkan cap "sudah dikirim" pada copy surat order pengirman.

d. Penetapan harga jual,syarat penjualan,syarat pengangkutan barang, dan potongan penjualan berada ditangan direktur Pemasaran dengan penerbitan surat keputusan mengenai hal tersebut. e. Terjadinya piutang diotorisasi oleh fungsi penagihan dengan

membubuhkan tandatangan pada faktur penjualan. f. Pencatatan kedalam kartu piutang dan kedalam jurnal penjualan,jurnal penerimaan kas,dan jurnal umum diotorisasi oleh fungsi akuntansi dengan cara memberikan tanda tangan pada dokumen sumber (faktur penjualan,bukti kas masuk dan memo kredit. g. Pencatatan terjadinya piutang didasarkan pada faktur penjualan yang didikung oleh surat order pengiriman dan surat muat.

Metode Pencatatan piutang menurut Mulyadi dapat dilakukan dengan salah satu dari metode berikut ini : 1. Metode konvensional 2. Metode Posting langsung Ad 1. Metode Konvensional Dalam Metode ini,posting kedalam kartu piutang dilakukan atas dasar data yang ada dalam jurnal. Secara garis besar bagan alir dokumen pencatatan piutang dengan konvensional dicatat atas data yang ada pada jurnal. 3. Metode Pencatatan tanpa Buku Pembantu 4. Metode Piutang menggunakan computer

Universitas Sumatera Utara

35

Media

Jurnal Pembantu

Buku

Faktur Penjualan

Jurnal Penjualan

Bukti kas masuk

Jurnal Penerimaan kas Kartu Piutang

Memo Kredit

Jurnal Retur Penjualan

Bukti Memorial

Jurnal Umum

Ad.2 Metode Posting langsung Metode posting langsung kedalam kartu piutang dibagi menjadi dua golongan berikut ini : a. Metode Posting harian : (1) Posting langsung kedalam kartu piutang dengan tulisan tangan ; jurnal hanya menunjukan jumlah total harian saja (tidak rinci) (2) Posting langsung kedalam kartu piutang dan pernyataan piutang b. Metode Posting Periodik : (1) Posting ditunda (2) Penagihan bersiklus (Cycle billing)

Universitas Sumatera Utara

36

1

mulai Cek SP DSP Menerima cek & surat pemberitahua n dari debitur Meminta tanda tangan endorsement atas cek

cek

SP

Membuat bukti kas masuk Membuat daftar surat pemberitahuan

Cek SP DSP DSP SP

Cek

2 1 BKM

Menyet or cek ke Bank

Bukti Setor

Dikrim ke debitur 1

3 2

Universitas Sumatera Utara

37

2

3

Bukti Setor DSP

SP 2 BKM

N Kartu Piutang Jurnal penerima an kas N sselesai

Universitas Sumatera Utara

38

Ad.3 Metode Pencatatan tanpa Buku Pembantu

Faktur Penjualan

Arsip Faktur yang belum dibayar

A

T

Membuat prelist tape

Pre-list tape

Jurnal Penjualan

Buku Besar

Universitas Sumatera Utara

39

2. Sistem Otorisasi Piutang Berdasarkan dengan hal ini,setiap transaksi harus terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang berwenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Karena itu, maka dalam perusahaan (organisasi)harus dibuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi. Selain itu,prosedur pencatatan adalah langkah-langkah pencatatan yang harus dilalui mulai dan terjadinya transaksi sampai dengan pencatatan transaksi kebuku-buku perusahaan. Sebagai contoh sehubungan dengan transaksi yang berkaitan dengan piutang,misalkan dalam transaksi penjualan kredit,maka sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang diadakan,antara lain : 1) Penerimaan Order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan menggunakan formulir surat order formulir surat order pengiriman 2) Persetujuan pemberian kredit diberikan oleh fungsi kredit dengan menandatangani credit copy (tebusan surat order pengiriman) 3) Pengiriman barang ke pelanggan diotorisasi fungsi pengiriman dengan menandatanganin dan memberi cap "sudah dikirim " pada copy surat order pengiriman. 4) Terjadinya piutang diotorisasi oleh fungsi penagihan dengan menandatangani pada faktur penjualan. 5) Terjadinya piutang diotorisasi oleh fungsi penagihan dengan menandatangani pada faktur penjualan.

Universitas Sumatera Utara

40

7) Pencatatan kekartu piutang dan kejurnal penjualan,jurnal penerimaan kas,dan jurnal umum diotorisasi oleh fungsi akuntansi dengan

menandatangani dokumen sumber (faktur penjualan,bukti kasa masuk,dan memo kredit) 8) Pencatatan terjadinya piutang didasarkan pada faktur penjualan yang didukung dengan surat order pengiriman dan surat muat.

D. Prosedur Penagihan Piutang Sistem Penerimaan kas dari piutang menurut Mulyadi (2001:491) ada 3 cara yaitu : 1. Sistem Penerimaan kas dari piutang melalui penagihan Perusahaan. Peneriman Kas dari piutang melalui penagihan Perusahaan dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut: a. Bagian Piutang memberikan daftar piutang yang sudah saatnya ditagih kepada bagian penagihan. b. Bagian Penagihan mengirimkan ke Collector/penagih,yng

merupakan karyawan Perusahaan. c. Bagian Penagihan menerima cek atas nama dan surat pemberitahuan (remmit ­ tance advice) dari Debitur. d. Bagian Penagihan menyerahkan cek kepada bagian kas. e. Bagian Penagihan mnyerahkan surat pemberitahuan kepada bagian piutang untuk kepentingan posting kedalam kartu piutang.

Universitas Sumatera Utara

41

f. Bagian Kas mengirim kwitansi sebagai tanda penerimaan kas kepada Debitur. g. Bagian kas menyetorkan cek ke Bank,setelah cek atas cek tersebut dilakukan endorsement oleh pejabat yang berwenang. h. Bank Perusahaan melakukan clearing atas cek tersebut ke Bank Debitur.

2. Sistem penerimaan kas dari piutang melalui pos dilaksanakan dengan prosedur berikut ini : a. Bagian Penagihan mengirim faktur penjualan kredit kepada debitur pada saat transaksi penjualan kredit terjadi . b. Debitur mengirim cek atas nama yang dilampiri surat pemberitahuan melalui pos. c. Bagian secretariat menerima cek atas nama dan surat pemberitahuan dari debitur. d. Bagian sekretariat menyerahkan cek kepada bagian kasa e. Bagian Penagihan menyerahkan surat pemberitahuan kepada bagian piutang untuk kepentingan posting kedalam kartu piutang. f. Bagian kasa mengirim kwitansi sebagai tanda penerimaan kas kepada debitur g. Bagian kasa menyetorkan cek ke bank,setelah cek atas cek tersebut dilakukan endorsement oleh pejabat yang berwenang.

Universitas Sumatera Utara

42

E. Pengawasan Internal 1. Umumnya cara-cara yang ditempuh perusahaan dalam menciptakan praktik yang sehat adalah: a. Penggunaan formulir yang bernomor urut tercetak yang pemakainnya harus dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang. b. Pemeriksaan mendadak, yaitu pemeriksaan yang dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu pada pihak yang diperiksa,dengan jadwal yang tidak teratur. Bila ini diterapkan,biasanya akan mendorong karyawan melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. c. Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh satu orang atau satu unit organisasi,tanpa ada campur tangan orang atau unit organisasi lain. d. Perputaran jabatan yang dapat diadakan secara rutin sehingga dapat menjaga independensi pejabat dalam melaksanakan pengambilan tugasnya. cuti oleh

Disamping itu diadakan pula karyawan yang berhak. e. Secara periodik diadakan

keharusan

penyesuaian

fisik

kekayaan

dengan

catatannya. f. Pembentukan unit organisasi yang bertugas untuk mengecek terhadap efektifitas unsur-unsur sistem pengendalian intern yang lain.

Universitas Sumatera Utara

43

Contoh praktik yang sehat sehubungan dengan transaksi yang berkaitan atas piutang antara lain : 1) Surat Order Pengiriman bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dapat dipertanggungjawabkan oleh fungsi penjualan. 2) FakturPenjualan Bernomor urut tercetak dari pemakaian

dipertanggungjawa bukan oleh fungsi penagihan. 3) Fungsi akuntansi secara periodic mengirim surat pernyataan piutang kesetiap debitur untuk menguji ketelitian catatan piutang yang

diselenggarakan oleh fungsi tersebut. 4) Rekonsiliasi secara periodik antara kartu piutang dengan rekening control piutang dalam buku besar.

2. Karyawan yang Bermutu Adapun diantara 4 (empat) unsur pokok pengendalian intern diatas,dapat dikatakan bahwa unsur mutu karyawan adalah unsur yang paling penting. Bila Perusahaan memiliki karyawan yang kompeten dan jujur,maka unsur pengendalian intern lain dapatdiminimalisir dimana perusahaan tetap mampu menghasilkan pertanggungjawaban keuangan yang dapat diandalkan. Oleh karena manusia memiliki kelemahan yang bersifat manusiawi,maka ketiga unsur pengendalian intern lain dapat diminimalisir dengan nama perusahaan tetap mampu menghasilkan pertanggungjawaban keuangan yang dapat

diandalkan.agar tujuan sistem pengendalian intern dapat tercapai. Pada dasarnya

Universitas Sumatera Utara

44

dalam memenuhi pemiliahan karyawan yang bermutu,manajemen perusahaan harus menempatkan orang yang tepat,kemudian menyusun program pelatihan karyawan dan menetapkan sistem penilaian prestasi karyawan.

Universitas Sumatera Utara

Information

JUDUL SKRIPSI

30 pages

Find more like this

Report File (DMCA)

Our content is added by our users. We aim to remove reported files within 1 working day. Please use this link to notify us:

Report this file as copyright or inappropriate

426462


You might also be interested in

BETA
Microsoft Word - COVER DEPAN
JUDUL SKRIPSI
Microsoft Word - Audit Case _Kasus Audit General-Application Controls_.doc
PENERAPAN PENGAWASAN INTERN PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PADA GARUDA PLAZA HOTEL
BAB VI