Read Cover_OK.indd text version

Laporan Tahunan 2004 Annual Report

DAFTAR ISI

Profil Perusahaan Visi - Misi Ikhtisar Keuangan Ikhtisar Saham Filosofi Perusahaan Tinjauan Tahunan Berjalan 2004 Sambutan Komisaris Utama Laporan Manajemen Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko 28. Anak Perusahaan Surya Citra Televisi 36. Fasilitas Sekarang & Pengembangan ke Depan 39. Pengembangan Sumber Daya Manusia 41. Tanggung Jawab Sosial Perseroan 43. Pembahasan Umum dan Analisa Manajemen 48. Tanggung Jawab Pelaporan Keuangan 49. Laporan Keuangan 105. Data Perseroan

2. 3. 4. 6. 8. 10. 15. 18. 21.

Corporate Profile Vision - Mission Financial Highlights Stock Highlights Company Philosophy The Year 2004 in Review Message from The President Commissioner Management Report Corporate Governance & Risk Management 28. Subsidiary Company - Surya Citra Televisi 36. Current Facilities & Future Development 39. Human Resource Development 41. Corporate Social Responsibility 43. Management's Discussion & Analysis 48. Responsibility for Financial Reporting 49. Financial Report 105. Corporate Data

2. 3. 4. 6. 8. 10. 15. 18. 21.

CONTENT

SCM memiliki konsep pengembangan usahanya atas dasar kerja sama untuk mencapai target, serta kesuksesan bersama-sama dengan perusahaan mitra kerjanya, yang akhirnya keuntungan yang dihasilkan dapat memberikan keuntungan bersama pula. Pola-pola kemitraan ini akan terus dikembangkan mengingat masing-masing perusahaan memiliki usaha inti dan keahlian masing-masing. Dengan penggabungan kemampuan dan kapabilitas ini didapat kekuatan baru yang saling memberikan manfaat kepada kedua belah pihak.

SCM has formulated a business development concept on the basis of the principle of partnership in achieving objectives and success together with its business partners, and eventually sharing the rewards of mutual success. These business partnerships will continually be developed, combining the unique core competence and area of expertise of each respective partners to generate new synergies to the benefit of the parties involved.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

1

Corporate Profile

Profil Perusahaan

PT Surya Citra Media Tbk. didirikan pada tanggal 29 Januari 1999 sebagai perusahaan induk yang menyediakan jasa multimedia maupun jasa konsultasi di bidang media massa dan kegiatan usaha terkait. Namun tujuan utama pendirian SCM adalah untuk memperluas cakrawala PT Surya Citra Televisi (SCTV), salah satu stasiun televisi terkemuka di Indonesia dewasa ini. PT Surya Citra Media Tbk. was formed on 29 January 1999 to operate as a holding company for multimedia services as well as consultancy services in the media and related businesses. The main purpose behind its creation, however, was to broaden the horizons of PT Surya Citra Televisi (SCTV), one of the largest TV broadcasting stations in Indonesia, today.

Sebagai perusahaan media siaran, SCTV tunduk secara hukum terhadap peraturan yang membatasi lingkup kerjanya sesuai peruntukan izin usahanya. Sementara peluang usaha di bidang multimedia cukup menjanjikan untuk tidak diabaikan begitu saja.

As a media broadcasting company, SCTV is restricted by law to operate solely and exclusively as a broadcasting company for which it was licenced for. Yet, the business prospects of an integrated multimedia services group are simply too promising to be ignored.

Lahirnya Surya Citra Media (SCM) menandai kehadiran kelompok usaha di bidang jasa multimedia dengan peluang pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan. SCM kemudian membeli 100% saham SCTV dalam kurun waktu antara November 2001 dan April 2002, serta menjadi perusahaan publik di bulan Juli 2002.

Hence, the establishment of SCM signified the emergence of a highly prospective multimedia group with longterm growth opportunities. SCM subsequently acquired 100% share of SCTV over a period of time between November 2001 and April 2002, and went public in July 2002.

2

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

VISI Memposisikan SCM sebagai pelopor di bidang usaha dan jasa multimedia dengan tujuan memberikan sumbangsih sosial-budaya yang bernilai bagi kesejahteraan bangsa melalui berbagai kreasi yang inovatif serta integrasi teknologi informasi, media dan telekomunikasi. MISI Memaksimalkan peluang usaha atas konvergensi teknologi, media dan telekomunikasi; salah satunya melalui pengembangan jasa penyiaran televisi teknologi tinggi di Indonesia serta mengupayakan e f i s i e n s i o p e ra s i o n a l m a u p u n profitabilitas yang berkelanjutan guna meningkatkan nilai bagi seluruh

VISION To position SCM as the leader in Multimedia business and services with the aim of making valuable social and cultural contributions towards the welfare of the nation through innovative creations and the integration of information technology, media and telecommunications. MISSION To maximize opportunities in the convergence of information technology, media and telecommunications; among other things through the introduction of state-of-the-art television broadcasting services in Indonesia and the achievement of operational excellence as well as sustained profitability in creation of stakeholders' value.

stakeholder.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

3

Vision and Mission

Visi dan Misi

Financial Highlights

Ikhtisar Keuangan

Dalam miliar Rupiah (kecuali disebutkan lain) In billions of Rupiah (unless otherwise stated)

Konsolidasi Laporan Rugi Laba Pendapatan Bersih Biaya Program dan Siaran Biaya Umum dan Administrasi Laba Kotor Laba Usaha EBITDA Laba Sebelum Pajak Penghasilan dan Pos Luar Biasa Pos Luar Biasa Laba Bersih Saham yang beredar LPS Dasar (Rp/saham) LPS Dilusian (Rp/saham) Modal Kerja Bersih Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas Rasio Financial Utama (%) Rasio Laba terhadap Aktiva Rasio Laba terhadap Ekuitas Rasio Lancar Rasio Kewajiban terhadap Ekuitas Rasio Kewajiban terhadap Aktiva Marjin Laba Kotor Marjin Laba Usaha Marjin EBITDA Marjin Laba Bersih Rasio Pertumbuhan (%) Pendapatan Bersih dari Iklan Biaya Program dan Siaran Biaya Umum dan Administrasi Laba Kotor Laba Usaha EBITDA Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan dan Pos Luar Biasa Laba Bersih Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas

2004 985.0 532.4 238.2 452.6 214.4 255.1 104.3 0.0 53.9 28.4 28.3 620.2 1,930.1 703.7 1,226.4

2003 828.1 441.0 211.0 387.1 176.1 213.7 132.2 0.0 69.0 36.5 36.4 548.8 1,899.8 722.0 1,177.8

2002 800.1 361.7 183.8 438.4 254.5 286.3 216.2 69.6 180.8 128.8 128.6 263.9 1,827.4 668.5 1,158.9

2001 729.0 360.2 127.5 368.7 241.2 268.2 224.8 0.0 7.8 400.0 4,877.0 10.0 (166.8) 1,519.2 888.8 583.8

2000 0.0 0.0 0.1 0.0 (0.1) (0.1) 1.7 0.0 1.7 400.0 11,754,081.1 80,180.9 361.9 362.0 0.0 362.0

Consolidated Income Statement Net Revenue Programming & Broadcasting Expenses General & Administrative Expenses Gross Profit Income from Operation EBITDA Income Before Income Tax and Extraordinary Items Extraordinary Items Net Income Outstanding Shares Basic EPS (Rp/share) Diluted EPS (Rp/share) Net Working Capital Total Assets Total Liabilities Total Equity Key Financial Ratio (%)

1,893,750,000.0 1,893,750,000.0 1,875,000,000.0

2.8 4.4 370.0 57.4 36.5 45.9 21.8 25.9 5.5

3.6 5.9 307.0 61.3 38.0 46.7 21.3 25.8 8.3

9.9 15.6 152.5 57.7 36.6 54.8 31.8 35.8 22.6

0.5 1.3 81.0 152.3 58.5 50.6 33.1 36.8 1.1

N/M N/M N/M N/M N/M N/M N/M N/M N/M

Return on Assets Return on Equity Current Ratio Total Liabilities to Total Equity Total Liabilities to Total Assets Gross Profit Margin Operating Profit Margin EBITDA Margin Net Profit Margin Growth Ratio (%)

18.9 20.7 12.9 16.9 21.8 19.4 (21.1) (22.0) 1.6 (2.5) 4.1

3.5 21.9 14.8 (11.7) (30.8) (25.4) (38.8) (61.8) 4.0 8.0 1.6

9.8 0.4 44.1 18.9 5.5 6.8 (3.8) 2,216.8 20.3 (24.8) 98.5

N/M N/M N/M N/M N/M N/M N/M N/M 319.7 N/M 61.3

N/M N/M N/M N/M N/M N/M N/M N/M N/M N/M N/M

Net Revenue from Advertising Programming & Broadcasting Expenses General & Administrative Expenses Gross Profit Income from Operation EBITDA Income Before Income Tax and Extraordinary Items Net Income Total Assets Total Liabilities Total Equity

Catatan : Penulisan angka pada seluruh tabel maupun grafik menggunakan notasi Bahasa Inggris. Note: Numerical notations in all tables and graphs are in English.

4

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Pendapatan Bersih Net Revenue

dalam miliar Rp · in billions of Rp

Laba Usaha Income from Operation

dalam miliar Rp · in billions of Rp

985.0 729.0 800.1 828.1

241.2

254.5 214.4 176.1

0.0 2000 2000 2001 2002 2003 2004 (0.1) 2001 2002 2003 2004

Laba Bersih Net Income

dalam miliar Rp · in billions of Rp

Jumlah Aktiva Total Assets

dalam miliar Rp · in billions of Rp

180.8

1,827.4 1,519.2

1,899.8

1,930.1

69.0 1.7 7.8

53.9 362.0

2000

2001

2002

2003

2004

2000

2001

2002

2003

2004

Jumlah Kewajiban Total Liabilities

dalam miliar Rp · in billions of Rp

Jumlah Ekuitas Total Equity

dalam miliar Rp · in billions of Rp

888.8 668.5 722.0 703.7 583.8 0.0 362.0

1,158.9

1,177.8

1,226.4

2000

2001

2002

2003

2004

2000

2001

2002

2003

2004

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

5

Stock Highlights

Ikhtisar Saham

KINERJA SAHAM Dividen (dalam juta Rupiah) Jumlah Saham Beredar Total Dividen per Lembar Saham Nilai Buku per Lembar Saham Rasio Dividen terhadap Arus Kas Bersih (%) Laba per Lembar Saham (Dilusian) Rasio Harga terhadap Laba per Lembar Saham (x)

* Ini adalah dividen final 2003 yang dibayarkan di 2004. This is the 2003 final dividend which was paid in 2004. * * Akan diputuskan dalam RUPS untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004. Will be decided at the next AGM for the year ending 31 December 2004.

2004 9,468.8* 1,893,750,000.0 -** 644.3 70.0 28.3 25.6

2003 56,812.5 1,893,750,000.0 5.0 621.3 70.0 36.4 17.2

2002 28,125.0 1,875,000,000.0 45.0 824.2 70.0 128.6 4.5

SHARE PERFORMANCE Outstanding Dividend (in millions of Rupiah) Number of Shares Total Dividend per Share Book Value per Share Div. Ratio to Distributable Free Cash Flow (%) Earnings per Share (diluted) Price Earnings Ratio (x)

HARGA SAHAM SCMA (TRIWULANAN) Bursa Efek Jakarta Harga Tertinggi per Saham (Rp) Harga Terendah per Saham (Rp) Harga Penutupan (Rp) Rata-rata Volume Saham (unit)

Sumber Source: Bloomberg

4Q04

3Q04

2Q04

1Q04

SCMA'S SHARE PRICE (QUARTERLY) Jakarta Stock Exchange Highest Share Price (Rp) Lowest Share Price (Rp) Closing Price (Rp) Average Daily Volume (units)

750 550 725 1,437,136

625 450 575 540,765

600 455 465 975,400

925 525 550 3,271,836

PEMEGANG SAHAM

(Per 31 Desember 2004)

(As of 31 December 2004)

SHAREHOLDERS

Pemilik PT Abhimata Mediatama PT Citrabumi Sacna PT Indika Multimedia Masyarakat Total

Jumlah Saham No. of Shares 746,520,750 473,437,500 273,083,250 400,708,500 1,893,750,000

(%) 39.42 25.00 14.42 21.16 100.00

Nilai (Rp) Amount (Rp) 186,630,187,500 118,359,375,000 68,270,812,500 100,177,125,000 473,437,500,000

Shareholders PT Abhimata Mediatama PT Citrabumi Sacna PT Indika Multimedia Public Total

PEMEGANG SAHAM

(Per 30 April 2005)

SHAREHOLDERS Jumlah Saham No. of Shares 1,057,820,000 473,437,500 362,492,500 1,893,750,000 (%) 55.86 25.00 19.14 100.00 Nilai (Rp) Amount (Rp) 264,455,000,000 118,359,375,000 90,623,125,000 473,437,500,000

(As of 30 April 2005)

Pemilik PT Abhimata Mediatama PT Citrabumi Sacna Masyarakat Total

Shareholders PT Abhimata Mediatama PT Citrabumi Sacna Public Total

PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA Dari total dana perolehan bersih Penawaran Umum Saham Perdana sebesar Rp 388,24 miliar, sampai dengan saat ini sejumlah Rp 243,5 miliar telah digunakan untuk pelunasan hutang sehubungan dengan akuisisi saham SCTV oleh SCM dan sebesar Rp 8,64 miliar digunakan untuk modal kerja. Sisa dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana sebesar Rp 136,1 miliar akan digunakan untuk pembiayaan dan pembangunan fasilitas studio dan pasca produksi.

USE OF INITIAL PUBLIC OFFERING PROCEEDS Of the net total proceeds from the IPO which amounted to Rp 388.24 billion, a total of Rp 243.5 billion has been used to date for debt repayment in relation to the acquisition of SCTV shares by SCM and Rp 8.64 billion has been used to support the Company's working capital. The remaining balance of Rp 136.1 billion will be used for the development and construction of studio and post-production facilities.

6

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Grafik Harga Saham SCM untuk periode Januari - Desember 2004 Graph Showing SCM Share Price from January - December 2004

Rp 1,000 Shares 90,000,000 80,000,000 900 70,000,000 800 60,000,000 50,000,000 700 40,000,000 600 Daily Closing Price (LHS) 30,000,000 20,000,000 500 10,000,000 400

Jan-04 Jan-04 Feb-04 Mar-04 Apr-04 May-04

Daily Volume (RHS)

Jun-04 Jul-04 Aug-04 Sep-04 Oct-04 Nov-04 Dec-04

0

PROGRAM OPSI KEPEMILIKAN SAHAM KARYAWAN

(Per 30 April 2005)

EMPLOYEE STOCK OPTION PROGRAM (ESOP)

(As of 30 April 2005)

Keterangan Modal Dasar

Jumlah Saham Total Shares 6,000,000,000

Nilai Amount (Rp) 1,500,000,000,000

Notes Authorised Capital Subscribed and Paid-up Capital PT Abhimata Mediatama PT Citrabumi Sacna Public & ESOP Total

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh PT Abhimata Mediatama PT Citrabumi Sacna Masyarakat & Saham Karyawan Total

1,057,820,000 473,437,500 362,492,500 1,893,750,000

264,455,000,000 118,359,375,000 90,623,125,000 473,437,500,000

· Program Opsi Kepemilihan Saham Karyawan Tahap A sejumlah 18.750.000 lembar waran telah dialokasikan pada tanggal 11 November 2002 dan dikonversikan menjadi saham pada tanggal 28 Februari 2003. Perseroan juga telah mengalokasikan sebagian Program Opsi Kepemilihan Saham Karyawan Tahap-B dari jumlah total 56.250.000 lembar waran yang dapat dikonversikan menjadi saham secepat-cepatnya 5 tahun sejak waran tersebut pertama dialokasikan. Perseroan akan menentukan alokasi dari waran tersebut setiap tahunnya selama 5 tahun. Alokasi pertama dan kedua telah dilaksanakan masing-masing pada tanggal 11 Mei 2003 dan 11 Mei 2004 dengan jumlah masing-masing 15% dan 20% dari total Program Opsi Kepemilihan Saham Karyawan Tahap-B. Alokasi ketiga akan dilakukan selambat-lambatnya pada tanggal 11 Mei 2005.

· The Employee Stock Option Program Tranche-A involving 18,750,000 warrants have been allocated on 11 November 2002, and converted into shares in its entirety on 28 February 2003. The Company has also allocated part of the Employee Stock Option Program Tranche-B that allowed for the conversion into shares of a total of 56,250,000 warrants within the 5-year period since the warrants were first allocated. The Company will conduct a warrant allocation annually for a period of 5 years. The first and second warrant allocations have been executed on 11 May 2003 and 11 May 2004, respectively, in which were allocated 15% and 20%, respectively, from the total number of warrants in the Employee Stock Option Program Tranche-B. The third allocation is scheduled in 11 May 2005 at the very latest.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

7

Company Philosophy

Filosofi Perusahaan

Nilai-nilai utama Perseroan adalah merupakan kristalisasi atas nilai-nilai yang tumbuh di dalam Perseroan yang melandasi kekuatan serta keberhasilan SCM maupun SCTV. Suatu nilai-nilai yang juga melandasi keyakinan kami atas tujuan dan misi Perseroan serta komitmen kami terhadap seluruh stakeholder, terutama masyarakat Indonesia.

The core values of the Company are crystallized from the values that make up the Company and form the basis of the strength and achievements of SCM and SCTV. These are values that also underscore our conviction for the mission and goals of the Company, as well as in our commitments to all stakeholders, especially the people of Indonesia.

5 `T` MENGGAMBARKAN NILAI INDIVIDUAL Teachable (terbuka) Bersikap terbuka dan pro aktif, kreatif memberi masukan yang inovatif, terus melakukan introspeksi dan perbaikan-perbaikan, untuk mendukung visi dan misi SCM dan SCTV menjadi perusahaan yang terkemuka di bidangnya. Thoughtful (bijaksana) Bersikap bijaksana, melakukan seleksi atas masukan/kritik, penuh pertimbangan dan tanggung jawab, berpikir dan bersikap secara positif serta memiliki tenggang rasa. Thankful (bersyukur) Selalu bersyukur, kepada Yang Maha Kuasa, berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi terhadap kemajuan Perseroan. Trustworthy (dipercaya) Dipercaya untuk melaksanakan tugas secara kompeten dan prudent (hati-hati dan terkontrol), dengan suatu proses pendelegasian yang berkesinambungan, dengan mengedepankan tata kelola yang baik. Kepercayaan masyarakat terhadap Perseroan dimulai dari kejujuran setiap individu didalamnya. Triumphant (unggul) Menjadi tenaga profesional unggulan, dengan terus mendorong dan mengembangkan etos/budaya kerja yang mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas. Senantiasa bekerja keras, memberikan yang terbaik, dan mengutamakan kepuasan stakeholders.

THE 5 "T"s REPRESENT INDIVIDUAL VALUES Teachable Open to new ideas and proactive, creative in producing innovative ideas, constantly introspective and constructive, in order to pursue the vision and mission of SCM and SCTV to become the leading company in its field. Thoughtful Wise in action, selective with respect to inputs/criticism, thoughtful and responsible, positive in both thought and action, and sensitive to others. Thankful Eternally grateful to God Almighty, and thankful to all those who have contributed to the progress of the Company.

Trustworthy Entrusted to undertake tasks with competence and prudence, through a continuous process of delegation, and championing good governance. The trust of the public in the Company begins with the honesty and integrity of each individual in the Company.

Triumphant Aspire to become a leading professional, by continuously pursuing and nurturing work ethics and culture that foster innovation and creativity. Constantly exerting every efforts, to achieve the best, and focusing on stakeholder satisfaction.

8

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

5 `O` MENGGAMBARKAN NILAI KERJA KAMI Organized (teratur) Bekerja dengan konsep managerial yang tertata rapi, teratur, tidak ada saling tumpang tindih (overlapping), sistematis, terstruktur, terkontrol, dan terbina demi tercapainya efektivitas dan efisiensi namun tetap dinamis dalam mengantisipasi persaingan yang ada. Obedient (taat) Taat pada seluruh peraturan yang ada dengan berlandaskan tata kelola perusahaan yang baik untuk mencapai target Perseroan. Obliging (bertanggung jawab) Melaksanakan tugas dan wewenang yang dimiliki dengan penuh rasa tanggung jawab yang tinggi. Optimistic (optimis) Optimis dalam bekerja untuk mencapai target secara bersamasama dan selalu berpikir positif dengan tetap mengupayakan yang terbaik. Occupied (berdedikasi) Mendedikasikan waktu, tenaga serta pikiran kepada Perseroan, sehingga hasil kerjanya dapatlah menjadi optimal, terbaik, mencapai target yang diharapkan serta tepat pada waktunya. 5 `P` MENGGAMBARKAN NILAI KEBERHASILAN KERJA KAMI Perform (berprestasi) Mencapai prestasi dan kinerja terbaik, senantiasa memiliki pandangan ke depan (visioner), kreatif, inovatif, serta berupaya untuk selalu memberikan hasil yang terbaik pada bidangnya masing-masing. Professional (profesional) Terus menerus mengasah kemampuan kita, menjadi seorang profesional, ahli, dan berkompeten di bidang tersebut, dicerminkan melalui integritas dan dedikasi dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya. Perfect (sempurna) Sempurna dalam melaksanakan tugasnya, meminimalisasi dan menurunkan tingkat kesalahan serendah mungkin. Prestige (terpandang) Dengan hasil yang sempurna akan memberikan pengakuan dan citra kepada Perseroan sebagai perusahaan yang terpandang, yang mampu memuaskan serta memenuhi keinginan pelanggan, pemirsa, publik maupun stakeholders lainnya. Preferred (terpilih) Adalah merupakan puncak atas usaha kita untuk menjadi yang terpilih di dalam industri media oleh para konsumen dan stakeholder lainnya.

THE 5 "O"s CONSTITUTE OUR WORKING VALUES Organized Execute work with a managerial approach that is well planned, orderly, non overlapping, systematic, structured, controlled, and well managed in the interest of effectivity and efficiency, while also dynamic and responsive to competition. Obedient Comply fully with all prevailing regulations, on the basis of good corporate governance in achieving Company targets. Obliging Assume rights and responsibilities with a high degree of accountability. Optimistic Be optimistic in work to achieve goals collectively and always think positive when striving for excellence.

Occupied Dedicate time, efforts and minds to the Company, to gain optimum results, perform the best, and achieve the expected targets on time. THE 5 "P"s DEPICT OUR SUCCESS VALUES

Perform Achieve outstanding results and performances, be visionary, creative, innovative, and constantly strive to produce the best in any line of work.

Professionals Improve ourselves constantly, as professionals and experts who are competent in their work, and reflected in the integrity and dedication to duty and responsibility.

Perfect Aspire to perfection in work, minimize and keep errors as few as possible. Prestige Achievements of excellence will draw recognition and form a reputable image for the Company, capable of satisfying and fulfilling the needs of customers, viewers, the public and the stakeholders.

Preferred To be the preferred media company among consumers and other stakeholders represents the pinnacle of our success.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

9

The Year 2004 in Review

Tinjauan Tahunan Berjalan 2004

Peristiwa Penting SCM

Banyak sekali momentum penting yang dicatat oleh SCM di tahun 2004, karena tahun 2004 merupakan peletakan pondasi pengembangan rencana SCM untuk memasuki teknologi media baru, disamping meningkatkan potensi usaha yang sudah ada baik di tingkat anak perusahaan maupun di induk perusahaan. Beberapa permintaan jasa penunjang siaran yang dilaksanakan oleh SCM datang juga dari luar negeri, ini menunjukkan kepercayaan atas hasil dan kualitas yang diberikan. Bahkan ada pula permintaan kerja sama yang sifatnya regional yang saat ini sedang dipelajari kemungkinan pengembangannya. Tentu saja prestasi-prestasi ini makin memacu manajemen SCM dan SCTV untuk dapat memberikan hasil yang lebih baik lagi dan lebih luas guna mendukung permintaan yang ada.

SCM Highlights

SCM recorded various milestones in 2004, as the Company began laying down the foundation for its planned expansion into the new technology media, while continuing to develop existing business potential both at the subsidiary level as well as at the parent company. SCM received several international orders for its program support services, clearly reflecting the recognition for the quality of these services. In fact, one of these was for a regional joint undertaking, which is currently being considered for possible development. Undoubtedly, these achievements will motivate the management teams of SCM and SCTV to strive for even better products and services in order to meet existing demands.

Januari

· Melanjutkan kerja sama produksi bersama SinemArt dalam pembuatan 2 judul Sinetron TV : 'Bukan Cinderela' (8 dari 39 eps) dan "Malam Pertama" (48 dari 78 eps) · Setelah melalui proses pembuatan selama lebih kurang 2 (dua) tahun, pada tanggal 26 Januari 2004, SCM & SCTV telah berhasil menyelesaikan Corporate Policy Manual (CPM) sebagai perwujudan komitmen manajemen dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

January

· Continuing the joint production arrangement with SinemArt in two TV drama series: `Bukan Cinderela' (8 of 39 episodes) and `Malam Pertama' (48 of 78 episodes). · Following a development process of some two years, SCM and SCTV in 26 January 2004 completed the Corporate Policy Manual (CPM) as a manifestation of their commitment to the implementation of Good Corporate Governance.

April

Sebagai upaya pengembangan usaha dibidang broadcasting content, SCM melakukan penjualan Program serial in-house SCTV dan international movie rights kepada Media Broadcasting di Malaysia.

April

As part of business expansion in broadcasting content, SCM successfully sold SCTV's in-house program series and international movie rights to Media Broadcasting in Malaysia.

Mei

Tanggal 11 Mei 2004, dialokasikan ESOP Tranche-B Tahap II sebesar 20% dari total 56.250.000 lembar waran, kepada penerima waran di induk maupun anak perusahaan.

May

On 11 May 2004, the ESOP Tranche-B Phase II representing 20% of a total of 56,250,000 share warrants were allocated to their recipient in the parent and subsidiary companies.

Juni

· Dalam masa kinerjanya yang masih singkat SCM mampu menunjukkan hasil yang cukup baik sehingga pihak telecomunication provider memberikan penghargaan kepada SCM sebagai Content Provider Terbaik ke-2.

June

· Within a relatively short time in the business, SCM have shown considerable achievements, recognized by the telecommunication provider industry that rated the Company as 2nd Best Content Provider.

10

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

· Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan SCM tanggal 30 Juni 2004 menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp 5 per lembar saham. RUPST ini diikuti dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang menyetujui adanya perubahan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang baru, dimana dua orang Komisaris yang ditunjuk merupakan Komisaris Independen sedang satu orang Direktur yang ditunjuk adalah Direktur Tidak Terafiliasi.

· The SCM Annual General Meeting of Shareholders (AGMS) on 30 June 2004 approved the distribution of final cash dividends of Rp 5 for each share. The AGMS is followed by an Extraordinary General Meeting of Shareholders, which approved changes in the composition of the Board of Commissioners and Directors, with two of the newly appointed Commissioners being Independent Commissioner while one Director was appointed as a Non Affiliated Director.

Juli

Di bidang content SCM bekerja sama dengan Cinekom dan Kalyana melakukan pembuatan film layar lebar dengan judul 'Janji Joni'. Film ini diputar di bulan April 2005.

July

As content provider, SCM undertook a joint cooperation production with Cinekom and Kalyana in producing a wide-screen movie, titled `Janji Joni', which was premiered in April 2005.

Agustus

Sebagai kelanjutan langkah Manajemen yang sudah dicanangkan sejak bulan Januari 2004, dalam mengembangkan GCG, maka ditunjuk PriceWaterhouseCoopers (PWC) sebagai konsultan untuk melakukan penataan serta penyesuaian SOP.

August

Following the Management's initiatives first started on January 2004 regarding the implementation of good corporate governance practices, PriceWaterhouseCoopers (PWC) was appointed as management consultant to realign and develop the Company's SOP.

September

Guna memperkuat tim pengembangan usaha maka dibentuklah tim khusus yang difokuskan untuk mengembangkan teknologi multimedia.

September

In order Company's function, a established technology. to strengthen the business development special task force was to develop multimedia

November

Untuk meningkatkan kerja sama usaha, SCM bersama PT Telkom menandatangi MoU pencanangan kerja sama dalam mengembangkan usaha bersama sehingga terjadi sinergi yang saling menguntungkan baik bagi SCM & Telkom, pada sistem komunikasi berbasis CDMA (Telkom Flexi).

November

To expand business cooperation, SCM and PT Telkom have signed a MoU aimed at creating a mutually beneficial synergy between the two parties with regards to business development on the basis of CDMA (Telkom Flexi) telecommunication system.

Desember

Di penghujung tahun 2004 SCM mengadakan public expose di ruang serba guna BEJ yang menginformasikan proyeksi yang cukup positif kepada investor.

December

Towards year-end 2004, SCM held a public expose at the multi purpose room, the Jakarta Stock Exchange Building, providing a positive projection to investors.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

11

Peristiwa Penting SCTV

SCTV, anak perusahaan SCM, di tahun 2004 mencatatkan prestasi tersendiri atas posisi pangsa pemirsanya diantara para kompetitornya. Upaya menstabilkan posisi pangsa pemirsa ternyata merupakan strategi yang jitu untuk menuju posisi kedua dalam perolehan pangsa pemirsa. Disamping itu penghargaan dan apresiasi juga diterima SCTV, yang mencerminkan pengakuan atas upaya yang terus menerus untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas dalam seluruh aspek pengelolaan operasional dan siaran.

SCTV Highlights

SCTV, the subsidiary of SCM, in 2004 posted its remarkable achievement in terms of audience share among its competitor stations. Its strategy to maintain a stable viewer base has proved effective in positioning the station to the second rank in terms of viewer audience share. In addition, SCTV also received various awards and citations, in recognition of its consistent efforts in maintaining and enhancing the quality of operations and broadcasts.

Januari

· Pada tanggal 26 Januari 2004, SCTV menyelesaikan pembuatan Corporate Policy Manual (CPM) sebagai perwujudan komitmen Manajemen dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance). Sebagai tindak lanjutnya, CPM dijadikan payung dalam pembuatan Standard Operating Procedure. Sebagai langkah awalnya Manajemen meminta PriceWatehouseCoopers untuk melakukan penilaian strategis dan peningkatan fungsi Internal Audit menuju ke arah audit berbasis risiko. · SCTV selalu mengedepankan kualitas dalam siarannya, untuk itu telah diterapkan selama 3 tahun terakhir ini ISO 9001-2000 di dalam Divisi Pemberitaan (Liputan 6) dimana pemeriksaan terakhir dilakukan di bulan Januari 2005 oleh Surveyor SGS. ISO ini akan terus dipertahankan oleh SCTV sebagai perwujudan komitmennya atas kualitas penyiaran khususnya di pemberitaan.

January

· In January 26, 2004, SCTV completed the formulation of a Corporate Policy Manual (CPM) as a manifestation of Management's commitment towards the implementation of Good Corporate Governance. Subsequently, the CPM will form the basis for the development of various Standard Operating Procedures. As a start, the Management has enlisted the services of PriceWaterHouseCoopers to conduct a strategic review and to enhance the function of Internal Audit towards risk-based audit capability. · Broadcast quality has always been a priority of SCTV, and in the last three years, SCTV has implemented ISO 9001-2000 quality standards to the operation of its News Division (Liputan 6). The last quality inspection was in January 2005 by Surveyor SGS. SCTV intends to maintain the ISO qualification in line with its commitment towards broadcast quality and especially in news broadcast.

Februari

· Pada saat Jakarta dilanda wabah demam berdarah puluhan karyawan SCTV menjadi relawan pada Posko Demam Berdarah Pundi Amal SCTV yang mendistribusikan bantuan pemirsa kepada pasien demam berdarah di rumah sakit maupun menjemput penderita yang masih di rumah karena ketiadaan biaya untuk dibawa ke rumah sakit terdekat agar dapat dirawat. SCTV menjadi pelopor dan satu-satunya TV swasta yang memobilisasi bantuan kesehatan atas penderita demam berdarah tak mampu. · Masuk tahun ke-7, SCTV menggelar kegiatan SCTV Goes to Campus dalam memberikan workshop gratis seputar kegiatan penyiaran televisi. Disamping itu dilakukan juga pemilihan presenter terbaik dalam program Menuju Layar Liputan 6.

February

· When the dengue fever epidemic struck Jakarta, scores of SCTV's employees volunteered to man the Pundi Amal SCTV Dengue Fever Command Post that distributed viewers' donations to dengue fever patients at hospitals, and transported victims that had to to remain at home because of lack of funds to the nearest hospitals for proper treatment. SCTV thus pioneered and was the only private television station that mobilizes medical aid for dengue fever victims among the poor. · Entering its 7th year, SCTV staged the SCTV Goes to Campus program that provides free workshops about various aspects of TV broadcast. SCTV also undertook the Best Presenter selection in its program Menuju Layar Liputan 6.

12

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Maret

· Sebagai bagian dari kewajiban SCTV dalam penerbitan Obligasi SCTV I adalah membayar bunga Obligasi secara tepat waktu. Di tahun 2004 ini berturut-turut telah dibayarkan bunga obligasi ke-3, ke-4, ke-5 dan ke-6 kepada para bondholder. · SCTV adalah stasiun yang pertama kali mengembangkan siaran langsung menggunakan teknik video streaming melalui sistem selular melalui satelit. Dengan menggunakan sistem ini maka SCTV dapat mengirimkan berita dari lokasi yang sulit atau tidak tersedia sistem siaran, ke stasiun pusat siaran di Jakarta. Dengan demikian program Liputan 6 dapat menyiarkan berita dengan lebih cepat.

March

· As part of its obligation related to the issuance of SCTV I Bonds, in 2004 SCTV has made timely payments of the 3rd, 4th, 5th and 6th coupons to bondholders.

· SCTV became the first TV station to develop direct broadcasting programs utilizing a cellularbased video streaming satellite transmission system. With this system, SCTV is able to transmit program materials from remote locations where broadcasting systems are non-existent, to the central broadcasting station in Jakarta. This will enhance SCTV's Liputan 6 program to broadcast its news faster.

Mei

SCTV menggelar kembali ajang penghargaan kepada para musisi Indonesia dalam SCTV Music Awards yang digelar pada tanggal 21 Mei 2004. Penghargaan diberikan melalui sistem polling SMS dimana kali ini SMS yang masuk sebanyak 972.189 SMS.

May

SCTV holds the SCTV Music Awards on 21 May 2004, in honor of Indonesian musicians. The awards were based on a polling by SMS (short messaging service), which recorded a total of 972,189 SMS.

Agustus

· SCTV adalah stasiun TV pertama yang melakukan transmisi data video streaming dalam rangka pelaksanaan program siaran lokal khususnya untuk siaran lokal di Jawa Timur. Siaran lokal Surabaya sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak 1 tahun sebelumnya, yaitu tahun 2003. Sistem ini dinilai sangat efisien dan mudah karena memanfaatkan jaringan data yang sudah tersedia bekerja sama dengan pihak penyedia sistem komunikasi data. · Di Hari Ulang Tahun ke-14, SCTV menggelar acara SCTV Awards yang diadakan untuk memberi apresiasi kepada pada insan industri penyiaran dalam sembilan kategori, diantaranya iklan, pembawa acara, grup band, penyanyi pop, aktris, aktor, dan program. Para pemenang dipilih berdasarkan pilihan pemirsa terbanyak berdasarkan jumlah SMS yang masuk. Tahun 2004 ini sebanyak 1,4 juta orang telah mengirim SMS, atau meningkat sekitar 34% dibandingkan dengan tahun 2003. Semua SMS itu masuk dalam waktu 69 hari, mulai 24 Mei hingga 31 Juli 2004.

August

· SCTV is the first TV station to utilize video streaming data transmission technology for its local broadcasting programs, and particularly for local broadcasts in East Java. Surabaya on air operation itself was established 1 year ahead in 2003. The system is deemed efficient and convenient since it utilized available data transmission networks in cooperation with the data communications services provider. · In its 14th Anniversary, SCTV organizes the SCTV Awards that recognizes the best talents in the broadcasting industry in nine award categories, including best advertising, presenter, music group, popular singer, actress, actor, and TV program. The award winners are selected on the basis of an SMS polling among viewers. In the 69-day period between 24 May and 31 July 2004, SMS were received from around 1.4 million people, which represented an increase of approximately 34% from the number of SMS received in the polling in 2003.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

13

Oktober

Sebagai puncak acara SCTV Goes to Campus digelarlah program khusus Menuju Layar Liputan 6 yang merupakan acara final pemilihan calon presenter Liputan 6. Pada ajang ini para calon presenter diuji kemampuan teknisnya disamping wawasan pengetahuannya.

October

The final event in the SCTV Goes to Campus campaign was a special program, `Menuju Layar Liputan 6', which selected potential news presenters for Liputan 6 program. In this event, contenders were tested for their presentation technical skills as well as their general knowledge.

November

Program feature Titian Kasih yang ditayangkan SCTV berhasil meraih sebuah penghargaan Asian Television Award 2004. Penghargaan tersebut diserahkan kepada pihak SCTV di Universal Cultural Center - National University of Singapore. Tayangan yang awalnya berjudul Pijar ini meraih

November

SCTV's feature program, Titian Kasih, has received an award in the 2004 Asian Television Award program, presented to SCTV during the ceremony at the Universal Cultural Center ­ National University of Singapore. The Titian Kasih program, originally named Pijar, was voted the Best Social Awareness Programme in the annual event.

The Best Social Awareness Programme

dalam ajang tahunan tersebut.

Desember

December

Dalam gelaran yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 10 Desember 2004 Panasonic Award memberikan penghargaan kepada program berita SCTV Liputan 6 sebagai Program Berita Terfavorit untuk ketiga kali berturut-turut. Selain program berita Liputan 6, Rosiana Silalahi juga terpilih sebagai Pembaca Berita Terfavorit dan Derap Hukum sebagai Program Current Affair Terfavorit versi Panasonic Award 2004.

The Panasonic Award event held at the Jakarta Convention Center (JCC) on 10 December 2004, awarded SCTV's Liputan 6 program as the Favorite News Program for the third consecutive time. In addition to Liputan 6, Rosiana Silalahi was voted Favorite Presenter, while the Derap Hukum program was voted Favorite Current Affair program in the Panasonic Award 2004.

14

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Agus Lasmono

Komisaris Commissioner

Segara Utama

Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner

Glenn M.S. Yusuf

Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner

Media Audio Visual merupakan media yang paling banyak menarik perhatian sejak ditemukannya pertama kali di tahun 50an. Sudah banyak pengembangan teknologi baru yang telah dilempar ke pasaran. Penerapannya pun sudah beraneka ragam. Televisi, masih merupakan primadona industri media hingga saat ini, di tengah pergerakan teknologinya yang makin terdorong ke arah sistem digital penuh. Beberapa negara maju, saat ini telah mulai berlangsung migrasi ke sistem digital secara bertahap. Proyeksinya beragam satu negara dengan negara lain namun berkisar diantara masa 5 hingga 10 tahun mendatang. Masa ini ternyata lebih cepat dari yang diperkirakan semua orang. Dalam satu dekade terakhir perkembangannya mengarah kepada sistem media visual komunikasi dua arah atau yang lebih dikenal dengan konsep media interaktif. Hal inilah yang

Audio Visual constitutes one of the most attractive broadcasting media since it first came to light in the 1950s. Scores of new technology have since been introduced to the market, with varying degrees of application. To date, the television has remained the primadonna of the media broadcasting industry, amid the technological breakthroughs that have opened the way for full digitalization of the medium. The gradual migration towards digital TV broadcast has begun to take place in several developed nations. The projected timetable varies from one country to another but ranges between five to ten years, which by any measure is much sooner than many pundits had predicted. During the past decade alone, we have seen the proliferation of the two-way visual communications format commonly referred to as the interactive medium. This development has in turn

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

15

Message from The President Commissioner

Sambutan Komisaris Utama

juga menyebabkan batasan dunia teknologi informasi, internet, broadcasting dan telekomunikasi akhir-akhir ini semakin terpadu menjadi satu dimensi wahana media baru, yaitu multimedia.

given rise to the borderless world of information technology, internet, broadcasting and telecommunications that have lately grown more integrative of one another - converging into a new medium altogether, the multimedia. With the convergence and integration of the various technologies that relate to audio visual, a new paradigm has emerged alongside the arrival of the so-called "new media" concept - one that has greatly changed the roles of the broadcast media from a largely entertaining platform to a much broader and all-encompassing medium of entertainment, education, information, business, enlightenment and social interaction. Such roles will enable SCM to pursue its mission of promoting social and cultural progress in Indonesia through the benefits of an innovative, appealing and increasingly interactive media services that are second to none in capitalizing on the convergencies of technologies. SCM is set to combine its newly acquired resources in information technology, telecommunications and media broadcasting to deliver an array of value added services that will set us apart from the competition. The Board is pleased to note of the progress that SCM has made in that direction, and we underline as well the readiness of SCM in terms of corporate governance and operational controls to manage future growth. In 2004, after an exhaustive process that has taken some two years in the making, SCM has completed its Corporate Policy Manual. As part of the corporate governance framework, we have established the new Board of Commissioners, Directors and Audit Committee as per our last Annual General Meeting of Shareholders, and revised the Commissioners, Directors and Audit Committee Charter in line with the latest rules and regulations of the Jakarta Stock Exchange and the Capital Market Supervisory Board, Bapepam. Risk Management is an integral part of a broadcasting media operations and the Board of Commissioners is equally pleased that Management has given it a top-priority attention and making it an important part of the Corporate Policy Manual. With this manual, greater risk awareness can be nurtured more effectively throughout the organizations of SCM and SCTV, thereby embedding risk management firmly in our Corporate culture. The roles of our internal audit unit has also been

Dengan berpadunya teknologi-teknologi yang berhubungan dengan audio visual ini, hasilnya, sebuah paradigma baru juga lahir bersama kehadiran wahana "media baru" - sebuah konsep yang telah mengubah peran media penyiaran dari yang lebih bersifat hiburan menjadi suatu wahana yang lebih luas dan beragam termasuk hiburan, pendidikan, informasi, bisnis, pencerahan maupun interaksi sosial. Peran semacam itu memungkinkan SCM untuk mewujudkan misinya dalam turut memajukan kehidupan sosial dan budaya bangsa Indonesia, melalui jasa media yang semakin inovatif, menarik, dan interaktif dengan memanfaatkan konvergensi berbagai teknologi. SCM siap memadukan sumber daya barunya di bidang teknologi informasi, telekomunikasi dan media penyiaran untuk menghadirkan rangkaian jasa nilai tambah yang unggul di banding para pesaingnya.

Dewan Komisaris bergembira dengan kemajuan yang dicapai SCM ke arah tersebut, dan juga terutama kesiapannya di bidang tata kelola perusahaan dan pengendalian operasional untuk menunjang pertumbuhan ke depan. Pada tahun 2004, setelah proses panjang selama sekitar dua tahun, SCM berhasil menyelesaikan Panduan Kebijakan Perusahaan. Sebagai bagian dari kerangka tata kelola perusahaan, SCM telah membentuk struktur Dewan Komisaris, Direksi serta Komite Audit yang baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham yang terakhir sebelum ini, dan memperbaharui Charter Kerja dari Komisaris, Direktur dan Komite Audit selaras dengan ketentuan peraturan terbaru dari Bursa Efek Jakarta dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Pengelolaan risiko adalah bagian yang tak terpisahkan dari pengawasan melekat usaha media penyiaran, dan Dewan Komisaris mencatat bahwa hal tersebut telah menjadi prioritas utama Manajemen Perseroan, dan bagian penting dari Panduan Kebijakan Perusahaan. Dengan panduan tersebut, peningkatan kesadaran akan risiko dapat lebih efektif di seluruh jajaran organisasi SCM dan SCTV, menjadikan pengelolaan risiko bagian dari budaya Perseroan. Fungsi internal audit juga telah

16

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

disempurnakan melalui peningkatan kualitas audit berbasis risiko serta koordinasi dengan unit internal audit SCTV, yang mewakili bagian terbesar aktivitas SCM. Konsultan manajemen PriceWaterhouseCoopers telah membantu Perseroan dalam peningkatan fungsi audit, dan saat ini sedang dalam penyelarasan dan penyesuaian SOP dengan Panduan Kebijaksanaan Perseroan. Merupakan suatu kehormatan, kegembiraan dan proses pembelajaran bagi saya untuk bekerja bersama rekan-rekan Direksi di Perseroan dan lingkungan usaha yang dinamis ini, dan saya berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan mereka. Kami juga berterima kasih kepada seluruh jajaran Manajemen dan karyawan Perseroan atas kontribusi positif mereka kepada pencapaian kinerja Perseroan dan Group secara keseluruhan, dan penciptaan manfaat bagi pemegang saham dan stakeholder.

enhanced through improvement in the quality of risk-based audit as well as greater coordination with the internal audit unit of SCTV, where most of SCM's activities lie. The management consultant PriceWaterhouseCoopers is helping the Company in improving its audit system, the standard operating procedures of which are being aligned with the Corporate Policy Manual. It has been a fully learning experience, a privilege and pleasure to work with my Management colleagues in such a dynamic company and business environment, and I would like to thank them for their generous support and confidence in me. I also thank each and every member of the Management team and employees of the Company, for their positive contribution in achieving sound business results for the Company and the Group as a whole, as well as the creation of value for shareholders and other stakeholders.

Segara Utama Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

17

Management Report

Laporan Manajemen

(Dari kanan ke kiri From right to left)

Fofo Sariaatmadja Direktur Utama President Director Sugeng Purwanto Direktur Tidak Terafiliasi Non Affiliated Director

Konvergensi teknologi informasi, media dan telekomunikasi terus memberikan manfaat bagi kemajuan industri media. Dalam proses digitalisasi yang mencakup semuanya mulai dari gambar, suara serta pola pengenalan suara menjadi algoritma kode biner, telah membawa dunia ke suatu pemahaman realita yang baru yang tak terbayangkan oleh masyarakat dari beberapa generasi yang lalu. Dua atau tiga dasawarsa yang lalu, para orang tua kita mungkin hanya mengenal radio transistor sebagai satu-satunya sarana akses informasi dengan lingkup yang sangat terbatas, dan atas kejadian yang telah berlalu. Esok, anak-anak kita sebagai generasi masa mendatang, akan lebih akrab dengan perangkat mini communicator dan layar monitor komputer, sebagai sarana komunikasi dan interaksi dengan dunia di luar, mendengarkan dan menyaksikan berbagai peristiwa pada saat terjadi, dan memiliki akses 24 jam kepada segala rupa bentuk hiburan maupun informasi yang diinginkan - atas permintaan. Dari generasi masa lalu ke generasi di masa mendatang, industri media telah dan nampaknya akan terus bergulir dengan pesat. Jika benar demikian, apa yang dapat diharapkan dari generasi masa kini? Generasi masa kini seyogyanya menjembatani masa lalu dengan masa depan. Kita lah yang harus menciptakan serta menjadi inovator pendobrak ke masa depan yang lebih baik, membantu menentukan arah masa depan, dan memastikan bahwa para penerus kita akan menikmati kehidupan yang jauh lebih baik dari apa yang dapat kita raih saat ini. The media industry continues to benefit from the convergence of information technology, media and telecommunications. The digitalization of everything from images to sound to voice-pattern recognition into algorithm binary codes has truly opened up the world to a new level of reality that is virtually unknown to most people of a few generations ago. Two or three decades ago, our parents of past generations may have only been exposed to the transistor radio as the only medium of access to information of a very limited scope and of historical nature. Tomorrow, our children who represent the generation of the future, will either be walking around with their mini communicator or glued to their computer screen, communicating and interacting with the outside world, watching and listening to news as they are unfolding, and having round-the-clock access to every information and entertainment imaginable - on demand. From past to future generations, the media industry has progressed and will likely continue to advance in leaps and bounds. If so, then what do we make of us today - the present generation? The present generation should be the bridge that links the past to the future. It should be the creator and innovator who open the way to a better future, helping to shape the course of the future, and ensuring that our children and their children will have so much more in life than their parents could ever dream of.

18

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Ini merupakan salah satu tujuan PT Surya Citra Media Tbk. (SCM). Sebagai perusahaan induk dari PT Surya Citra Televisi (SCTV), salah satu stasiun televisi terkemuka di Indonesia, SCM sendiri kini telah memiliki hubungan dengan sekelompok perusahaan terkemuka lainnya di bidang telekomunikasi dan teknologi media dan berbagai bisnis strategis lainnya. Hal ini memberi peluang bagi SCM untuk memasuki bidang kompetensi TI dan telekomunikasi di lingkungan kelompok usahanya, serta memadukannya dengan jasa media Perseroan, sehingga menjadikan SCM sebagai perusahaan multimedia yang mengoptimalkan peluang dari konvergensi teknologi yang semakin dirasakan manfaatnya di Indonesia. Untuk itu, kami terus mempersiapkan dan membangun landasan serta infrastruktur yang diperlukan. SCM tengah mengembangkan platform multimedia menuju penyiaran televisi yang lebih inovatif dan atraktif - dengan kemampuan mengemas siaran sesuai kebutuhan setiap individu selain juga memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Tahun lalu, kami melangkah setapak lebih dekat ke tujuan tersebut, melalui pembentukan suatu divisi khusus sebagai ujung tombak upaya-upaya ke arah tersebut. Divisi tersebut saat ini mencakup personil berbakat di bidang TI, media dan telekomunikasi yang sebelum ini telah menunjukkan prestasinya antara lain dalam mengembangkan portal Video Streaming untuk aplikasi internet dan selular ­ WAP ­ dimana program-program siaran SCTV dapat di akses melalui internet ataupun telepon selular. SCM juga telah meningkatkan jasa nilai tambah yang melekat pada jasa SMS (short messaging service) dari para operator selular. Pada tahun 2004, produk-produk tersebut terus tumbuh pesat, menghasilkan lebih dari setengah dari total pendapatan SCM (Induk saja), dan meningkat lebih dari 270% selama tahun tersebut. Pendapatan dari jasa nilai tambah meningkat dari Rp 6 miliar di tahun 2003 menjadi Rp 22,8 miliar di tahun 2004, jelas mencerminkan potensi pasar new

This is what we have set out to do at PT Surya Citra Media Tbk. (SCM). As the holding company of PT Surya Citra Televisi (SCTV), one of Indonesia's leading TV broadcasting companies, SCM itself is now linked to a broader group of companies that is well established in telecommunications and media technology as well as other strategic business interests. This offers SCM the opportunity to tap into the services of IT and telecommunications within our business group, and combine it with our own media services - thus shaping SCM into a truly multimedia company that maximizes its opportunities from the technology convergence phenomena that has begun to emerge in Indonesia. We continue to lay down the foundations and build our infrastructures accordingly. SCM is active in developing a multimedia platform towards a more innovative, and attractive format of TV broadcasting - the ability to customize our services to meet individual needs while broadcasting to a mass audience. Last year, we moved closer to our goal by forming a special department to spearhead our efforts in this direction. The department is currently staffed with talented IT, media and telecommunication personnel who had previously built several uptrend technology such as SCTV's Video Streaming portal system for both internet and cellular applications - WAP - through which SCTV's broadcast program could be down-streamed on the internet or to one's cellular phone. SCM has also strengthened its value added services that are attached to the short messaging services (SMS) of cellular operators. In 2004, our value added services referred to above continued to progress encouragingly, contributing more than half of SCM's total revenues (Parent only) and increasing by more than 270% during the year. Revenues from value added services rose from Rp 6 billion in 2003 to Rp 22.8 billion in 2004, clearly signalling the

Pendapatan Bersih dari Iklan SCTV SCTV Net Revenue from Advertising

dalam miliar Rp · in billions of Rp

Pangsa pasar pemirsa tahunan SCTV SCTV yearly audience share

%

964.7 800.1 729.0 821.8 22.4

22.8 19.2 16.3 16.6

553.8

2000

2001

2002

2003

2004

2000

2001

2002

2003

2004

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

19

media di Indonesia saat ini dan di masa mendatang. Hal tersebut juga

membuktikan bahwa kami telah mengambil keputusan yang tepat untuk berkonsentrasi pada bidang usaha dengan marjin usaha yang tinggi daripada mencoba mengembangkan seluruh bidang usaha yang ada sekaligus. Bersama dengan berbagai terobosan tersebut, SCM telah bergerak cepat menjalin aliansi strategis dengan berbagai mitra yang mampu memberikan sinergi bagi pengembangan platform bisnis media baru masa depan, di Indonesia. Sekalipun industri media secara keseluruhan memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan, SCTV masih merupakan kontributor pendapatan terbesar bagi pendapatan Perseroan. Pada tahun 2004, dengan kerja sama yang erat dan efektif antara seluruh divisi dalam mendukung strategi utama untuk mempertahankan perolehan pangsa pemirsa, SCTV berhasil menempatkan diri di peringkat kedua di kelompok tiga besar jaringan setasiun TV di Indonesia. Prestasi ini berimbas pada pencapaian pendapatan konsolidasi Perseroan (SCM) yang meningkat 18,94% dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat persaingan di antara 11 stasiun TV, telah mengubah pandangan Manajemen dalam menyusun strategi yang tepat untuk memenangkan persaingan. SCM memprakarsai berbagai langkah strategis di lingkungan group perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang bagi pemegang saham melalui pengembangan lima aspek kunci, yaitu (a) inisiatif usaha melalui analisa usaha dan pasar, (b) pengembangan pengetahuan dan daya kreasi, (c) pengelolaan risiko, (d) pengendalian internal, dan (e) sistem manajemen informasi. Melalui pengembangan aspek-aspek tersebut, Manajemen meyakini bahwa Perseroan dapat melangkah lebih jauh dan mempertahankan pertumbuhannya sejalan dengan standar praktek bisnis internasional dan tata kelola perusahaan terbaik. Akhir kata, kami menyampaikan penghargaan kepada seluruh stakeholder SCM, terutama kepada Manajemen dan karyawan SCTV, yang dengan dedikasi tinggi terus mengupayakan yang terbaik untuk mempertahankan posisi di jajaran perusahaan stasiun televisi terkemuka di Indonesia. Terima kasih kami ucapkan pada seluruh pelanggan dan pemirsa SCTV, kepada Dewan Komisaris atas arahannya, dan kepada para mitra strategis yang telah dan tetap akan berperan penting dalam menunjang pencapaian tujuan-tujuan SCM di masa mendatang. Semoga Tuhan memberkati kita dan segala upaya kita bersama.

strong potential of the new media market in Indonesia today and in future. This also vindicates our decision to focus our attention on a few high-margin businesses rather than trying to be or do everything all at once. Concurrent with all of these breakthroughs, SCM has moved quickly to secure alliances with strategic partners that provide synergy to our aim of developing the new media platform of the future for Indonesia.

Although the media industry as a whole shows promising growth potential, SCTV has remained to be the largest contributor to the Company's revenue. In 2004, through strong and effective teamwork and cooperation among the various divisions of SCTV in pursuing its primary strategy of maintaining audience share, SCTV succeeded in positioning itself in second place among the three major TV networks in Indonesia. This achievement is reflected in the consolidated revenues of the Company (SCM), which increased by 18.94% compared to the previous year. The level of competition across 11 TV networks, has altered the views of Management in formulating the appropriate business strategy in response to the competition. SCM has embarked upon several strategic initiatives throughout the entire Group in order to sustain long-term growth for shareholders through the development of five key aspects, namely (a) undertake new business initiatives through careful business and market analysis (b) develop knowledge and creative skills (c) risk management (d) internal control, and (e) information system. By strengthening these key areas, Management believes the Company will continue to evolve and sustain its growth in line with international best practices and good corporate governance.

We express our gratitude to the stakeholders of SCM, especially to the Management and employees of SCTV who continue to commit themselves to excellence in broadcasting and thereby remain as one of the leaders of the TV broadcasting industry of Indonesia. We thank our customers and SCTV viewers for their patronage, members of the Board of Commissioners for their guidance; and we are grateful to our strategic business partners who are and will continue to be instrumental in enabling SCM to achieve its goals in the future. May God bless us and all our endeavours.

Fofo Sariaatmadja Direktur Utama President Director

20

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

SCM terus berkomitmen untuk menerapkan Prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik dimana pada awal tahun 2004 dengan dibantu oleh konsultan independen, Perseroan telah menyelesaikan pembuatan Corporate Policy Manual (CPM). Perseroan percaya bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik adalah merupakan sesuatu yang jauh melebihi dari sekedar kode etik tata kelola dan peraturan-peraturan. Ini menunjukkan komitmen kami untuk melindungi hak pemegang saham dan melakukan yang terbaik untuk kepentingan Perseroan yang mendorong menuju perbaikan performa Perseroan dan memastikan perkembangan jangka panjang. Jadwal penerapan tata kelola perusahaan telah ditetapkan, segera setelah meresmikan panduan kebijakan Perusahaan yang merinci prinsip-prinsip tata kelola perusahaan di tahun 2004, pada tahun yang sama telah diimplementasikan beberapa langkah penting tata kelola perusahaan, antara lain: · Penunjukan Direktur Tidak Terafiliasi serta perubahan komposisi Komisaris Independen (menjadi duapertiga Dewan Komisaris); · Pembakuan peran serta tanggung jawab organisasi tata kelola ke dalam Charter; · Peningkatan fungsi Komite Audit melalui penambahan jumlah pertemuan dengan Direksi, Internal Audit maupun auditor eksternal; · Penyesuaian Kebijakan dan Prosedur Perusahaan; · Pengubahan fungsi kerja Internal Audit dari berbasis kepatuhan menjadi berbasis risiko, serta membantu pihak Manajemen menetapkan fungsi pengendalian risiko. Penunjukan Direktur Tidak Terafiliasi serta penambahan jumlah Komisaris Independen. Menjaga kepentingan pemegang saham minoritas selain juga meningkatkan kemandirian Dewan Komisaris merupakan salah satu tujuan utama penerapan tata kelola perusahaan. Mengikuti peraturan BEJ mengenai Direktur Tidak Terafiliasi, pada tahun 2004 Rapat Umum Pemegang Saham mengangkat Direktur Tidak Terafiliasi. Dengan demikian, Direksi terdiri atas seorang Direktur Tidak Terafiliasi dan seorang Direktur lainnya. Selain itu, pada tahun 2004 telah ditambah jumlah Komisaris Independen dalam Dewan Komisaris sehingga membentuk mayoritas kompoisi Dewan (yaitu duapertiga). Komposisi Dewan Komisaris yang baru dan lebih independen ini melebihi ketentuan BEJ yang menetapkan jumlah Komisaris Independen minimal satu orang dari setiap tiga anggota Komisaris (sepertiga).

SCM continues to be fully committed to the implementation of Good Corporate Governance, whereby early in 2004, with the help of an independent consultant, the Company has completed a Corporate Policy Manual (CPM). The Company believes implementing corporate governance is something beyond compliance to the code of corporate governance and regulations. It means carrying out our commitment in protecting our shareholders right, to do the best for the Company's interest which lead to performance improvements and at the end will ensure our sustainable growth.

Our corporate governance timeline is clear, soon after formalizing the corporate policy manuals outlining the corporate governance principles in 2004, in the same year we implemented several important initiatives with respect to good corporate governance, including: · Appointing a Non Affiliated Director and changing the composition of Independent Commissioners (to two-thirds of the Board of Commissioners); · Formalizing the roles and responsibilities of governance bodies and functions into a Charter; · Strengthening the Audit Committee function through more frequent meetings with the Board of Directors, the Internal Audit as well as the external auditors; · Redefining the Company Policy and Procedure; · Transforming the audit function of the Internal Audit from compliance-based to risk-based audits, and assisting Management in formalizing the risk management function. Appointing Non Affiliated Director and increasing the number of Independent Commissioners. Protecting the minority shareholders as well as enhancing the board independence constitutes one of our most fundamental corporate governance objectives. Following the JSX regulation regarding Non Affiliated Director, in 2004 the Annual General Meeting of Shareholders appointed the Non Affiliated Director. Accordingly, the Board of Directors comprises of a Non Affiliated Director and one other Director. Furthermore, in 2004 we have also increased the number of Independent Commissioners in the Board of Commissioners leading to a majority of the Independent Commissioners in the composition of the Board (two-thirds). Our new and more independent composition exceeds the JSX regulation that stipulates only one Independent Commissioner out of three Commissioners (one-third).

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

21

Corporate Governance & Risk Management

Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko

Penetapan Komite Audit, Direksi, Dewan Komisaris dan Internal Audit Charter Kerangka tata kelola perusahaan Perseroan berlandaskan peran serta tanggung jawab yang wajar dari masing-masing bagian tata kelola beserta fungsi-fungsi pendukungnya. Pada tahun 2004, peran dan tanggung jawab tersebut dibakukan ke dalam Charter resmi yang juga telah dilengkapi dengan tata cara komunikasi antara bagian-bagian maupun fungsi tata kelola tersebut, selain aturan penanggulangan benturan kepentingan. Di awal tahun 2005 Charter ini disetujui dan ditandatangani setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Peningkatan Fungsi Komite Audit Komite Audit memberi masukan kepada Manajemen untuk melakukan penyesuaian atas Charter Komite Audit yang ada untuk mengakomodasi undang-undang dan/atau peraturan pasar modal yang terbaru baik yang dikeluarkan oleh Bapepam maupun BEJ. Komite Audit, memastikan bahwa sistem kontrol internal Perseroan terlaksana secara efektif dan baik. Untuk tugas ini, Komite Audit didukung oleh Divisi Internal Audit, yang mengevaluasi kepatuhan atas Standar Prosedur Operasi yang dijalankan di setiap departemen dalam Perseroan.

Formalizing Audit Committee, Board of Directors, Board of Commissioners and Internal Audit Charters Our corporate governance framework lies on the appropriate roles and responsibilities of various governance bodies and their supporting functions. In 2004 we formalized those roles and responsibilities within a formal Charter and complemented them further with the protocols on communications between different governance bodies and functions, as well as on the resolutions of conflicting interests. In early 2005 the Charter was approved and signed by the respective members of the Board of Commissioners and the Board of Directors of the Company. Strengthening Audit Committee The Audit Committee provides input for the Management related to the revision of the existing Audit Committee Charter to accommodate the latest laws and/or capital market regulations issued by Bapepam or the JSX.

The Audit Committee ensures that the Company's internal control mechanism works properly and effectively. To that end, the Audit Committee is assisted by the Internal Audit, which evaluates compliance to established Standard Operation Procedures in each department within the organization.

22

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Perseroan menerapkan pola tata kelola perusahaan yang baik dengan mengambil acuan pada Charter Komite Audit. Charter ini mengatur sifat independensi dari fungsi Internal Audit Perseroan. Karena operasional SCM tidak sebesar kegiatan usaha SCTV, maka titik berat program kerja Komite Audit SCM lebih ditingkatkan di SCTV melalui kerja sama dengan Komite Audit SCTV. Perihal ini, telah dilakukan pembahasan dengan Komite Audit SCTV, disamping itu telah juga dirumuskan hubungan kerja sama serta pola komunikasi dengan Komite Audit SCTV untuk meningkatkan efektivitas kedua Komite Audit. Beberapa langkah kegiatan telah dilakukan juga oleh Komite Audit dalam penyusunan rencana kerjanya antara lain dengan membicarakannya bersama Dewan Komisaris, melakukan kajian bersama Direksi atau mendiskusikannya dengan Internal Audit. Komite Audit telah mengadakan peninjauan triwulanan terhadap laporan keuangan Perseroan; pemanfaatan perolehan dari penawaran umum saham perdana dan penerbitan obligasi; paket remunerasi untuk Komisaris dan Direksi, pengungkapan kinerja keuangan dan laporan lainnya kepada publik, Badan Pengawas Pasar Modal dan Bursa Efek Jakarta, kepatuhan terhadap seluruh ketentuan undang-undang dan peraturan yang berlaku, dan segala hal yang terkait dengan pelaporan keuangan pada umumnya. Lebih jauh lagi, Komite Audit telah melaksanakan diskusi dengan Akuntan Publik Perseroan guna meninjau cakupan dan hasil audit Akuntan Publik untuk meyakinkan bahwa audit telah dilaksanakan dengan cara yang obyektif dan independen, serta sudah mempertimbangkan faktor risiko dan kepatuhan yang ada. Penyesuaian Kebijakan dan Prosedur Perseroan Pada tahun 2004, Perseroan menunjuk konsultan independen untuk mengkaji kinerja Perseroan secara independen sebagai tahap awal penyesuaian kebijakan dan prosedur Perseroan. Sistem kebijakan dan prosedur yang komprehensif dapat dijabarkan ke dalam pedoman pengendalian dan operasional. Pada tahun 2005, prosedur operasional standar SCM dan anak perusahaannya akan dikaji ulang sebagai bagian dari upaya mengurangi kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah, selain juga memastikan adanya sistem pengendalian yang melekat di dalam proses bisnis. Untuk itu, Perseroan telah mengkaji ulang proses bisnisnya agar dapat melaksanakan serta mengevaluasi proses tersebut dalam kerangka tata kelola pengendalian risiko.

The Company implements Good Corporate Governance practices with reference to the Audit Committee Charter. This charter establishes the independency of the Company's internal audit function. Because of the limited scope of operations of SCM as compared to SCTV, the work plan of SCM's Audit Committee is more concerned with increasing the effectiveness of audit work at SCTV through close coordination with SCTV's Audit Committee. This issue has been discussed with SCTV's Audit Committee, which resulted in the formulation of the coordination and communication processes between the two committees. The Audit Committee was also engaged in several other activities related to the development of its work plan, including discussion sessions with the Board of Commissioners, the Board of Directors and the Internal Audit.

The Audit Committee conducts quarterly reviews of the Company's financial statements; the utilization of the proceeds from the IPO and bonds issue; the remuneration package for Commissioners and Directors, the disclosure of financial performance and other reports to the public, the Capital Market Supervisory Board (Bapepam) and the Jakarta Stock Exchange; compliance with all applicable laws and regulations, and all pertinent issues related to financial reporting in general.

In addition, the Audit Committee engages in discussion sessions with the Company's external auditors regarding the scope and results of their audit in order to ensure that it is performed in a strictly objective and independent manner and with due regard to existing risk and compliance factors.

Redefining Company Policy and Procedure In 2004, an independent consultant was appointed to conduct independent performance assessment as an initial step to redefine Company policy and procedure. A comprehensive system of policy and procedure will translate corporate governance principles into managerial and operational guidelines. In 2005, the standard operating procedures of SCM and its subsidiary are to be reviewed as part of an ongoing effort to reduce the scale of non-value-added activities and ensure an effective built-in control within the business process. To that end, the Company has undertaken a business-process review that will enable it to perform and evaluate the business process within the framework of a risk-controlled governance.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

23

Mengubah Fungsi Internal Audit dan Menegakkan Fungsi Pengelolaan Risiko Divisi Internal Audit memfokuskan kegiatan auditnya untuk mengevaluasi tingkat pencapaian Perseroan dalam hal tata kelola perusahaan, pengendalian risiko, serta pengawasan melekat secara utuh, objektif dan independen. Divisi Internal Audit mengacu pada Standar Pelaksanaan Internal Audit menurut Institut Auditor Internal, sebagai dasar pemeriksaan auditnya. Internal Audit Charter mengesahkan kewenangan dan tanggung jawab Divisi Internal Audit, menjamin akses yang tak terbatas atas segala kegiatan SCM dan SCTV, dokumen pencatatan, aset dan sumber daya selain juga kepada Komite Audit maupun Direksi Perseroan. Pengaturan ini membekali Divisi Internal Audit dengan kemandirian untuk melakukan penilaian secara imparsial dan objektif sebagai modal utama pelaksanaan audit yang wajar. Pada bulan Desember 2004, Divisi Internal Audit mulai mengubah pendekatan auditnya dari yang semula berbasis kepatuhan menjadi berbasis pengendalian risiko. Rencana perubahan ini dicanangkan mulai awal tahun 2005, diawali dengan identifikasi maupun evaluasi seluruh risiko usaha yang dihadapi oleh Perseroan, dimana hasil kompilasinya kemudian dijadikan landasan bagi pengembangan rencana dan program audit tahunan Perseroan. Selain itu, hasil perubahan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membakukan fungsi pengendalian risiko di SCM dan anak perusahaannya. Perubahan ini diharapkan selesai pada tahun 2005 seiring dengan diberlakukannya rencana dan program audit berbasis risiko tahun buku 2005. Pada tahun 2004, Divisi Internal Audit menyelesaikan sekitar 74% dari jumlah audit yang direncanakan. Dengan pendekatan audit yang baru (audit berbasis risiko), Perseroan berharap dapat meningkatkan cakupan audit atas penilaian faktor risiko yang dihadapi oleh SCM dan SCTV sejalan dengan kegiatan usahanya. Di tahun 2005 dan selanjutnya, Divisi Internal Audit telah ditetapkan melakukan pertemuan dengan Komite Audit sekurang-kurangnya sekali sebulan untuk memberi laporan mengenai kegiatan audit intern berikut temuannya. MENGUTAMAKAN TRANSPARANSI Sekretaris Perusahaan memikul tanggung jawab untuk memastikan penyebaran semua informasi yang dikeluarkan Perseroan secara tepat dan benar. Tingkat transparansi dalam Perseroan menjadi salah satu indikator integritas Perseroan,

Transforming Internal Audit and Setting-up Risk Management Function The Internal Audit focuses its audits on assessing the Company's corporate governance, risk management and internal control with integrity, objectivity and independence. The Internal Audit adheres to the Institute of Internal Auditor's Standards for the Practice of Internal Auditing as guidelines in the undertaking of audit works. The Internal Audit Charter confers the authority and responsibility to Internal Audit, ensuring unrestricted access to all SCM and SCTV activities, records, assets, and resources as well as to the Company's Audit Committee and Board of Directors. This arrangement provides Internal Audit with independence, allowing it to render impartial and unbiased judgments that are essential to the proper conduct of any internal audit works. In December 2004, Internal Audit initiated the transformation to shift its focus from compliance-based audit to risk-based audit. The plan for this transformation had been formalized by early 2005, and had begun with the identification and assessment of the various business risks facing the Company, all of which were then compiled to form the basis on which the annual audit plan and program were to be developed. In addition, the ensuing result will also be used as an initial step to formalize the risk management function within SCM and its subsidiary. This transformation is expected to be completed in 2005 as the new risk-based audit plan and program becomes effective for fiscal year 2005. In 2004, Internal Audit completed approximately 74% of the audit plan. With the new audit approach (risk-based audit) the Company expects to increase the coverage of its internal audits, especially with regards to the risk assessments of the businesses of both SCM and SCTV.

In 2005 and beyond, the Internal Audit will be required to undertake regular meetings with the Audit Committee, at least once a month to report and discuss the internal audit activities and their findings. ENSURING TRANSPARENCY The Corporate Secretary bears the responsibility of ensuring the accurate and timely dissemination of all information disclosed by the Company. The level of transparency within the Company is one indicator of its integrity, and the Corporate Secretary,

24

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

dan Sekretaris Perusahaan didukung oleh Divisi Hubungan Investor bertanggung jawab untuk menegakkannya dengan memastikan bahwa semua informasi terkait dikomunikasikan kepada seluruh stakeholder melalui edaran informasi, diskusi triwulanan dan buletin bulanan. Semua informasi ini juga tersedia di situs web Perseroan di www.scm.co.id yang dapat diakses dengan mudah setiap saat. Tugas internal Sekretaris Perusahaan mencakup kerja sama dengan Komite Manajemen Risiko dan Tata Kelola Perusahaan untuk mengkoordinasikan dan mensosialisasikan masalah tata kelola ke seluruh bagian Perseroan. Ia juga wajib menjamin bahwa prinsip-prinsip dan kebijakan Manajemen Risiko dan Tata Kelola Perusahaan yang baik dapat dipahami sepenuhnya oleh seluruh jajaran Perseroan. MENJUNJUNG TINGGI ETIKA Komitmen SCM untuk menegakkan standar integritas dan transparansi yang tinggi dijabarkan dalam Kode Etik Perusahaan yang ditetapkan oleh Komite Tata Kelola Perusahaan. Kode ini memasukkan juga unsur etika usaha dan anti korupsi, yang mencakup: · Komitmen: seluruh Komisaris, Direktur, Manajer, dan staf wajib menegakkan standar tertinggi dalam etika usaha; · Kompetensi: setiap karyawan Perseroan harus memiliki kompetensi untuk berperan dalam penciptaan lingkungan korporasi yang beretika; · Kepatuhan: Perseroan memiliki sistem pemantauan, pengawasan, dan pelaporan kepatuhan pada standar etika Perusahaan; · Komunikasi: semua urusan yang terkait dengan etika wajib dikomunikasikan secara konsisten melalui jalur yang ditetapkan; · Konsistensi: kontrol dan kepatuhan wajib diterapkan secara konsisten dan tanpa diskriminasi; · Kontrol: pengaturan mekanisme internal untuk pemantauan dan pelaporan setiap penyimpangan dari standar etika Perusahaan; · Kepeloporan: setiap karyawan Perseroan secara kolektif diharapkan untuk menjadi pemimpin/panutan dalam menegakkan etika. MANAJEMEN RISIKO SCM telah merumuskan strategi yang komprehensif untuk mengidentifikasi, memantau, dan menghindari risiko yang terkait dengan kegiatan yang berpengaruh negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan. Profil risiko Perseroan berubah dari waktu ke waktu, namun secara umum dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu risiko usaha, risiko keuangan dan risiko pasar modal.

supported by the Investor Relations Department, is charged with ensuring that all relevant information is communicated to all stakeholders through press releases, quarterly reports and monthly bulletins. All information disclosures are also available on the Company's official website at www.scm.co.id for easy access at all times.

The Corporate Secretary internal tasks include working with the Risk Management and Corporate Governance Committee in coordinating company-wide dissemination and socialization of corporate governance issues, as well as insuring that Risk Management and Good Corporate Governance principles and policies are thoroughly understood at all levels of the organization. UPHOLDING ETHICS SCM's commitment to uphold high standards of integrity and transparency is articulated in the Company's Code of Conduct laid down by the Corporate Governance Committee. The code incorporates business ethics and anti corruption issues, comprising: · Commitment: all Commissioners, Directors, Managers and staff must abide by the highest standard of business ethics; · Competence: every member of the organization must be competent enough to actively participate in the creation of an ethical corporate environment; · Compliance: the Company maintains a system for the monitoring, supervision and reporting on ethical-related issues; · Communication: all ethical-related issues must be communicated consistently through established channels; · Consistency: control and compliance must be implemented in a consistent manner without discrimination; · Control: internal control mechanisms are established for the monitoring and reporting of any deviation from ethical standards; · Pioneering: each member of the organization is expected to collectively lead the way in upholding ethics.

RISK MANAGEMENT SCM has formulated a comprehensive strategy to identify, monitor and mitigate the risks inherent in its operations that could negatively affect its business continuity. Although the Company's risk profile changes from time to time, it could be broadly categorized into business risks, financial risks, and capital market risks.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

25

RISIKO USAHA Karena pendapatan utama Perseroan bersumber dari Anak Perusahaannya, yaitu stasiun televisi swasta SCTV, maka risiko usaha utama yang dihadapi Perseroan adalah merosotnya pangsa pemirsa, yang dapat mempengaruhi penjualan iklan sebagai sumber pendapatan stasiun. Oleh karena itu, Perseroan harus mengelola dengan teliti, cermat dan hati-hati atas performa program siarannya, strategi penjadwalan program dan mutu transmisi siaran, yang kesemuanya berdampak pada peringkat dan pangsa pemirsa. Sebagai tambahan, faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi arus penghasilan Perseroan adalah termasuk fluktuasi dalam belanja iklan televisi, metode yang digunakan oleh lembaga survei independen, perubahan peraturan, ketersediaan program-program yang bermutu tinggi, dan keterbatasan tenaga profesional media. Risiko dari sisi industri yang dihadapi SCM adalah tuntutan pelanggaran hak cipta dan tindakan malpraktek, perlindungan hak cipta pada swaproduksi, ketergantungan pada pemakaian teknologi tinggi yang cepat berubah, dan kompetisi yang meningkat dari stasiun televisi satelit dan kabel, termasuk dari operator terrestrial. Perseroan telah menetapkan serangkaian strategi untuk mengatasi dan menekan risiko-risiko tersebut dengan cara: · Meningkatkan mutu program, baik melalui pembelian program unggulan yang lebih selektif atau swa-produksi, maupun memanfaatkan riset untuk mengidentifikasi program populer yang efektif untuk dipasarkan; · Menerapkan penjadwalan program yang lebih strategis; · Menggunakan porsi swa-produksi secara lebih tepat, untuk mengurangi biaya program serta ketergantungan dari pihak ketiga; · Meningkatkan mutu siaran sekaligus respons yang selektif terhadap perkembangan teknologi baru dalam penyiaran dan media; dan · Patuh terhadap semua ketentuan dan regulasi yang mengatur usaha Perseroan dan memastikan bahwa etika ditegakkan secara benar.

BUSINESS RISKS Since the Company's main revenue source is its Subsidiary, the private television station SCTV, the principal business risk faced by the Company is the decline in audience share, which may affect the sales of advertising airtime from which the station derives its income. Accordingly, the Company must diligently, carefully and prudently manage its broadcast program performance, program scheduling strategy, and quality of transmissions, all of which may have an impact on audience ratings and share. Additionally, external factors may also have an impact on the Company's revenue stream, including fluctuation in television advertising spending, survey methods used by independent agencies, regulatory changes, availability of high-quality outsourced programs, and the scarcity of media professionals. Industry-wide, SCM is also exposed to risks from copyright infringement and malpractice suits, the protection of its own copyrighted in-house programs, dependence on hi-tech equipment that may rapidly become obsolete, and growing competition from satellite and cable television stations as well as terrestrial operators. The Company has established a set of strategies to address and mitigate these risks as follows: · Improving program quality, either by being more selective in the purchase of outsourced programs and in the production of in-house programs, or by using research to identify popular programs that could be marketed more effectively; · Applying more strategic program scheduling; · Using the appropriate proportion of in-house programs in order to reduce program costs as well as dependence on outsourced materials; · Enhancing transmission quality, and responding selectively to new technological developments in broadcasting and media; and · Complying with all pertinent rules and regulations governing the Company's business and ensuring the proper conduct of business ethics. FINANCIAL RISKS The major financial risks faced by the Company are exchange rate volatility, unfavorable financial structure, inadequate cash management, asset impairment, program materials that have run-out or no longer suited to viewer's preference, and ineffective receivables collection.

RISIKO KEUANGAN Risiko finansial paling utama yang dihadapi Perseroan adalah volatilitas nilai tukar mata uang, struktur finansial yang kurang mendukung, pengelolaan kas yang lemah, aset yang rusak, materi program yang habis masa tayang atau tidak sesuai dengan selera pemirsa dan penarikan tagihan yang kurang efektif.

26

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Perseroan telah mengatasi hal-hal mendesak ini dengan menerapkan sejumlah kebijakan untuk meningkatkan struktur finansial, yang mencakup: · restrukturisasi hutang Anak Perusahaan; · mengetatkan prosedur pengelolaan kas; · memastikan jaminan asuransi aktiva tetap secara memadai; · menerapkan kebijakan kredit yang hati-hati dan konsisten kepada pelanggan; dan · kontrol dan pengawasan level persediaan program. RISIKO PASAR MODAL SCM dihadapkan pada risiko-risiko tertentu yang terkait dengan citra dan reputasi Perseroan, yang dapat secara langsung mempengaruhi kinerja saham Perseroan di bursa saham. Risiko, baik yang mungkin timbul dari kesalahan internal maupun faktor eksternal, berpotensi merusakkan akses Perseroan terhadap sumber-sumber pendanaan dari pasar modal. Untuk mengurangi risiko tersebut, Perseroan berupaya untuk mewujudkan komitmen terhadap peningkatan nilai pemegang saham dan tata kelola perusahaan yang baik, kepada para pemegang saham yang sekarang maupun yang akan datang.

The Company has addressed these contingencies by implementing policies designed to improve its financial structure, including: · debt restructuring at the Subsidiary level; · more stringent cash management; · ensuring adequate insurance coverage for all fixed assets; · applying a prudent and consistent credit policy towards clients, and · controlling and monitoring program inventory level.

CAPITAL MARKET RISKS SCM is exposed to certain risks related to its corporate image and reputation, which could directly and negatively influence the performance of the Company's stock at the stock exchange. Whether these risks arise through internal misconduct or external factors, they have the potential to jeopardize the Company's access to funding sources in the capital market. To mitigate such risks, the Company strives to demonstrate, to both existing as well as potential shareholders, its commitment towards improving shareholder's value and good corporate governance practices.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

27

Our Subsidiary - Surya Citra Televisi

Anak Perusahaan Kami - Surya Citra Televisi

Industri televisi di Indonesia sebenarnya dimulai sejak zaman TVRI di tahun 60an. Sedang industri pertelevisian swasta justru baru dimulai sejak 16 tahun yang lalu. Industri TV swasta Indonesia tumbuh dari konsep siaran regional yang lalu berkembang menjadi siaran Nasional, hanya dalam kurun waktu 4 tahun sejak TV swasta pertama diluncurkan. Dalam jangka waktu 16 tahun tersebut, Industri TV ini mengalami 2 era yang berlainan, yaitu masa di tahun 1989 ­ 2001 dimana saat itu hanya 5 TV swasta berjaringan (network) yang bersiaran, kemudian di masa tahun 2002 ­ sekarang, jumlah TV swasta berjaringan sudah bertambah hingga mencapai 10 stasiun TV. Jumlah ini belum termasuk dengan bertambahnya stasiun TV lokal yang juga bermunculan. Perolehan pendapatan iklan di media televisi, tetap mendominasi pangsa pasar pembelanjaan iklan atau advertising expenditure (ADEX) dimana mencapai pangsa pasar sebesar lebih dari 61%. Surat kabar menempati posisi kedua dengan pangsa sekitar 25% dan disusul dengan majalah/tabloid dan radio masingmasing sekitar 4-5%. Dengan jumlah "pemain" sebanyak sekarang, dan nilai pasar yang ada, akan sangatlah sulit bagi seluruh pemain untuk bisa memperoleh keuntungan yang cukup untuk mengoperasikan stasiunnya. Dari 10 stasiun jaringan yang beroperasi sekarang ini hanya beberapa stasiun TV termasuk SCTV yang mampu meraup keuntungan. Dengan hanya beberapa stasiun TV yang membukukan perolehan laba, maka masalah pembiayaan operasional menjadi hal yang sangat kritikal bagi stasiun yang lain. Kemampuan pendanaan dan penjualan, pengaturan biaya yang efisien, penyeimbangan beban program in-house vs outsourced adalah merupakan kunci sukses bagi seluruh stasiun TV. Dengan bersiaran melalui 33 stasiun transmisinya di seluruh tanah air kepada lebih dari 150 juta potensial pemirsa dan Indonesia has had a television broadcasting industry since the era of TVRI in the sixties. Meanwhile, the era of private television stations has only begun 16 years ago. In just four years since the establishment of the first private television station, the industry has moved from the regional broadcast concept to nation-wide coverage for television broadcasts. During those 16 years period, the television industry went through two distinctively different phases. During 1989 ­ 2001, when there were only 5 private television networks in operation, and then the period of 2002 and until the present time, where the number of television networks have increased to 10 stations, not counting a number of local TV stations that have also started to appear. Advertising income from the television media still dominated the market for advertising expenditure (ADEX), with a market share of more than 61%. Daily newspapers rank second with a market share of around 25%, followed by magazine/tabloid and radio with 4-5% market share each.

Considering the current number of players in the industry and the size of the market, it has become rather difficult for all of the television stations to generate adequate profits in order to fund their broadcasting operations. In fact, from the 10 network stations in existence today, only few of them ­ including SCTV managed to generate profits. With only few profitable TV stations, the issue of operational funding becomes critically important for the other TV stations. The ability to source funding and make sales, efficient costing, and balancing between in-house versus outsourced programs, represent the key to success for all television stations.

Broadcasting through 33 transmission stations and reception at more than 250 cities throughout Indonesia that reached

28

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

diterima di lebih dari 250 kota, SCTV menjadi satu dari tiga stasiun penyiaran terkemuka di Indonesia.

a potential audience of more than 150 million viewers, SCTV has become one of the three leading television broadcasters in Indonesia. SCTV has capitalized on these opportunities through a combination of prudent but flexible management, strengthened capital structure, and optimum utilization of existing assets. In support of its prime performance, the Management of SCTV has focused on a strategy of CAR (Content, Awareness, Reception), whereby SCTV's broadcasting operations will strive to provide the best Content materials, creating the widest public awareness, and with a good quality Reception at every viewer's television set.

SCTV telah memanfaatkan peluang ini melalui kombinasi pengelolaan yang hati-hati namun fleksibel, penguatan struktur modal dan pemanfaatan aset-aset yang ada secara optimal. Dalam mendukung kinerjanya Manajemen menerapkan fokus pada strategy CAR (Content, Awareness, Reception), dimana dalam melakukan siarannya SCTV akan memberikan program (content) terbaiknya, diketahui secara luas keberadaannya (awareness) oleh masyarakat dan diterima (reception) dengan baik di semua TV pemirsa.

Untuk itu perbaikan dari sisi pemilihan dan penempatan slot Accordingly, in 2004 SCTV engaged in efforts related to program program, penyebaran informasi dan promosi siaran akan slot selection and scheduling improvement, more effective keberadaan siaran SCTV di setiap kota survey AC Nielsen dissemination of SCTV program information and promotion in all serta perbaikan sistem transmisi di kota-kota utama telah cities within the AC Nielsen survey coverage, and transmission dilakukan dengan seksama di tahun 2004. Jangkauan siaran system improvement at major cities. Broadcasting reach has menjadi faktor pendukung yang penting. Untuk itu pada tahun become a key support factor. In 2004, therefore, SCTV effected 2004 telah dilakukan peningkatan daya pancar, jangkauan increases in transmission power, transmission coverage and transmisi dan perubahan kanal frekwensi di beberapa kota, changes in frequency channel distribution in its broadcasting yaitu: Denpasar, Surabaya, Malang, Balikpapan, Banjarmasin, operations in several cities, namely Denpasar, Surabaya, Malang, Pontianak, Yogyakarta, Makassar dan Palembang. Peningkatan Balikpapan, Pontianak, Banjarmasin, Yogyakarta, Makassar and daya pancar di 2 (dua) kota terakhir dilakukan karena lembaga Palembang. Power increase in the two last-named cities was pemeringkat program AC Nielsen menambah kedua kota undertaken following the inclusion of those cities in AC Nielsen tersebut dalam bagian dari survey rating. Pada tahun 2005, rating surveys. In 2005, transmission power increase has peningkatan daya pancar akan dilakukan di 5 kota, yaitu: been planned in 5 cities, namely Cirebon, Bandung, Ampenan, Cirebon, Bandung, Ampenan, Banjarmasin dan Ambon. Banjarmasin and Ambon. The construction of new transmission Pengembangan stasiun baru juga akan dilakukan di sebelas stations have also been planned in eleven cities, namely Palu, kota, yaitu: Palu, Kendari, Palangkaraya, Jayapura, Bengkulu, Kendari, Palangkaraya, Jayapura, Bengkulu, Madiun, and five Madiun, dan 5 kota lain yang other cities to be determined akan ditentukan kemudian later based on the results of berdasarkan survey rating AC Nielsen survey ratings. Komposisi program yang dikeluarkan oleh AC Program composition Nielsen. % Hasil atas upaya ini ditandai dengan dinamika perolehan pangsa pemirsa yang cukup stabil sejak awal tahun 2004 dengan rata-rata share 16,6% dan di akhir tahun 2004 posisi audience share mencapai 16,1%. Dengan kondisi yang cukup stabil ini performa SCTV meraih posisi kedua dari audience share yang merupakan bukti atas keberhasilan strategi ini. All these efforts have succeeded to stabilize the dynamics in audience market share since the beginning of 2004 with an average share of 16.6% and a year-end share position at 16.1%. With this stable condition, SCTV succeeded to position itself at the second rank in terms of audience share, indicating the successful of this strategy.

2003

2004

Import 34.0%

Local 66.0%

Import 34.0%

Local 66.0%

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

29

Dengan target utama pemirsa yaitu keluarga dari kelompok sosio-ekonomi menengah ke atas, SCTV mampu menarik iklan dari perusahaan-perusahaan utama Indonesia, dengan beberapa kategori produk yang dominan seperti produk tembakau, perawatan rumah tangga dan perlengkapan mandi. Sebagai hasilnya penjualan SCTV di tahun 2004 meraih kenaikan sebesar 17,4% lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. PROGRAM: MUTU, VARIASI DAN INOVASI Dalam mengantisipasi beragam acara yang ditawarkan televisi lain, SCTV menyiarkan serangkaian program yang komprehensif untuk seluruh kelompok usia, mulai prasekolah sampai dewasa, seluruh genre dan seluruh lapisan masyarakat. Dalam memenuhi ketentuan Undang-Undang Penyiaran SCTV secara konsisten menyesuaikan kombinasi program untuk memasukkan porsi program lokal yang lebih besar. Hasilnya, rasio program lokal dari tahun 2003 ke tahun 2004 dapat dipertahankan pada posisi 66% untuk program lokal dan 34% untuk program impor. Rangkaian tayangan program SCTV yang luas, mencakup beragam jenis program televisi, mulai dari drama seri, acara anak-anak, berita dan peristiwa, program realitas, infotainmen, olahraga, musik, feature film dan masih banyak lagi. LOGO & SLOGAN SCTV BARU Slogan `SCTV Ngetop' masih tetap menjadi identifikasi stasiun, namun guna mendorong imej stasiun menjadi lebih luas lagi SCTV mengembangkan imej baru, logo baru dan slogan baru yang mencerminkan spirit serta motivasi yang begitu kuat dalam menghibur dan memberi informasi kepada pemirsa, serta menjadikan SCTV sebagai TV pilihan pemirsa. Logo baru menampilkan wujud matahari (oranye) dalam bulat utuh yang mengandung makna SCTV kini berusia matang dan

With a primary target audience of families in the mid-to-upper socio-economic class, SCTV attracts advertising from Indonesia's foremost advertisers, with several dominant product categories such as tobacco products, household goods and toiletries. As a result, SCTV's revenues in 2004 recorded an increase of 17.4% over those in the previous year.

PROGRAM: QUALITY, VARIATION AND INNOVATION In anticipation of the variety of programs offered by other television stations, SCTV broadcasts a comprehensive mix of programs to appeal to the whole spectrum of age groups from preschoolers to adults, in every genre and for all members of the society. In compliance with the Broadcasting Law, SCTV consistently aims to align its program mix by increasing the proportion of local content. As a result, SCTV's program mix was maintained at the same proportion in 2004 as in 2003, with local programs accounting for 66% and imported programs 34%. SCTV's program lineup spanned the whole range of television programs including drama series, children programs, news and current affairs, reality shows, infotainment, sports, music, feature films and more. NEW LOGO AND SLOGAN The slogan `SCTV Ngetop' still remains as station identifier. However, in order to broaden its image even more, SCTV has developed a new logo and slogan that exemplify its strong drive and motivation to provide entertainment and information to TV viewers as the television station of choice.

The new logo depicts a perfectly round image of the sun (orange color), reflecting the coming of age of SCTV at its best

30

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

dalam wujudnya yang terbaik. Matahari ini menyinari teks SCTV yang melambangkan langit biru mengandung makna SCTV selalu cerah, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif, sekaligus menghibur dalam setiap programnya. Teks SCTV berkesan dinamis modern menyiratkan kemauan untuk terus berkembang sejalan dengan selera pemirsa dan kemajuan jaman. Teks SCTV berkesinambungan mengandung makna adanya ikatan yang kuat, baik di dalam lingkungan internal SCTV maupun antara SCTV dan pemirsanya.

form. The sun casts its rays on the logotype SCTV in sky blue color, reflecting an image of SCTV as being cheerful, bright, knowledgeable, variable, innovative and also entertaining in all of its programs. The logotype SCTV has a dynamic and modern look that conveys the desire for continuous development in line with viewers' preference and the march of time. The unbroken type lettering in SCTV reflects the strong bond that exists in internal company environment as well as between SCTV and its viewers.

Logo Lama SCTV The former SCTV Logo

Logo Baru SCTV The New SCTV Logo

Slogan `SATU UNTUK SEMUA' mengandung multi makna.

The slogan `SATU UNTUK SEMUA' (One for All) has a variety of meaning. · · First meaning: SCTV as the only television station of choice for all age and society groups; Second meaning: SCTV as the only television station of choice in innovating a wide variety of airing programs; Other meaning: SCTV strives towards its vision of becoming the number one station in the mind of viewers.

· ·

·

Makna pertama: SCTV sebagai satu-satunya stasiun televisi pilihan untuk semua kalangan dan usia; Makna kedua: SCTV sebagai satu-satunya stasiun televisi pilihan yang begitu inovatif menayangkan berbagai jenis program acara yang sangat beragam dan variatif; Makna lainnya: SCTV memiliki cita-cita luhur, untuk menjadi nomor satu, di dalam benak pemirsanya.

·

LIPUTAN 6 Imej lain yang erat dengan citra SCTV adalah adalah imej program berita Liputan 6. Salah satu programnya yaitu Liputan 6 Spesial

LIPUTAN 6 The Liputan 6 news programs have become inseparable from the image of SCTV. One of its variety is the Liputan 6 Spesial

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

31

yang sangat menarik perhatian pemirsa dan mengukuhkan reputasi SCTV sebagai liputan yang kritis dan berani namun bertanggung jawab. Liputan pemberitaannya banyak menjadi memorabilia penting pemberitaan pertelevisian. Sebut saja, Teleconference Persidangan Jakarta­Jerman pertama kali di Indonesia, Liputan Perang Irak, Melacak Jejak Korban STPDN, dan wawancara eksklusif dengan Presiden Amerika Serikat George Bush di Washington DC. Sejak Mei 1998, Liputan 6 selalu memperoleh peringkat tinggi di antara program-program berita televisi, dan ke enam program dalam Liputan 6 berhasil masuk ke jajaran 10 Program

program that particularly captured the attention of viewers and confirmed SCTV's reputation for hard-hitting but responsible reporting. Many of the news covered in the program have become an important memorabilia of television reporting. For instance, the first teleconference in Indonesia of the JakartaGermany court proceedings, the Iraqi War Coverage, `Melacak Jejak Korban STPDN', and the exclusive interviews with US President George Bush in Washington DC. Among other news program, Liputan 6 achieved the top rating program since May 1998 and Liputan 6 put its 6 programs in the top 10 News program continuously in the year 2004. Its special

Program-program Terbaik 2004 Best Program 2004 Peak Performance

Program Program Jenis Program Program Type Peringkat TV % TV Rating % Pangsa Pasar Pemirsa % Audience Share %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Koi Mil Gaya Kisah Kasih di Sekolah Di sini Ada Setan Inikah Rasanya Adam & Hawa Mujhse Dosti Karoge Si Cecep Lip 6: Ibu Pertiwi Berduka Derap Hukum Tangisan Anak Tiri Derap Hukum Mohabbaten Kawin Gantung Cinta Terbagi 5 Jangan Berhenti Mencintaiku Joshua oh Joshua Bulan Bintang Ada Apa Denganmu Derap Hukum Phyton Dil Hai Tumhaara Tusuk Jelangkung Aku Ingin Hidup Liputan 6 Petang Killer Crocodile

film drama sinetron drama sinetron horor sinetron drama sinetron drama film drama sinetron drama feature feature sinetron drama berita/news film drama sinetron drama sinetron drama sinetron drama film drama sinetron drama sinetron drama feature film horor film drama film horor sinetron drama hard news film horor

14.4 13.6 13.5 12.8 11.3 11 10.9 10.7 10.7 10.5 9.6 9.5 9.3 9.3 9.2 8.9 8.9 8.8 8.7 8.6 8.5 8.4 8.2 8 7.9

35.5 34.3 35.4 38 44 34 27.4 30.8 28.3 30.5 24.8 26 25.2 24.3 23.7 44.4 24.1 25 24.5 39.6 29.9 34.2 23.6 28.8 37.2

Sumber: Nielsen Media Research

32

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Berita terpopuler pada tahun 2004. Program Liputan 6 Spesial mengenai bencana tsunami bertajuk `Pertiwi Berduka' dan `Dari Titik Nadir' diakui sebagai salah satu program laporan khusus paling menarik dengan peringkat pangsa pemirsa masingmasing 30,8% dan 19%. Sertifikasi ISO 9001:2000 yang sudah dilaksanakan selama 3 tahun ini, membuktikan kualifikasi operasional Liputan 6 SCTV sesuai dengan praktek internasional terbaik dalam peliputan berita, dan masih menjadi satu-satunya stasiun televisi swasta di Asia yang meraih penghargaan tersebut. Terkait dengan Prosedur Standar Operasi Perseroan, spesifikasi ISO 9001:2000 mendukung kegiatan penyiaran berita SCTV, merinci kriteria dan indikator yang ketat untuk verifikasi, transparansi dan akuntabilitas serta obyektivitas dan kejujuran, dalam pengumpulan dan penyajian berita. Dalam pengembangan operasionalnya, Liputan 6 mengembangkan Biro Surabaya yang dimulai sejak 1 Agustus 2002. Pada bulan Februari 2004 Biro Surabaya sudah memulai siaran lokal selama 10 menit yang dapat diterima di sekitar GERBANGKERTASUSILA (Gersik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan). Sebagai pengembangan berikutnya, pada tanggal 17 Agustus 2004 telah dimulai siaran Lokal Jawa Timur dengan memanfaatkan teknologi video streaming yang disebar luaskan melalui pemancar di Malang, Jember dan Kediri, mencakup hampir 80% area Jawa Timur, dalam program Liputan 6 Pagi Jawa Timur.

report during tsunami disaster called `Pertiwi Berduka' and `Dari Titik Nadir' were noted as one of the highest appreciated special report program with audience share ratings of 30.8% and 19%, respectively.

The ISO 9001:2000 certification that has been undertaken for the last 3 years is a confirmation of the Company's adherence to international best practice in its Liputan 6 news program. In fact, SCTV is still the only TV station in Asia to have earned such accreditation. In conjunction with the Company's Standard Operating Procedures, the ISO 9001:2000 specifications underpin the station's news broadcast operations, specifying stringent criteria and indicators for verification, transparency and accountability, as well as impartiality and fairness, in gathering and presenting the news. In terms of operational development, Liputan 6 has established a Surabaya Bureau since 1 August 2002. In February 2004, the Surabaya Bureau began a 10-minute local news broadcast for reception around the GERBANGKERTASUSILA (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo and Lamongan) areas. In a further development, making use of video streaming technology, the station on 17 August 2004 has started its East Java local broadcast transmitted through transmission stations in Malang, Jember and Kediri to cover almost 80% of the East Java area, in Liputan 6 East Java Morning News.

PROGRAM: MUTU, VARIASI DAN INOVASI Program Seri Drama Lokal masih menjadi acara prime time yang paling digemari pemirsa, dan selalu menjadi program terbaik yang secara bergantian meraih peringkat pemirsa tertinggi. Kunci utamanya adalah pemilihan dan penempatan program. Program yang baik jika tidak disertai penempatan program yang tepat bisa saja tidak optimum hasilnya. Kedua proses ini, pemilihan dan penempatan harus dilakukan dengan benar.

PROGRAM: QUALITY, VARIATION AND INNOVATION Local drama series remain strong prime-time favorite with the viewers, and the best of them routinely draw high audience ratings. The key for success here is program selection and slot scheduling. A good program without the right program slot could end up less than optimum. The two process, program selection and slot, have to be done right.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

33

Dari hasil perhitungan audience share yang dikeluarkan badan independen Nielsen Media-SRI, SCTV menempati posisi ke-2 dalam perolehan pangsa pemirsa untuk kategori All 5+, sejak minggu ke-20 dan secara konsisten terus sejak minggu ke-47. Pada kategori All 5+ ABC yang dengan target audience SCTV yang lebih mengarah ke SES (social economic status) ABC, telah menempati posisi ke-2 justru sejak minggu ke-32. Ini menunjukkan kinerja programming yang sangat baik di tahun 2004. Penjadwalan SCTV masih terlihat didominasi oleh program dari pihak ketiga; namun, 16% program yang menduduki posisi teratas adalah merupakan hasil swa-produksi. Dalam persaingan yang sangat ketat seperti saat ini SCTV terus meningkatkan kualitas dan kuantitas serta ragam program swa-produksi. Sehingga dengan demikian dapat menyeimbangkan biaya program outsourced yang cukup mahal. Perseroan berharap untuk meningkatkannya terus seiring dengan pemberian keleluasaan dalam kreativitas produksi. SCTV berharap untuk dapat memperkenalkan format orisinil dan unik untuk menarik pemirsa yang lebih luas sekaligus para pengiklan. Tuntutan pemirsa akan siaran olahraga telah dijawab SCTV dengan memperluas cakupan acara olahraga nasional dan internasional. Pada akhir tahun 2003, SCTV memenangkan hak eksklusif atas siaran televisi dan radio Indonesia untuk Kejuaraan Piala Dunia FIFA 2006. Komitmen para sponsor atas program ini cukup bagus. Pertandingan pra-kualifikasi akan mulai dilaksanakan di awal tahun 2005. Pertandingan ini tentu diharapkan dapat mendorong minat para penggemar sepak bola untuk mulai menonton dan pada puncaknya menikmati pertandingan utama World Cup FIFA di pertengahan tahun 2006. PENGHARGAAN SCTV menghelat hajatan besar 2 kali setahun dalam memberikan apresiasinya kepada para insan musisi terpopuler dalam SCTV Music Awards serta kepada program, iklan, artis dan presenter paling populer dalam SCTV Awards. Pemilihan pemenang atas award ini murni dilakukan oleh para pemirsa melalui sistem pooling data yang dilakukan oleh SCTV, sehingga pemenang akhirnya adalah merupakan hasil yang paling independen. Kedua acara ini memperoleh tanggapan yang sangat baik dari pemirsa.

Based on the audience share calculation results issued by the independent agency of Nielsen Media-SRI, SCTV ranks at the 2nd position in terms of audience share for the All 5+ category since week 20 of 2004 and consistently so since week 47 of the year. In the All 5+ ABC category, with SCTV's target audience segments that tended more to the ABC social economic status, SCTV has ranked 2nd since week 32. This reflects the exemplary performance in programming during 2004.

SCTV's schedules are still dominated by third-party programs. However, 16% of the top-performing programs were inhouse productions. In today's tight market competition, SCTV continues to improve the quality, quantity and variety of its in-house programming, as a means to counter the increasing costs of outsourced programming. The Company expects this to increase further as the station gives more creative space to production. By introducing unique and original program formats, SCTV hopes to attract wider audience segments as well as advertising customers.

Viewers' demand for sports has prompted SCTV to extend the coverage of national and international sporting events. At the end of 2003, SCTV won exclusive rights for television and radio broadcasts in Indonesia of the FIFA World Cup in 2006. Our sponsors have made good on their commitments. The prequalification games will commence in early 2005. It is expected that football aficionados will be starting to watch these games in their television screens, towards the main events of the World Cup FIFA finals in mid 2006.

APPRECIATION Each year, SCTV hosted two major events, the SCTV Music Awards in honor of the nation's most popular artists and musicians, and the SCTV Awards in appreciation of the station's most popular programs, commercials, artists and presenters. The award winners are selected on the basis of viewers' vote through SCTV's data pooling system, ensuring the impartiality of the selection. Both events continue to attract a good response from viewers.

34

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Jumlah pemirsa yang berpartisipasi atas program ini sangatlah banyak. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah pooling yang dikumpulkan setiap eventnya, yaitu hampir mencapai 1 - 1,5 juta data pooling untuk tahun 2004 kemarin. MENATAP KE DEPAN Kompetisi diantara stasiun televisi swasta akan berlangsung dengan lebih ketat di tahun-tahun mendatang, baik dalam penerimaan iklan, penayangan program bermutu, maupun perebutan jumlah pemirsa. Menimbang tidak semua stasiun televisi memperoleh keuntungan maka dimungkinkan industri akan melakukan konsolidasi diri. Walaupun begitu, sampai proses ini selesai, SCTV akan mendapat tantangan yang cukup berat untuk meningkatkan strategi pemasaran yang inovatif, meningkatkan pengelolaan program dan mengembangkan program yang unik untuk memperkuat citra stasiun. SCTV akan terus meningkatkan efisiensi operasional pada tahun 2005 termasuk menerapkan sistem digital secara penuh di semua lini produksi dan operasi, sebagai langkah peningkatan kualitas dan efisiensi sekaligus antisipasi untuk merampingkan dan mengintegrasikan keseluruhan proses produksi dan siaran sekaligus memangkas biaya-biaya untuk jangka-panjang. Investasi atas peralatan digital ini akan dilakukan secara selektif dan hati-hati. Guna mengimbangi kemajuan teknologi, kami akan terus mengembangkan kompetensi staf melalui program pengembangan SDM yang berkelanjutan. Dengan demikian hasil yang didapat akan lebih optimum. Secara umum, prioritas kami adalah meningkatkan nilai Perseroan dan memberikan sumbangsih kepada masyarakat dengan memberikan tontonan yang berkualitas, serta memberikan nilai tambah kepada para stakeholder kami.

The number of viewers participating in the two programs is considerable. In 2004, total viewer pooling coming in amounted to between 1 - 1.5 million data pooling for each of the two events. LOOKING AHEAD Competition between the private television stations, for advertising earnings, quality programs and audience share, will become even tighter in future years. Considering that not all television stations operate profitably, it likely that the industry will undergo a consolidation. However, until this process is complete, SCTV will remain under considerable pressure to generate innovative marketing strategies, enhance program slot management and develop unique programming to strengthen station personality.

SCTV will continue to improve operating efficiency in 2005, including through the implementation of digitalization in all production and operational lines for improved quality and higher efficiency. We anticipate that this will streamline and integrate the entire production and broadcasting process as well as reducing costs in the long run. Investments in digital equipments will be undertaken carefully on a selective basis.

To keep pace with technological advances, we will continue with the development of staff competences through an ongoing human resources development in order to ensure optimum results. Overall, our priorities will be to enhance the value of the Company, contributing to the society by delivering quality viewing experience, and continually add value for our stakeholders.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

35

Current Facilities & Future Development

Fasilitas Sekarang & Pengembangan ke Depan

Manajemen SCTV menargetkan bahwa penerimaan siaran SCTV haruslah diterima dengan prima di daerah-daerah. Kualitas penerimaan yang baik di daerah menjadi faktor pendukung yang penting bagi kemampuan berkompetisi, begitu juga jangkauan siarannya. Oleh karenanya pada tahun 2004 telah dilakukan peningkatan daya pancar, jangkauan transmisi dan perubahan kanal frekwensi di beberapa kota, yaitu: Surabaya, Malang, Denpasar, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Yogyakarta, Makassar dan Palembang. Peningkatan daya pancar di 3 (tiga) kota terakhir dilakukan karena lembaga pemeringkat program AC Nielsen menambah kedua kota tersebut dalam bagian dari survey rating. Pada tahun 2005, peningkatan daya pancar akan dilakukan di 5 kota, yaitu: Cirebon, Bandung, Ampenan, Banjarmasin dan Ambon. Pengembangan stasiun baru juga akan dilakukan di beberapa kota, yaitu: Palu, Kendari, Palangkaraya, Jayapura, Bengkulu, Madiun, Kota Baru dan 6 kota lain yang akan ditentukan kemudian berdasarkan survey rating yang dikeluarkan oleh AC Nielsen. Siaran SCTV saat ini disiarkan ke lebih dari 250 kota melalui jaringan 33 stasiun transmisi di seluruh Nusantara, dan mencapai lebih dari 150 juta pemirsa. Kemampuan siaran ini didukung juga oleh 2 mobil van produksi yang masing-masing berkapasitas 6 hingga 10 kamera, 2 News Van dengan kapasitas masing-masing 4 kamera dan 2 van mobile satelit serta 1 SNG Flyway, yang difokuskan untuk peliputan event utama secara cepat. Reception quality of SCTV's broadcast in regional areas continues to be a priority of the Management. Prime reception in regional areas, as well as broadcast coverage, are key aspects in the ability to compete more effectively.

In 2004, SCTV undertook efforts to increase transmission power and broadcast reach, as well as channel changes, in several cities, namely Surabaya, Malang, Denpasar, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Yogyakarta, Makassar and Palembang. Transmission power at the three last named cities has been increased in response to the inclusion of those cities in AC Nielsen program rating survey. In 2005, SCTV plans to increase transmission power in five cities, namely Cirebon, Bandung, Ampenan, Banjarmasin and Ambon.

Construction of new transmission stations are also planned for Palu, Kendari, Palangkaraya, Jayapura, Bengkulu, Madiun, Kota Baru, and six other cities that will be determined later based on the survey rating of AC Nielsen. At present, SCTV programs are broadcast to more than 250 cities through a network of 33 transmission stations throughout Indonesia, reaching over 150 million viewers. Its broadcast capability is supported by 2 mobile production vans with 6 to 10 cameras each, 2 mobile news vans with 4 cameras each, as well as 2 mobile satellite vans and 1 SNG Flyway that are intended to enable fast coverage of important events.

36

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Dalam mengembangkan siaran lokal Jawa Timur, SCTV menerapkan sistem transmisi data video streaming. SCTV adalah stasiun pertama yang melakukan sistem ini dimana proses operasionalnya akan sangat efisien dan mudah karena memanfaatkan jaringan data yang sudah tersedia bekerja sama dengan pihak penyedia sistem komunikasi data. Program-program swa-produksi dikembangkan melalui tiga studio produksi SCTV berfasilitas lengkap. Program-program berita diproduksi di Studio 1 seluas 120 m2, yang dilengkapi dengan sistem virtual studio yang canggih, yang mampu mensimulasikan berbagai jenis set melalui image - gambar grafis 3D. Dengan sistem ini, biaya operasional studio dapat ditekan dan efektivitas perpindahan set juga makin tinggi. Studio 2 dan Studio 3, yang masing-masing berukuran 450 m2 dan 700 m2, dimanfaatkan untuk berbagai macam format program, termasuk program variety, kuis, talk show dengan audiens dan musik. Sebagai kelengkapannya adalah fasilitas pasca-produksi yang berkualitas tinggi, mencakup 16 sistem editing, 11 unit komputer grafis, dan 6 studio rekaman audio. Fasilitas subtitling digital dan peralatan produksi mulai ditambahkan pada awal 2004. SCTV mempelopori penggunaan sistem kendali siaran secara digital di Indonesia dan telah melakukan investasi yang besar dalam mengembangkan infrastruktur digital dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi tumpuan dalam pengembangan teknologi digital lain ke depan. Penggunaan sistem dan

For its local program broadcast in East Java, SCTV utilized a digital video streaming transmission system, the first TV station to do so. The system greatly enhances operational efficiency and convenience by making use of existing networks in cooperation with third-party data communication services providers.

In-house programs are produced at SCTV's three fully equipped production studios. News programs are produced at the 120 sqm Studio 1, which is equipped with a state-of-the-art virtual studio system capable of simulating various studio sets using 3D graphics imaging technology. This reduces studio operating costs considerably while also enables highly effective studio set moves. Meanwhile, Studio 2 and Studio 3, of 450 sqm and 700 sqm respectively, are used for a wide range of program formats, including variety shows, quiz shows, talk shows with audience and music programs.

These production studios are supported with high-end postproduction facilities, comprising 16 editing suites, 11 computer graphics workstations, and 6 audio recording studios. Digital subtitling facilities and EFP equipment were introduced early in 2004. SCTV pioneered the use of digital master control systems in Indonesia and has made considerable investments in expanding its digital infrastructure in recent years, which formed a basis for the use of digital technology in other areas as well in the future. The use of digital systems and technology has resulted

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

37

teknologi digital mampu meningkatkan performa operasional disamping mengurangi biaya operasi dan waktu produksi, meningkatkan daya saing dan memungkinkan kreativitas dan kontrol yang lebih besar. Transisi ke digital sudah diterapkan di seluruh aspek produksi, presentasi siaran, dan transmisi antar studio. Dalam waktu dekat SCTV akan melakukan transisi digital bagi sistem pemberitaannya dan pengarsipan. Hal ini akan menambah keunggulan SCTV di situasi kompetisi yang makin ketat, dimana kemampuan swa-produksi yang prima atas program-program bermutu dapat memenuhi keinginan pemirsa yang berubah dan terus meningkat. Melalui SCM, SCTV memenuhi tuntutan teknologi media yang terus berkembang untuk program-program hiburan dan informasi yang lebih interaktif, yang disebarkan melalui sistem video streaming berbasis internet dan juga melalui kerja sama langsung dengan penyedia telekomunikasi selular. Dengan digital video streaming, SCTV telah memberikan alternatif informasi yang lebih luas atas berita lokal dan secara substantial meningkatkan variasi berita. Disamping itu para pemirsa diberikan suatu fasilitas video on demand untuk programprogram pemberitaan Liputan 6 dan infotainmen. Ke depannya, SCTV berniat untuk terus mengeksplorasi kesempatan yang ada atas bentukan media baru, untuk itu pengembangan secara terus-menerus teknologi digital diharapkan dapat menjawab semua tantangan teknologi di masa datang.

in enhanced performance while reducing operating costs and production time, improved competitiveness, as well as greater control and creativity.

The transition to digital has been implemented in all aspects of production, broadcast presentation and inter-studio transmission. In the near future SCTV will also use digital technology in its news and archive systems. This will enhance SCTV's edge in the increasingly competitive market, where the ability to produce in-house prime quality programs that meet the ever increasing expectation of more discerning audience will prove critical. Through SCM, SCTV is keeping up with the continuing development in media technology towards more interactive entertainment and information programs, distributed through internet-based video streaming system as well as through direct cooperation cellular telecommunication service providers. The use of digital video streaming by SCTV already provides an alternative for expanded coverage on local news while also substantially increasing news variety. Viewers also have access to a video on demand facility for Liputan 6 news and infotainment programs. Going forward, SCTV intends to continue exploring all available opportunities afforded by the new media, in which the continuing progress and developments in digital technology is expected to play an increasingly important role.

38

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Pelatihan dan Pengembangan Keberadaan karyawan merupakan kunci atas keberhasilan setiap gerak langkah operasional Perseroan. Investasi ditanamkan dalam pengembangan mereka menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka-panjang kami. Inilah mengapa dalam nilai-nilai utama Perseroan ditekankan terlebih dahulu pengembangan nilai-nilai individual. Sejalan dengan salah satu filosofi kami yaitu menjadi individu yang terbuka (teachable), maka program pengembangan SDM harus mendukung program pembelajaran dan pengembangan diri yang berkelanjutan. Program pengembangan sumber daya manusia Perseroan diselaraskan bersama Anak Perusahaan sehingga didapat kesamaan dan kepaduan sistem kerja di antara kedua Perusahaan disamping perluasan cakrawala dan keahlian karyawan untuk dapat mengikuti perubahan yang cepat atas teknologi yang terus berevolusi, tidak terbatas hanya di bidang televisi saja namun di dunia media secara keseluruhan. Secara bertahap dan berkesinambungan telah dilakukan penataan yang lebih maju atas sistem kekaryawanan dan pembinaan sumber daya manusia. Untuk memastikan tercapainya tujuan tersebut, kami menyelenggarakan evaluasi menyeluruh tentang program SDM dan dirumuskannya sistem baru yang berbasis kompetensi, dimana dirancang untuk menjamin bahwa para karyawan memiliki sarana yang diperlukan untuk mengembangkan potensi profesional dan pribadi mereka. Di tahun 2004, dengan bantuan konsultan SDM dibangun suatu infrastruktur untuk menyajikan layanan SDM yang selaras dengan strategi bisnis Perseroan. Saat ini, konsultan tengah bekerja bersama tim antar departemen untuk melakukan kajian atas Sistem Manajemen Kinerja SCTV sehingga didapat 4 sasaran utama, yaitu: 1. Mengembangkan sistem manajemen yang menumbuhkan rasa memiliki di Perseroan; 2. Menciptakan kondisi-kondisi yang lebih memotivasi dan mengatasi masalah-masalah kinerja bawahan melalui proses seperti coaching and counseling; 3. Memperjelas sasaran organisasi yang selaras dengan sasaran usaha; 4. Mengembangkan manajemen keteladanan dalam komunikasi dua arah yang menjunjung transparansi dan keterbukaan.

Training and Development SCM recognizes that its people are key to the success of the Company, and continuous investments in their development are therefore an important part of our long-term growth strategy. That is why our core corporate values emphasize first the development of personal values. In line with one of these personal values, namely being a `teachable' individual, our human resources development (HRD) program is geared in support of continuous learning and self-development of the individual. The human resources development program at SCM is aligned with the HRD program of its Subsidiary, giving a shared and integrated work system between the two companies, and is aimed at broadening the horizon and expertise of employees in order to keep pace with rapid changes in the continuing technological evolution, not only of television technology but also in the media industry as a whole. The human resources development and management systems are continually being enhanced in stages. Toward this end, we undertook a thorough evaluation of the HRD program, which resulted in a new, competency-based system that is designed to ensure that our people have the necessary tools needed to achieve their professional and personal development potential.

In 2004, with the assistance of an HRD consultant, we began the development of a human resources management infrastructure that is more aligned with the business strategy of the Company. Currently, the consultant is working with our inter-departmental team in reviewing SCTV's Performance Management System with four primary objectives in mind, namely: 1. Developing a management system that fosters a sense of belonging in the Company; 2. Creating conditions that support resolution of employee motivational and work performance issues through methods such as coaching and counseling; 3. Sharpening organizational objectives in alignment with business objectives; 4. Developing a management-by-example culture through two-way communication that promotes transparency and disclosure.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

39

Human Resource Development

Pengembangan Sumber Daya Manusia

Kesejahteraan Karyawan Dua prioritas penting Perseroan adalah meningkatkan kesejahteraan dan kinerja karyawan. SCM dan anak Perusahaannya telah menjalankan Program Opsi Kepemilikan Saham Karyawan (ESOP) yang mengatur keseimbangan kebutuhan finansial karyawan dengan kepentingan pemegang saham, melalui pemberian insentif dalam bentuk opsi warrant untuk pencapaian tujuan strategis Perseroan. Pada 2002, sebanyak 18.750.000 warrant telah dialokasikan ke opsi saham Tranche-A yang telah dikonversikan secara keseluruhan pada tanggal 28 Februari 2003. Sedangkan 56.250.000 opsi saham Tranche-B akan dialokasikan dalam lima tahun berdasarkan pencapaian target kinerja karyawan per tahun. 35% opsi saham Tranche-B, telah disalurkan kepada karyawan dalam 2 tahap yaitu pada tanggal 11 Mei 2003 dan 11 Mei 2004. Kedua opsi saham Tranche-A dan Tranche-B ini dibagikan ke seluruh karyawan SCM dan SCTV dalam rangka ESOP. Untuk mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan rumah tangga, SCM dan Anak Perusahaan juga memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan kegiatan olahraga, musik, otomotif dan aktivitas sosial, serta mensponsori sejumlah karyawan untuk melaksanakan ibadah haji. Melalui program-program tersebut, kami berupaya untuk mewujudkan penerapan dua nilai utama kami, yaitu menjadi bijaksana (Thoughtful) dan bersyukur (Thankful). Perseroan dan Anak Perusahaannya meneruskan kerja sama dengan sebuah bank swasta untuk menyediakan pinjaman yang disubsidi untuk pembelian sepeda motor. Program manfaat dan dana pensiun karyawan juga telah ditata dengan menyesuaikan atas Undang-Undang Ketenaga-kerjaan terbaru.

Employee Welfare Enhancing employee welfare and improving performance remain the two important priorities of the Company. SCM and its subsidiary have adopted an Employee Stock Option Program (ESOP) that aligns employees' financial interests with those of the shareholders, giving employees a concrete incentive, in the form of warrant option, to achieve the Company's strategic objectives. In 2002, some 18,750,000 warrants were allocated to Tranche-A share options, all of which were converted on 28 February 2003. A total of 56,250,000 Tranche-B share options will be awarded over a five-year period based on the achievement of employee performance targets each year. 35% of the Tranche-B share options have been allocated to employees in two batches, on 11 May 2003 and 11 May 2004, respectively. Both Tranche-A and Tranche-B share options are distributed to employees of SCM and SCTV under the ESOP.

To help employees achieve a balance between their work and home lives, SCM and its Subsidiaries provide opportunities for employees to participate in sports, musical, automotive and other social activities, as well as sponsoring employees to undertake the Haj pilgrimage. Through such programs, we endeavor to live up to two of our core values, being `thoughtful' and `thankful'.

The Company and its Subsidiary also continue with the ongoing arrangement with a private bank to provide subsidized loans for the purchase of motorcycles. Our employee benefit and pension plan have also been reformed in compliance with recent labor legislation.

40

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Sejalan dengan visinya untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan masyarakat, SCM beserta anak Perusahaan, SCTV, memainkan peran penting dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan serta kesadaran masyarakat atas berbagai isu penting melalui program favorit pemirsa untuk berita dan peristiwa saat ini, seperti Liputan 6, Derap Hukum, Sigi dan Topik Minggu Ini. Walaupun begitu, kami sadar bahwa tanggung jawab kami lebih dari sekedar sumber yang dipercaya atas informasi dan hiburan. Kami berupaya menjadi anggota komunitas yang lebih proaktif, dan peduli atas beragam masalah sosial yang terjadi di sekitar kita. Melalui serangkaian kegiatan eksternal, kami bertekad untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, karena kami merasa bahwa kami berawal dari komunitas dan kepada komunitaslah segala manfaat diberikan. Pundi Amal SCTV merupakan sarana bagi pemirsa untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap kaum yang kurang beruntung. Berkat kedermawanan mereka, kami telah mampu meringankan orang-orang yang menjadi korban epidemi, penderita sakit yang tak mampu, bencana alam dan konflik di lebih dari 300 lokasi di seluruh Indonesia sejak tahun 2000. Di awal tahun 2004, SCTV melakukan inisiatif untuk mengurangi dampak epidemi demam berdarah terparah di Jabotabek dengan membantu para penderita demam berdarah dan masyarakat Jakarta dengan melakukan pengasapan gratis. Bahkan SCTV adalah satu-satunya stasiun televisi yang secara aktif, langsung menjemput para penderita demam berdarah yang tidak mampu langsung ke rumah mereka masing-masing dan membawa mereka ke rumah sakit, juga mendistribusikan dana bantuan kepada rumah sakit untuk perawatan penderita yang tidak mampu. Total dana yang disalurkan untuk musibah ini lebih dari Rp 1,7 miliar dari total dana yang disumbang sebesar Rp 4 miliar untuk 2.433 orang penderita. Sisa dana tetap disimpan dan digunakan sesuai tujuan para dermawan.

In line with its vision to make a meaningful contribution to the nation and people of Indonesia, SCM and its subsidiary, SCTV, continue to play an important role in broadening and enhancing public knowledge, horizons and awareness on various important issues through highly popular news and current affairs programs such as Liputan 6, Derap Hukum, Sigi and Topik Minggu Ini. Nevertheless, we believe that our responsibility goes beyond being a trusted source of information and entertainment. We strive to become a member of the community that is actively concerned about various social issues within that community. Through external company activities, we aim to deliver benefits to the community. By sharing and giving, we acknowledge that we always a part of the community.

The Pundi Amal SCTV provides TV viewers with a conduit to express their care and concern for the less fortunate. Thanks to their generosity, we have been able to provide relief to victims of epidemic, natural disasters and conflicts at more than 300 locations in throughout Indonesia since year 2000.

Early in 2004, SCTV took the initiative to help lessen the impact of the worst dengue fever epidemic yet that have struck the Jabotabek area, by providing free fumigation. In fact, SCTV was the only television station that actively volunteers help by visiting victims of the poor families directly at their homes and transporting them to hospitals, as well as channeling funds to hospitals for the treatment of those that were unable to pay. Out of Rp 4 billion of viewers' donations, more than Rp 1.7 billion have been allocated to 2,433 victim of the dengue fever, while the remaining amount is still in our keeping to be used as directed by the donor.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

41

Corporate Social Responsibility

Tanggung Jawab Sosial Perseroan

Perjalanan hingga ke pedalaman Nabire-Papua, Kabupaten Sikka-Pulau Flores, Alor-Nusa Tenggara Timur, Gowa-Sulawesi Selatan dilakukan oleh Tim Pundi Amal dengan penuh dedikasi, dan satu tujuan, agar penderitaan keluarga sebangsa dan setanah air dapat diringankan dengan bantuan kami. Di bulan Desember 2004 terjadi bencana alam yang sangat hebat dan terbesar selama 100 tahun terakhir yaitu bencana gempa bumi dan gelombang tsunami yang terjadi secara bersamaan di beberapa negara. Terparah di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pada bencana ini Tim Pundi Amal adalah tim pertama yang masuk di pedalaman Aceh bersama Tim Palang Merah Indonesia untuk membantu para korban. Besar dana yang sudah disalurkan lebih dari Rp 5,2 miliar dari total yang telah dihimpun sebesar Rp 38 miliar. Selanjutnya dana ini akan dipakai untuk pembangunan berbagai fasilitas umum seperti puskesmas, sekolah, rumah ibadah dan sarana sanitasi. Dana Pundi Amal tersebut diaudit secara berkala oleh akuntan publik dan setiap bantuan yang ada disalurkan melalui organisasi yang kompeten seperti Palang Merah Indonesia. Sebagai bagian dari kontribusi Perseroan secara langsung kepada masyarakat, Perseroan memberikan beasiswa, dengan nilai total Rp 3 juta per orang, untuk 130 mahasiswa yang layak menerima di 13 universitas negeri. Perseroan juga memberi penghargaan kepada 60 guru yang bekerja di pelosok tanah air terpencil atas kontribusi mereka terhadap pendidikan, dengan memberikan insentif berjumlah total Rp 180 juta. Perseroan juga menjangkau para profesional muda generasi baru melalui kampanye `SCTV Goes to Campus', dengan mengunjungi 13 kota di seluruh Indonesia selama 2004. Seperti tahun-tahun sebelumnya, SCTV bertujuan tidak hanya menarik potensi-potensi terbaik dan cemerlang ke karir bidang penyiaran, namun juga melibatkan mahasiswa dalam aneka ragam isu media melalui kombinasi yang menarik dari seminar, diskusi dan kontes.

With the sole aim of helping lessen the suffering of fellow countrymen and women, the dedicated members of Pundi Amal Team traveled far into the hinterland of Nabire at Papua, the Sikka region at Flores, Alor at Nusa Tenggara Timur, and Gowa at South Sulawesi. In December 2004, an earthquake and tsunami, the largest and most devastating natural disaster on record in the last 100 years, struck several countries simultaneously. The worst hit was the Province of Nanggroe Aceh Darussalam. The Pundi Amal Team was one of the first relief teams that, along with the Indonesian Red Cross Team, went in to help the victims in Aceh. More than Rp 5.2 billion was allocated to the relief efforts, out of a total of Rp 38 billion that had been mobilized. The remaing funds would eventually be used in the construction of various public facilities such as medical clinics, schools, places of worships and sanitary facilities. The Pundi Amal fund is regularly audited by independent public auditors, whereas every fund allocation is channeled through reliable organizations such as the Indonesian Red Cross. As part of its direct social contributions, the Company has an annual scholarship program, worth a total of Rp 3 million each person, awarded to 130 deserving students at 13 state universities. The Company also recognized 60 teachers working in the more remote parts of the country for their contribution to education, donating a total of Rp 180 million in cash grants.

The Company is also reaching out to the next generation of media professionals through the `SCTV Goes to Campus' campaign, which covered 13 cities throughout Indonesia in 2004. As in previous years, SCTV aims not only to attract the best and brightest talents to a career in broadcasting, but also to engage students on a whole range of media issues through a stimulating mix of seminars, discussions and contests.

42

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Pendapatan Bersih Konsolidasi Pada tahun 2004, SCM membukukan pendapatan konsolidasi bersih sebesar Rp 985,0 miliar, atau tumbuh 18,9% YoY (yearon-year). Di tingkat induk perusahaan, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 23,1 miliar di 2004 terutama dari layanan nilai-tambah SMS, yang merupakan kenaikan signifikan dari pendapatan bersih sebesar Rp 6,3 miliar di tahun 2003. Di tingkat anak perusahaan, pendapatan bersih SCTV tumbuh 17,4% YoY menjadi Rp 964,7 miliar. Peningkatan pendapatan bersih SCTV berasal dari keberhasilan diversifikasi di bidang pemasaran kepada advertising agency yang lebih kecil, serta pemulihan penghasilan iklan dengan menghapuskan bonus spot yang berlebihan sehingga berdampak pada peningkatan tarif iklan efektif (rate card). Beban Program dan Penyiaran Beban program dan penyiaran konsolidasi SCM meningkat sebesar 20,7% YoY menjadi Rp 532,4 miliar, dari Rp 441,0 miliar pada tahun 2003. Beban program konsolidasi naik 20,2% menjadi Rp 504,6 miliar, dari Rp 419,9 miliar pada tahun sebelumnya. Investasi pada program-program unggulan tetap menjadi prioritas Manajemen SCTV di tengah ketatnya persaingan di industri ini. Kemampuan SCTV untuk mempertahankan pangsa pemirsa yang stabil tercermin pada kenaikan beban program dan penyiaran tiap tahun yang relatif konstan, dimana pada tahun 2003 kenaikan beban program dan penyiaran adalah 22,4% YoY.

Consolidated Net Revenue In 2004, SCM booked consolidated net revenues of Rp 985.0 billion or 18.9% YoY growth from last year. The holding company generated Rp 23.1 billion net revenues in 2004 mainly through value added SMS services, which represents a marked revenue improvement given only Rp 6.3 billion net revenue achievement in 2003. At the subsidiary level, SCTV's net revenue grew by 17.4% YoY from last year to Rp 964.7 billion. The increase in SCTV's net revenue was attributed to the successful diversification of sales efforts into smaller advertising agencies and restoration of advertising yields by eliminating excessive bonus spots which led to an overall increase in effective rate cards.

Programming and Broadcasting Costs SCM`s consolidated programming and broadcasting costs increased by 20.7% YoY to Rp 532.4 billion in 2004 from Rp 441.0 billion in 2003. The consolidated programming costs went up by 20.2% to Rp 504.6 billion from Rp 419.9 billion in the previous year. The requirement to invest in high quality programs remained high in SCTV's Management task list given the current competitive industry landscape. SCTV's ability of maintaining stable audience share during the year had resulted in programming and broadcasting costs growth being kept at constant level considering that SCTV posted a 22.4% YoY programming & broadcasting costs growth from 2003.

Pendapatan Bersih Net Revenue

dalam miliar Rp · in billions of Rp

Biaya Program dan Siaran Programming and Broadcasting Expenses

dalam miliar Rp · in billions of Rp

985.0 800.1 729.0 828.1 360.2 361.7 441.0

532.4

0.0

0.0

2000

2001

2002

2003

2004

2000

2001

2002

2003

2004

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

43

Management's Discussion & Analysis

Pembahasan Umum dan Analisa Manajemen

Rata-rata pangsa pemirsa pada tahun 2004 adalah 16,6% dibandingkan rata-rata 16,3% pada tahun 2003. Tim program SCTV memperlihatkan kinerja yang meningkat, membawa SCTV menduduki peringkat ke-2 pangsa pemirsa keseluruhan untuk bulan November dan Desember 2004. Dibandingkan perusahaan lain di industrinya, pangsa pemirsa SCTV relatif stabil, juga ketika pada tahun 2004 AC Nielsen memperluas basis surveinya dari 6 kota menjadi 9 kota, dimana keberadaan SCTV tidak begitu kuat. Keberhasilan mempertahankan kestabilan pangsa pemirsa selama tahun berjalan didukung oleh: · investasi untuk meningkatkan citra dan persepsi terhadap Perseroan, melalui slogan CAR ( Content, Awareness, Reception); · perbaikan terus-menerus pada jadwal program untuk meningkatkan program-program prime time; · penayangan program-program baru yang sesuai dengan kecenderungan pasar; · peningkatan kemampuan dan daya transmisi, terutama di kota-kota besar yang tercakup dalam survey Media Research AC Nielsen; · upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pangsa pemirsa non-prime time melalui seleksi cermat terhadap program kompetitif di slot-slot tertentu sesuai preferensi pemirsa. Beban Umum dan Administrasi Beban umum dan administrasi konsolidasi SCM meningkat 12,9% menjadi Rp 238,2 miliar, terutama berasal dari:

The average audience share for year 2004 was 16.6% as compared to an average of 16.3% in 2003. The programming team delivered an improved performance with SCTV moving to second rank overall audience share in November and December 2004. SCTV achieved low volatility in audience share relative to the rest of the industry. This achievement occurred despite AC Nielsen expanded its survey cities from 6 to 9 throughout 2004 where SCTV did not have strong presence.

The success in maintaining stable audience share throughout the year was supported by: · investment to improve the station's image and perception through SCTV's CAR (Content, Awareness, and Reception) slogan; · continuous schedule fine-tuning to further improve prime time programming; · introduction of new programs in line with current market trends; · further transmission upgrades, especially in major cities covered in AC Nielsen Media Research survey; · continued efforts to improve non prime-time audience share through careful screening of competitive programs in particular slots in line with audiences' preferences.

General and Administrative Expenses SCM`s consolidated general and administrative expenses rose by 12.9% to Rp 238.2 billion, primarily as a result of:

Beban Umum dan Administrasi General and Administrative Expenses

dalam miliar Rp · in billions of Rp

Laba Usaha dan Marjin Laba Usaha Income from Operation and Operating Profit Margin

dalam miliar Rp · in billions of Rp Marjin Laba Usaha Operating Profit Margin

33.1 238.2 211.0 183.8 127.5

Laba Usaha Income from Operation

31.8 254.5

21.3 241.2

21.8 214.4

176.1

0.1

2000

2000

2001

2002

2003

2004

(-0.1)

2001

2002

2003

2004

44

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

·

·

Kenaikan beban remunerasi dan tunjangan karyawan sebesar 12,0% menjadi Rp 134,7 miliar akibat adanya penyesuaian skala gaji serta penambahan jumlah karyawan Perseroan dan Anak Perusahaan dari 1.053 menjadi 1.128 orang (diluar pegawai tidak tetap) dibandingkan periode yang sama; Kenaikan sebesar Rp 2,6 miliar pada beban representasi dan jamuan.

·

·

An increase of employee remuneration and benefit of 12.0% to Rp 134.7 billion due to an increase in pay scales and the number of employees in the Company and Subsidiary from 1,053 to 1,128 employees (excluding non-permanent staffs) over the same period; Rp 2.6 billion increase in representation and entertainment.

Rasio beban umum dan administrasi terhadap pendapatan bersih membaik dari 25,5% pada tahun 2003 menjadi 24,2% tahun 2004. Laba Usaha Laba usaha konsolidasi meningkat sebesar 21,8% menjadi Rp 214,4 miliar, akibat kenaikan pendapatan bersih sebesar 18,9% yang lebih besar dari kenaikan beban program dan penyiaran sebesar 20,7% (bandingkan dengan kenaikan pendapatan bersih 3,5% dan kenaikan beban program dan penyiaran 22,4% di tahun 2003), sementara beban umum dan administrasi meningkat lebih lambat sebesar 12,9% YoY. Marjin laba usaha sedikit membaik menjadi 21,8%, dari 21,3% di tahun 2003. EBITDA (Pendapatan Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi) konsolidasi mencapai Rp 255,1 miliar, meningkat 19,4% YoY, sementara marjin EBITDA stabil pada 25,9%, dibandingkan 25,8% pada tahun sebelumnya.

General and Administrative expenses as a percentage of net revenue slightly declined to 24.2% in 2004 from 25.5% in 2003. Income from Operations Consolidated income from operations rose by 21.8% to Rp 214.4 billion as 18.9% net revenue growth was more than offset total programming and broadcasting costs growth of 20.7% (as opposed to 3.5% YoY revenue growth and 22.4% Programming & Broadcasting costs growth in 2003) while general and administrative expenses increased at a lesser pace of 12.9% YoY. Operating margin slightly improved to 21.8% in 2004 from 21.3% in 2003.

Consolidated EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization) reached to Rp 255.1 billion, up by 19.4% YoY while EBITDA margin was stable at 25.9% from 25.8% a year ago.

Laba Sebelum Pajak Penghasilan dan Pos Luar Biasa Income Before Income Tax and Extraordinary Items

dalam miliar Rp · in billions of Rp

Laba Bersih Net Income

dalam miliar Rp · in billions of Rp

224.8

216.2

180.8

132.2 104.3 69.0 1.7 2001 2002 2003 2004 2000 7.8 53.9

1.7 2000

2001

2002

2003

2004

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

45

Beban Lain-Lain - Bersih Beban lain-lain - bersih meningkat menjadi Rp 110,1 miliar, dari Rp 43,9 miliar pada tahun 2003. Peningkatan ini terutama berasal dari: · Kenaikan beban bunga bersih dari Rp 26,3 miliar di tahun 2003 menjadi Rp 45,8 miliar, akibat pembayaran bunga obligasi SCTV setahun penuh pada tahun 2004 (sebelumnya hanya untuk periode 6-bulan sejak diterbitkan bulan Juni 2003) dan penurunan pada pendapatan bunga; · Penyesuaian pada beban pajak; · Rugi dari selisih nilai tukar valuta asing sebesar Rp 4,1 miliar, dibandingkan laba selisih nilai tukar sebesar Rp 1,6 miliar di tahun 2003. Laba Bersih Laba bersih konsolidasi SCM pada tahun berjalan adalah sebesar Rp 53.9 miliar, dibandingkan dengan Rp 69.0 miliar pada tahun 2003, mencerminkan penurunan 22,0% YoY, dimana kenaikan laba usaha sebesar 21,8% terkompensasi oleh kenaikan yang lebih tinggi pada beban bunga dan lain-lain bersih. Arus Kas Arus kas operasi mencatat perubahan menjadi positif sebesar Rp 160,6 miliar, dari negatif Rp 174,1 miliar di tahun sebelumnya, akibat peningkatan penerimaan tunai sebesar Rp 299,9 miliar dan penurunan sebesar Rp 70,0 miliar pada pembayaran pajak pada tahun 2004, sekalipun terkompensasi oleh kenaikan sebesar Rp 28,4 miliar pada pembayaran beban bunga dan keuangan.

Other Charges - Net Other Charges - Net increased from Rp 43.9 billion in 2003 to Rp 110.1 billion. This increase was mainly resulted from: · Higher net interest expenses stemming from SCTV's bond coupon payment for full year 2004 (contrary to only a 6-month coupon payment of bonds issued in June 2003) and lower interest income of Rp 45.8 billion, from Rp 26.3 billion in 2003; Tax charges adjustments; Foreign exchange losses of Rp 4.1 billion in 2004 as compared to foreign exchange gain of Rp 1.6 billion in 2003.

· ·

Net Income SCM's consolidated net income for the year was Rp 53.9 billion as compared to Rp 69.0 billion in 2003 or a 22.0% YoY decline as 21.8% growth in operating profit was negated by higher net interest charges and other charges.

Cash Flows The operating cash flows recorded a shift to positive cash flows of Rp 160.6 billion from negative cash flows of Rp 174.1 billion a year ago due to improved cash collection from customers by Rp 299.9 billion during 2004, and Rp 70.0 billion decline in income taxes payments, though these were offset by Rp 28.4 billion increase in payments for interest and bank charges.

Jumlah Aktiva Total Assets

dalam miliar Rp · in billions of Rp

Jumlah Kewajiban Total Liabilities

dalam miliar Rp · in billions of Rp

Jumlah Ekuitas Total Equity

dalam miliar Rp · in billions of Rp

1,930.1 1,827.4 1,899.8 1,519.2

888.8 668.5 722.0 703.7 1,158.9 1,177.8 1,226.4

583.8 362.0 362.0 0.0 2001 2002 2003 2004 2000 2001 2002 2003 2004 2000 2001 2002 2003 2004

2000

46

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Pengeluaran untuk barang modal pada tahun berjalan tercatat sebesar Rp 45,1 miliar, sementara tidak terdapat pemakaian kas yang signifikan pada aktivitas pendanaan kecuali pembayaran dividen tunai sebesar Rp 9,5 miliar. Sebagai akibatnya, SCM membukukan kenaikan kas dan setara kas sebesar Rp 106,7 miliar. Aktiva Lancar Pada 31 Desember 2004, SCM memiliki aktiva lancar sejumlah Rp 849,9 miliar, yang terutama berupa kas dan setara kas, piutang usaha, dan persediaan program. Total aktiva lancar naik sebesar 2,4% pada tahun tersebut, sehingga memberikan likuiditas kas pada SCM sebesar Rp 343,0 miliar, atau naik 45,2% YoY, sementara persediaan program berkurang sebesar 20,3% YoY menjadi Rp 225,4 miliar pada akhir tahun 2004. Aktiva Tidak Lancar Pada 31 Desember 2004, SCM memiliki aktiva tidak lancar sejumlah Rp 1.080,1 miliar, terutama berupa properti dan perlengkapan SCTV sebesar Rp 285,2 miliar, dan goodwill senilai Rp 685,4 miliar yang berasal dari akuisisi SCTV oleh SCM. Pada pos aktiva lain-lain, SCM memiliki pembayaran uang muka oleh Anak Perusahaan untuk hak eksklusif penyiaran televisi dan radio di Indonesia untuk Kejuaraan Piala Dunia FIFA 2006. Aktiva tidak lancar SCM meningkat 0,9% dari Rp 1.070,0 miliar pada tahun 2003. Kewajiban Lancar Pada 31 Desember 2004, kewajiban lancar SCM adalah sebesar Rp 229,7 miliar, menurun 15,0% dari Rp 270,3 miliar pada tahun 2003. Kewajiban Tidak Lancar Pada 31 Desember 2004, SCM memiliki kewajiban tidak lancar sebesar Rp 473,9 miliar, naik 4,9% dari setahun sebelumnya, dan terutama berupa obligasi SCTV senilai Rp 425 miliar.

Capital expenditures for the year under review totalled Rp 45.1 billion while SCM has no significant use of cash flows for financing activities except for a payment of cash dividends of Rp 9.5 billion. As a result of the above-mentioned factors, SCM posted a net increase in cash and cash equivalents of Rp 106.7 billion. Current Assets As of 31 December 2004, SCM had consolidated current assets amounting to Rp 849.9 billion, comprising mainly of cash and cash equivalents, trade receivables, and program inventories. Consolidated current assets rose by 2.4% during the year, providing SCM with a cash liquidity of Rp 343.0 billion, an increase of 45.2% YoY while program inventories declined by 20.3% to Rp 225.4 billion by year-end 2004. Non Current Assets As of 31 December 2004, SCM carried consolidated noncurrent assets totaling Rp 1,080.1 billion, principally consisting of SCTV's property and equipment of Rp 285.2 billion, and goodwill valued at Rp 685.4 billion arising from the acquisition of SCTV by SCM. In other assets, SCM has advances paid by the Subsidiary to a supplier for the exclusive television and radio exploitation rights in Indonesia in relation to the 2006 FIFA World Cup. SCM's consolidated non-current assets grew 0.9% from the amount of Rp 1,070.0 billion in 2003. Current Liabilities As of 31 December 2004, SCM had consolidated current liabilities of Rp 229.7 billion, a decline of 15.0% from Rp 270.3 billion in 2003. Non Current Liabilities As of 31 December 2004, SCM had consolidated long-term liabilities of Rp 473.9 billion, grew only by 4.9% over the same period of last year which mainly consisted of SCTV's Rp 425 billion outstanding bonds payable. Equity SCM's equity increased by 4.1% to Rp 1,226.4 billion as of 31 December 2004. SCM carried a net debt position of Rp 77.5 billion as at 31 December 2004 with net debt to equity ratio of 6.3%, an improvement from that of 15.5% a year ago mainly due to the significant cash accumulation as a result of strong sales and cash collections during the year.

Ekuitas Ekuitas SCM meningkat sebesar 4,1% menjadi Rp 1.226,4 miliar pada 31 Desember 2004. SCM mempunyai posisi hutang bersih sebesar Rp 77,5 miliar, dengan rasio bersih hutang terhadap ekuitas 6,3%, atau 15,5% membaik dibandingkan tahun sebelumnya, akibat akumulasi kas yang signifikan dari aktivitas penjualan dan penerimaan kas yang meningkat selama tahun berjalan.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

47

Responsibility for Financial Reporting

Tanggung Jawab Pelaporan Keuangan

Laporan keuangan PT Surya Citra Media Tbk. untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, merupakan tanggung jawab manajemen serta dijamin kebenarannya oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan membubuhkan tanda-tangannya masing-masing di bawah ini. Laporan Keuangan tersebut telah dibuat sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang diedarkan oleh BAPEPAM serta mencakup beberapa bagian yang didasarkan pada estimasi dan penilaian terbaik oleh Manajemen dengan pertimbangan dari sisi dampak material. SCM memiliki prosedur akuntansi dan pelaporan yang mencakup seluruh sistem pengawasan internal yang diperlukan guna memastikan bahwa seluruh transaksi telah diotorisasi dan dibukukan, seluruh aktiva tersedia dan dipergunakan sebagaimana mestinya, serta seluruh kewajiban telah diketahui. Laporan keuangan SCM telah diaudit oleh Auditor Independen Prasetio, Sarwoko dan Sandjaja, yang pernyataan pendapatnya disajikan di halaman berikut. The financial statement of PT Surya Citra Media Tbk. for the year ended 31 December 2004 is the responsibility of the Management and has been approved by members the Board of Commissioners and the Board of Directors whose signatures appear below. This financial statement has been prepared in conformity with the Indonesian Generally Accepted Accounting Principles, the Financial Statement Accounting Standards, Capital Market Supervisory Board's (BAPEPAM) regulation and the Guidelines for Financial Statements Presentation as circulated by BAPEPAM and includes certain parts that are based on the best estimates and informed judgment of the Management with due consideration to materiality. SCM maintains a system of accounting and reporting which provides for the necessary internal control systems to ensure that all transactions are properly authorized and recorded, assets are properly accounted for and safeguarded against unauthorized use, and disposition and liabilities are duly recognized. The financial statement of SCM has been audited by the Independent Auditors Prasetio, Sarwoko and Sandjaja, whose letter of opinion is presented on the facing page.

Dewan Komisaris

Board of Commissioners

Komisaris Commissioner

Agus Lasmono

Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner

Segara Utama

Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner

Glenn M.S. Yusuf

Direksi

Board of Directors

Direktur Utama President Director

Fofo Sariaatmadja

Direktur Tidak Terafiliasi Non Affiliated Director

Sugeng Purwanto

48

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

105

Corporate Data

Data Perseroan

Company Information

Informasi Perusahaan

NAMA PERUSAHAAN ALAMAT

PT SURYA CITRA MEDIA Tbk. Grha SCTV, Lantai 5 Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 21 Jakarta 12930, Indonesia Tel. : (62-21) 252 5268 Fax. : (62-21) 252 5269 Website : www.scm.co.id

NAME OF CORPORATION ADDRESS

PEMBENTUKAN PERUSAHAAN PT Surya Citra Media Tbk. didirikan dengan nama PT Cipta Aneka Selaras berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 3 tanggal 29 Januari 1999, dibuat di hadapan Umar Saili, SH., Notaris di Tangerang, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-18033 HT.01.01.Th.99 tanggal 25 Oktober 1999, yang telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat dibawah No. 1024/BH.09-02/IX/2000 pada tanggal 26 September 2000 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 9 tanggal 29 Januari 2002, Tambahan No. 997. Perseroan mengubah namanya menjadi PT Surya Citra Media berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perubahan Anggaran Dasar No. 103 tanggal 31 Desember 2001, dibuat di hadapan Aulia Taufani, SH., sebagai pengganti dari Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta. BIDANG USAHA · jasa penyediaan dan pemanfaatan multimedia melalui perangkat telekomunikasi serta kegiatan terkait · jasa konsultasi bidang media massa serta kegiatan usaha terkait

ESTABLISHMENT PT Surya Citra Media Tbk. was established as PT Cipta Aneka Selaras based on the Deed of Establishment No. 3 dated 29 January 1999, made before Umar Saili, SH., Notary in Tangerang, which was subsequently approved by the Ministry of Justice by its Decision Letter No. C-18033 HT.01.01.Th.99 dated 25 October 1999, registered with the Company Registration Office of the West Jakarta under No. 1024/BH.0902/IX/2000 on 26 September 2000 and published in the State Gazette No. 9 dated 29 January 2002, Supplement No. 997. The Company's name was changed to PT Surya Citra Media based on Deed of Statement of Shareholders Resolution as the Substitute of Extraordinary General Meeting of Shareholders Amendment of Articles of Association No. 103 dated 31 December 2001, made before Aulia Taufani, SH., substitute for Sutjipto, SH., Notary in Jakarta.

LINE OF BUSINESS · multimedia provisioning and utilizing service by telecommunication equipment and any other inter-related activities · consultation service in mass media and any other inter-related business activities

MODAL DASAR

Rp 1.500.000.000.000

AUTHORIZED CAPITAL SUBSCRIBED AND PAID-UP CAPITAL AS OF 31 DECEMBER 2004 OWNERSHIP

as of 31 December 2004

MODAL DITEMPATKAN DAN DISETOR Rp 473.437.500.000 PENUH PER 31 DESEMBER 2004 KEPEMILIKAN

per 31 Desember 2004

PT Citrabumi Sacna 25% PT Indika Multimedia 14.42% PT Abhimata Mediatama 39.42% Masyarakat Public 21.16%

106

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Segara Utama Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner

Warga negara Indonesia, berusia 61 tahun. Segara Utama adalah Komisaris Independen PT Berlian Laju Tanker Tbk. sebelum diangkat sebagai Komisaris Utama PT Surya Citra Media Tbk. pada tahun 2004. Di pertengahan 1968, Segara Utama bergabung dengan Citibank cabang Jakarta sebagai Senior Officer di Divisi Operational, Marketing/Credit. Di pertengahan 1974 Segara Utama ditugaskan sebagai Direktur dan Senior Officer untuk Divisi Underwriting dan Divisi Merger & Acquisition pada PT Merchant Investment Corp., sebuah perusahaan patungan antara Morgan Guaranty, Sumitomo, Mees & Hope dan BEII. Segara Utama menjadi mahasiswa Universitas Indonesia pada tahun 1963 dan lulus sebagai Sarjana Ekonomi dengan major di bidang Akuntansi pada tahun 1968. Indonesian citizen, aged 61. Segara Utama was an Independent Commissioner of PT Berlian Laju Tanker Tbk. before he was appointed as the President Commissioner of PT Surya Citra Media Tbk. in 2004. In mid1968, Segara Utama joined Citibank Jakarta Branch as a Senior Officer of Marketing/Credit Department as well as Operational Department. In mid-1974 Segara Utama was assigned by PT Merchant Investment Corp., a joint venture of Morgan Guaranty, Sumitomo, Mees & Hope and BEII, as a Senior Officer and Director in Underwriting as well as Merger and Acquisition divisions. Segara Utama enrolled in University of Indonesia in 1963, where he earned a Bachelor of Economic degree majoring in Accounting in 1968.

Agus Lasmono Komisaris Commissioner

Warga Negara Indonesia, berusia 33 tahun, dilahirkan di Jakarta. Agus Lasmono menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2002, selain itu juga sebagai Komisaris SCTV sejak tahun 1999. Saat ini Agus Lasmono juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Mitra Agung Sentra Investama sejak tahun 1998; Komisaris PT Indika Inti Mandiri sejak tahun 1998, dan Direktur PT Multimedia Nusantara sejak tahun 1997. Sebelum itu, Agus Lasmono pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Indika Inti Mandiri dari tahun 1996-1998, sebagai Direktur Trainee PT Djayanti Group pada tahun 1997, serta Project Manager Indo Entertainment dari tahun 1995-1996. Agus Lasmono memperoleh gelar Master of International Business (MIBA) dari Westcoast University, Los Angeles, California, USA, dan Bachelor of Arts in Economics (BA Ec) dari Pepperdine University, Malibu, California, USA. Indonesian citizen, aged 33, born in Jakarta. Agus Lasmono has served as one of the Company's Commissioners since 2002, as well as having served as one of SCTV's Commissioners since 1999. Agus Lasmono also currently serves as President Director of PT Mitra Agung Sentra Investama since 1998; as Commissioner of PT Indika Inti Mandiri since 1998 and as Director of PT Multimedia Nusantara since 1997. Prior to that, Agus Lasmono served as President Director of PT Indika Inti Mandiri from 1996-1998, Trainee Director of PT Djayanti Group in 1997 and Project Manager of lndo Entertainment from 1995-1996. Agus Lasmono earned his Master of International Business (MIBA) from Westcoast University, Los Angeles, California, USA, and Bachelor of Arts in Economics (BA Ec) from Pepperdine University, Malibu, California, USA.

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

107

Board of Commissioners

Dewan Komisaris

Glenn M.S. Yusuf Komisaris Independen Independent Commissioner

Warga negara Indonesia kelahiran Jakarta, berusia 49 tahun. Glenn M.S. Yusuf ditunjuk sebagai Komisaris PT Surya Cipta Media Tbk. pada tahun 2004. Saat ini Beliau juga menjabat sebagai Penasehat PT Nusantara Capital; Ketua Tim Asistensi Menteri Keuangan Republik Indonesia; anggota Komite Audit PT Surya Citra Media Tbk.; dan sebagai CEO PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. Pada tahun 1981 Glenn M.S. Yusuf bergabung dengan Citibank, dan kemudian menjadi General Manager di Kantor Perwakilan Bank Niaga Los Angeles pada tahun 1985. Selama bekerja di Bank Niaga, Glenn M.S. Yusuf antara lain menjabat sebagai Kepala Investment Banking Group sejak tahun 1989 sebelum diangkat sebagai Direktur Keuangan pada tahun 1991. Tahun 1994, Glenn M.S. Yusuf bergabung dengan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia sebagai Direktur. Tahun 1995 bergabung dengan PT Danareksa (Persero) sebagai Presiden Direktur. Pada saat yang sama, Glenn M.S. Yusuf juga menjabat Komisaris Utama di PT Danareksa Sekuritas, anak perusahaan Danareksa. Dari April sampai Juni 1998 beliau juga menjabat sebagai Dirjen Lembaga Keuangan pada Departemen Keuangan RI. Glenn M.S. Yusuf selanjutnya diangkat sebagai Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada bulan Juni 1998 ketika krisis keuangan melanda Indonesia. Glenn M.S. Yusuf lulus dari University of the Philippines di Manila sebagai Sarjana Ekonomi pada tahun 1979. Tiga tahun kemudian, beliau memperoleh gelar MBA dari Asian Institute of Management, Manila. Indonesian citizen, aged 49, born in Jakarta. Glenn M.S. Yusuf has been appointed as a Commissioner of PT Surya Citra Media since 2004. He concurrently serves as Advisor of PT Nusantara Capital; Chairperson of the Assistant Team to the Minister of Finance of the Republic of Indonesia; a member of the Audit Committee of PT Surya Citra Media Tbk.; and as CEO of PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. In 1981 Glenn M.S. Yusuf joined Citibank before moving to Bank Niaga to head the bank's Los Angeles Agency as General Manager in 1985. During his tenure at Bank Niaga, he was also assigned as Head of Investment Banking Group in 1989 and promoted to Director of Finance in 1991. In 1994, he joined PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia as the Director. In 1995, Glenn M.S. Yusuf became the President Director of PT Danareksa (Persero) and at the same time President Commissioner of PT Danareksa Sekuritas, a subsidiary of Danareksa. From April to June 1998 he also served as the Director General of Financial Institutions at the Department of Finance of the Republic of Indonesia. Glenn M.S. Yusuf was subsequently appointed as Chairman of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) in June 1998 when the monetary crisis hit the country. Glenn M.S. Yusuf graduated from the University of the Philippines in Manila with a degree in Economics in 1979. Three years later, he earned a MBA degree from the Asian Institute of Management, Manila.

108

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Fofo Sariaatmadja Direktur Utama President Director

Warga Negara Indonesia, berusia 41 tahun, dilahirkan di Jakarta. Fofo Sariaatmadja menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2002, dan menjabat sebagai Komisaris SCTV sejak tahun 2001. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Abhimata Mediatama sejak tahun 2000; sebagai Komisaris Utama PT Abhimata Persada sejak bulan Januari 2002, sebagai Komisaris PT Bitnet Komunikasindo sejak tahun 2000, sebagai Komisaris PT Elang Mahkota Teknologi sejak tahun 1998, sebagai Komisaris PT Swadharma Marga Inforindo sejak tahun 1997, dan sebagai Komisaris PT Eka Prasarana Primatel sejak tahun 1995. Sebelumnya Fofo Sariaatmadja pernah menjabat sebagai Direktur PT Tangara Mitrakom dari tahun 19982000, sebagai Deputi Presiden Direktur PT Bitnet Komunikasindo dari tahun 1996-1999, Deputi Presiden Direktur PT Elang Mahkota Teknologi dari tahun 1997-1998 dan sebagai Direktur Utama PT Abhimata Persada dari tahun 1990Januari 2002. Fofo Sariaatmadja memperoleh gelar Master of Engineering Science dari University of New South Wales, Sydney, Australia. Indonesian citizen, aged 41, born in Jakarta. Fofo Sariaatmadja has served as one of the Company's Commissioner since 2002 and has been a Commissioner of SCTV since 2001. He has also served as President Director of PT Abhimata Mediatama since 2000; as President Commissioner of PT Abhimata Persada since January 2002, as Commissioner of PT Bitnet Komunikasindo since 2000, as Commissioner of PT Elang Mahkota Teknologi since 1998, as Commissioner of PT Swadharma Marga Inforindo since 1997 and as Commissioner of PT Eka Prasarana Primatel since 1995. Previously, Fofo Sariaatmadja served as Director of PT Tangara Mitrakom from 1998-2000, as Deputy President Director of PT Bitnet Komunikasindo from 1996-1999, as Deputy President Director of PT Elang Mahkota Teknologi from 1997-1998 and as President Director of PT Abhimata Persada from 1990-January 2002. Fofo Sariaatmadja earned his Master of Engineering Science from University of New South Wales, Sydney, Australia.

Sugeng Purwanto Direktur Tidak Terafiliasi Non Affiliated Director

Warga negara Indonesia kelahiran Bojonegoro, berusia 46 tahun. Sugeng Purwanto ditunjuk sebagai Direktur PT Surya Citra media Tbk. pada tahun 2004. Beliau memulai karirnya di PT Berca Indonesia pada tahun 1983 sebagai Koordinator Proyek pada pembangunan pabrik polystyrene di Merak milik PT Polychem Lido. Beliau kemudian mendirikan perusahaan konstruksi miliknya sendiri tahun 1985. Pada tahun 1989, Sugeng Purwanto bergabung dengan Bank Niaga sebagai konsultan. PT Grahaniaga Tatautama menunjuk Sugeng Purwanto sebagai Executive Project Advisor, dan kemudian sebagai Executive Project Director untuk Property Business Expenditure pada tahun 1996. Tahun 2001, Sugeng Purwanto menjadi Direktur PT Bhakti Investama, sekaligus membawahi bidang Corporate Restructuring & Acquisition. Pada saat yang sama, beliau juga menjabat posisi Komisaris di PT Datakom Asia, PT Media Citra Indostar dan PT Metro Seluler, serta sebagai Direktur PT Agis Tbk., sekaligus pernah menjadi Presiden Komisaris PT Agis Aweca Asia untuk beberapa waktu. Sugeng Purwanto lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dengan Summa Cum Laude dan memperoleh gelar Doktor di bidang Ekonomi Keuangan. Beliau juga memiliki gelar Doktor di bidang Manajemen Keuangan dan Investasi, juga dari Universitas Indonesia. Beliau mendapat prestasi di bidang akademik, dimana prestasinya dalam pencapaian gelar Doktor memperoleh dua penghargaan dari Muri (Museum Rekor Indonesia). Indonesian citizen, aged 46, born in Bojonegoro. Sugeng Purwanto was appointed as the Director of PT Surya Citra Media Tbk. in 2004. He started his career as a Project Coordinator of PT Berca Indonesia in 1983, entrusted to build a polystyrene factory, owned by PT Polychem Lido in Merak. He then established his own construction business in 1985. In 1989, Sugeng Purwanto joined Bank Niaga as a Consultant. PT Grahaniaga Tatautama appointed Sugeng Purwanto as an Executive Project Advisor, before he was promoted to become the Project Executive Director of Property Business Expenditure in 1996. In 2001, Sugeng Purwanto was the Director of PT Bhakti Investama, where he was in charge of Corporate Restructuring & Acquisition. At the same time, he also served on the Boards of Commissioners of PT Datakom Asia, PT Media Citra Indostar, and PT Metro Seluler; as the Director of PT Agis Tbk., as well as the President Commissioner of PT Agis Aweca Asia for a brief period of time. Sugeng Purwanto graduated from the Faculty of Economics, University of Indonesia, Summa Cum Laude and earned a Ph.D degree in Monetary Economics. He also earned a Ph.D degree in Financial Management & Investment, from the University of Indonesia. His academic achivements have earned him recognition for outstanding excellence, in which his two doctorate works were acknowledged with two Muri Awards from the Museum of Records of Indonesia (MURI).

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

109

Board of Directors

Direksi

Management and Internal Control Function

Manajemen dan Fungsi Internal Control

Dewan Komisaris Board of Commissioners Segara Utama Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Agus Lasmono Komisaris Commissioner Glenn M.S. Yusuf Komisaris Independen Independent Commissioner

Komite Audit Audit Committee Segara Utama Ketua Chairman

Komite Manajemen Risiko & Tata Kelola Perusahaan Risk Management & Corporate Governance Committee Agus Lasmono Ketua Chairman

Direksi Board of Directors Fofo Sariaatmadja Direktur Utama President Director Sugeng Purwanto Direktur Tidak Terafiliasi Non Affiliated Director

Kepala Internal Audit Head of Internal Audit Ika Bethari

Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Hardijanto Saroso

Struktur Organisasi Operasional Operational Organization Structure

110

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Direksi Board of Directors Fofo Sariaatmadja Direktur Utama President Director Sugeng Purwanto Direktur Tidak Terafiliasi Non Affiliated Director Penasehat Direksi Advisor to Board of Directors Sumantri Slamet

Kepala Internal Audit Head of Internal Audit Ika Bethari

Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Hardijanto Saroso

Kepala Perencanaan-Usaha Strategis dan Hubungan Investor Head of Strategic Business Planning and Investor Relations Chris Tedjo

Kepala Keuangan & Akunting, HRD dan GA Head of Finance & Accounting, HRD and GA L. Yulianti Cahyadi

Kepala Perencanaan dan Pengembangan Teknologi Head of Planning and Technology Development Sumantri Slamet

Kepala Bidang Hukum Head of Legal Mercy Francisca Hutahaean

Kepala Pengembangan Usaha Head of Business Development Yenny Yunada

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

111

Operational Organization Structure

Struktur Organisasi Operasional

The Executives

Pejabat Eksekutif

Sekretaris Perusahaan Kepala Internal Audit Kepala Bidang Hukum Kepala Perencana Usaha Strategis dan Hubungan Investor Kepala Keuangan dan Akunting, HRD dan GA Kepala Perencanaan dan Pengembangan Teknologi Kepala Pengembangan Usaha Hardijanto Saroso Ika Bethari Mercy Francisca Hutahaean Chris Tedjo L. Yulianti Cahyadi Sumantri Slamet Yenny Yunada Corporate Secretary Head of Internal Audit Head of Legal Head of Strategic Business Planning and Investor Relations Head of Finance and Accounting, HRD and GA Head of Planning and Technology Development Head of Business Development

Employee Composition

Komposisi Pegawai

BERDASARKAN JENJANG MANAJEMEN

per 31 Desember 2004

BASED ON GRADE

as of 31 December 2004

Jenjang Manajemen Komisaris Utama Komisaris Komite Audit Direktur Utama Direktur Tidak Terafiliasi Kepala Departemen Kepala Sub-Departemen Staf Total

Jumlah Number of People 1 2 2 1 1 7 3 21 38

% 2.6 5.3 5.3 2.6 2.6 18.4 7.9 55.3 100.0

Grade President Commissioner Commissioners Audit Committee President Director Non Affiliated Director Heads of Departments Heads of Sub-Departments Staff Total

BERDASARKAN JENJANG PENDIDIKAN

per 31 Desember 2004

BASED ON EDUCATION

as of 31 December 2004

Jenjang Pendidikan S3 S2 S1 Sarjana Muda/Diploma SLTA SLTP Total

Jumlah Number of People 1 4 22 6 3 2 38

% 2.6 10.5 57.9 15.8 7.9 5.3 100.0

Education Doctorate Master Bachelor Diploma Senior High School High School Total

112

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

NAMA KEPEMILIKAN SAHAM

PT Surya Citra Televisi 99.9999%

LINE OF BUSINESS

NAME OWNERSHIP

BIDANG USAHA ANAK PERUSAHAAN - menjalankan usaha dalam bidang jasa, hiburan multimedia, komunikasi, khususnya bidang pertelevisian, termasuk di dalamnya jual beli/ sewa menyewa peralatan penyiaran serta usahausaha impor dan ekspor materi/bahan televisi - membangun/mengadakan stasiun televisi dan mengelola sarana dan prasarana untuk menyelenggarakan siaran televisi swasta - menjalankan usaha langganan dan distribusi dalam bidang pertelevisian - menjalankan usaha periklanan yang berhubungan dengan bidang pertelevisian STATUS OPERASI ANAK PERUSAHAAN Mulai melakukan kegiatan penyiaran lokal di Surabaya pada bulan Agustus 1990 dan memulai kegiatan penyiaran secara nasional sejak tahun 1993.

- provide services in the media, multimedia entertainment and communication fields, particularly in television, including the sale and lease of broadcasting equipment and the export and import of television materials - build and procure television stations and manage the infrastructure and facilities required to operate a privately owned television station - carry out subscription and distribution services in television - carry out advertising business related to television OPERATIONAL STATUS Started local broadcasting in Surabaya in August 1990 and nationwide broadcasting since 1993.

Hubungan antara Pengurus dan Pemegang Saham

Relationship between Management and Shareholders

113

Nama Name Segara Utama Glenn M.S. Yusuf Agus Lasmono Fofo Sariaatmadja Sugeng Purwanto

Keterangan Notes

Perseroan Company KU (KI) / PC (IC) KI / IC K/C DU / PD DTT / NAD

Abhimata Mediatama DU / PD -

Citabumi Sacna -

SCTV K/C K/C -

KU (KI) / PC (IC) : Komisaris Utama (Komisaris Independen) / President Commissioner (Independent Commissioner) KI / IC K/C DU / PD DTT / NAD : Komisaris Independen / Independent Commissioner : Komisaris / Commissioner : Direktur Utama / President Director : Direktur Tidak Terafiliasi / Non Affiliated Director

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

The Subsidiary

Anak Perusahaan

Coverage Area

Wilayah Cakupan

Banda Aceh 45m/1KW

Bontang 45m/0.5KW

Medan 45m/20KW

Pontianak 60m/1KW

Batam 150m/40KW

Samarinda 60m/1KW Balikpapan 45m/1KW

Pekanbaru 45m/1KW Jambi 60m/1KW Padang 60m/1KW

Banjarmasin 60m/1KW

Palembang 150m/20KW Jakarta 270m/120KW Lampung 60m/1KW Cirebon 100m/5KW Tegal 45m/5KW Semarang 120m/40KW Surabaya 160m/60KW Cilegon 100m/1KW Bandung 65m/10KW Garut 45m/2KW Purwokerto 100m/5KW Kediri 45m/1KW Jember 100m/1.5KW Denpasar 100m/40KW Malang 45m/2KW

Makassar 45m/3.5KW

Kebumen 52m/1KW

Yogyakarta 120m/20KW

Ampenan 60m/0.3KW

Solo 45m/1KW

Pada tahun 1993, SCTV memulai ekspansi jangkauan siaran dengan tujuan agar seluruh program tayangannya dapat ditonton di seluruh Indonesia. Setelah program ekpansi pertama selesai di tahun 1995, SCTV dapat menjangkau 44 juta pemirsa di sejumlah lokasi di Indonesia. Saat ini, SCTV melakukan siaran dari 33 stasiun transmisi yang mencakup 250 kota di Indonesia dengan potensi pemirsa sebesar lebih dari 150 juta penduduk.

In 1993, SCTV started expanding its broadcasting capabilities to allow for nationwide coverage. After the first phase of the expansion programme was completed in 1995, SCTV was able to broadcast to 44 million viewers throughout Indonesia. Today, SCTV broadcasts from 33 transmission stations, covering more than 250 cities in Indonesia with more than 150 million potential viewers.

114

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Stasiun Transmisi Transmission Station JAWA 1. Surabaya 2. Malang 3. Kediri 4. Jember 5. Semarang 6. Tegal 7. Bandung 8. Solo 9. Yogyakarta 10. Purwokerto 11. Cirebon 12. Garut 13. Jakarta 14. Cilegon 15. Kebumen SUMATERA 16. Banda Aceh 17. Batam 18. Medan 19. Padang 20. Pekanbaru 21. Jambi 22. Palembang 23. Lampung NUSA TENGGARA 24. Denpasar 25. Ampenan KALIMANTAN 26. Pontianak 27. Banjarmasin 28. Balikpapan 29. Samarinda 30. Bontang SULAWESI 31. Makassar 32. Manado MALUKU 33. Ambon

Saluran Channel

Manado 45m/1KW

34 46 53 62 35 55 52 44 34 45 55 30 45 55 52

UHF UHF UHF UHF UHF UHF UHF UHF UHF UHF UHF UHF UHF UHF UHF

Ambon 60m/0.3KW

46 47 35 47 26 35 32 34

UHF UHF UHF UHF UHF UHF UHF UHF

31 UHF 11 VHF

35 UHF 34 UHF 32 UHF 47 UHF 9 VHF

35 UHF 34 UHF

9 VHF

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

115

Awards

Penghargaan

Tahun Years 1995

Penghargaan Awards Piala Vidya dari Festival Film Indonesia

Kategori Category Stasiun TV yang Paling Banyak Menayangkan Film-Film Indonesia Berkualitas · Informasi Berita Favorit · Acara Lokal Favorit · Acara Asing Favorit Program Anak Pembaca Berita Wanita dan Pria Terbaik Program Berita Mingguan Terbaik Program Sport Program Berita TV Paling Disukai Pemirsa Acara Berita Sore Program Berita TV Paling Disukai Pemirsa Anugerah Prestasi · Program Berita Terbaik · Karya Reportase Soft News Terbaik · Karya Reportase Investigasi Terbaik Salah satu dari 10 Perusahaan Teratas se-Indonesia dan 200 Perusahaan Terkemuka se-Asia Program Ngetop Pilihan Pemirsa SCTV Penghargaan kedua kalinya sebagai salah satu dari 10 Perusahaan Teratas se-Indonesia dan 200 Perusahaan Terkemuka se-Asia · Program Pendukung Terbaik · Dakwah Hiburan Terbaik Film Laga Terpuji · Sinetron Terpuji · Sinetron Lepas Terpuji · Sinetron Mini Seri Terpuji · Sutradara Terpuji · Aktris Terpuji · Aktor Terpuji · Aktris Pendatang Baru Terpuji

Judul Acara/Nama Program Titles/Names

1996

Vista TV

Liputan 6 SCTV Jacky Maria Cinta yang Hilang Krucil Liputan 6/Ira Koesno dan Arief Suditomo Liputan 6 Petang Nyali Liputan 6 Petang Liputan 6 Petang Liputan 6 Petang Liputan 6 SCTV Liputan 6 Petang Potret Derap Hukum

1997 1999

Asian Television Awards Panasonic Awards Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Asian Television Awards Index Customer Satisfaction Award (ICSA) dari Lembaga Riset Frontier

2000

Merk-merk Terpopuler 2000 oleh Mars, SWA dan Frontier Index Customer Satisfaction Award (ICSA) dari Lembaga Riset Frontier Tabloid Buletin Sinetron Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI)

FEER Review 200

2001

SCTV Awards FEER Review 200

Liputan 6 SCTV

Anugerah Syiar Ramadhan Majelis Ulama Indonesia Forum Film Bandung (FFB) 2002 Forum Film Bandung (FFB) untuk program-program yang ditayangkan di SCTV

· Lorong Waktu · Gema Ramadhan Reinkarnasi · Tiga Orang Perempuan · Gerobak itu berhenti di Depan Rumah · Cinta Terhalang Tembok · Maruli Ara di "Tiga Orang Perempuan" · Lidya Kandou di "Rahasia Perkawinan" · Asrul Zulmi di "Titip Rindu Buat Ayah" · Ananda Novi di "Tiga Orang Perempuan"

116

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

Tahun Years 2002

Penghargaan Awards Anugerah Syiar Ramadhan (1422 H) Majelis Ulama Indonesia Anugerah Syiar Ramadhan (1423 H) Majelis Ulama Indonesia

Kategori Category · Dakwah Hiburan Terbaik · Sinetron Ramadhan Terpuji · Program Pendukung Acara · Acara Menjelang Buka Puasa Terpuji · Program Ramadhan Anak Terpuji

Judul Acara/Nama Program Titles/Names · Gema Ramadhan · Jalan Lain Ke sana · Gema Ramadhan Ramadhan Terpuji · Dakwah Ramadhan · Taman Hiburan Ramadhan SCTV

Museum Rekor Indonesia (MURI)

Stasiun TV pertama di Indonesia yang menyelenggarakan siaran langsung persidangan melalui video teleconference Review 200 Asia's Leading Companies The Best Newly Listed Company in Indonesia PT Surya Citra Media Tbk. Induk Perusahaan SCTV Peringkat ketiga katergori Situs Media dan Berita 2002 Media Televisi Berprestasi sepanjang tahun 2002

Far Eastern Economic Review (FEER) Asiamoney Award 2003 Komputeraktif.com Cakram Award

Peringkat ke-9 dari 10 Perusahaan teratas yang terpilih di Indonesia

Situs Liputan 6 (liputan6.com) Jumlah sinetron dengan rating yang cukup tinggi gebrakan program informasi yang istimewa Sinetron "Strawbery" Sinetron "Reinkarnasi" FTV "Pengakuan Jubaedah" Rachel Maryam Jourast Jordi (Jidan "Lorong Waktu") Program Non Drama Duet Maut (In House Production) · Ojo Dumeh · Juragan Lenong · Pesan Gado-gado Ira Koesno Liputan 6 SCTV Derap Hukum Liga Bank Mandiri · Surga di Telapak Kaki Ibu · Jalan Lain ke Sana · Liputan 6 · Rosiana Silalahi · Derap Hukum Titian Kasih

Forum Film Bandung

· Sinetron Remaja Terpuji · Sinetron Laga Terpuji · Sinetron Lepas Terpuji · Aktris Sinetron Terpuji · Aktor Anak Terpuji SCTV Awards 2003

Anugrah Kebudayaan dari Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Panasonic Award

Sinetron

· · · ·

Pembaca Berita Terfavorit Program Berita Terfavorit Program Current Affair Terfavorit Program Sports Terfavorit

Anugrah Syiar Ramadhan 2004 Panasonic Award

Sinetron Ramadhan · Program Berita Terfavorit · Pembaca Berita Terfavorit · Program Current Affair Terfavorit The Best Social Awareness Program

Asian Television Award

PT Surya Citra Media Tbk. 2004 Annual Report

117

information for Shareholders

Informasi Pemegang Saham

PENCATATAN SAHAM Saham PT Surya Citra Media Tbk. tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan simbol "SCMA". STOCK LISTINGS The common stock of PT Surya Citra Media Tbk. is listed on the Jakarta Stock Exchange (JSX) with the trading symbol "SCMA".

AKUNTAN PUBLIK INDEPENDEN INDEPENDENT PUBLIC ACCOUNTANT

Ernst & Young Prasetio, Sarwoko & Sandjaja Wisma 46, Kota BNI Levels 25-28 & 30-31 Jalan Jenderal Sudirman, Kavling 1 Jakarta 10220, Indonesia Tel. : (62-21) 575-7999 Fax. : (62-21) 574-4521 Website : www.ey.com

BIRO ADMINISTRASI EFEK SHARE REGISTRAR

PT Raya Saham Registra Gedung Plaza Sentral, Lantai 2 Jalan Jenderal Sudirman, Kavling 47- 48 Jakarta 12930, Indonesia Tel. : (62-21) 252-5666 Fax. : (62-21) 252-5028

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM ANNUAL GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS

Tempat : Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta Ballroom 1, Level 2 Alamat : Jalan Lingkar Mega Kuningan Kav. E1.1 No. 1, Mega Kuningan Jakarta 12950 Tanggal : 2 Juni 2005 Waktu : 14.00 WIB - 2.00 pm

SEKRETARIS PERUSAHAAN CORPORATE SECRETARY

Nama : Hardijanto Saroso Alamat : Grha SCTV, 5th Floor Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kavling 21 Jakarta 12930, Indonesia Tel. : (62-21) 2525 268 Fax. : (62-21) 2525 269 E-mail: [email protected]

118

Laporan Tahunan 2004 PT Surya Citra Media Tbk.

PT Surya Citra Media Tbk. Grha SCTV, 5th Floor Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 21 Jakarta 12930 Indonesia Tel. (62-21) 252 5268 Fax. (62-21) 252 5269 www.scm.co.id

Maximark

Information

Cover_OK.indd

66 pages

Find more like this

Report File (DMCA)

Our content is added by our users. We aim to remove reported files within 1 working day. Please use this link to notify us:

Report this file as copyright or inappropriate

598131


You might also be interested in

BETA
Buku Panduan Indeks 2010(1).indd
Cover_OK.indd