Read Anrep-2008-Indo.pdf text version

daftar isi

4. 5. 6. 7. 8. 10. 11. 14. 15. 16. 19. 22. 23. 25. 27. 28. 29. 33. 38. 40.

Visi & Misi Perusahaan Hadir Dengan Harmoni Bisnis Penghargaan Ikhtisar Keuangan Sambutan Komisaris Utama Struktur Organisasi Dewan Komisaris & Senior Advisor Dewan Komisaris Dewan Pengawas Syariah (DPS) Opini DPS Sambutan Direktur Utama Direksi Profil & Informasi Kepemilikan Saham Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Laporan Komite Audit Laporan Komite Remunerasi & Nominasi Laporan Komite Pemantau Risiko Pembahasan Umum & Manajemen Strategi dan Kinerja Sistem Pengendalian Intern Nilai-nilai Perusahaan

41. 42. 43. 45. 46. 47. 48. 49. 51. 53. 54. 58. 61. 75. 76. 77. 78. 85. 94. 99.

Corporate Secretary Pembiayaan Korporasi Pembiayaan Usaha Mikro & Kecil Pembiayaan Konsumer Electronic Banking Restrukturisasi Perbankan International Teknologi Informasi Sumberdaya Insani Pejabat Eksekutif Manajemen Risiko Fungsi Kepatuhan Penerapan Tata Kelola Perusahaan Masalah & Kendala yang Dihadapi Bank Tanggung-jawab Sosial Perusahaan Mitra BSM Produk & Jasa Daftar Jaringan Pernyataan Dewan Komisaris & Direksi Laporan Auditor Independen

lebih adil dan menenteramkan

untuk Indonesia yang lebih baik VISI

Menjadi bank syariah terpercaya pilihan mitra usaha.

MISI

1. Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan. 2. Mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM. 3. Merekrut dan mengembangkan pegawai profesional dalam lingkungan kerja yang sehat. 4. Mengembangkan nilai-nilai syariah universal. 5. Menyelenggarakan operasional bank sesuai standar perbankan yang sehat.

NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1. Excellence: Berupaya mencapai kesempurnaan melalui perbaikan yang terpadu dan berkesinambungan. 2. Teamwork: Mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi. 3. Humanity: Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan religius. 4. Integrity: Menaati kode etik profesi dan berpikir serta berperilaku terpuji. 5. Customer Focus: Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan Bank Syariah Mandiri sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan.

4

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

hadir dengan

harmoni bisnis

Kehadiran Bank Syariah Mandiri (BSM) sejak tahun 1999, sesungguhnya merupakan hikmah sekaligus berkah pasca krisis ekonomi dan moneter 1997-1998. Sebagaimana diketahui, krisis ekonomi dan moneter, yang disusul dengan krisis multi-dimensi termasuk di panggung politik nasional, telah menimbulkan beragam dampak negatif yang sangat hebat terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat, tidak terkecuali dunia usaha. Dalam kondisi tersebut, industri perbankan nasional yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami krisis luar biasa. Pemerintah akhirnya mengambil tindakan dengan merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia. Salah satu bank konvensional, PT Bank Susila Bakti (BSB) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi juga terkena dampak krisis. BSB berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain serta mengundang investor asing. Pada saat bersamaan, pemerintah melakukan penggabungan (merger) empat bank (Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo) menjadi satu bank baru bernama PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Juli 1999. Kebijakan penggabungan tersebut juga menempatkan dan menetapkan PT Bank Mandiri (Persero) sebagai pemilik mayoritas baru BSB. Sebagai tindak lanjut dari keputusan merger, Bank Mandiri melakukan konsolidasi serta membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah. Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan Bank Mandiri, sebagai respon atas diberlakukannya UU No. 10 tahun 1998, yang memberi peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual banking system). Tim Pengembangan Perbankan Syariah memandang bahwa pemberlakuan UU tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT Bank Susila Bakti dari bank konvensional menjadi bank syariah. Oleh karenanya, Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris Sutjipto, SH, No. 23 tanggal 8 September 1999. Perubahan kegiatan usaha BSB menjadi bank umum syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No. 1/24/ KEP.GBI/1999, 25 Oktober 1999. Selanjutnya, melalui Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/ 1999, BI menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri. Menyusul pengukuhan dan pengakuan legal tersebut, PT Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi sejak Senin, tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999. Bank ini hadir, tampil dan tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani, yang melandasi kegiatan operasionalnya. Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam kiprahnya di perbankan Indonesia.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

5

penghargaan

Alhamdulillah, perbaikan yang terus dilaksanakan dalam kegiatan operasional sepanjang tahun 2008 semakin memperkuat keberadaan dan peran BSM dalam perbankan syariah nasional. Hal ini tercermin pada berbagai penghargaan yang diperoleh BSM dari lembaga-lembaga nasional maupun international yang memiliki kredibilitas dalam memberikan penghargaan tersebut. Beberapa penghargaan yang berhasil diraih BSM selama tahun 2008 yakni: The Best Human Resource Development Penghargaan dari Bank Indonesia bekerja sama dengan Karim Business Consulting dalam Sharia Acceleration Award 2008. Penghargaan diberikan atas kinerja BSM sebagai bank syariah terbaik dalam mengembangkan sumberdaya manusia (SDM). Indonesian Bank Loyalty Award (IBLA) Penghargaan dari majalah InfoBank bekerja sama dengan MarkPlus Insight dalam bidang loyalitas pelanggan. BSM meraih nilai tertinggi di antara semua bank syariah dalam layanan kepuasan nasabah melalui lima Customer Index yakni: Transaction, Relationship, Partnership, Satisfaction dan Overall Loyalty.

Kriya Pranala Award Penghargaan dari Bank Indonesia atas partisipasi aktif dalam Lingkage Program. BSM memperoleh Kriya Pranala Pratama untuk Kategori Bank Umum Syariah.

The Best Islamic Bank in Indonesia Penghargaan dari Islamic Finance News, Kuala Lumpur bekerja sama dengan Redmoney. Penghargaan diberikan kepada BSM sebagai bank syariah terbaik di Indonesia. The Best Islamic ­ Fully Pledged Bank Penghargaan dari Karim Business Consulting dalam Islamic Finance Award and Cup (IFAC) 2008, meliputi: The Most Profitable (Juara Ketiga); The Most Efficient (Juara Kedua); The Most Prudent (Juara Ketiga); The Most Expansive Earning Asset (Juara Pertama); The Most Expansive Third Party Fund (Juara Pertama); The Best Teller (Juara Ketiga). Banking Efficiency Award Penghargaan dari harian Bisnis Indonesia bekerja sama dengan Management Research Centre dan Fakultas Pasca Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Penghargaan ini diberikan kepada BSM yang dinilai mampu mengelola kegiatannya secara efisien.

The Best Islamic Financial Institution in Indonesia Penghargaan dari Global Finance Magazine, New York dalam The World Best Islamic Financial Institution 2008.

Golden Trophy Award Penghargaan dari majalah InfoBank kepada bank yang memenuhi kriteria kinerja keuangan "Sangat Bagus" selama lima tahun berturut-turut.

The Best Brand Award Penghargaan dari majalah SWAsembada kepada perusahaan yang memiliki brand sangat kuat di masyarakat untuk kategori bank syariah di Indonesia. Bank Syariah Terbaik Penghargaan dari majalah Investor bekerja sama dengan Karim Business Counsulting (KBC). Penghargaan didasarkan pada penilaian atas rasio-rasio keuangan dan performa kinerja yang melampaui bank-bank syariah di Indonesia.

6

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

ikhtisar keuangan

Data Keuangan Utama (Audited)

URAIAN A. N E R A C A 1. Aktiva 2. Aktiva Produktif 3. Penempatan SBIS/SWBI 4. Pembiayaan yang Diberikan 5. Kewajiban 6. Dana Pihak Ketiga a. Giro b. Tabungan c. Deposito 7. Ekuitas 17.065.938 16.399.333 1.305.000 13.278.380 2.542.773 14.898.687 1.812.325 5.284.000 7.802.362 1.208.429 12.885.391 12.269.374 670.000 10.326.374 2.646.612 11.105.979 1.845.774 3.872.378 5.387.827 811.376 9.554.967 8.912.732 780,000 7.414.757 2.657.593 8.219.267 2.053.533 2.667.863 3.497.871 697.231 8.272.965 7.970.954 1.373.000 5.847.598 1.700.329 7.037.506 1.261.475 1.957.792 3.818.239 632.589 6.869.949 6.404.230 325.000 5.295.655 1.420.085 5.725.007 980.661 1.536.277 3.208.069 548.770 31 Des 2008 31 Des 2007 31 Des 2006 31 Des 2005 31 Des 2004

Juta Rp

31 Des 2003

3.422.303 3.155.203 795.000 2.170.573 574.590 2.628.887 297.796 752.698 1.578.393 449.623

B. LABA RUGI 1. Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib 2. Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil Dana Syirkah Temporer 3. Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib Bersih 4. Laba Usaha 5. Laba Sebelum Beban Pajak 6. Laba Setelah Pajak 7. Laba Bersih Per Saham Dasar 1.736.390 793.049 943.340 279.939 284.085 196.416 1.759 1.197.273 511.874 685.400 167.067 168.183 115.455 1.611 934.420 455.490 478.930 100.832 95.236 65.480 914 865.488 386.385 479.103 137.178 136.713 83.819 1.169 584.274 269.250 315.024 140.642 150.421 103.447 1.443 279.494 148.389 131.105 23.072 24.500 15.835 221

C. RASIO - RASIO PENTING 1. Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (CAR) 2. Laba Sebelum Pajak Terhadap Total Aset (ROA) 3. Laba Setelah Pajak Terhadap Modal Disetor (ROE) 4. Pembiayaan Terhadap Dana Pihak Ketiga (FDR) 5. Pembiayaan Bermasalah Terhadap Total Pembiayaan (NPF NET) 6. Pendapatan Bagi Hasil Bersih Terhadap Aktiva Produktif (NIM) 7. Aktiva Lancar Terhadap Kewajiban Lancar 8. Kewajiban Terhadap Ekuitas (DER) 9. Kewajiban Terhadap Aset (DAR) 12,66% 1,83% 46,21% 89,12% 2,37% 6,73% 225,61% 210,42% 14,89% 12,44% 1,53% 32,22% 92,96% 3,39% 6,31% 171,09% 326,18% 20,53% 12,56% 1,10% 18,27% 90,21% 4,64% 5,63% 118,60% 381,16% 27,81% 11,88% 1,83% 23,39% 83,09% 2,68% 6,83% 207,13% 268,79% 20,55% 10,57% 2,86% 22,28% 92,50% 1,97% 6,91% 162,26% 258,78% 20,67% 20,87% 1,04% 3,61% 82,57% 2,32% 7,12% 427,24% 127,79% 16,79%

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

7

sambutan komisaris utama

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Tahun 2008 memberikan catatan penting pada sejarah panjang perkembangan industri keuangan nasional maupun global. Krisis keuangan global yang meruntuhkan beberapa institusi keuangan besar memberikan pelajaran tentang mahalnya sebuah konsistensi terhadap tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang baik. Krisis likuiditas yang mengancam perbankan nasional menimbulkan keraguan publik terhadap sustainability institusi-institusi keuangan dan kekhawatiran akan kembalinya siklus krisis ekonomi yang pernah terjadi tepat satu dasawarsa yang lalu. Setiap perubahan memberikan pembelajaran, setiap kesulitan membuat kita semakin kuat, dan setiap tantangan menjadi seleksi alam bagi ketangguhan dan kemampuan bertahan. Di tengah turbulensi kondisi keuangan dan perubahan lingkungan bisnis yang demikian tinggi selama tahun 2008, Bank Syariah Mandiri (BSM) tetap mampu berdiri kokoh dengan prestasi yang cukup membanggakan. Sampai dengan 31 Desember 2008, Aset BSM mencapai Rp17,07 triliun, tumbuh sebesar 32,43% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2007 yaitu sebesar Rp12,89 triliun. BSM pun berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp196,42 miliar, atau secara year-on-year meningkat sebesar 70,12%. Di tengah kondisi ketatnya likuiditas, BSM mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp14,90 triliun atau tumbuh sebesar 34,15% dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya. Portofolio pembiayaan/ piutang yang diberikan sebesar Rp13,28 triliun atau tumbuh 28,59% dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya. Kemampuan Bank dalam menjalankan fungsi intermediary secara efektif ditunjukkan oleh indikasi Financing to Deposits Ratio (FDR) sebesar 89,12%. Keberhasilan-keberhasilan tersebut

menunjukkan bahwa rencana-rencana strategik yang telah kami susun dan infrastruktur yang kami bangun cukup mampu mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis, mencapai kinerja optimal sesuai dengan Rencana Bisnis Bank yang diharapkan Shareholders, dan semakin mengokohkan BSM sebagai market leader perbankan syariah di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 34,43%. Menjadi market leader di pasar perbankan syariah tentu bukan sebuah pekerjaan mudah, terutama karena semakin maraknya bank-bank yang membuka Unit Usaha Syariah (UUS) dalam beberapa tahun belakangan. Prestasi tersebut tercipta dari serangkaian upaya konsolidasi intern yang kuat, membangun komitmen seluruh level manajemen dan pegawai terhadap implementasi Good Corporate Governance (GCG), serta penanaman nilai-nilai inti budaya perusahaan sebagai bentuk komitmen kami terhadap visi untuk menjadi bank syariah terpercaya pilihan mitra usaha. Kami pun terus melakukan perbaikan internal business process dan inovasi produk secara berkesinambungan, serta berinvestasi besar pada infrastruktur IT dan sumber daya manusia sebagai manifestasi penguatan intern dalam upaya menciptakan value yang lebih baik bagi nasabah. Dewan Komisaris senantiasa memastikan bahwa proses pengawasan dengan mekanisme check dan balance telah dilakukan dengan tepat dan memadai. Selain mengawasi pencapaian targettarget Rencana Bisnis Bank yang telah ditetapkan, kami juga memastikan bahwa manajemen telah memiliki pengelolaan risiko yang kuat serta infrastruktur, proses bisnis dan sumberdaya yang memadai untuk dapat memacu organisasi menghadapi tantangan bisnis di masa depan. Dengan demikian kami dapat meyakini bahwa keseluruhan proses perencanaan, implementasi, pengendalian,

dan pengukuran kinerja telah harmonis dan kondusif bagi pencapaian seluruh sasaran strategis Bank. Dalam rangka penerapan GCG secara konsisten dan menjaga proses bisnis yang sehat, kami melaksanakan peran sebagai Dewan Komisaris dengan didukung oleh tiga Komite yang bertanggung jawab atas Kebijakan Risiko, Audit, serta Remunerasi dan Nominasi. Dengan adanya komite tersebut serta melalui komunikasi secara teratur dengan Direksi, kami melaksanakan fungsi pengawasan kebijakan dan penatalaksanaan untuk memastikan bahwa Manajemen Bank telah melaksanakan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi, manajemen risiko yang memadai, dan tata kelola perusahaan yang baik dalam menjalankan operasional Bank. Atas semua kemajuan PT Bank Syariah Mandiri selama tahun 2008, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholders atas perhatian, dukungan, serta kontribusi yang telah diberikan dalam mengembangkan Bank Syariah Mandiri. Demikian pula kepada Direksi PT Bank Syariah Mandiri beserta jajaran karyawan BSM kami sampaikan penghargaan dan ucapan selamat atas prestasi yang telah dicapai. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan memberikan kekuatan kepada kita semua untuk meraih prestasi optimal bagi pencapaian visi Bank Syariah Mandiri, dan pada saat yang sama mengemban misi pengembangan perbankan syariah nasional. Wassalamu'alaikum Wr. Wb. PT Bank Syariah Mandiri

Achmad Marzuki Komisaris Utama/Komisaris Independen

8

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

Achmad Marzuki

Komisaris Utama/Komisaris Independen

Setiap perubahan memberikan pembelajaran, setiap kesulitan membuat kita semakin kuat, dan setiap tantangan menjadi seleksi alam bagi ketangguhan dan kemampuan bertahan. Di tengah turbulensi kondisi keuangan dan perubahan lingkungan bisnis yang demikian tinggi selama tahun 2008, Bank Syariah Mandiri tetap mampu berdiri kokoh dengan prestasi yang cukup membanggakan

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

9

struktur organisasi

Struktur organisasi Bank Syariah Mandiri (BSM) senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan bisnis dan sekaligus mengantisipasi dinamika lingkungan bisnis. Untuk tujuan itulah maka manajemen BSM melakukan restrukturisasi organisasi. Tujuannya untuk menjadikan organisasi BSM lebih fokus dan efisien. Hal ini dilakukan dengan menyatukan beberapa unit kerja yang memiliki karakteristik yang sama dalam satu direktorat. Adapun struktur organisasi BSM tahun 2008 adalah:

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Dewan Pengawas Syariah

Dewan Komisaris

Komite Audit

Komite Remunerasi & Nominasi Direktur Utama Komite Pemantau Risiko

Direktorat Pembiayaan Korporasi & Komersial

Direktorat Pembiayaan Komersial & Konsumer

Direktorat Treasury & Jaringan

Direktorat Kepatuhan & Manajemen Risiko

Direktorat Operasi & Pendukung

Divisi Pembiayaan Korporasi & Investasi

Divisi Pembiayaan Kecil, Mikro & Program

Divisi Dana, Treasury, Perbankan Internasional

Divisi Manajemen Risiko

Divisi Hubungan Korporasi & Hukum

Divisi Pembiayaan Komersial Pusat

Divisi Pembiayaan Konsumer

Divisi Restrukturisasi

Divisi Kepatuhan

Divisi Sarana & Logistik

Divisi Pengawasan Intern

Desk Pembiayaan Khusus & Sindikasi

Divisi Pembiayaan Komersial Cabang

Divisi Penyelesaian Pembiayaan

Divisi Perencanaan, Pengembangan & Manajemen Kinerja Divisi Sumber Daya Insani

Divisi Operasi & Akuntansi

Komite Manajemen Risiko

Staf Ahli Direksi (SAD) Pembiayaan

Divisi Pengembangan Produk

Divisi Pengembangan Jaringan

Divisi Sistem & Teknologi

Cabang

Desk Sisdur & Pengawasan

S K D Perbankan Internasional

S A D Sumberdaya Insani

S K D Jaringan

S A D Dana

10

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

dewan komisaris dan senior advisor dewan komisaris

5

2

1

4

3

1. Achmad Marzuki, Komisaris Utama/Komisaris Independen 2. Abdillah, Komisaris Independen 3. Tardi, Komisaris 4. Lilis Kurniasih, Komisaris 5. M. Haryoko, Senior Advisor Dewan Komisaris

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

11

dewan komisaris dan senior advisor dewan komisaris

1. Achmad Marzuki

Komisaris Utama/ Komisaris Independen

Achmad Marzuki

Komisaris Utama/Komisaris Independen Lahir di Palembang, 25 Juli 1939. Memulai karier dari tahun 1965 dengan berbagai posisi yang diemban sampai dengan tahun 1992 sebagai Direktur PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero). Tahun 1994 sebagai pejabat pengganti sementara Direktur Utama PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero), Direktur PT Bank Bumi Daya (Persero) (1994­1998), Komisaris Utama PT Estika Jasatama (Consultans & Broker Insurance) (2001­2007), Komisaris Utama PT Bumi Daya Plaza (Properti) (2003­ sekarang). Melalui RUPS tanggal 19 Juni 2008 diangkat sebagai Komisaris Utama merangkap sebagai Komisaris Independen di PT Bank Syariah Mandiri.

Abdillah

Komisaris Independen

2. Abdillah

Komisaris Independen

3. Lilis Kurniasih

Komisaris

4. Tardi

Komisaris

5. M. Haryoko

Senior Advisor Dewan Komisaris

Lahir di Brebes, 21 Februari 1947. Memulai karir dari tahun 1967 dengan berbagai posisi yang diemban sampai dengan tahun 1997 sebagai Kepala Urusan Akuntansi, Teknologi Informasi dan Pengawasan Intern di Bank Bumi Daya (BBD). Tahun 1992-1996 juga menempati posisi sebagai Ketua Badan Pengawas di Yayasan THT Bank Bumi Daya (BBD). Komisaris di PT Estika Sedaya Finance (1997-2002). Ketua Pengawas Yayasan Kesejahteraan Bumi Daya (2003sekarang). Sejak tahun 2007 menjadi salah satu anggota Komite Audit di Bank Syariah Mandiri dan melalui RUPS tanggal 19 Juni 2008 diangkat sebagai Komisaris Independen di PT Bank Syariah Mandiri.

12

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

Lilis Kurniasih

Komisaris

Tardi

Komisaris

M. Haryoko

Senior Advisor Dewan Komisaris

Lahir di Bandung, 13 Januari 1958. Lulusan Institut Pertanian Bogor 1981. Berbagai kursus dan pelatihan yang pernah diikuti antara lain: Suskat Sarpol (Bank Exim, 1982), Analisa Kredit (Bank Exim, 1984), Asset and Liabilities (Bank Exim, 1987), Investment Management (Bank Exim,1990), Perbankan Syariah (BSM,1999), Training Delivery (Bank Mandiri, 2000) Managing Retail Bank Sales Team (Bank Mandiri, 2002), Advance Financial Analysis (Bank Mandiri, 2003), Integrated Economic & Risk Analysis on Downstream Oil & Gas industry, Warehouse Receipt (Bank Mandiri, 2007). Berkarir di dunia perbankan sejak 1981 di Bank Exim melalui on the Job Training sebagai officer pemula Cabang Surabaya Niaga. Gugus Pemasaran Biro Kredit Perkebunan Bank Exim (1982). Kabag Kredit Perkebunan, Kabag Kredit Jangka Panjang dan Menengah serta Kabag Kas di Bank Exim Bandung Asia Afrika (19831987). Kabag Kredit Kecil dan Menengah Bank Exim Bandung Lapangan Raya (1988-1990). Kepala Divisi Investasi Dana Pensiun Bank Exim (1990-1996). Kepala Kantor cabang Pembantu Bank Exim Dep. PU (1997). Wakil Kepala Cabang Bank Exim Jakarta Kebayoran (1998). Bergabung dengan PT BSM sebagai Kepala Divisi Pembiayaan Korporasi (1999). Operation Manager PT Bank Mandiri Persero area Pondok Indah (2003). Assisten Regional Risk Manager Jakarta Sudirman (2003). Regional Risk Manager Jakarta Thamrin II (2005). Commercial Banking Center Manager Jakarta Sudirman (2007) dan Melalui RUPS tanggal 19 Juni 2008 diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris di PT Bank Syariah Mandiri.

Lahir di Sukoharjo, 12 Mei 1964. Lulusan Universitas Negeri Sebelas Maret 1987. Berbagai kursus dan pelatihan yang pernah diikuti antara lain: Credit Training for Lending (Bank Mandiri, 2000), Marketing Analysis ­ Strategy & MPD (Bank Mandiri, 2001), LOS Scoring Branch (Emas Deployment Team, 2003), LOS Processing Center (2003), Insead Leadership Senior Training (Insead, 2003), Sertifikasi Management Risiko-1 (Bank Mandiri, 2006), Workshop Optimalisasi Penyelesaian Kredit (Bank Mandiri, 2007), Sertifikasi Manajemen Risiko-2 (Bank Mandiri, 2007). Berkarir di dunia perbankan sejak 1989 di Bank Bumi Daya (BBD) sebagai Tata Usaha kantor pusat dan sejak tahun 1991-1999 sebagai Profesional Staf pada Urusan Korporasi. Bergabung di Bank Mandiri sejak tahun 1999. Berbagai jabatan yang dipercayakan antara lain: Group Head pada Credit Operation & Control Credit Administration (1999), Credit Operation & Control Loan Operations Development (2000), Department Head Consumer Loan Disbursement (2001-2006). Department Head Loan Collection I (2006), Group Head Credit Recovery II (2008). Melalui RUPS tanggal 19 Juni 2008 diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris di PT Bank Syariah Mandiri.

Lahir di Ambarawa, 18 Juni 1957. Lulus Fakultas Teknik Sipil ITB tahun 1982, yang kemudian meraih gelar MBA (International Business) tahun 1993 di University of Wisconsin-USA dan Training Human Resource Management di University of Connecticut USA pada tahun 1995. Mengikuti berbagai training di bidang Human Resources, baik di dalam maupun luar negeri, seperti: Human Resource Management Training di University of Connecticut-USA 1995, Human Resources Information Technology­AIC-Singapore pada tahun 1997, Global Human Resources Innovation di Barcelona 1999, People Leadership Forum­PWP di Singapore 2001, Human Resources Management ­INSEAD di Hongkong tahun 2001, Optimizing Human Capital-UNI di Singapore 2002. Memulai karir di Bank Dagang Negara (BDN) sebagai Analis Wilayah UPPK sejak tahun 1983, terakhir sebagai Kepala Bagian Pengembangan Pegawai. Pada saat merger ke Bank Mandiri, diangkat sebagai Team Leader Konsolidasi bidang Sumber Daya Manusia tanggal 11 Desember 1998. Kemudian sejak 1999 sebagai Kepala Divisi H.R. dan terakhir sebagai Deputy Human Resource Group. Tahun 2002 hingga 2008 menjabat sebagai Direktur PT Bank Syariah Mandiri, dan melalui RUPS tanggal 19 Juni 2008 diangkat sebagai Senior Advisor Dewan Komisaris di PT Bank Syariah Mandiri.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

13

dewan pengawas syariah

Prof. KH. Ali Yafie

Ketua Lahir di Wani, Donggala, Sulteng, 1 September 1926. Menjabat sebagai Rektor di IIQ Jakarta dan Guru Besar, seperti UIN Jakarta, UI, UGM, ITB, ITS dll. Melalui RUPS tanggal 19 Juni 2008 ditetapkan kembali sebagai ketua Dewan Pengawas Syariah di PT Bank Syariah Mandiri.

Drs. Mohamad Hidayat, MBH.,MH.

Anggota Lahir di Jakarta, 3 Mei 1968. Lulus dari Fakultas Syariah IAIN Jakarta tahun 1991. Saat ini tengah menyelesaikan pendidikan S3 di bidang Islamic Economic and Finance di Universitas Trisakti, Jakarta. Melalui RUPS tanggal 19 Juni 2008 ditetapkan kembali sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah di PT Bank Syariah Mandiri.

Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec.

Anggota Lahir di Sukabumi, 12 Mei 1967. Meraih gelar PhD di bidang Micro Finance, dari University of Melbourne Australia tahun 2004. Gelar Master di bidang Ekonomi International Islamic University (IIU), Malaysia tahun 1992. Melalui RUPS tanggal 19 Juni 2008 ditetapkan kembali sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah di PT Bank Syariah Mandiri.

14

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

opini dewan pengawas syariah

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Setelah mempelajari data-data kinerja PT Bank Syariah Mandiri (BSM) 1 januari 2008 sampai dengan 31 Desember 2008 dan melakukan diskusi dengan bagian-bagian terkait, maka kami, Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSM, menyatakan bahwa secara umum aspek operasional dan produk PT BSM telah mengikuti fatwa-fatwa dan ketetapan syariah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), serta opini syariah dari DPS.

Kami mengharapkan tetap dibangunnya akhlak yang mulia sebagai inti dari budaya perusahaan syariah. Kami juga berharap peningkatan kerjasama dan koordinasi yang telah terbina dengan baik selama ini dapat ditingkatkan dalam bentuk rapat-rapat periodik gabungan dalam rangka pembahasan berbagai aspek operasional perusahaan.

Kami mensyukuri dan menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Manajemen atas pencapaian hasil perseroan, ekspansi jaringan yang makin luas dan pengembangan service maupun produk dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat.

Jakarta, 18 Februari 2009 Dewan Pengawas Syariah PT Bank Syariah Mandiri

Prof. K. H. Ali Yafie

Ketua

Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec.

Anggota

Drs. H. Mohammad Hidayat, MBH., MH.

Anggota

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

15

sambutan direktur utama

Yuslam Fauzi

Direktur Utama

Dengan tetap berpegang pada strategi konsolidasi dan prinsip kehati-hatian, pertumbuhan BSM di tahun 2008 jauh lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan di tahun 2007

16

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Direksi dan seluruh jajaran PT Bank Syariah Mandiri (BSM) patut bersyukur kehadirat Allah atas keberhasilan BSM melalui periode kerja tahun 2008 dengan baik. Indikator-indikator bisnis yang telah dicanangkan dalam rencana kerja perusahaan tahun 2008 telah terlampaui. Perjalanan bisnis tersebut kami tuangkan dalam Laporan Tahunan PT Bank Syariah Mandiri 2008. Rencana bisnis BSM tahun 2008 didasarkan pada asumsi-asumsi ekonomi makro yang secara umum menggambarkan bahwa ekonomi nasional pada tahun 2008 lebih baik dibandingkan tahun 2007. Asumsi ekonomi makro tersebut antara lain: pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4%, inflasi sebesar 5,50%, nilai tukar yang stabil pada kurs Rp9.500,-/USD, dan tingkat diskonto SBI 3 bulan sebesar 7,75%. Realisasi indikator makro ekonomi pada tahun 2008 secara umum lebih buruk dibandingkan prediksi yang telah dibuat, yaitu: pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2%, inflasi sebesar 11,06%, nilai tukar berfluktuasi dari Rp9.326,-/USD di awal tahun 2008 menjadi Rp10.950,-/USD di akhir tahun 2008, dan tingkat diskonto SBI 3 bulan yang berfluktuasi dari 8,00% hingga 12,75%. Dengan kondisi ekonomi yang kurang kondusif tersebut, perbankan syariah tumbuh baik, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan perbankan konvensional. Aset perbankan syariah tumbuh sebesar 35,63%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan aset perbankan nasional sebesar 16,31%. Realisasi fungsi intermediasi perbankan syariah juga masih lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi fungsi intermediasi perbankan konvensional. Per akhir 2008, FDR perbankan syariah mencapai 103,66%, sedangkan LDR perbankan nasional sebesar 74,58%.

Dengan tetap berpegang pada strategi konsolidasi dan prinsip kehati-hatian, pertumbuhan BSM di tahun 2008 jauh lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan di tahun 2007. Aset BSM tumbuh sebesar Rp4.180,55 miliar (32,44%), yaitu tumbuh dari posisi Rp12.885,39 miliar di akhir 2007 ke posisi Rp17.065,94 miliar di akhir 2008. BSM juga berhasil merealisasikan pertumbuhan pembiayaan sebesar 28,59% dan pertumbuhan pendanaan sebesar 34,15%. Pertumbuhan pembiayaan ini juga diiringi dengan pengendalian kualitas pembiayaan yang baik. Per akhir 2008, NPF netto BSM sebesar 2,37%, lebih baik dibanding NPF netto BSM tahun 2007 sebesar 3,39%. Pada akhirnya, BSM dapat membukukan laba di tahun 2008 sebesar Rp196,42 miliar, dengan ROE sebesar 46,21%. Realisasi ROE tahun 2008 lebih tinggi dibanding dengan ROE tahun 2007 sebesar 32,22%. Perkembangan yang baik tersebut juga terus diiringi dengan perbaikan mendasar di berbagai bidang, antara lain: a. Aspek Pembiayaan Pertumbuhan pembiayaan BSM disertai dengan: upaya penguatan porsi portfolio pembiayaan nasabah UMKM dengan limit di bawah Rp10 miliar, penurunan konsentrasi debitur inti, dan pengembangan pembiayaan konsumer. Porsi pembiayaan UMKM dengan limit di bawah Rp10 miliar meningkat semula 46,83% di akhir tahun 2007 menjadi 56,70% di akhir tahun 2008. BSM juga berhasil menurunkan tingkat konsentrasi debitur inti dengan menurunkan pembiayaan-pembiayaan berskala besar. Porsi 15, 25 dan 50 debitur terbesar terus menurun semula masing-masing 16,79%, 23,34%, dan 33,96%, di akhir tahun 2007 menjadi 14,46%, 20,75% dan 31,37% pada akhir tahun 2008. Sejalan dengan itu, jumlah debitur meningkat 65,17% semula 44.420 debitur di tahun 2007 menjadi

73.367 debitur di tahun 2008. BSM juga berhasil meningkatkan portofolio pembiayaan konsumer sebesar 78,54% semula Rp1.117 miliar di akhir tahun 2007 menjadi Rp1.994,33 miliar di akhir tahun 2008. Dengan demikian porsi pembiayaan konsumer terhadap total pembiayaan meningkat, semula 10,82% pada tahun 2007 menjadi 15,02% pada tahun 2008. b. Aspek Pendanaan Pada tahun 2008, BSM tetap konsisten menjalankan program pendanaan yang disebut dengan gerakan "Grab". Hasil dari gerakan "Grab" ini, BSM mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah rekening konsumer sebanyak 225.918 rekening atau rata-rata sebanyak 18.826 rekening per bulan. Secara total jumlah rekening Dana Pihak Ketiga telah mencapai 1.255.509 rekening diakhir 2008. Pada akhir 2008, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSM yang terdiri atas Giro, Tabungan, dan Deposito, tumbuh sebesar Rp3.792,71 miliar atau 34,15%, semula Rp11.105,98 miliar di akhir tahun 2007 menjadi Rp14.898,69 miliar di akhir tahun 2008. Dana Pihak Ketiga tersebut menguasai 40,43% dari total dana pihak ketiga perbankan syariah. c. Aspek Permodalan Untuk memperkuat permodalan, BSM memperoleh tambahan setoran modal dari Pemegang Saham sebesar Rp100 miliar pada bulan Juni 2008 dan tambahan modal dalam bentuk tanah dan bangunan sebesar Rp99,87 miliar pada bulan Desember 2008. Dengan demikian, Capital Adequacy Ratio (CAR) BSM pada akhir tahun 2008 masih dapat dijaga dengan baik pada rasio 12,66%. d. Aspek Aktiva Produktif Yang Diklasifikasikan (APYD) BSM berhasil memperbaiki APYD/

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

17

AP semula 5,21% di akhir tahun 2007 menjadi 4,77% di akhir tahun 2008. Rasio Non Performing Financing (NPF) gross di akhir tahun 2008 mengalami sedikit kenaikan dari sebelumnya sebesar 5,64% di akhir tahun 2007 menjadi 5,66% di akhir tahun 2008. Rasio NPF netto di akhir tahun 2008 mengalami perbaikan dari sebelumnya 3,39% di akhir tahun 2007 menjadi 2,37% di akhir tahun 2008. BSM mengalokasikan biaya PPAP di tahun 2008 sebesar Rp310,09 miliar sehingga PPAP tersedia di akhir tahun 2008 menjadi sebesar Rp591,77 miliar atau 100,34% terhadap PPAP yang wajib dibentuk sebesar Rp589,74 miliar. Rasio PPAP tersedia Rp591,77 miliar terhadap NPF absolut sebesar Rp751,69 miliar (cash coverage to NPF) mencapai 78,73%, meningkat 27,02%. e. Aspek Fee Based Income BSM berhasil secara signifikan meningkatkan pendapatan fee based income semula Rp209,92 miliar di akhir tahun 2007 menjadi Rp300,99 miliar di akhir tahun 2008. BSM meningkatkan perolehan fee based income non administrasi pembiayaan sebesar 67,18% semula Rp121,69 miliar di akhir tahun 2007 menjadi Rp203,44 miliar di akhir tahun 2008. Porsi pendapatan fee based income terhadap pendapatan operasional sedikit mengalami penurunan dimana semula 14,92% di tahun 2007 menjadi 14,77% di tahun 2008. f. Aspek Kesehatan Bank Kesehatan bank merupakan kesimpulan yang didasarkan atas berbagai parameter yang sangat kompleks. BSM berupaya secara komprehensif untuk memenuhi standar kesehatan bank yang ditentukan Bank Indonesia. Lebih jauh mengenai upaya-upaya penyehatan bank dijabarkan lebih detil di bagian lain Laporan Tahunan ini.

BSM melakukan self assessment Tingkat Kesehatan Bank sesuai Surat Edaran (SE) Bank Indonesia No. 9/24/DPbS tanggal 30 Oktober 2007, perihal: Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah. Nilai komposit Kesehatan Bank per 31 Desember 2008 adalah 2 (Predikat Baik). Seiring dengan perkembangan tersebut, pada tahun 2008 BSM mendapatkan banyak penghargaan, baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional. Beberapa penghargaan yang diraih BSM selama tahun 2008 antara lain: 1. The Best Human Resource Development dari Bank Indonesia yang bekerja sama dengan Karim Business Consulting. 2. Indonesian Bank Loyalty Award (IBLA) dari majalah InfoBank yang bekerja sama dengan MarkPlus Insight. 3. Kriya Pranala Award dari Bank Indonesia. 4. The Best Islamic Bank in Indonesia dari Islamic Finance News, Malaysia. 5. The Best Fully-Pledged Islamic Bank dari Karim Business Consulting yang di dalamnya meliputi The Most Profitable, The Most Efficient, The Most Prudent, The Most Expansive Earning Asset, The Most Expansive Third Party Fund, dan The Best Teller. 6. Banking Efficiency Award dari harian Bisnis Indonesia yang bekerja sama dengan Management Research Centre dari Fakultas Pasca Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI). 7. The Best Islamic Financial Institution in Indonesia dari Global Finance Magazine, New York, USA. 8. Golden Trophy Award dari majalah InfoBank. 9. The Best Brand Award dari majalah SWAsembada. 10. Bank Syariah Terbaik dari majalah Investor bekerja sama dengan Karim Business Counsulting.

Seiring berbagai perkembangan yang ada, BSM diharapkan mampu menjadi organisasi bisnis yang bugar, siap tumbuh secara berkesinambungan, terus melayani bangsa Indonesia secara lebih adil dan menenteramkan. Akhirul kalam, Direksi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari seluruh stakeholders (nasabah, karyawan, pemegang saham, otoritas moneter, pemerintah, alim ulama, tokoh masyarakat, dll.) yang telah diberikan pada BSM. Selanjutnya, kami akan menguraikan laporan kinerja BSM tahun 2008, sebagaimana tertuang dalam buku Laporan Tahunan ini termasuk Laporan Keuangan berupa Neraca dan Laba (Rugi) BSM untuk tahun buku 2008. Laporan Keuangan Bank tahun 2008 tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang dengan pendapat "Wajar Tanpa Pengecualian". Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap upaya kita. Wassalamu'alaikum Wr. Wb. PT Bank Syariah Mandiri

Yuslam Fauzi Direktur Utama

18

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

direksi

5

2

1

3

4

6

1. Yuslam Fauzi, Direktur Utama 2. Hanawijaya, Direktur 3. Srie Sulistyowati, Direktur 4. Amran Nasution, Direktur 5. Zainal Fanani, Direktur 6. Sugiharto, Direktur

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

19

direksi

Riwayat Hidup Singkat

Yuslam Fauzi

Direktur Utama

Hanawijaya

Direktur

Amran Nasution

Direktur

Lahir di Jakarta, 28 Agustus 1959. Lulus Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia tahun 1986, yang kemudian meraih gelar MBA (Finance/Investment Banking) tahun 1992 dari Arizona State University, USA. Aktif sebagai pembicara tentang ekonomi dan perbankan syariah di berbagai seminar, symposium, workshop sejak tahun 1999. Mengikuti berbagai kursus tentang keuangan dan perbankan, baik di dalam maupun di luar negeri, antara lain: Correspondent Banking di American Express Bank, New York (USA, 1992), Pricing Methodology (Booz Allen & Hamilton, 1992), Capital Market Instruments in Asia (Singapore, 1993), Valuation, Pricing & Using Capital Market Instruments (Hongkong, 1993), Venture Capital in Asia (Singapore, 1994), Corporate Finance Course (Citibank Singapore, 1994), Chartered Financial Analyst Review (Institute for Financial Analysis Development, 1994), Global Custody & Portfolio Administration (Sydney, 1995), Advanced Project Finance & Financial Modeling (Sydney, 1997), dan Shari'a Banking & Supervisory Aspect (Bahrain Institute & Bank Indonesia, 1999), Sertifikasi Manajemen Risiko (Singapura, Juli 2006), 3th Annual Asian Islamic Banking & Finance Summit (Kuala Lumpur, September 2006), Middle Eastern Investor Forum for Indonesia (Dubai, September 2006), Bank Indonesia Annual International Seminar (Bali, November 2006). Memulai karir di Bank Bumi Daya sejak 17 Januari 1983 dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Kredit Menengah. Menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko di Bank Syariah Mandiri (November 1999-Agustus 2001). Jabatan terakhir di Bank Mandiri adalah sebagai Regional Manager Wilayah IX Banjarmasin (Januari­Juni 2005). Sejak tahun 2005 diangkat sebagai Direktur Utama BSM. Melalui RUPS tanggal 19 Juni 2008 ditetapkan kembali sebagai Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri.

Lahir di Jakarta, 3 Desember 1963. Lulus dari Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis, Institut Pertanian Bogor dan meraih gelar MM dari Institut Pendidikan Manajemen Prasetya Mulya (Jakarta, 1999). Mengikuti berbagai training di bidang perbankan antara lain: Pendidikan Kader Perbankan Tingkat I-Program Diploma Perbankan I, IBI (Jakarta, 1989), Officer Development Program Bank Dagang Negara (BDN), di IBI (Jakarta, 1990), Training Kredit Analisis Bidang Agribisnis, IPB (Jakarta 1992), Pendidikan Kader Pimpinan Tingkat Lanjutan, LPPI (Jakarta 1994), Training for The Trainer-Organizational Dynamics Consulting, BDN (Jakarta 1996), Effective Cash Flow Management (Jakarta 1997), Corporate Valution Modelling-Euromoney Training (Singapura, 2001), Executive Workshop on Certified Islamic Financial Analyst (CIFA) (Jakarta, 2001), Selling Commercial & Corporate Bank Services Course (Jakarta 2004), Leadership Course INSEAD-Mandiri, USAID University (Jakarta, 2004), Internship Program USA (AS, 2004), Program Eksekutif Direksi Sertifikasi Manajemen Risiko-Program BSMR Bank Indonesia (Jakarta, 2006). Memulai karir di BDN sebagai analis kredit perusahaan berskala menengah sejak tahun 1990. Mulai 1999, bekerja sebagai Group Head Credit Recovery di Bank Mandiri. Awal tahun 2001 menjadi Departement Head Front End Collection, dan terakhir ditempatkan sebagai Hub Manager Jakarta Fatmawati sampai dengan tahun 2005. Sejak tahun 2005 diangkat sebagai Direktur BSM. Melalui RUPS tanggal 19 Juni 2008 ditetapkan kembali sebagai anggota Direksi PT Bank Syariah Mandiri.

Lahir di Jakarta, 1 Desember 1965. Lulus dari Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, Universitas Trisakti, Jakarta tahun 1989. Mengikuti berbagai training di bidang perbankan antara lain: Kursus Dasar-dasar Perbankan, Bank Susila Bakti ( Jakarta, 1989), Kursus Kepala Cabang, Bank Indonesia (Jakarta, 1992), Training Customer Oriented Leadership, Dale Carnegie ( Jakarta, 1997), Workshop Management Perbankan Syariah, Tazkia Institute (Jakarta, 1999), Good Corporate Governance, Risk Management & Compliance Management, Arthur Andersen ( Jakarta, 2001), Workshop Proactive Risk Management In Banking, Institute of Finance & Banking, Sahid Jaya (Jakarta, 2002), Program Certificate In Corporate Leadership TTE tingkat Advance VIII, Center Of Corporate Leadership (Bogor, 2002), Islamic Commercial Law In Banking & Finance, (Kuala Lumpur, 2003), Islamic Finance Forum (Kuala Lumpur, 2004), Workshop Risk Management & Compliance, Novotel Coralia (Bogor, 2005), Sertifikasi Manajemen Resiko, BSMR (Jakarta, 2006), Sukuk & Islamic Capital Market (Dubai, 2008), Sukuk: Islamic Bonds & Securitisations, Paris (France, 2008). Memulai karir di Bank Susila Bakti (BSB) sebagai Account Officer tahun 1990. Tahun 1993 menjadi Kepala Cabang Utama BSB Bandung sampai tahun 1999. Sejak tahun 1999, BSB dikonversi menjadi PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dipercaya sebagai Kepala Divisi Pembiayaan Menengah dan Ritel. Berbagai jabatan di BSM setingkat Kepala Divisi yang pernah dipercayakan, antar lain: Divisi Treasury dan Dana (2001), Divisi Pembiayaan & Investment Banking (2006) dan sejak bulan Mei 2007 dipercaya untuk menduduki jabatan Kepala Divisi Korporasi. Melalui RUPS tanggal 19 Juni 2007 ditetapkan sebagai anggota Direksi di PT Bank Syariah Mandiri.

20

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

Zainal Fanani

Direktur

Srie Sulistyowati

Direktur

Sugiharto

Direktur

Lahir di Ngawi, 24 Oktober 1964. Lulus dari Fakultas Teknik Sipil Jurusan Transportasi, Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) tahun 1989. Mengikuti berbagai kursus dan seminar antara lain: Sertifikasi Manajemen Risiko, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (Jakarta, 2005), Conference on Islamic Economic, Middle East Global Advisors (MEGA) di Bahrain (tahun 2005), Emotional Spiritual Quotient Program Eksekutif, ESQ Training (Jakarta, 2005), Balanced Scorecard Worldclass Perform, The Jakarta Consulting Group (Jakarta, 2005), Good Corporate Governance, Risk Management & Compliance (Jakarta, 2000), Pelatihan Dasar Bank Syariah Tazkia Institut-Bank Susila Bakti (Jakarta, 1999), Kursus Perkreditan, Bank Dagang Negara (Jakarta, 1998), Kursus Pemimpin Cabang Angkatan 106, IBI (Jakarta, 1997), Kursus Manajemen Perkreditan Angkatan XII, IBI (Jakarta, 1995). Memulai karir sebagai staf Badan Penelitian & Pengembangan Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan RI (April, 1990). Mengikuti Pendidikan Executive Bank, PT Bank Susila Bakti (BSB) tahun 1990. Tahun 1991 sebagai Kepala Operasi KCP Rawamangun. Jabatan terakhir di BSB sebagai Kepala Cabang Pembantu Kalimalang, Bekasi tahun 1999. Setelah BSB dikonversi menjadi PT Bank Syariah Mandiri (BSM) tahun 1999, menjabat Kepala Cabang Surabaya. Berbagai jabatan lain yang pernah dipercayakan antara lain: Kepala Bagian Relation Manager Retail I, Divisi Pemasaran & Pembinaan Cabang (Maret, 2001), Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Kinerja (November, 2002). Sejak tanggal 19 Juni 2007 ditetapkan sebagai anggota Direksi PT Bank Syariah Mandiri.

Lahir di Jakarta, 10 April 1960, Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia jurusan Manajemen, angkatan tahun 1979. Mengikuti berbagai training dan seminar di bidang perbankan antara lain: Principals of Accounting, Auditing and Financial Statement Analysis Course (Jakarta, 1988), Interest Rate and Currency Swap, Institute for International Research Singapore (Singapore, 1989), Money Market, Foreign Exchange, Swap, Financial Future and Technical Analysis, Bank of Boston Singapore (Singapore, 1989), Option Strategy, Bank Brussels Lambert Singapore (Singapore, 1989), Elliot Wave Theories, Robert Saperstein and TELERATE (Singapore, 1989), The 13th Asia Pacific Forex Assembly di Nagoya (Japan, 1991), Familiarisasi terhadap Japanese Market, di BNI'46 Tokyo, Japan (Japan, 1991), The 14th Asia Pacific Forex Assembly di Bangkok (Thailand, 1992), Overview Perbankan Syariah, Karim Business Consulting (Jakarta, 2005), Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Eksekutif Angkatan ke 41, ESQ Training (Jakarta, 2005), IT Risk Governance: Penerapan Manajemen Risiko dalam IT (Jakarta, 2008). Memulai karir di PT Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO) pada tahun 1987 sebagai Money Market Dealer. Jabatan terakhir sebagai Head of Foreign Exchange Desk merangkap sebagai Technical Analyst untuk pasar valuta asing pada tahun 1990. Sejak 16 Januari 1995 pindah dari BAPINDO ke PT Bank Merincorp sebagai Treasury Manager dan terakhir menjabat sebagai anggota Tim Likuidasi PT Bank Merincorp pada tahun 2003 sampai Juni 2005. Tahun 2005 diangkat sebagai Senior Executive Vice President (SEVP). Sejak tanggal 19 Juni 2007 ditetapkan sebagai anggota Direksi PT Bank Syariah Mandiri.

Lahir, Kediri, 19 November 1960. Lulusan dari Universitas Negeri Jember 1985, dan menyelesaikan pasca sarjana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta tahun 2003. Sejak 2004 ­ sekarang sedang menyelesaikan S-3 di Universitas 17 Agustus Surabaya. Berbagai kursus dan pelatihan yang pernah diikuti antara lain: Credit Analysis Training (Bank Jatim ,1993), Core Credit Training (Bank BUKOPIN, 1994), Development of Management Skills Training (Bank Muamalat, 1995), Selling International Banking Product & Service (Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, 2004), Spirit Risk Management (BSM, 2005), Targeted Selection Training (BSM, 2005). Aktif sebagai pembicara tentang Ekonomi Syariah pada berbagai perguruan tinggi antara lain: UPN Veteran Surabaya (2003), IAIN Sunan Ampel Surabaya (2003), Universitas Airlangga (2003), Universitas Brawijaya Malang (2004), dan Permodalan Nasional Madani (2005). Berkarir di dunia perbankan sejak 1989 di Bank Muamalat. Berbagai jabatan yang pernah dipercayakan antara lain: Head of Commercial Financing in Surabaya (1994), Branch Manager in Fatmawati-Jakarta (1997), Coordinator of Corporate Business Restructure Financing Unit (1999). Regional Manager of Middle Java (2002). Sejak tahun 2003 bergabung dengan PT Bank Syariah Mandiri, dan menjabat sebagai Regional Manager of East Java, Bali and Mataram. Tahun 2008 menjabat sebagai Kepala Divisi Pengembangan Jaringan. Melalui RUPS tanggal 19 Juni 2008 ditetapkan sebagai anggota Direksi PT Bank Syariah Mandiri.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

21

profil & informasi kepemilikan saham

A. Profil: Nama: Alamat: PT Bank Syariah Mandiri. Gedung Bank Syariah Mandiri Jl. MH. Thamrin No. 5 Jakarta 10340 ­ Indonesia. Telepon: Faksimili: Homepage: Tanggal Berdiri: Tanggal Beroperasi: Modal Dasar: Modal Disetor: Kantor Layanan: Jumlah Jaringan ATM BSM: (62 ­ 21) 2300509, 39839000 (hunting). (62 ­ 21) 39832989. www.syariahmandiri.co.id. 25 Oktober 1999. Sejak 1 November 1999. Rp1.000.000.000.000,Rp558.243.565.000,313 kantor, yang tersebar di 24 provinsi di seluruh Indonesia. ATM Syariah Mandiri 118 unit, ATM Mandiri 3.746 unit, ATM Bersama 14.758 unit (include ATM Mandiri dan ATM BSM), ATM Prima 10.647 unit, ATM BCA 5.611 unit dan Malaysia Electronic Payment System (MEPS) 6.505 unit. Jumlah Karyawan: 3.493 orang.

B. Kepemilikan Saham: 1. PT Bank Mandiri Tbk. (Persero): 111.648.713 saham (99,999999%). 2. PT Mandiri Sekuritas: 1 saham (0,000001%).

22

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

laporan pengawasan dewan komisaris

Dewan Komisaris PT Bank Syariah Mandiri (Bank) berkomitmen untuk proaktif dalam melaksanakan fungsi pengawasan Bank, baik pada proses perumusan rencana strategik perusahaan, implementasi rencana bisnis, pemantauan kinerja, serta penerapan manajemen risiko yang sehat dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Berdasarkan pelaksanaan fungsi tersebut di atas, Dewan Komisaris berpendapat bahwa selama periode tahun 2008 Manajemen telah berupaya sungguh-sungguh dalam merealisasikan Rencana Bisnis Bank yang telah ditetapkan. Sesuai realisasi Rencana Bisnis Bank Tahun 2008, Bank telah mencapai sebagian besar target utama yang ditetapkan, antara lain total aset, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), penyaluran dana pada aktiva produktif, perolehan fee based income, dan laba bersih. Namun demikian Manajemen masih perlu memberikan perhatian lebih terhadap penanganan pembiayaan bermasalah, sosialisasi manajemen risiko dalam rangka meningkatkan kesadaran risiko pada seluruh jajaran, dan penyiapan infrastruktur dalam rangka mendukung kompleksitas bisnis Bank. Aset BSM sampai dengan 31 Desember 2008 mencapai Rp17,07 triliun, tumbuh 32,43% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2007 sebesar Rp12,89 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun sebesar Rp14,90 triliun, tumbuh 34,11% dibandingkan posisi 31 Desember 2007 sebesar Rp11,11 triliun. Pembiayaan/piutang yang diberikan mencapai Rp13,28 triliun, tumbuh 28,56% dibandingkan posisi 31 Desember 2007 sebesar Rp10,33 triliun. Financing to Deposit Ratio (FDR) Bank sebesar 89,12% menunjukkan Bank cukup efektif menjalankan fungsi sebagai institusi intermediasi keuangan. Laba Bersih mencapai Rp196,42 miliar, atau secara year-on-year meningkat 70,12%. Keberhasilan pencapaian kinerja keuangan tersebut diikuti oleh perbaikan konsentrasi DPK maupun pembiayaan. Penghimpunan DPK didominasi oleh Deposito konsumer/noninstitusi dengan porsi yang terus membaik.

Penyaluran pembiayaan pun dilakukan dengan tetap memperhatikan kecukupan likuiditas dan konsentrasi pada segmen non-korporasi/UMKM dengan trend yang terus meningkat. Portofolio pembiayaan non-korporasi/UMKM mencapai 56,61%, meningkat 2,96% dibandingkan posisi 31 Desember 2007 sebesar 53,65%. Dilihat dari Rasio Aktiva Produktif Yang Diklasifikasikan (APYD) terhadap Aktiva Produktif (AP), Rasio NPF gross maupun netto lebih baik dari limit yang ditetapkan. Per 31 Desember 2008, NPF gross sebesar 5,66%, cenderung meningkat dibandingkan posisi 31 Desember 2007 sebesar 5,64%. Sementara NPF netto sebesar 2,37%, lebih baik dibandingkan posisi 31 Desember 2007 sebesar 3,39%. Pada sisi permodalan, sampai dengan 31 Desember 2008 modal Bank secara absolut mencapai Rp1,43 triliun dengan tingkat kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 12,66%. Sampai dengan Desember 2008, telah terealisasi penambahan modal sebesar Rp199,87 miliar (Rp100 miliar cash dan Rp99,87 miliar dalam bentuk tanah dan bangunan) dari rencana penambahan modal sebesar Rp300 miliar. Berdasarkan RUPS Luar Biasa PT Bank Syariah Mandiri tanggal 19 Juni 2008, RUPS menetapkan penggantian seluruh anggota

Dewan Komisaris dan penambahan 1 (satu) orang pejabat Direktur. Sampai dengan Akhir tahun 2008 Direksi Bank berjumlah 6 (enam) orang, dan Dewan Komisaris berjumlah 4 (empat) orang dengan komposisi 50% adalah Komisaris Independen. Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasehat kepada Direksi melalui berbagai rapat Dewan Komisaris dan Direksi maupun Direktur Bidang, dengan agenda rutin seperti kinerja bulanan, kebijakan manajemen risiko, sumberdaya insani, audit intern, penanganan NPF, maupun rapat-rapat non-rutin yang berkaitan dengan kondisi terkini Bank. Dalam menjalankan fungsi tersebut, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite-Komite yaitu: 1. Komite Audit; 2. Komite Pemantau Risiko; 3. Komite Remunerasi dan Nominasi. Komite-komite di jajaran Dewan Komisaris telah memiliki Pedoman Tata Tertib dan berfungsi secara efektif dengan menyampaikan laporan dan rekomendasi hasil telaah komite kepada Dewan Komisaris atas hal-hal yang perlu menjadi perhatian Dewan Komisaris. Hasil telaah komite tersebut kemudian disampaikan secara periodik kepada Direksi dan Unit Kerja untuk ditindaklanjuti. Berdasarkan pelaksanaan pengawasan tersebut,

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

23

Dewan Komisaris berpendapat bahwa Bank telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), memiliki sistem pengendalian intern yang cukup, dan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yang telah berjalan efektif dan independen. Bank terus mengembangkan penerapan Enterprise Risk Management guna memenuhi ketentuan Bank Indonesia. Unit Kerja Manajemen Risiko saat ini telah mempunyai infrastruktur yang diperlukan agar kebijakan dan ketentuan Bank selalu up to date, tersedianya prosedur dan penetapan limit, ketersediaan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, pengendalian risiko, sistem informasi manajemen risiko, serta ketersediaan sistem pengendalian intern yang menyeluruh. Berpedoman pada PBI No. 9/1/PBI/2007 tanggal 21 Januari 2007 dan SE BI No. 9/24/DPbS tanggal 30 Oktober 2007 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah, hasil self assesment Bank menunjukkan tingkat kesehatan bank pada peringkat komposit 2 dengan predikat "Baik". Pendapat Mengenai Upaya Memperbaiki Kinerja Bank e. Dalam rangka mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable growth), meningkatkan peran intermediasi Bank, serta mempertahankan kondisi Bank agar tetap sehat, perlu dilakukan upaya perbaikan sekaligus pemeliharaan kinerja Bank yang mencakup faktor-faktor sebagai berikut: a. Permodalan Bank harus mampu mendukung rencana ekspansi bisnis dan pertumbuhan yang ingin dicapai. Bank perlu menindaklanjuti realisasi penambahan modal oleh Pemegang Saham (PT Bank Mandiri Tbk. (Persero)) sesuai dengan komitmen dan pencapaian milestone yang telah ditetapkan. b. Bank perlu melanjutkan langkah-langkah secara lebih konkrit dan berkesinambungan dalam upaya meningkatkan kualitas aktiva produktif, khusunya dalam hal: 1) Peningkatan kehati-hatian dan kepatuhan terhadap ketentuan dalam hal pemberian pembiayaan/piutang; 2) Penyelesaian NPF dengan fokus pada

c.

d.

f.

g.

penurunan nilai absolut dan memastikan agar pembiayaan existing tidak mengalami penurunan kolektibilitas (down grading); 3) Penajaman action plan penanganan/ penyelesaian nasabah bermasalah secara lebih detil dan menentukan account strategy per debitur besar; 4) Langkah-langkah penyehatan terhadap pembiayaan/piutang bermasalah yang masih memiliki prospek dan beritikad baik sehingga tidak down grade; 5) Peningkatan porsi pembiayaan segmen UMKM dan secara simultan mengurangi porsi pembiayaan korporasi sampai dengan rasio yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank. Peningkatan kualitas aktiva produktif dan pengendalian NPF harus dilakukan secara komprehensif. Perlu dilakukan konsolidasi intern, tidak hanya pada Direktorat Pembiayaan namun juga akselerasi kinerja unit-unit yang berkaitan dengan pengawasan pembiayaan, restrukturisasi maupun penyelesaian pembiayaan. Peningkatan implementasi manajemen risiko dan awareness terhadap implementasi Sistem Pengendalian Intern secara konsisten pada seluruh jajaran Bank. Intensifikasi penagihan debitur-debitur write off dan pencairan AYDA, agar diperoleh nilai recovery yang optimal. Intensifikasi dan ekstensifikasi pencapaian fee based income dan penghimpunan dana-dana konsumer/ritel. Antisipasi perubahan lingkungan bisnis maupun kondisi ekonomi makro yang dapat berdampak signifikan terhadap posisi likuiditas Bank.

pengawasan selama tahun 2008.

Dewan Komisaris PT Bank Syariah Mandiri

Achmad Marzuki Komisaris Utama

Upaya-upaya perbaikan kinerja tersebut di atas tentu akan dapat diwujudkan sejalan dengan upaya Bank untuk mempertahankan dan terus meningkatkan penerapan prinsipprinsip manajemen bank yang sehat, mencakup pelaksanaan manajemen umum, sistem pengendalian intern, manajemen risiko, serta kepatuhan Bank terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian Laporan Pengawasan Dewan Komisaris atas pelaksanaan program

24

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

laporan komite audit

Komite Audit PT Bank Syariah Mandiri dibentuk pada tanggal 1 April 2005 sebagai bagian dari komitmen Bank dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Pembentukan Komite Audit Bank berpedoman pada Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No.Kep-29/PM/2004 tanggal 24 September 2004 dan Surat Edaran Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No.SE-07/PM/2004 tanggal 24 Desember 2004 masing-masing tentang Pelaksanaan Peraturan BAPEPAM No.IX.I.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Dalam perkembangannya, kegiatan Komite Audit juga berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No.8/4/PBI tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance, sebagaimana telah diubah terakhir berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.8/14/PBI tanggal 5 Oktober 2006. Ruang lingkup tugas Komite Audit meliputi pemberian pendapat atas laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris, mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris, dan pelaksanaan tugas-tugas lainnya yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris. Komite Audit bertugas pula melakukan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan tugas Satuan Kerja Audit Intern, kesesuaian pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik dengan standar audit yang berlaku, kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi yang berlaku, tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan Satuan Kerja Audit Intern, Akuntan Publik, dan hasil pengawasan Bank Indonesia, serta memberikan rekomendasi mengenai penunjukkan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Sebagai pedoman kerja Komite Audit, Direksi dan Dewan Komisaris Bank telah pula mengesahkan Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) Bank pada tanggal 20 Mei 2005. Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Audit bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris.

Susunan Komite Audit terdiri atas 1 orang ketua dan 2 orang anggota, yang seluruhnya berasal dari pihak independen. Pada tahun 2008 susunan Komite Audit mengalami perubahan sebagai berikut (lihat Tabel 1): Tabel 1: Susunan Komite Audit Jabatan Ketua Anggota

· MenelaahlaporanpublikasiBankposisiJuni 2008. · Menelaahhasilreview ekstern atas penerapan SPFAIB pada Divisi Pengawasan Intern Bank oleh Kantor Akuntan Publik Drs. J. Tanzil & Rekan tahun 2008. Periode

01/01/08 s.d. 19/06/08 Zainul Arifin (Komisaris Independen) Kasmadi Adrianto Abdillah

20/06/08 s.d. 31/12/08 Abdillah (Komisaris Independen) Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa

Berdasarkan pedoman kerja tersebut di atas, selama tahun 2008 Komite Audit telah melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: · Me-review draft Pedoman Seleksi Kantor Akuntan Publik. · Me-review draft Laporan Tahunan Bank Tahun 2007. · Me-review draft perjanjian audit Laporan Keuangan Tahunan Bank tahun buku 2007. · MenelaahlaporankeuanganBankposisi31 Desember 2007 (audited dan unaudited) serta posisi 31 Oktober 2008 (unaudited).

· MenyusunrekomendasipenunjukkanKantor Akuntan Publik/Akuntan Publik yang ditugasi melakukan audit Laporan Keuangan Tahunan Bank tahun buku 2008. · MenelaahLaporanPengawasanIntern Triwulan II/2008 dan III/2008. · Memonitorpelaksanaantindaklanjutatas hasil temuan audit intern dan ekstern tahun 2008. · Memonitorpersiapandanpelaksanaanaudit Laporan Keuangan Tahunan Bank tahun buku 2008.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

25

· Melakukanpertemuandengansatuankerja, antara lain Divisi Pengawasan Intern, Divisi Operasi dan Akuntansi, Divisi Manajemen Risiko, dan KAP Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang. · MenyusunLaporanTahunanKomiteAudit. Di samping itu, Komite Audit juga melakukan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Dewan Komisaris, antara lain: · Me-review draft Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Semester II Tahun 2007. · Me-review Sambutan Komisaris Utama dalam Rapat Kerja Bank Tahun 2008. · Me-review draft Laporan Dewan Komisaris dalam Laporan Tahunan Bank Tahun 2007. Riwayat Hidup Ketua/Anggota Komite Audit 1. Abdillah (Ketua) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Dewan Komisaris dan Senior Advisor Dewan Komisaris. 2. Kasmadi Adrianto (Anggota) Lahir di Metro, Lampung, 6 November 1947. Sarjana Administrasi Universitas Diponegoro Semarang. Berkarir di Bank Indonesia dari 1978-2003 dengan penugasan terutama di bidang audit intern dan pengawasan/ pemeriksaan bank umum, dengan jabatan terakhir Deputi Direktur Pemeriksaan Bank I. Berpengalaman mengikuti pelatihan di luar negeri antara lain di Hyderabad (India), Washington DC, Paris, Frankfurt, dan Sydney, serta pelatihan manajemen risiko di Jakarta. Tahun 2004 sebagai Tim Penyusun Buku Pedoman Kerja Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah, Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Saat ini bertugas sebagai anggota Komite Audit PT Bank Syariah Mandiri. 3. Tjeppy Kustiwa (Anggota) Lahir di Bandung 17 Desember 1957. Lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Padjadjaran Bandung tahun 1985 dan S2 Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1994. Berpengalaman mengikuti berbagai training dan seminar antara lain di bidang

yang berkaitan dengan tugas Komite Audit, Akuntansi, Perbankan, Financial Restructuring and Go Public Procedure, Consolidation Financial Report dan Information Technology, serta pelatihan manajemen risiko di Jakarta. Memulai karir di Bank Bumi Daya tahun 1986 hingga 2000, selanjutnya di Prasetio Strategic Consulting-Andersen, Ernst & Young Advisory Services, anggota Komite Audit PT Bank Rakyat Indonesia dan saat ini sebagai anggota Komite Audit PT Bank Syariah Mandiri disamping bekerja sebagai konsultan manajemen.

26

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

laporan komite remunerasi & nominasi

Komite Remunerasi & Nominasi BSM dibentuk pada tanggal 18 Juli 2007 melalui Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris PT Bank Syariah Mandiri No.9/004SKB/Kom-Dir dalam rangka memenuhi Peraturan Bank Indonesia No.8/4/PBI tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance, sebagaimana telah diubah terakhir berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.8/14/ PBI tanggal 5 Oktober 2006. Pada tahun 2008, susunan Komite Remunerasi & Nominasi mengalami perubahan sebagai berikut: (lihat Tabel 2).

pembahasan hal-hal sebagai berikut: 1. Usulan Pengurus/Direksi PT Bank Syariah Mandiri untuk diusulkan kepada Dewan Komisaris dan ditetapkan dalam RUPS Bank; 2. Revisi Surat Keputusan Bersama tentang Pedoman & Tata Tertib Kerja Komite Remunerasi & Nominasi; 3. Kebijakan Remunerasi bagi pegawai yang diangkat menjadi Pengurus PT Bank Syariah Mandiri; 4. Pembahasan kenaikan gaji pegawai; 5. Penyusunan Rumusan Kriteria Dewan Pengurus PT Bank Syariah Mandiri; 6. Pemilihan anggota Komite Audit dan

3.

4.

4.

Tabel 2: Susunan Anggota Komite Remunerasi & Nominasi

jabatan

Ketua: Anggota:

Periode 01/01/08 s.d. 19/06/08

A. Noor Ilham (Komisaris Utama/Independen) Zainul Arifin (Komisaris Independen) Djakfarudin Junus (Komisaris) Helmi Huseno (Kadiv DSI) Achmad Fauzi (Kadiv DKH)

20/06/08 s.d. 31/12/08

Achmad Marzuki (Komisaris Utama/Independen) Abdillah (Komisaris Independen) Tardi (Komisaris) M. Haryoko (Senior Advisor Dewan Komisaris) Helmi Huseno (Kadiv DSI) Achmad Fauzi (Kadiv DKH)

5. Ruang lingkup tugas dan tanggung jawab Komite Remunerasi & Nominasi meliputi: 1. Bidang Remunerasi, antara lain bertugas melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: · KebijakanremunerasibagiPengurus untuk disampaikan kepada RUPS. · KebijakanremunerasibagiPejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan ke Direksi. 2. Bidang Nominasi, antara lain menyusun dan atau memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: · Sistemdanprosedurpemilihandanatau penggantian anggota Pengurus untuk disampaikan kepada RUPS. · CalonanggotaPengurusuntuk disampaikan kepada RUPS. · PihakIndependenyangakanmenjadi anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko untuk disampaikan kepada RUPS. Selama tahun 2008, Komite Remunerasi & Nominasi telah melakukan kegiatan-kegiatan anggota Komite Pemantau Risiko sesuai RUPS terakhir per Juni 2008; 7. Pembahasan/Penerbitan Surat Keputusan Bersama tentang Kebijakan Fasilitas/ Tunjangan Pengurus PT Bank Syariah Mandiri. Riwayat Hidup Ketua/Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi 1. Achmad Marzuki (Ketua) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Dewan Komisaris dan Senior Advisor Dewan Komisaris. 2. Abdillah (Anggota) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian

Dewan Komisaris dan Senior Advisor Dewan Komisaris. Tardi (Anggota) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Dewan Komisaris dan Senior Advisor Dewan Komisaris. M. Haryoko (Anggota) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Dewan Komisaris dan Senior Advisor Dewan Komisaris. Helmi Huseno (Anggota) Kelahiran Kota Tiku, Padang, pada tanggal 19 Oktober 1962, alumni Universitas Indonesia Program S1 Fakultas Psikologi (1989) dan S1 Fakultas Ekonomi (1996). Berpengalaman sebagai Staf Konsultan LM FEUI (1989-1995), Staf Pengajar FEUI Program Extension (19952005), Guest Lecturer MM FEUI (2005). Berkarir di bidang human resoursces pada LM FE UI (1995-2005), PT Bukit Muria Jaya (1999-2001), PT Artajasa Pembayaran Elektronik (20012004), PT Actual Potensia Mandiri (2005). Juni 2005 bergabung dengan BSM sebagai Kepala Divisi Sumberdaya Insani. Achmad Fauzi (Anggota) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Corporate Secretary .

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

27

laporan komite pemantau risiko

Keberadaan Komite Pemantau Risiko merupakan salah satu faktor pendukung terwujudnya tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dalam suatu Bank. PT Bank Syariah Mandiri (Bank) telah membentuk Komite Pemantau Risiko pada tanggal 27 Maret 2007 dan mulai menjalankan tugasnya pada bulan Juni 2007. Pembentukan Komite Pemantau Risiko berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No.8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Bank Indonesia No.8/14/PBI/2006 tanggal 15 Oktober 2006 serta Surat Edaran Bank Indonesia No.9/12/DPNP tanggal 30 Mei 2007 masing-masing tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum. Bank telah mengesahkan Piagam Komite Pemantau Risiko Bank sebagai acuan pelaksanaan tugas Komite yang tertuang dalam Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris PT Bank Syariah Mandiri No.9/004SKB/KOM-DIR tanggal 18 Juli 2007 tentang Pedoman dan Tata Tertib Kerja Pemantau Risiko. Pada tahun 2008, susunan anggota Komite Pemantau Risiko mengalami perubahan sebagai berikut, (lihat Tabel 3). Tabel 3: Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko

Jabatan Ketua: Anggota: Periode 01/01/08 s.d. 19/06/08 A. Noor Ilham (Komisaris Independen) Kasmadi Adrianto Abdillah 20/06/08 s.d. 31/12/08 Abdillah (Komisaris Independen) Lilis Kurniasih (Komisaris) Kasmadi Adrianto Tjeppy Kustiwa

Dalam rangka menjalankan tugas pokoknya tersebut, selama tahun 2008 Komite Pemantau Risiko telah melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1. Menyusun telaah pemantauan aktiva non-

Selain itu, Komite juga melakukan kegiatan lain, a.l.: 1. Menghadiri pertemuan exit meeting audit Bank Indonesia tahun 2007 dan 2008; 2. Mengikuti Seminar Enterprise Risk Management For Audit Committee Professionals ­ Ikatan Komite Audit Indonesia; 3. Menyusun Rencana Kerja Komite Pemantau Risiko Tahun 2008. Riwayat Hidup Ketua/Anggota Komite Pemantau Risiko 1. Abdillah (Ketua) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Dewan Komisaris dan Senior Advisor Dewan Komisaris. 2. Lilis Kurniasih (Anggota) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Dewan Komisaris dan Senior Advisor Dewan Komisaris. 3. Kasmadi Adrianto (Anggota) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Laporan Komite Audit. 4. Tjeppy Kustiwa (Anggota) Riwayat hidup dapat dilihat pada bagian Laporan Komite Audit.

Sesuai dengan Pedoman dan Tata Tertib tersebut Komite Pemantau Risiko berfungsi membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan dalam bentuk pemberian opini dan rekomendasi berdasarkan aktivitas sebagai berikut: 1. Evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaannya; 2. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko; 3. Pemantauan dan evaluasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakan dan pelaksanaan manajemen risiko Bank sesuai permintaan Dewan Komisaris.

2. 3. 4. 5.

6.

produktif dalam Laporan Kinerja Bulanan Direksi; Menyusun telaah tingkat kesehatan bank PT Bank Syariah Mandiri posisi Juni 2008; Menyusun telaah profil risiko PT Bank Syariah Mandiri posisi Juli 2008; Menyusun Laporan Komite Pemantau Risiko tahun 2007; Menyusun Laporan Komite Pemantau Risiko dalam Laporan Tahunan Bank tahun buku 2007; Memonitor perkembangan risiko Bank melalui keikutsertaan dalam rapat-rapat antara Direksi dan Komisaris, rapat Komisaris, serta pertemuan dengan satuan-satuan kerja terkait.

28

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

pembahasan umum & manajemen

Perekonomian Indonesia tahun 2008 secara umum mencatat perkembangan yang baik di tengah terjadinya gejolak eksternal. Sampai dengan triwulan III 2008, perekonomian Indonesia masih tumbuh di atas 6%. Sektor keuangan juga masih menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari nilai tukar yang stabil, meningkatnya IHSG, serta menurunnya yield SUN. Namun, sejak triwulan IV 2008, gejolak keuangan global telah menyebabkan tekanan pada perekonomian Indonesia. Melemahnya ekspor dan gejolak di pasar uang, telah menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di pasar keuangan global, terjadi pengetatan kondisi likuiditas keuangan diiringi peningkatan persepsi risiko terhadap negara emerging markets. Pada gilirannya kondisi ini menyebabkan anjloknya IHSG dan harga SUN, serta melemahnya nilai tukar secara tajam sejak awal triwulan IV 2008. Selama 2008, secara ratarata Rupiah mencatat pelemahan sebesar 5,4% hingga mencapai Rp9.666,- per dollar AS. Menyikapi berbagai perkembangan yang terjadi, BI mengeluarkan serangkaian kebijakan moneter pada 2008. Kebijakan moneter tersebut ditujukan untuk menurunkan tekanan inflasi yang didorong oleh tingginya permintaan agregat terutama pada paruh pertama 2008 dan dampak lanjutan (second round effect) dari kenaikan harga triwulan BBM yang mendorong inflasi sempat mencapai 12,1%. Kebijakan moneter dilakukan Bank Indonesia sejak Mei 2008 dengan menaikkan BI rate dari 8% secara bertahap sampai mencapai 9,5% pada Oktober 2008. Selanjutnya, mengantisipasi turunnya harga komoditi dunia serta melambatnya permintaan agregat sebagai imbas dari krisis keuangan global, Bank Indonesia menurunkan BI rate pada bulan Desember 2008 sebesar 25 bps yang berdampak pada penurunan laju inflasi. Secara keseluruhan, inflasi IHK pada 2008 mencapai 11,06%, sementara inflasi inti mencapai 8,29%. Perbankan nasional memiliki daya tahan yang cukup baik berhadapan dengan krisis global

Tabel 4: Ikhtisar Data Keuangan 2008 & 2007

Audited 31 Des.08 LABA / RUGI 1. Pendapatan Operasional a. Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib b. Pendapatan Usaha Lainnya 2. Beban Operasional a. Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil Dana Syirkah Temporer b. Beban Penyisihan Kerugian Aktiva Produktif c. Beban Penyisihan Kerugian Aktiva Non Produktif d. Pembalikan (Beban) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontijensi e. Beban Usaha 3. Laba Usaha 4. Pendapatan (Beban) Non Operasional 5. Laba Sebelum Pajak 6. Laba Setelah Pajak NERACA 1. Total Aset 2. Total Aktiva Produktif 3. Pembiayaan yang Diberikan 4. Penyisihan Penghapusan Aktiva 5. Total Dana Pihak Ketiga 6. Total Ekuitas 17.065.938 16.399.333 13.278.380 (611.651) 14.898.687 1.208.429 12.885.391 12.269.374 10.326.374 (345.964) 11.105.979 811.376 4.180.547 4.129.959 2.952.006 (265.687) 3.792.708 397.053 (797) (629.993) 279.939 4.145 284.085 196.416 702 (475.141) 167.068 1.116 168.184 115.455 (1.499) (154.852) 112.872 3.029 115.901 80.961 (793.049) (309.297) (24.300) (511.874) (253.813) (281.175) (55.484) (24.300) 1.736.390 300.986 (1.757.436) 1.197.274 209.920 (1.240.126) 539.116 91.066 (517.310) 2.037.376 1.407.194 630.182 Audited 31 Des.07 Nominal

Juta Rp. Pertumbuhan (%) 44,78 45,03 43,38 41,71 54,93 21,86 100,00 (213,53) 32,59 67,56 271,42 68,91 70,12 32,44 33,66 28,59 76,80 34,15 48,94

tahun 2008. Kondisi ini tercermin dari indikator utama perbankan yaitu CAR dan NPL. Rasio kecukupan modal (CAR) masih tetap tinggi meskipun sedikit menurun menjadi 14,3%. Sementara itu NPL menunjukkan kondisi yang stabil pada level 3 %. Alhamdulillah, di tengah kondisi krisis pada tahun 2008 tersebut, Bank Syariah Mandiri (BSM) mampu tumbuh dengan signifikan. Dengan tetap berpegang pada strategi konsolidasi dan penuh kehati-hatian, kinerja keuangan BSM tahun 2008 tumbuh signifikan dibandingkan kinerja keuangan di tahun 2007. Berikut adalah pembahasan umum dan analisis manajemen mengenai perkembangan usaha BSM periode tahun 2008. Pembahasan ini disusun berdasarkan Laporan Keuangan untuk tahun buku 2008 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.

1. Pendapatan Operasional Realisasi Pendapatan Operasional sampai dengan akhir tahun 2008 mencapai Rp2.037,37 miliar, meningkat 44,78% atau Rp630,18 miliar dibandingkan pencapaian Pendapatan Operasional akhir tahun 2007 sebesar Rp1.407,19 miliar. Pendapatan Operasional tahun 2008 tersebut terdiri dari (Lihat Tabel 4): a. Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib Realisasi Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib sampai dengan akhir tahun 2008 mencapai Rp1.736,39 miliar, meningkat 45,03% atau Rp539,12 miliar dibandingkan pencapaian Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib akhir tahun 2007 sebesar Rp1.197,27 miliar. Penyumbang terbesar pendapatan aktiva produktif berasal dari pembiayaan yakni Rp1.555,61 miliar atau 89,59% sedangkan selebihnya sebesar Rp180,78 miliar atau

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

29

10,41% berasal dari Surat Berharga dan Penempatan Pada Bank Lain. b. Pendapatan Usaha Lainnya Realisasi Pendapatan Usaha Lainnya (fee based income), sampai dengan akhir tahun 2008 mencapai Rp300,99 miliar, meningkat 43,38% atau Rp91,07 miliar dibandingkan pencapaian fee based income tahun 2007 sebesar Rp209,92 miliar. 2. Beban Operasional Seiring dengan peningkatan Pendapatan Operasional, realisasi Beban Operasional meningkat semula Rp1.240,13 miliar pada tahun 2007 menjadi sebesar Rp1.757,44 miliar pada akhir tahun 2008 atau naik 41,71%. 3. Laba Usaha Realisasi laba usaha selama tahun 2008 mencapai Rp279,94 miliar, meningkat 67,55% atau Rp112,87 miliar dibandingkan realisasi laba usaha selama tahun 2007 sebesar Rp167,07 miliar. 4. Laba Setelah Pajak BSM pada periode tahun 2008, mampu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp196,42 miliar, meningkat Rp80,96 miliar atau 70,12% dibandingkan perolehan laba periode tahun 2007 sebesar Rp115,46 miliar. Prestasi tersebut, didukung peningkatan volume aktiva produktif terutama portfolio pembiayaan serta peningkatan efisiensi usaha. 5. Total Aset Total aset BSM posisi akhir tahun 2008 mencapai Rp17.065,94 miliar, meningkat 32,44% atau sebesar Rp4.180,55 miliar dibandingkan posisi total aset pada akhir tahun 2007 sebesar Rp12.885,39 miliar. Peningkatan total aset tersebut didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 34,15% selama tahun 2008. 6. Aktiva Produktif Total portfolio aktiva produktif per 31 Desember 2008 yang terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Penempatan

Tabel 5: Aktiva Produktif

Audited 31 Des.08 1. 2. 3. 4. 5. 6. SBIS/SWBI Penempatan pada Bank Lain Surat Berharga Pembiayaan Rekening Administratif Tagihan Lainnya TOTAL 1.305.000 335.799 1.273.862 13.278.380 206.293 16.399.334 Audited 31 Des.07 670.000 302.506 786.444 10.326.374 165.888 18.162 12.269.374 Nominal 635.000 33.293 487.418 2,952.006 40.405 (18.162) 4.129.960

Juta Rp.

Pertumbuhan (%) 94,78% 11,01% 61,98% 28,59% 24,36% (100,00%) 33,66%

Tabel 6: Sumber Dana dan Komposisi

Audited 31 Des.08 1. Dana Pihak Ketiga a. Giro b. Tabungan c. Deposito 2. 3. 4. 5. 6. Penempatan dari Bank Lain Surat Berharga yang Diterbitkan Pinjaman Subordinasi Lainnya Equity TOTAL 14.898.687 1.812.325 5.284.000 7.802.362 278.429 200.000 480.393 1.208.429 17.065.938 Audited 31 Des.07 11.105.979 1.845.774 3.872.378 5.387.827 196.663 400.000 32.000 339.373 811.376 12.885.391

Juta Rp. Pertumbuhan Nominal 3.792.708 (33.449) 1.411.622 2.414.535 81.766 (200.000) (32.000) 141.020 397.053 4.180.547 (%) 34,15% -1,81% 36,45% 44,81% 41,58% -50,00% -100,00% 41,55% 48,94% 32,44%

Tabel 7: Pembiayaan Per Jenis Skim

Audited 31 Des.08 Nominal 1. 2. 3. 4. Murabahah Mudharabah Musyarakah Lainnya TOTAL 6.794.938 2.963.647 2.613.729 906.066 13.278.380 Share (%) 51,17 22,32 19,68 6,82 100 Audited 31 Des.07 Nominal 5.180.333 2.339.676 1.997.758 808.607 10.326.374 Share (%) 50,17 22,66 19,34 7,83 100

Juta Rp. Pertumbuhan Nominal 1.614.605 623.971 615.971 97.459 2.952.006 % 31,17 26,67 30,83 12,05 28,59

Tabel 8: Pembiayaan Per Sektor Ekonomi

Audited 31 Des.2008 Nominal 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pertanian Pertambangan Industri Listrik, Gas dan Air Konstruksi Perdagangan Transportasi & Komunikasi Jasa Dunia Usaha Jasa Sosial TOTAL 625.839 274.835 955.236 253.261 2.183.513 1.360.087 863.294 4.176.914 591.074 1.994.327 13.278.380 Share(%) 4,71 2,07 7,19 1,91 16,44 10,24 6,50 31,46 4,45 15,02 100 Audited 31 Des.2007 Nominal 397.412 264.784 880.776 159.278 1.638.423 1.105.634 554.037 3.685.242 502.847 1.137.941 10.326.374 Share(%) 3,85 2,56 8,53 1,54 15,87 10,71 5,37 35,69 4,87 11,02 100

Juta Rp. Pertumbuhan Nominal 228.427 10.051 74.460 93.983 545.090 254.453 309.257 491.672 88.227 856.386 2.952.006 (%) 57,48% 3,80% 8,45% 59,01% 33,27% 23,01% 55,82% 13,34% 17,55% 75,26% 28,59%

10. Lain-lain

30

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

Pada Bank Lain, Surat Berharga, Pembiayaan dan Rekening Administratif mencapai Rp16.399,33 miliar, meningkat 33,66% atau sebesar Rp4.129,96 miliar dibandingkan aktiva produktif per 31 Desember 2007 sebesar Rp12.269,37 miliar. Pembiayaan yang diberikan merupakan komponen terbesar aktiva produktif yakni mencapai Rp13.278,38 miliar atau 80,97% dari total aktiva produktif. Porsi pembiayaan di tahun 2008 sebesar 80,97%, menurun dibandingkan porsi pembiayaan di tahun 2007 yang mencapai 84,16%. Namun demikian fungsi intermediasi berjalan efektif sebagaimana tampak dari Rasio FDR yang mencapai 89,12% (Lihat Tabel 5). 7. Sumber Dana dan Komposisi Jumlah dana masyarakat yang berhasil dihimpun selama tahun 2008, meningkat 34,15% atau sebesar Rp3.792,71 miliar, semula Rp11.105,98 miliar per 31 Desember 2007 menjadi Rp14.898,69 miliar per 31 Desember 2008. Porsi dana murah (Giro, Tabungan) terhadap total dana masyarakat per 31 Desember 2008 mencapai sebesar 47,63%, menurun dibandingkan porsi dana Tabungan dan Giro akhir tahun 2007 sebesar 51,49%. (Lihat Tabel 6). 8. Pembiayaan dan Komposisi a. Per Jenis Skim Portfolio pembiayaan per akhir tahun 2008 didominasi pembiayaan dengan skim murabahah (jual-beli berbasis margin) sebesar 51,17%, dibandingkan porsi pembiayaan dengan skim murabahah pada akhir tahun 2007 sebesar 50,17%. Dengan demikian, komposisi total skim mudharabah dan musyarakah (investasi berbasis bagi hasil) mengalami penurunan dari sebesar 42,01% pada akhir tahun 2007 menjadi sebesar 42,00% pada akhir tahun 2008 (Lihat Tabel 7). b. Per Sektor Ekonomi Pembiayaan di Sektor Jasa Dunia Usaha mengalami penurunan cukup signifikan yakni dari 35,69% tahun 2007 menjadi 31,46% di tahun 2008. Sementara

itu pembiayaan di sektor Lainnya mengalami kenaikan dari 11,02% tahun 2007 menjadi 15,02% tahun 2008. (Lihat Tabel 8). 9. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Jumlah Modal Inti dan Modal Pelengkap mengalami peningkatan sebesar 33,47% atau sebesar Rp359,44 miliar, semula Rp1.073,83 miliar per 31 Desember 2007 menjadi Rp1.433,27 miliar per 31 Desember 2008. Peningkatan modal tersebut, selain karena bertambahnya laba tahun lalu secara kumulatif serta perolehan laba tahun berjalan pada Modal Inti, juga karena penambahan modal disetor dari pemegang saham sebesar Rp199,87 miliar terdiri dari setoran tunai Rp100 miliar dan inbreng dalam bentuk tanah dan bangunan senilai Rp99,87 miliar. (Lihat Tabel 9). 10. Modal Saham Modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp558,24 miliar untuk jumlah saham sebanyak 111.648.713 lembar atau sebesar 55,82% dari Modal Dasar sebanyak 200.000.000 lembar saham, dengan nilai nominal Rp5.000,- per saham. 11. Rasio Keuangan Utama a. Capital Adequacy Ratio (CAR) Per 31 Desember 2008, Capital Adequacy Ratio (CAR) mengalami peningkatan 0,22%, dari sebelumnya semula sebesar

12,44% per 31 Desember 2007 menjadi sebesar 12,66% per 31 Desember 2008. Rasio CAR BSM tersebut jauh di atas batas minimal ketentuan Bank Indonesia sebesar 8,00%. b. ROE dan ROA Rasio Laba setelah pajak terhadap Equity rata-rata (ROE) tahun 2008 sebesar 46,21% lebih tinggi 13,99% dibanding rasio ROE tahun 2007 yang mencapai 32,22%. Demikian pula dengan rasio Laba sebelum pajak terhadap Total Aset rata-rata (ROA) sebesar 1,83%, tahun 2008 lebih tinggi 0,30% dibanding ROA tahun 2007 sebesar 1,53%. c. Net Revenue Margin (NRM) Sampai dengan akhir tahun 2008, rasio net revenue margin mencapai 6,73%, turun 0,42% dibandingkan rasio NRM tahun 2007 sebesar 6,31%. d. BO/PO Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) pada tahun 2008 sebesar 78,71% lebih rendah sebesar 2,63% dibandingkan rasio BO/PO pada tahun 2007 sebesar 81,34%. Sebagaimana telah dijelaskan pada uraian laba usaha, hal tersebut merupakan hasil peningkatan efisiensi usaha.

Catatan: Biaya operasional adalah seluruh biaya operasi diluar biaya bagi hasil. Pendapatan operasional adalah seluruh pendapatan operasi dikurangi biaya bagi hasil.

Tabel 9: Kewajiban Penyediaan Modal Minimum

Keterangan 1. ATMR 2. Modal Inti - Modal Disetor - Cadangan Umum - Dampak Pengakuan Pajak Tangguhan - Laba Tahun-Tahun lalu - Laba (Rugi) Tahun Berjalan (50%) Modal Pelengkap - Cadangan Umum PPAP (1,25% dari ATMR) - Pinjaman Subordinasi (Max 50% dari Modal Inti) Jumlah Modal Inti dan Modal Pelengkap CAR Audited 31 Des.08 11.318.761 1.097.945 558.244 206.993 (11.510) 246.010 98.208 335.324 135.324 200.000 1.433.269 12,66%

Juta Rp. Audited 31 Des.07 8.635.674 743.841 358.373 206.993 (9.808) 130.555 57.728 329.991 97.991 232.000 1.073.832 12,43% Pertumbuhan Nominal 2.683.087 355.806 199.871 (1.702) 115.455 40.480 5.333 37.333 (32.000) 359.437 0.00 70,12 1,62 38,10 (13,79) 33,47 1,83 (%) 31,07 47,83 55,77 17,35

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

31

e. FDR Financing to Deposits Ratio (FDR) per 31 Desember 2008 mencapai 89,12%, mengalami penurunan sebesar 3,84% dibandingkan FDR per 31 Desember 2007 sebesar 92,96%. (Lihat Tabel 10). 12. Tingkat Kesehatan Bank Bank melakukan self assessment Tingkat Kesehatan Bank sesuai Surat Edaran Bank Indonesia No. 9/24/DPbS tanggal 30 Oktober 2007, perihal: Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah. Hasil self assesment berdasarkan ketentuan tersebut menunjukkan nilai komposit Kesehatan Bank per 31 Desember 2008 adalah 2 dengan predikat "Baik". 13. Realisasi & Metode Penghitungan Bagi Hasil Realisasi dan metode penghitungan bagi hasil dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 10: Rasio Keuangan Utama

Audited 31 Des.08 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. CAR APYD/AP NPF (Gross) NPF (Netto) ROA ROE BO/PO Cost Efficiency Ratio Net Revenue Margin 12,66% 4,77% 5,66% 2,37% 1,83% 46,21% 78,71% 46,27% 6,73% 89,12% Audited 31 Des.07 12,43% 5,21% 5,64% 3,39% 1,53% 32,22% 81,34% 49,41% 6,31% 92,96%

10. FDR

Tabel 11: Realisasi & Metode Penghitungan Bagi Hasil Periode Desember 2008

Saldo Rata-rata 1.937.360.077 4.993.314.082 4.330.905.989 509.134.556 211.849 87.164.287 31.181.618 515.533 34.200.250 7.880.682.240 7.577.050.455 5.447.754.944 821.961.095 615.217.165 692.117.251 303.631.785 259.779.741 15.783.923 14.881.296 13.186.825 Pendapt. Yg.Harus Dibagi Hsl. 21.001.314 54.128.376 46.947.762 5.519.105 2.296 944.875 338.014 5.588 370.736 85.427.940 82.136.522 59.054.596 8.910.198 6.669.059 7.502.669 3.291.418 2.816.056 171.100 161.315 142.947 Nisbah 38,17% 39,87% 21,33% 12,98% 52,00% 30,00% 35,13% 45,17% 55,64% 57,06% 56,50% 57,78% 58,80% 59,13% 20,26% 20,00% 21,00% 22,00% 22,57%

Ribuan Rp.

Porsi Pemilik Dana Jml. Bonus Indikasi rate & Bg.Hsl. 1.676.150 20.659.430 18.719.579 1.177.438 298 491.293 101.404 1.963 167.455 47.536.268 46.869.379 33.363.610 5.148.117 3.921.364 4.436.288 666.889 563.211 35.931 35.489 32.258 of Return 1,04% 4,96% 5,19% 2,78% 1,69% 6,76% 3,90% 4,57% 5,88% 7,24% 7,42% 7,35% 7,52% 7,65% 7,69% 2,64% 2,60% 2,73% 2,86% 2,94%

Jenis Penghimpunan Dana 1. Giro 2 . Tabungan - Tabungan BSM - Tabungan Mabrur - Tabungan Qurban - Tabungan Pendidikan - Tabungan Simpatik - Tabungan Pensiun - Tabungan Berencana 3. Deposito a. Rupiah - 1 bulan - 3 bulan - 6 bulan - 12 bulan b. Valas - 1 bulan - 3 bulan - 6 bulan - 12 bulan

32

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

strategi dan kinerja

A. Prospek & Tantangan Berbagai indikator perekonomian menunjukkan bahwa krisis perekonomian global telah mempengaruhi secara kuat dan menyeluruh kinerja ekonomi Indonesia. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi di tahun 2009 akan mengalami perlambatan. Seluruh aktifitas ekonomi domestik diperkirakan melambat. Konsumsi rumah tangga dan investasi diperkirakan melambat akibat menurunnya permintaan eksternal dan meningkatnya faktor risiko ketidakpastian perekonomian dunia. Pertumbuhan ekspor diperkirakan juga akan melambat, sedangkan pertumbuhan impor diperkirakan akan tertahan. Di sisi penawaran, beberapa sektor utama penopang pertumbuhan, yakni sektor pertanian dan industri diperkirakan tumbuh lebih rendah dari triwulan sebelumnya. Beberapa sektor seperti sektor pengangkutan dan telekomunikasi, serta sektor listrik, diperkirakan masih akan tumbuh tinggi. Krisis global juga diperkirakan akan berpengaruh kuat terhadap penurunan pendapatan dan daya beli masyarakat sebagai akibat kelesuan dunia usaha dan peningkatan angka pengangguran. Kondisi ini secara langsung akan menekan kualitas pembiayaan sehingga non-performing financing (NPF) diperkirakan meningkat. Selain menghadapi prospek ekonomi yang melambat, pada tahun 2009, bangsa Indonesia menghadapi 2 (dua) agenda politik besar yaitu pemilihan legislatif (DPR dan DPD) dan pemilihan presiden. Agenda ini diperkirakan akan memanaskan kondisi sosial politik dalam negeri. Tantangan kondisi sosial politik di tahun 2009 adalah berjalannya seluruh rangkaian proses kegiatan pemilu dengan lancar tanpa mengguncang stabilitas umum dalam negeri. Namun demikian, kondisi sosial politik di tahun 2009 diperkirakan masih dapat dikendalikan dengan baik berdasarkan pengalaman pemilu damai di tahun 2004 serta kondisi sosial politik yang relatif stabil di tahun 2008.

Di tengah kondisi ekonomi dan sosial politik tersebut, Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi di tahun 2009 sebesar 4,0%-5,0%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2008 yang diperkirakan mencapai 6,1%. Pemerintah memperkirakan target pertumbuhan ekonomi tahun 2009 sebesar 5,0% dapat dipenuhi melalui peningkatan laju pertumbuhan komponen-komponen dalam Produk Domestik Bruto terutama pengeluaran konsumsi rumah tangga dan pemerintah. Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, pemerintah dan BI akan mengeluarkan kombinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi diantaranya dengan langkah-langkah menjaga kinerja neraca pembayaran, moneter, keuangan negara dan investasi. Berdasarkan uraian tersebut di atas, kondisi tahun 2009 diperkirakan sebagai berikut: 1. Kondisi sosial politik pada saat pemilu diperkirakan tetap terkendali. 2. Usaha menengah, padat modal, dan sektor ekonomi yang tradeable dengan orientasi ekspor merupakan sektor usaha

yang paling keras terkena dampak krisis ekonomi global. 3. Dinamika dunia usaha diperkirakan menurun sehingga berdampak kuat terhadap penurunan daya beli masyarakat secara umum. Penurunan daya beli masyarakat dan kelesuan dunia usaha akan menekan upaya penghimpunan dana dan pengendalian kualitas pembiayaan. B. Rencana Jangka Pendek dan Menengah (Business Plan) Dengan mempertimbangkan SWOT analysis serta perkiraan perekonomian Indonesia tahun 2009 tersebut di atas, dalam rangka mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja usaha, Bank menetapkan 5 (lima) fokus utama pada tahun 2009 sebagai berikut: a. Penghimpunan dana konsumer; b. Pengendalian kualitas aset (Aktiva Produktif Yang Diklasifikasikan (APYD) dan NPF); c. Pengembangan pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah; d. Peningkatan efisiensi; e. Penguatan infrastruktur (competency-

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

33

based human resources management, values, core banking, risk management, corporate governance, and organization). Selanjutnya, terhadap 5 (lima) fokus utama tahun 2009 tersebut dijabarkan dalam 10 (sepuluh) prioritas kerja utama sebagai pedoman program kerja tahun 2009 secara komprehensip sebagai berikut: 1. Mencapai laba bersih dan ROE sesuai target. 2. Menghimpun dana pihak III dan meningkatkan porsi dana konsumer serta porsi low cost fund. 3. Mengendalikan kualitas pembiayaan. 4. Mengembangkan pembiayaan dengan hati-hati dengan fokus pada pembiayaan UMKM. 5. Mencapai pendapatan berbasis fee based non administrasi pembiayaan. 6. Meningkatkan efisiensi usaha. 7. Mengembangkan jaringan. 8. Mengimplementasikan competencybased human resource melalui pengembangan kualitas dan utilisasi e-learning. 9. Memperkuat risk manajemen, productive asset safe-guarding, GCG, Zero-Defect system dan programs. 10. Mengimplementasikan core banking system yang baru. C. Rencana Jangka Panjang (Corporate Plan) Dalam jangka panjang, industri perbankan menghadapi perubahan kondisi dan lingkungan dunia usaha yang sangat komplek dan drastis akibat deregulasi, teknologi dan peningkatan kompetisi. Perubahan mendasar tersebut di antaranya adalah perubahan fokus usaha Bank dari spesialis ke multispesialis (universal banking), kecenderungan disintermediasi, perubahan sumber pendapatan dari interest based ke fee based income serta perkembangan teknologi informasi melalui electronic channel yang memungkinkan channel pelayanan bank semakin luas dan efisien. Menghadapi perubahan industri dan lingkungan dunia usaha yang sangat cepat dan kompleks, BSM memandang bahwa

kinerja baik dalam beberapa tahun terakhir tidak cukup memadai. Dalam jangka panjang BSM tidak cukup hanya menjadi Good Company tetapi harus menjadi Great Company berdasarkan kriteria yang bertumpu pada tiga pilar kriteria: 1. Sustainable ROE > 20% 2. Lower NPF. 3. Growing Productifity per Employee Strategi jangka panjang BSM adalah pertumbuhan berkelanjutan yang bertumpu pada upaya meningkatkan kualitas layanan dan produk ke individu, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui sumberdaya insani, kinerja dan keahlian yang excellent. Untuk mewujudkan rencana tersebut BSM harus melakukan penguatan nilai-nilai (Shared Values) yang diyakini dapat mendorong BSM menjadi Great Company, yakni: Excellence, Teamwork, Humanity, Integrity dan Customer Focus (ETHIC). D. Kinerja Tahun 2008 Sampai dengan akhir tahun 2008, BSM berhasil merealisasikan pencapaian aset Rp17,07 triliun (111,79%) terhadap target Rp15,27 triliun. Aset tumbuh sebesar Rp4,18 triliun terhadap posisi aset akhir tahun 2007 sebesar Rp12,89 triliun. Demikian pula dalam pencapaian laba usaha, BSM berhasil meraih laba bersih Rp196,42 miliar atau mencapai 108,96% terhadap target Rp180,27 miliar. Di tengah kondisi dan ketatnya likuiditas perbankan, BSM mampu merealisasikan pertumbuhan dana pihak ketiga akhir Desember 2008 sebesar Rp3,79 triliun atau 34,11% terhadap posisi dana pihak ketiga akhir Desember 2007 sebesar Rp11,11 triliun. BSM berhasil merealisasikan pertumbuhan pembiayaan akhir Desember 2008 sebesar Rp2,95 triliun atau 28,56% terhadap posisi pembiayaan akhir Desember 2007 sebesar Rp10,33 triliun. BSM juga senantiasa menjalankan fungsi intermediasi dengan baik sebagaimana tampak pada indikator financing deposits ratio (FDR) yang mencapai sebesar 89,12%.

BSM terus melakukan penguatan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) dalam rangka mengantisipasi penurunan kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban. Sampai dengan akhir tahun 2008 BSM telah membentuk tambahan biaya PPAP sebesar Rp310,09 miliar sehingga posisi cadangan PPAP per akhir triwulan IV 2008 mencapai Rp591,77 miliar atau 100,34% terhadap pembentukan PPAP yang diwajibkan. Untuk mendukung pencapaian realisasi rencana bisnis pada triwulan IV 2008, BSM telah menetapkan 5 pilar utama langkahlangkah antisipasi dalam menghadapi situasi krisis keuangan global, yaitu: 1. Kendalikan non performing financing. 2. Kembangkan pembiayaan secara ekstra hati-hati atas dasar kecukupan likuiditas. 3. Kejar consumer funding untuk memperkuat struktur pendanaan. 4. Konsolidasi internal. 5. Kejar kembali perolehan laba sehingga mencapai target. BSM juga memanfaatkan kerangka pendekatan Balanced Scorecard untuk mengidentifikasi, mengkomunikasikan dan memfokuskan perhatian serta kegiatan seluruh unit kerja pada upaya pencapaian 10 prioritas kebijakan strategi usaha. Kerangka tersebut juga sangat membantu BSM dalam membangun sistem penilaian yang konsisten, komprehensif dan transparan dalam mengevaluasi kemajuan BSM menuju visi yang telah ditetapkan. Implementasi 10 prioritas kerja BSM menghasilkan perbaikan-perbaikan struktural dalam berbagai aspek, yaitu: 1. Aspek Pembiayaan dan Surat Berharga Bank berhasil merealisasikan pertumbuhan pembiayaan sebesar Rp2.952,01 miliar atau 28,59% semula Rp10.326,37 miliar di akhir tahun 2007 menjadi Rp13.278,38 miliar di akhir tahun 2008. Pertumbuhan pembiayaan tersebut disertai dengan upaya penguatan porsi portfolio pembiayaan nasabah UMKM dengan limit di bawah

34

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

Rp10 miliar, penurunan konsentrasi debitur inti dan pengembangan pembiayaan konsumer. Porsi pembiayaan UMKM dengan limit di bawah Rp10 miliar meningkat semula 46,83% di akhir tahun 2007 menjadi 56,70% di akhir tahun 2008. Bank juga berhasil menurunkan tingkat konsentrasi debitur inti dengan menurunkan pembiayaan-pembiayaan berskala besar. Porsi 15, 25 dan 50 nasabah debitur terbesar terus menurun semula masingmasing 16,79%, 23,34%, dan 33,96%, di akhir tahun 2007 menjadi 14,46%, 20,75% dan 31,37% pada akhir tahun 2008. Sejalan dengan itu, jumlah debitur meningkat semula 44.420 debitur di tahun 2007 menjadi 73.367 debitur di tahun 2008 atau meningkat 65,17%. Pengembangan produk pembiayaan consumer (car financing, home financing) telah meningkatkan portfolio pembiayaan konsumer sebesar 78,54% semula Rp1.117 miliar di akhir tahun 2007 menjadi Rp1.994,33 miliar di akhir tahun 2008, sehingga porsi pembiayaan konsumer terhadap total pembiayaan meningkat, semula 10,82% tahun 2007 menjadi 15,02% tahun 2008. Bank juga berhasil merealisasikan pertumbuhan surat berharga syariah (obligasi) Rp487,42 miliar atau 61,98% dari semula Rp786,44 miliar di akhir tahun 2007 menjadi Rp1.273,86 miliar di akhir tahun 2008. 2. Aktiva Produktif Yang Diklasifikasikan (APYD) Bank berhasil memperbaiki APYD semula 5,21% di akhir tahun 2007 menjadi 4,77% di akhir tahun 2008. Rasio NPF gross di akhir tahun 2008 mengalami kenaikan dari sebelumnya sebesar 5,64% di akhir tahun 2007 menjadi 5,66% di akhir tahun 2008. Sementara untuk rasio NPF netto di akhir tahun 2008 mengalami perbaikan dari sebelumnya sebesar 3,39% di akhir tahun 2007 menjadi 2,37% di akhir tahun 2008.

Bank mengalokasikan cadangan PPAP di tahun 2008 sebesar Rp310,09 miliar sehingga PPAP tersedia akhir tahun 2008 menjadi sebesar Rp591,77 miliar atau 100,34% terhadap PPAP yang wajib dibentuk sebesar Rp589,74 miliar. PPAP tersedia Rp591,77 miliar tersebut terhadap NPF absolut sebesar Rp751,79 miliar sehingga cash coverage to NPF mencapai 78,71%. 3. Aspek Pendanaan Sepanjang tahun 2008, Bank menggencarkan gerakan "Grab" yaitu mengejar consumer funding untuk memperoleh dana-dana consumer memperkuat struktur pendanaan. Hasilnya, pada akhir 2008 Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terdiri atas Giro, Tabungan dan Deposito, tumbuh sebesar Rp3.792,71 miliar atau 34,15%, semula Rp11.105,98 miliar di akhir tahun 2007 menjadi Rp14.898,69 miliar di akhir tahun 2008. Dana Pihak Ketiga tersebut menguasai 40,43% terhadap total dana pihak ketiga perbankan syariah. Selain itu, gerakan "Grab" sepanjang tahun 2008 berhasil meningkatkan

pertumbuhan jumlah rekening konsumer sebanyak 237.820 rekening atau rata-rata sebanyak 19.818 rekening per bulan. Secara total jumlah rekening Dana Pihak Ketiga telah mencapai 1.255.509 rekening. 4. Aspek Fee Based Income Bank berhasil secara signifikan meningkatkan pendapatan fee based income semula Rp209,92 miliar di akhir tahun 2007 menjadi Rp300,99 miliar di akhir tahun 2008. Bank berhasil meningkatkan perolehan fee based income selain administrasi pembiayaan sebesar 67,18% semula Rp121,69 miliar di akhir tahun 2007 menjadi Rp203,44 miliar di akhir tahun 2008. Perolehan fee based income sebesar Rp300,99 miliar tersebut merupakan 14,77% terhadap Pendapatan Operasional Bank, lebih tinggi dari ratarata rasio FBR (Fee Based Income Ratio) bank syariah nasional sebesar 9,23%.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

35

5. Aspek pengendalian BO/PO Keberhasilan Bank merealisasikan pertumbuhan aktiva produktif dan perolehan fee based income dengan signifikan memberikan hasil berupa peningkatan pendapatan operasional. Pendapatan operasional semula Rp1.407,19 miliar di akhir tahun 2007 menjadi Rp2.037,38 miliar di akhir tahun 2008. Sesuai dengan prinsip bagi hasil peningkatan pendapatan operasional menjadikan biaya operasional meningkat semula Rp1.240,13 miliar di akhir tahun 2007 menjadi Rp1.757,44 miliar di akhir tahun 2008. 6. Aspek Manajemen Risiko Bank Syariah Mandiri dalam mengelola risiko yang dihadapi telah mengimplementasikan manajemen risiko berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai yang sehat, strategi yang jelas, struktur organisasi yang tepat, serta komite-komite yang aktif dengan tugas, tanggung jawab, wewenang serta pendelegasian yang sesuai. Pengelolaan risiko merupakan tangggung jawab seluruh jenjang organisasi dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat. Selain itu implementasi manajemen risiko yang komprehensif dan integratif dapat meningkatkan nilai tambah bagi Bank dan kepercayaan nasabah. Uraian tentang manajemen risiko meliputi: struktur organisasi, pengembangan, kerangka kerja dan laporan profil risiko diuraikan dalam Bab Manajemen Risiko. 7. Aspek Pelayanan Prima Kepada Nasabah Untuk terus memberikan layanan terbaik kepada nasabah, Bank sampai dengan akhir tahun 2008 telah membuka 43 jaringan layanan, meliputi 11 KCP&UPS, 7 KK, dan 25 Payment Point yang efisien dan efektif. Jaringan kantor BSM sampai dengan bulan Desember 2008 adalah

313 kantor dan tersebar di 24 propinsi dari 33 propinsi Indonesia. Sejak tahun 2006, Bank melakukan ekspansi jaringan kantor melalui kerja sama dengan Bank Mandiri yaitu terbentuknya Konter Layanan Syariah (KLS) yang berada di cabang-cabang Bank Mandiri. Hingga akhir tahun 2008 KLS yang telah dioperasionalkan berjumlah 48 KLS yang tersebar di kota-kota besar seperti Medan, Batam, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Tangerang, Bogor, Solo, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Makassar dan Palu. Jumlah dana pihak ketiga yang dihimpun mencapai Rp409,92 miliar dengan rekening berjumlah 46.829 rekening. Sementara itu jumlah mesin ATM Bank adalah 118 unit ATM, tumbuh 55 unit ATM terhadap tahun 2007. Kerja sama jaringan ATM BSM meliputi ATM Mandiri 3.746 unit, ATM Bersama 14.758 unit (include ATM Mandiri dan ATM BSM), ATM Prima 10.647 unit, ATM BCA 5.611 unit dan Malaysia Electronic Payment System (MEPS) 6.505 unit.

Produk unggulan berbasis e-teknologi yang telah dimiliki Bank antara lain SMSbanking, mobile banking berbasis GPRS (MBG) dan internet banking (BSM-Net). Produk-produk tersebut memberikan kemudahan kepada nasabah dalam bertransaksi. Demikian pula kerja sama terhadap debit card yang tergabung dengan debit card Bank Mandiri dan debit card BCA, maupun kerja sama ATM dengan ATM Bank Mandiri, ATM Bersama dan ATM Prima. Dengan adanya kerjasama dengan ketiga penyelenggara transaksi ATM tersebut, Bank telah terhubung ke hampir seluruh bank di Indonesia, bahkan dengan bank di Malaysia melalui kerja sama dengan MEPS. Upaya peningkatan pelayanan melalui pengembangan jaringan kantor dan kualitas layanan berbasis sumberdaya manusia dan teknologi tersebut telah menjadikan Bank berhasil meraih penghargaan yaitu Indonesia Syariah Bank Loyalty Award peringkat I dari MarkPlus & InfoBank.

36

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

8. Aspek Sumberdaya Manusia Pengembangan kompetensi dan integritas pegawai tahun 2008 bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pegawai BSM. Peningkatan produktivitas pegawai diperlukan untuk mencapai target bisnis tahun 2008. Strategi yang dilakukan untuk mencapai target bisnis tersebut, khususnya di bidang Sumberdaya Manusia (SDM) adalah: Menyempurnakan infrastruktur dan sistem pengembangan SDM; Memperkuat manpower planning yang berorientasi pada service & sales; Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan dan pelatihan (diklat) melalui optimalisasi e-Learning. Uraian lengkap tentang Sumberdaya Manusia diuraikan dalam Bab Sumberdaya Insani. 9. Aspek Reengineer Core Banking System Untuk membangun infrastruktur teknologi yang adaptif terhadap inovasi produk/jasa serta meningkatkan layanan yang cepat, aman, Bank melakukan transformasi core banking system. 10. Aspek Permodalan Untuk memperkuat permodalan, Bank memperoleh tambahan setoran modal dari Pemegang Saham sebesar Rp100 miliar pada bulan Juni 2008 dan tambahan modal dalam bentuk tanah dan bangunan sebesar Rp99,87 miliar pada bulan Desember 2008. Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank pada akhir tahun 2008 masih dapat dijaga dengan baik pada rasio 12,66%.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

37

Sistem Pengendalian Intern

Sistem Pengendalian Intern (Internal Control) Dalam rangka mengelola operasional Bank secara sehat dan aman, Bank telah menerapkan suatu Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang dituangkan dalam suatu Pedoman Standar Sistem Pengendalian Intern yang disahkan oleh Direksi dalam Surat Edaran No. 6/018/ OPS tanggal 6 Mei 2004, merujuk kepada Surat Edaran Bank Indonesia No.5/22/DPNP tanggal 29 September 2003 tentang Pedoman Standar Sistem Pengendalian Intern bagi Bank Umum. Agar penerapannya dapat dilakukan secara efektif, maka SPI tersebut telah didukung dengan beberapa subsistem infrastruktur sebagai berikut: a. Pengawasan Manajemen dan Budaya Pengendalian 1) Dewan Komisaris Dewan Komisaris Bank telah menjalankan fungsi pengawasannya dengan melakukan rapat-rapat Dewan Komisaris dan Direksi, baik yang bersifat berkala seperti evaluasi kinerja manajemen secara bulanan maupun insidental terkait dengan kondisi terkini Bank. Dalam menjalankan fungsinya, Dewan Komisaris dibantu oleh tiga komite, yaitu Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Remunerasi & Nominasi. 2) Direksi Direksi Bank melaksanakan kebijakan dan strategi sesuai Rencana Bisnis Bank yang telah disetujui Dewan Komisaris, dan melaporkan secara berkala hasilhasil kinerja Bank kepada Dewan Komisaris. Dalam mengendalikan operasional Bank dan memantau efektivitas sistem pengendalian intern, Direksi telah membentuk Satuan Kerja Audit Intern yang efektif dan independen. 3) Budaya Pengendalian Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh jajaran pegawai Bank telah berkomitmen untuk mewujudkan

suatu budaya perusahaan yang telah disepakati bersama, dinyatakan secara tertulis, dan dipantau penerapannya secara terus-menerus. Budaya pengendalian yang terkandung dalam Corporate values BSM, yaitu Excellence, Teamwork, Humanity, Integrity, dan Customer Focus (ETHIC) akan diuraikan dalam segmen lain pada Laporan Tahunan ini. b. Identifikasi dan Penilaian Risiko Bank terus mengembangkan penerapan Enterprise Risk Management (ERM) sebagai upaya mengawal pertumbuhan Bank yang sehat dan berkesinambungan (sustainable growth) dan dalam rangka memenuhi ketentuan Bank Indonesia. Unit Kerja Manajemen Risiko saat ini telah mempunyai infrastruktur yang diperlukan agar kebijakan dan ketentuan Bank selalu up-to-date, tersedianya prosedur dan penetapan limit, ketersediaan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, pengendalian risiko, serta sistem informasi manajemen risiko yang menyeluruh. Infrastruktur dan penerapan manajemen risiko Bank akan diuraikan dalam segmen lain pada Laporan Tahunan ini.

c. Kegiatan Pengendalian dan Pemisahan Fungsi Sistem Pengendalian Intern yang efektif mensyaratkan adanya kegiatan pengendalian yang mencakup penetapan kebijakan dan prosedur pengendalian lebih dini untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur tersebut secara konsisten dipatuhi dan menjadi kegiatan yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan Bank. Penerapan fungsi pengendalian dan kepatuhan di Bank telah dilaksanakan dengan menetapkan salah satu Direksi menjadi Direktur Kepatuhan yang dalam kegiatan sehari-hari dibantu oleh Divisi Kepatuhan (DKN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) yang ditempatkan di unit-unit kerja Kantor Pusat dan cabang. Infrastruktur dan perangkat pengendalian kepatuhan akan diuraikan dalam segmen lain pada Laporan Tahunan ini. d. Sistem Akuntansi, informasi dan komunikasi Bank telah memiliki sistem akuntansi dan informasi yang memadai dan

38

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

terus dikembangkan sejalan dengan implementasi Core Banking System baru demi menghadapi kompleksitas bisnis BSank yang terus meningkat. Pemeriksaan laporan keuangan Bank secara transparan dilakukan oleh perusahaan Akuntan Publik yang telah terdaftar di Bank Indonesia yang disetujui RUPS. Bank pun telah menyesuaikan penerapan manajemen risiko sistem teknologi dan informasi dengan mengacu kepada PBI No.9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum, sehingga BSM dapat memberikan fungsionalitas yang inovatif, mendukung pelayanan 'one stop shopping' kepada nasabah BSM, kemudahan akses serta melakukan pengembangan aplikasi yang aman dan selaras dengan perkembangan pasar. e. Kegiatan Pemantauan dan tindakan koreksi penyimpangan Bank telah menyelenggarakan pemantauan dan pengevaluasian kecukupan Sistem Pengendalian Intern secara terus-menerus dengan membentuk Satuan Kerja Audit Intern (dengan nama Divisi Pengawasan Intern/ DPI) yang independen terhadap satuan kerja operasional. DPI berkomitmen untuk melaksanakan fungsinya memastikan efektivitas Sistem Pengendalian Intern yang memadai dengan cara melakukan review dan memberikan rekomendasi kepada manajemen tentang: 1) Efektifitas dan efisiensi operasional; 2) Akuntabilitas; 3) Kewajaran laporan keuangan; 4) Kepatuhan terhadap undang-undang dan ketentuan yang berlaku; 5) Prinsip tata-kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Setiap hasil audit telah disampaikan

kepada Dewan Komisaris atau Komite Audit, Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan. Dalam menjalankan fungsinya DPI telah memiliki Piagam Audit Intern yang disahkan oleh Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 27 April 2005 dan Kode Etik Auditor Intern yang disahkan Direksi pada tanggal 6 Februari 2008. Peran serta DPI dalam penguatan (improvement) Sistem Pengendalian Intern, antara lain: 1) Melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) intern melalui pembaharuan Manual Audit Intern. 2) Sosialisasi dan internalisasi Kode Etik Auditor Intern; 3) Aktif menjadi mitra kerja (counterpart) Komite Audit dan sebagai anggota tidak tetap Working Group Operational. 4) Mengembangkan pendekatan Risk Based Audit (RBA) secara bertahap. 5) Mendukung implementasi Corporate Value BSM, yaitu Excellence, Teamwork, Humanity, Integrity, Customer Focus (ETHIC), dalam konteks review terhadap lingkungan pengendalian (control environment) di seluruh unit kerja BSM. 6) Membantu Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam mengawasi pelaksanaan aspek-aspek syariah pada operasional

perbankan dengan cara melaporkan hasil-hasil audit yang berkaitan dengan aspek syariah kepada DPS. 7) Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan inhouse, baik untuk pegawai pelaksana maupun officer, a.l. Branch Operations, Management Trainee Program, dll. 8) DPI pun senantiasa mengembangkan peran kemitraan dengan auditee secara konsisten dan berkesinambungan, antara lain melalui komunikasi yang efektif dalam membahas semua temuan audit, sehingga auditee dapat memahami risiko-risiko penyimpangan yang ada.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

39

nilai-nilai perusahaan

Untuk menyelaraskan gerak dan langkah seluruh insan Bank Syariah Mandiri (BSM) guna mewujudkan Visi dan Misi perusahaan, maka diperlukan acuan nilai-nilai perusahaan untuk dipahami, dihayati dan diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh pegawai BSM. Setelah melalui proses yang melibatkan seluruh jajaran pegawai sejak pertengahan 2005 yang lalu, lahirlah nilai-nilai perusahaan yang disepakati bersama untuk di-shared oleh seluruh pegawai BSM. Nilai-nilai itu adalah yang disebut Shared Values BSM. Shared Values ini secara resmi diluncurkan oleh Yuslam Fauzi, Direktur Utama dalam acara Milad Bank Syariah Mandiri ke-8 pada tanggal 25 November 2007 di Jakarta. Sosialisasi Shared Values BSM telah dilakukan sepanjang tahun 2008. Sosialisasi ini dilakukan melalui: 1. Penyampaian Spirit of the Week pada setiap acara Doa Pagi hari Senin. 2. Lomba Cerdas Cermat dan Ketangkasan Shared Values BSM.

Tabel 12: Nilai-nilai Perusahaan "ETHIC" Nilai (Shared Values) Excellence (Imtiyaaz): Perilaku Utama (Core Behavior) · Perfection: Berkomitmen pada kesempurnaan. · Ownership:Mengembangkan sikap rasa saling memiliki yang positif. · Prudence: Menjaga amanah secara hati-hati dengan selalu memperhitungkan risiko atas keputusan yang diambil dan tindakan yang dilakukan. · Competence: Meningkatkan keahlian sesuai tugas yang diberikan dan tuntutan profesi bankir. · Trust:Mengembangkan sikap saling percaya yang didasari pikiran dan perilaku positif. · Result: Memiliki orientasi pada hasil dan nilai tambah bagi stakeholders. · Respect:Menghargai pendapat dan kontribusi orang lain. · EffectiveCommunication: Mewujudkan iklim lalu-lintas pesan yang lancar dan sehat, serta menghindari kegagalan dengan selalu meningkatkan keterampilan berkomunikasi. · Sincerity: Meluruskan niat untuk mendapatkan ridha Allah. · Universality: Mengembangkan nilai-nilai kebaikan yang secara umum diterima oleh seluruh umat manusia. · SocialResponsibility: Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial tanpa mengabaikan tujuan perusahaan. · Honesty:Menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap perilaku. · Discipline: Melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan ketentuan dan tuntutan perusahaan serta nilai-nilai syariah. · Responsibility: Menerima tugas sebagai amanah dan menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. · GoodGovernance: Melaksanakan tata kelola organisasi yang sehat. · Innovation: Proaktif menggali dan mengimplementasikan ide-ide baru untuk memberikan layanan lebih baik dan lebih cepat dibandingkan kompetitor. · CustomerSatisfying: Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan.

3. Lomba Cipta Lagu Shared Values BSM. 4. Pesan-pesan manajemen dalam setiap pertemuan. 5. Tema-tema dalam Rapat Kerja dan kegiatan besar BSM.

Teamwork ('Amal Jama'iy):

Shared Values BSM terdiri atas: 1. Excellence (Imtiyaaz): Berupaya mencapai kesempurnaan melalui perbaikan yang terpadu dan berkesinambungan. 2. Teamwork (`Amal Jamaa'iy): Mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi. 3. Humanity (Insaaniyah): Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan religius. 4. Integrity (Shidiq): Menaati kode etik profesi dan berpikir serta berperilaku terpuji. 5. Customer Focus (Tafdhiilu Al `Umalaa): Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan Bank Syariah Mandiri sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan. Ke-5 nilai tersebut di atas diakronimkan menjadi ETHIC. Kata "ETHIC" sendiri berarti "set of moral principles" (himpunan prinsip-prinsip moral) sebagai tatanan perilaku mulia yang membentuk keunggulan insan BSM. Agar nilai-nilai bersama yang telah dirumuskan dan disepakati dapat dipahami, dihayati dan dilaksanakan oleh seluruh insan BSM dalam kehidupan berorganisasi, maka Shared Values BSM diterjemahkan ke dalam perilaku-perilaku utama sebagai berikut: Lihat Tabel 12.

Humanity (Insaaniyah):

Integrity (Shidiq):

Customer Focus (Tafdhiilu Al'Umalaa):

40

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

corporate secretary

Salah satu elemen dalam struktur dan proses Good Corporate Governance (GCG) adalah pemastian bahwa penggunaan wewenang (exercise of power) dan hubungan dengan pemangku kepentingan (stakeholders) berjalan dengan baik untuk kepentingan perusahaan. Untuk itu dibutuhkan suatu unit kerja yang berfungsi sebagai fasilitator pengambilan keputusan secara proper dan saluran komunikasi yang terpercaya. Di sinilah fungsi sekretaris perusahaan (corporate secretary), yaitu memastikan kepatuhan dan administrasi pengambilan keputusan di dalam perusahaan, dan melakukan fungsi komunikasi dalam rangka membangun goodwill ke luar perusahaan. Direksi BSM dengan Surat Keputusan No.10/014KEP/DIR tanggal 22 Januari 2008, telah mengangkat Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary). Lingkup tugas-tugas pokok Corporate Secretary adalah sbb: 1. Mengikuti perkembangan pasar dan kondisi eksternal BSM khususnya peraturanperaturan yang berlaku di bidang Perbankan Syariah. 2. Memberikan pelayanan kepada masyarakat atas pemahaman BSM dan setiap informasi yang dibutuhkan pihak eksternal BSM yang berkaitan dengan kondisi internal dan/atau hal-hal khusus yang ingin diketahui publik. 3. Memberikan masukan kepada Direksi BSM untuk menjalankan ketentuan/ Undangundang yang berlaku antara lain tentang Perseroan, Obligasi, Saham Perbankan Syariah, Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaannya. 4. Menjembatani BSM dengan institusi eksternal yang mewakili masyarakat. 5. Mengingatkan Direksi BSM tentang tanggung jawabnya untuk melaksanakan GCG yang optimal sesuai tujuan perusahaan agar tercipta image perusahaan yang lebih baik dan meningkatkan laba perusahaan secara berkesinambungan. 6. Memastikan berjalannya fungsi Komisaris, Direksi, DPS dan Komite-Komite. 7. Mengkoordinir Self Assessment & Pelaporan Pelaksanaan GCG BSM sesuai PBI, GCG dan Peraturan Bapepam.

Corporate Secretary juga menyiapkan Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus dari anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan keluarganya dalam kepemilikan saham, hubungan bisnis, dan peran lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan, menghadiri dan membuat berita acara rapat Direksi dan Dewan Komisaris dan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan. Corporate Secretary dijabat oleh Achmad Fauzi, lahir 4 November 1965. Lulusan Magister Hukum Bisnis dari Universitas Padjadjaran, Bandung. Karirnya dimulai dari Chase Manhattan Bank tahun 1989, kemudian di Bank Duta (1989-1990), Bank Putera (1990-1995), Bank IFI (1995-2005), dan sejak September 2005 bergabung dengan BSM. Telah mengikuti berbagai training dan seminar, termasuk Sertifikasi Manajemen Risiko oleh BSMR di Jakarta.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

41

pembiayaan korporasi

Penyaluran pembiayaan korporasi merupakan wujud komitmen BSM dalam mendukung program BI untuk mengakselerasi pertumbuhan bank syariah nasional. Dalam mendukung akselerasi tersebut, BSM menyalurkan pembiayaan terutama untuk sektor-sektor yang termasuk kriteria sangat menarik dan menarik seperti: oil & gas dan penunjangnya, Telekomunikasi, Pertambangan Batubara dan penunjangnya, Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit serta Infrastruktur. Penyaluran ini dilakukan dengan tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian. Selain itu penyaluran pembiayaan korporasi juga bertujuan untuk melayani nasabahnasabah BSM yang kebutuhan finansialnya terus berkembang sehingga menjadi nasabah Korporasi. Dengan pembiayaan korporasi, seluruh kebutuhan finansial nasabah diharapkan tetap dapat dipenuhi melalui beragam layanan perbankan yang dimiliki BSM. Selama tahun 2008 BSM telah menyalurkan pembiayaan Korporasi melalui sindikasi dengan Bank Syariah lainnya dan club deal di bidang telekomunikasi, transportasi, oil & gas dan bidang-bidang strategis lainnya. Pengelolaan pembiayaan Korporasi BSM diharapkan dapat menjadi penggerak pembiayaan sindikasi perbankan syariah secara nasional untuk mendukung pembiayaan pada usaha-usaha yang membutuhkan dana yang cukup besar. Pemilihan sektor-sektor usaha yang menjadi fokus pembiayaan dilakukan BSM secara kontinyu oleh unit kerja yang terpisah dalam periode waktu tertentu. Penilaian yang kontinyu diharapkan dapat mengantisipasi setiap terjadinya perubahan kondisi usaha di Indonesia maupun kondisi usaha secara global. Krisis keuangan yang melanda hampir di seluruh dunia pada awal triwulan 4 tahun 2008 tentunya juga berimbas pada dunia usaha di Indonesia. Dalam kondisi yang demikian BSM tidak secara serta merta menghentikan pembiayaan Korporasi. Proses pembiayaan Korporasi di BSM tetap berlangsung namun dengan pemilihan sektor usaha yang lebih selektif dan dengan lebih meningkatkan lagi prinsip kehati-hatian yang selama ini telah dilaksanakan oleh BSM. Dalam mengamankan pembiayaan yang telah berjalan, BSM melakukan komunikasi yang berkesinambungan dan kunjungan-kunjungan yang lebih intens agar permasalahan yang dihadapi nasabah pembiayaan korporasi dapat terdeteksi lebih awal, sehingga penanganan maupun solusi atas permasalahan nasabah bisa terselesaikan dengan baik.

42

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

pembiayaan usaha mikro & kecil

Pemberdayaan Usaha Mikro & Kecil Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) jumlah usaha mikro kecil mendominasi komposisi unit usaha di Indonesia. Jumlah usaha mikro kecil pada tahun 2007 adalah 49.720.236 unit usaha. Jumlah ini berarti sebesar 99,75% dari total unit usaha di Indonesia. Tenaga kerja yang diserap oleh sektor ini adalah sebesar 87.032.313, yang berarti sebesar 92,31% dari total tenaga kerja di Indonesia. Bagi BSM, besarnya jumlah unit usaha mikro & kecil tersebut memberikan arti masih besarnya upaya yang harus dilakukan untuk memberdayakan segmen tersebut, sekaligus peluang untuk meningkatkan portofolio pembiayaan di segmen tersebut. Upaya menjangkau nasabah segmen mikro & kecil sering terkendala oleh keterbatasan pengusaha segmen tersebut, baik yang berasal dari faktor internal maupun eksternal. Faktor internal adalah lemahnya wawasan dan pengetahuan pelaku usaha mikro & kecil untuk mengakses pembiayaan Bank, serta terbatasnya jaminan dan modal sendiri yang bisa disediakan oleh pengusaha mikro & kecil. Faktor eksternal adalah masih banyaknya ketidaksesuaian skim pembiayaan dengan kebutuhan nasabah mikro & kecil. Di samping itu, infrastruktur Bank yang ada juga tidak siap untuk menjangkau nasabah mikro & kecil yang tersebar di banyak lokasi, sektor dan komunitas terkait dengan skala ekonomis pembiayaan. Kondisi demikian perlu disikapi secara positif dengan langkah pemberdayaan oleh perbankan. Dalam mengatasi keterbatasan tersebut, maka strategi yang dilakukan BSM untuk meningkatkan portofolio pembiayaan usahamikro & kecil antara lain sebagai berikut: 1. Melakukan kerja sama (linkage) dengan LKM/S, BPR/S, BMT, KJKS/UJKS dan Lembaga Keuangan Non Bank lainnya sebagai marketing arm BSM untuk menjangkau nasabah mikro-kecil yang lokasi usahanya di luar jangkauan outlet BSM. 2. Meningkatkan capacity building mitra linkage, agar lebih mampu dan dapat berkembang dalam melayani nasabah mikro & kecil. Untuk meningkatkan capacity

building mitra linkage khususnya LKMS, BSM bekerja sama dengan beberapa lembaga pendamping LKM/S dalam bentuk pelatihan, pendampingan dan supervisi. 3. Melakukan kerja sama pembiayaan program dengan pemerintah untuk mendapatkan fasilitas penjaminan, likuiditas atau bantuan lainnya untuk meningkatkan pembiayaan ke segmen mikro & kecil. 4. Melakukan kerja sama pola kemitraan, dimana BSM berfungsi sebagai fasilitator usaha mikro & kecil dengan pengusaha besar dalam pola kemitraan Inti-Plasma, di mana perusahaan inti menjamin pasar dan pendampingan teknologi. 5. Mengembangkan sistem monitoring pembiayaan mikro & kecil berbasis teknologi untuk mengefektifkan dan menurunkan biaya monitoring pembiayaan.

Pembiayaan program yang disalurkan oleh BSM merupakan kerja sama BSM dengan beberapa instansi pemerintah yakni Kementerian Koperasi, Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup. Skema pembiayaan program yang telah disalurkan oleh BSM selama tahun 2008 terdiri atas: 1. Pembiayaan dengan dana SUP 005 adalah pembiayaan untuk pengembangan usaha mikro & kecil, dengan total plafon/dana sebesar Rp200 miliar. Keikutsertaan BSM dalam menyalurkan dana SUP 005 dalam rangka meningkatkan perkuatan akses permodalan usaha mikro & kecil bagi kegiatan usaha produktif, merupakan salah satu bentuk peran serta wujud keberpihakan kepada segmen ekonomi mikro & kecil sesuai dengan visi dan misi BSM. Penggunaan skema pembiayaan ini adalah untuk pembiayaan investasi dan pembiayaan modal kerja. Jumlah usaha mikro & kecil yang mendapat fasilitas dengan skim pembiayaan ini sebanyak 2387 nasabah.

Skim Pembiayaan Mikro & Kecil Sebagai bank syariah yang memiliki misi keberpihakan kepada segmen ekonomi mikro & kecil, Bank Syariah Mandiri (BSM) terus menerus berupaya untuk meningkatkan peranannya dalam pemberdayaan usaha mikro & kecil melalui berbagai pembiayaan program.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

43

2.

Pembiayaan dengan Dana Bergulir Syariah (DBS), dengan total plafon/dana pembiayaan sampai saat ini sebesar Rp108,77 miliar. Skema pembiayaan ini merupakan keikutsertaan BSM dalam program kerja sama dengan Kantor Menteri Negara Koperasi dan UKM dalam memberdayakan usaha mikro melalui program Perkuatan Permodalan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) atau Unit Jasa Keuangan Syariah (UJKS) sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) dengan pola Dana Bergulir Syariah (DBS). Tujuan program ini adalah untuk memperkuat akses permodalan usaha mikro bagi kegiatan usaha produktif. Jumlah koperasi yang mendapat fasilitas pembiayaan dengan skema ini adalah sebanyak 1.127 koperasi. Pembiayaan dengan dana DNS-KNLH adalah pembiayaan program kerja sama antara BSM dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) untuk pembiayaan usaha mikro & kecil dengan memanfaatkan Debt for Nature Swap (DNS) di sektor lingkungan. Penggunaan pembiayaan DNS-KNLH pada umumnya untuk pembiayaan investasi. Total plafon/ dana untuk pembiayaan ini sebesar Rp54,80 miliar dengan nasabah saat ini sebanyak 71 nasabah, dan akan terus ditingkatkan pada masa mendatang. Jenisjenis pembiayaan investasi yang dapat dibiayai dengan skema ini ialah: a. Peralatan pencegahan pencemaran: · PeralatanProduksiBersih:energi efisiensi dan perubahan teknologi. · Peralatanpencegahanlapisanozon. b. Industri daur ulang yaitu seluruh peralatan yang dapat digunakan untuk menghemat sumberdaya alam dan mengurangi limbah (daur ulang limbah, plastik, logam dan kayu). c. End-of-pipe technologies: · Instalasipengolahanairlimbah. · Instalasipengendalianpencemaran udara. · Instalasipengolahansampah. d. Peralatan laboratorium: · Peralatanuntukanalisisemisiuntuk

perbaikan kendaraan bermotor. · Peralatanlaboratoriumuntukanalisa kualitas lingkungan. e. Pergantian bahan baku yang lebih ramah lingkungan dan sertifikasi industri yang ramah lingkungan. 4. Pembiayaan khusus di sektor pertanian dengan memanfaatkan fasilitas SP-3 (Skema Pelayanan Pembiayaan Pertanian). Skema pembiayaan ini merupakan program kerja sama BSM dengan Departemen Pertanian untuk membantu petani/kelompok tani yang feasible usahanya namun tidak bankable karena agunannya kurang dengan menyediakan pencadangan risiko dan pembayaran jasa penjaminan pembiayaan. Penggunaan pembiayaan SP-3 adalah untuk pembiayaan investasi dan pembiayaan modal kerja dengan target dan sasaran petani/peternak yang berada dalam skala usaha mikro & kecil. Pembiayaan SP-3 diperuntukan bagi petani/ peternak sebagai nasabah yang mempunyai usaha tanaman pangan, holtikultura, peternakan dan atau perkebunan di antaranya yang tergolong: a. Perorangan/Individu. b. Berkelompok/Kelompok usaha. c. Gabungan kelompok yang berbadan hukum maupun bukan berbadan hukum. 5. Pembiayaan dengan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program penjaminan Pemerintah RI sebagai realisasi Inpres No 6 Tahun 2007 untuk meningkatkan

akses pembiayaan dan mengembangkan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi dalam rangka penanggulangan/pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja. BSM adalah Bank Syariah satu-satunya yang ikut serta dalam program ini. Mitra Pemberdayaan Usaha Mikro & Kecil Total pembiayaan program yang pernah dilaksanakan oleh BSM sejumlah 24 program yang bekerjasama dengan berbagai Departemen/ Kementerian, NGO dan Pemerintah Daerah, antara lain: 1. Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia. 2. Departemen Keuangan Republik Indonesia. 3. Departemen Pertanian Republik Indonesia. 4. Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. 5. Departemen Perindustrian Republik Indonesia. 6. Kementerian Negara Koperasi dan UMK Republik Indonesia. 7. Kementerian Negara Lingkungan Hidup Indonesia. 8. Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai. 9. Pemerintah Daerah Kota Palembang. 10. Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur. 11. Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia. 12. PT (Persero) Asuransi Kredit Indonesia. 13. Yayasan Damandiri. 14. Swiss Contact. 15. IFC - PENSA.

3.

44

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

pembiayaan konsumer

Pembiayaan konsumer Bank Syariah Mandiri (BSM) merupakan salah satu bisnis yang dikembangkan dan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pembiayaan konsumer memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan pembiayaan pada bisnis BSM secara keseluruhan. Kinerja ini dibuktikan dengan tingkat NPF yang rendah serta return bagi hasil yang baik. Pengembangan pembiayaan konsumer selama tahun 2008 di antaranya: · Pengembanganprodukpembiayaanbidang pendidikan (Eduka), pembiayaan untuk para pensiun, pembiayaan perumahan dll. · Perluasanjaringandistribusimelalui kerja sama dengan dealer, developer dan Universitas/Perguruan Tinggi. · Pengendaliankualitaspembiayaanyangsehat. · Pengelolaanpembiayaankonsumersecara tersentralisasi dengan dukungan teknologi informasi. Pola penyaluran pembiayaan konsumer tersebut lebih menekankan pada pola penerapan bussines to bussines. Koperasi Karyawan merupakan salah satu channel distribution BSM untuk menyalurkan pembiayaan konsumer ke seluruh pegawai di Indonesia. Sampai saat ini BSM telah menyalurkan pembiayaan konsumer ke lebih 1.700 koperasi karyawan. Untuk kebutuhan konsumer bagi penyediaan perumahan, BSM telah menjalin kerja sama dengan Menpera (Menteri Perumahan Rakyat) dalam menyalurkan subsidi uang muka perumahan dan PT. Jamsostek (Pesero) dalam menyediakan PUMP (Pinjaman Uang Muka Perumahan) bagi peserta Jamsostek. BSM akan terus mengembangkan pembiayaan konsumer melalui pola perluasan distribusi

channel dengan berbagai pihak untuk mengakomodir kebutuhan konsumer. Produk Pembiayaan Konsumer; · PembiayaanPerumahan · PembiayaanEduka · PembiayaanPensiun · PembiayaanKedokteran · PembiayaanOtomotive · PembiayaanMultiguna · PembiayaanKopkar · PembiayaanMultifinance · PembiayaanGadaiSyariah(Rahn) · PembiayaanTalanganHaji

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

45

electronic banking

Sasaran dari keberadaan unit Electronic Banking adalah sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan distribution channel BSM dalam memberikan pelayanan sekaligus sebagai unit yang mampu memberikan kontribusi terhadap fee based income yang signifikan bagi bisnis BSM. Saat ini e-Banking Channel BSM meliputi ATM, Mobile Banking (SMS Banking & GPRS), BSMNet dan Call BSM dengan jumlah transaksi mencapai 12,3 juta transaksi di tahun 2008. Kontribusi layanan e-Banking Channel terhadap fee based income BSM selama tahun 2008 mencapai Rp10,3 miliar. Sampai dengan 31 Desember 2008 jumlah ATM BSM mencapai 118 unit yang tersebar di 24 propinsi dari 33 propinsi di Indonesia dengan jumlah transaksi selama tahun 2008 mencapai 3,6 juta transaksi. Jaringan ATM BSM sampai dengan akhir tahun 2008 meliputi jaringan ATM Mandiri, ATM Bersama, ATM Prima dan MEPS Malaysia dengan total ATM +/- 27.700 mesin ATM. Pengguna BSMCard tumbuh sebesar 28,89% di tahun 2008, semula 533.683 card holder di tahun 2007 menjadi 687.868 card holder. Transaksi pengguna BSM Card di tahun 2008 mencapai 12,1 juta transaksi. Lembaga/institusi yang bekerja sama dengan BSM dalam penggunaan BSMCard (co-branding) mencapai 243 lembaga/institusi Transaksi SMS Banking selama tahun 2008 mencapai 26.008 transaksi. Transaksi Mobile Banking berbasis GPRS selama tahun 2008 mencapai 127.711 transaksi. Transaksi BSMNet Banking selama tahun 2008 mencapai 37.762 transaksi. BSM memiliki fasilitas transfer D.U.I.T (Dana Untuk Indonesia Tercinta). Fasilitas ini digunakan oleh warga negara Indonesia di Malaysia untuk melakukan transaksi transfer ke Indonesia.

Fasilitas transfer D.U.I.T merupakan hasil kerja sama BSM dengan Merchantrade Asia, Malaysia (MTA) dengan menggunakan fasilitas BSMNet Banking. Transaksi yang dihasilkan selama tahun 2008 sejak soft launching pada bulan Maret 2008 mencapai +/- 15.700 transaksi.

46

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

restrukturisasi

Selama tahun 2008 telah dilakukan restrukturisasi sejumlah 239 nasabah pembiayaan bermasalah senilai Rp392.70 miliar. Dari jumlah pembiayaan yang direstrukturisasi tersebut sebesar Rp14.94 miliar kualitas pembiayaannya membaik menjadi kolektibilitas 1 dan 2. Sebesar Rp180.50 miliar kolektibilitasnya tetap pada 1 dan 2. Sebesar Rp29.67 miliar kolektibilitasnya tetap di posisi 3. Sebesar Rp5.52 miliar kualitas memburuk menjadi kolektibilitas 2. Sebesar Rp68.63 miliar memburuk menjadi kolektibilitas 3, 4 dan 5, sedangkan sebesar Rp89.70 miliar melunasi kewajibannya. Melalui upaya-upaya restrukturisasi, penagihan dan provision management serta dengan tetap memperhatikan azas pemberian pembiayaan yang prudent, pada tahun 2008 BSM telah berhasil menekan laju pertumbuhan NPF sehingga ratio NPF bank semakin rendah: · Lajupertumbuhan absolut gross NPF dapat dikendalikan, sehingga rasio gross NPF bank pada tahun 2008 cenderung terkendali pada 5,66% dari sebelumnya 5,64% pada tahun 2007. · Nett NPF absolut berhasil dikendalikan laju pertumbuhannya sehingga rasio nett NPF bank menurun pada tingkat 2,37% pada tahun 2008 dari sebelumnya 3,39% pada tahun 2007. Keberhasilan pencapaian rasio nett NPF BSM diakhir 2008 menjadi 2,37% tidak terlepas dari kontribusi dan keberhasilan upaya restrukturisasi dalam menekan laju pertumbuhan NPF Bank. Strategi utama yang diterapkan dalam menangani nasabah NPF difokuskan pada tiga hal yaitu restrukturisasi, monitoring pasca restrukturisasi dan penagihan intensif. Selain inisiatif tersebut, manajemen juga melakukan upaya provision management melalui penguatan PPAP. Pada tahun 2008 nilai PPAP NPF telah meningkat sebesar 145%, yaitu dari Rp227,96 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp559,57 miliar pada tahun 2008.

Restrukturisasi diberlakukan kepada nasabah-nasabah bermasalah yang masih memiliki prospek usaha baik namun nasabah mengalami kesulitan dalam membayar kewajiban pembiayaannya. Setelah dilakukan restrukturisasi, terhadap kinerja nasabah dilakukan monitoring agar tetap terjaga baik. Penagihan kewajiban dilakukan secara intensif terhadap seluruh nasabah NPF, baik yang telah direstrukturisasi maupun yang belum direstrukturisasi. Sebagian nasabah yang ditagih secara intensif telah bersedia melunasi hutangnya.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

47

perbankan internasional

Di tengah situasi perekonomian dunia yang kurang menggembirakan dalam tahun 2008, BSM tetap mencatat pertumbuhan dalam transaksi treasury dan international. Sebagai bank devisa, treasury BSM aktif bertransaksi dalam enam mata uang asing: USD, EUR, JPY, SGD, AUD & SAR. Untuk transaksi internasional, BSM cukup aktif dalam transaksi Letter of Credit (L/C) ekspor dan impor, standby LC, bank garansi, remittance, documentary collection dan cash letter service untuk SGD/USD cheques yang tertariknya (Drawee Bank) di Singapore. BSM mampu memberikan yang terbaik untuk layanan di atas berkat dukungan lebih dari 200 bank koresponden di seluruh dunia. Komitmen bank-bank koresponden yang memberikan line facility kepada BSM telah saling menguntungkan kedua belah pihak. Hubungan erat ini berdampak positif bagi kepuasan nasabah. Line facility yang diterima dari bank koresponden digunakan terutama untuk memenuhi kebutuhan nasabah terhadap enam mata uang asing tersebut di atas sehingga nasabah mudah untuk melakukan transaksi internasional seperti money market dan letter of credit. Nasabah juga dapat dengan mudah memperoleh uang kertas USD dan SGD. Sedangkan khusus untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang ingin menunaikan ibadah haji dan umrah, BSM menyediakan uang kertas SAR. Kelebihan likuiditas USD di pasar uang syariah selama ini telah ditempatkan di pasar uang syariah. Berbeda dari bank konvensional, BSM tidak membebankan sejenis in transit interest kepada eksportir yang menegosiasikan dokumen ekspornya berdasarkan L/C sight. Jika tidak ada penyimpangan pada dokumen, BSM hanya membebankan komisi negosiasi dan biaya courier service kepada eksportir. Untuk impor barang, BSM dapat menerbitkan L/C Sight atau L/C Usance atas nama importer. LC Usance payable at sight merupakan salah satu penyumbang fee based income BSM. Nasabah importer dapat menikmati fasilitas dari BSM yang menerima line komersial dari beberapa bank dimana salah satunya adalah Islamic Development Bank (IDB). IDB menyediakan fasilitas ini untuk nasabah BSM dengan skema Two Step Murabahah Financing. Produk-produk yang telah diekspor oleh nasabah kami adalah furniture kayu, rotan, ukiran Jepara, produk kimia, batik, rempah-rempah dan batu bara dengan negara tujuan adalah Korea, China, Singapore, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Belanda, Itali, Canada, Vietnam, Uni Emirat Arab, Spanyol, Perancis, Denmark, Norwegia dan Afrika Selatan. Produk-produk yang diimpor adalah baja karbon, pipa baja, tangki penyimpanan, kompresor, peralatan telekomunikasi, mesin cetak, bahan baku industri kimia, minyak bumi, elektronik, mesin pembuat keramik, pesawat terbang, suku cadang pesawat terbang, generator dan mesin kapal dengan negara asal impor adalah Singapura, Malaysia, Korea, Cina,Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, Canada, Mesir, Swiss, Italia dan Jerman. BSM menyediakan tiga macam layanan pengiriman uang seperti : Transfer Valas BSM, Western Union dan Transfer D.U.I.T. (Dana Untuk Indonesia Tercinta). Keunggulan Transfer Valas BSM adalah melayani pengiriman uang ke seluruh dunia dalam enam mata uang yaitu USD, EUR, JPY, SGD, AUD dan SAR. Seluruh transaksi internasional BSM sudah didukung oleh sistem SWIFT. Sedangkan Western Union memberikan kemudahan kepada nasabah yang menginginkan penerimaan dana di tempat tujuan ke semua negara yang memiliki fasilitas Western Union dalam waktu 15 menit. Khusus Transfer D.U.I.T pengiriman uang dilakukan melalui BSM Net (internet banking) hanya untuk transfer masuk. Transaksi dilakukan secara real time dari luar negeri ke Indonesia. Alhamdulillah BSM menerima dua penghargaan internasional di tahun 2008, Yang pertama dari Islamic Finance News di Kuala Lumpur, Malaysia pada bulan Maret 2008 sebagai The Best Sharia Bank In Indonesia. Kedua dari majalah Global Finance di New York, USA pada bulan Oktober 2008 sebagai The World Best Islamic Financial Institution. Pengakuan internasional ini telah meningkatkan semangat juang BSM untuk berlomba-lomba dalam kebajikan bagi umat manusia.

48

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

teknologi informasi

Pada dasarnya program kerja BSM yang diimplementasikan pada tahun 2008, merupakan kelanjutan dari program kerja tahun 2007. Berbagai kegiatan diarahkan guna memperkuat apa yang telah dikembangkan pada tahun 2007 dan beberapa inovasi yang disesuaikan dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) terkini. Kesemuanya itu diarahkan guna membangun BSM agar semakin tangguh di tengah-tengah tantangan dan peluang. Oleh karenanya, untuk memantapkan berbagai hal yang telah dicapai pada tahun 2007 tersebut, pada tahun 2008 ditempuh strategi yang mampu menjamin adanya dukungan kuat terhadap program kerja BSM. OneStopService Dalam upaya menuju " the great BSM for better Indonesia", BSM berusaha meningkatkan pelayanan "one stop services" kepada nasabah melalui pengembangan fitur e-banking secara berkelanjutan, a.l: (1) pembayaran premi asuransi takaful pada mobile banking GPRS, (2) transfer via RTGS pada BSMNet, (3) pengembangan fitur Multi Level Marketing (MLM) pada BSMNet, (4) batch transfer pada BSMNet, (5) tranfer D.U.I.T (remittance) pada BSMNet. Melalui "one stop services", BSM terus meningkatkan fee based income secara konsisten. BSM melalui Divisi Sistem & Teknologi (DST) telah membangun kerja sama dengan pihak III dalam mengembangkan fitur e-banking. Kerja sama tersebut dibangun dengan menggunakan prinsip bagi hasil, dimana BSM tidak membutuhkan investasi awal dalam pengembangan fitur e-banking. Terkait hal tersebut di atas, pada akhir tahun 2008 BSM telah melakukan pengembangan e-banking yang sangat mendasar yaitu perubahan PIN ATM dari 4 digit menjadi 6 digit. Hal tersebut dilakukan untuk menerapkan ketentuan Bank Indonesia, yaitu: 1. Peraturan Bank Indonesia No. 7/52/PBI/2005 tanggal 28 Desember 2005 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu.

2. Surat Edaran Bank Indonesia No. 7/60/ DSP tanggal 30 Desember 2006 tentang Prinsip Perlindungan Nasabah dan Kehatihatian, serta Peningkatan Keamanan dalam Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu. Dalam surat edaran tersebut Bank Indonesia mewajibkan bank penerbit kartu ATM yang pengamanannya menggunakan PIN, maka panjang PIN yang digunakan sekurang-kurangnya 6 digit. Perubahan PIN ATM tersebut dapat dilakukan di ATM BSM, Mobile Banking GPRS dan ATM Bank Mandiri tanpa mengganggu kenyamanan nasabah dalam bertransaksi. Penerapan Ketentuan BI Penggunaan Teknologi Informasi (TI) dapat meningkatkan risiko yang dihadapi perbankan termasuk BSM. Dalam rangka untuk dapat mengeliminasi risiko tersebut, BSM meresponnya dengan menerapkan manajemen risiko secara efektif dan bertahap sesuai ketentuan: (1) Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum, dan (2) Surat Edaran BI (SE BI)

I No.9/30/DPNP tertanggal 12 Desember 2007 perihal Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. Dalam penerapan manajemen risiko tersebut, BSM telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Pengawasan aktif oleh Dewan Komisaris dan Direksi atas penggunaan TI. 2. Melengkapi dan mengembangkan kebijakan dan prosedur penggunaan TI. Dalam kaitan ini BSM telah membuat dan menyempurnakan kebijakan dan prosedur penggunaan TI dari berbagai aspek manajemen risiko antara lain: · Manajemen · Pengembangandanpengadaan · OperasionalTI · Jaringankomunikasi · Pengamananinformasi · Business continuity plan · End user computing · Electronic banking 3. Menyempurnakan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko penggunaan TI.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

49

4. Melakukan uji coba atas Disaster Recovery Plan (DRP) pada bulan Agustus dan Oktober 2008 sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengharuskan Bank untuk melakukan uji coba DRP paling kurang sekali dalam satu tahun dengan melibatkan end user; 5. Melaksanakan sistem pengendalian intern atas penggunaan TI.

50

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

sumberdaya insani

Pengembangan kompetensi dan integritas pegawai tahun 2008 bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pegawai BSM guna mencapai target bisnis 2008. Strategi yang dilakukan untuk mencapai target bisnis tersebut, khususnya di bidang Sumberdaya Insani (SDI) dilakukan dengan cara: 1. Menyempurnakan infrastruktur dan sistem pengembangan SDI. 2. Memperkuat man power planning yang berorientasi pada services & sales. 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan optimalisasi e-Learning. 1. Menyempurnakan infrastruktur dan sistem pengembangan SDI Program-program kerja yang telah dilakukan untuk menyempurnakan infrastruktur dan sistem pengembangan SDI pada tahun 2008: a. Profil Kompetensi Pegawai BSM Competency Based Human Resources Management (CBHRM) menjadi sistem acuan dalam pengembangan pegawai. Untuk menyempurnakan sistem tersebut BSM berhasil menyusun Profil Kompetensi Pegawai pada tahun 2008. Profil Kompetensi ini akan menjadi sumber rujukan untuk pengembangan kompetensi yang dibutuhkan pegawai pada masing-masing jabatan. b. Succession Planning BSM melakukan penyempurnaan sistem Succession Planning khususnya untuk jabatan-jabatan strategis pada kelompok jabatan manajerial. Penyempurnaan sistem tersebut dilakukan selaras dengan pengembangan bisnis dan pengembangan jaringan BSM. Sehingga sepanjang tahun 2008 BSM berhasil mempromosikan 598 pegawai. Dari promosi tersebut sebanyak 419 pegawai (70%) merupakan promosi pada jabatan strategis (Manajer/Kepala Unit Kerja). c. Sertfikasi ISO 9001:2000 Untuk menyempurnakan dan meningkatkan layanan bisnis dan Standar

Operasional Prosedur (SOP) di bidang Sumberdaya Insani, BSM melakukan proses sertifikasi ISO 9001:2000. Sertifikasi dilakukan terhadap proses rekrutmen, pendidikan & pelatihan, pengembangan pegawai dan operasional serta pemenuhan kesejahteraan pegawai. Melalui tahapan yang cukup ketat, BSM memperoleh ISO 9001:2000 bidang Management of Human Resources Services dengan Approval Certificate No. JKT 6005413 dari PT. Lloyd's Register Indonesia pada tanggal 6 Januari 2009. 2. Memperkuat man power planning yang berorientasi pada services & sales Strategi usaha tahun 2008 yang menekankan pada pertumbuhanan berkesinambungan dengan kehati-hatian membutuhkan pegawai yang kompeten khususnya yang memiliki orientasi pada services & sales. Melalui proses rekrutmen dan seleksi yang ketat dan terencana, pertumbuhan jumlah pegawai BSM tahun 2008 adalah 15.35% atau tumbuh sebanyak 391 pegawai, semula 2.228 pegawai pada tahun 2007 menjadi 2.547 pegawai tahun 2008. Pertumbuhan

ini didominasi dari pegawai yang berfungsi sebagai garda terdepan layanan BSM (CS/Teller) 212 pegawai (54%) dan sales/ marketing sebanyak 53 pegawai (13.5%). 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan dan pelatihan (diklat) melalui optimalisasi e-Learning Perluasan jaringan dan pengembangan bisnis menyebabkan meningkatnya jumlah pegawai BSM. Peningkatan jumlah pegawai harus diimbangi dengan strategi pengelolaan dan pengembangan yang tepat. Salah satu pilar pengelolaan dan pengembangan pegawai adalah pendidikan dan pelatihan (diklat). Oleh sebab itu diklat yang dilaksanakan harus mendukung strategi pengelolaan dan pengembangan pegawai BSM. Strategi diklat tahun 2008 fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas diklat melalui optimalisasi e-Learning. Strategi ini sejalan dengan program Diklat yang mengacu pada Competency Based Human Resources Management (CBHRM) yang telah berjalan sejak tahun 2007.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

51

Program e-Learning adalah proses pembelajaran melalui bantuan teknologi informasi. Program e-Learning merupakan salah satu infrastruktur yang dapat mempercepat proses pengembangan pegawai. Optimalisasi e-Learning untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas diklat dilakukan dengan program-program: a. Penambahan modul dan pengayaan content e-Learning Modul yang semakin banyak membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pegawai untuk meningkatkan pengetahuan khususnya di bidang perbankan syariah. Di samping itu, content e-Learning yang terus diperbaharui membantu proses up date informasi pegawai, khususnya informasi yang terkait pekerjaan pegawai. Sampai dengan Desember 2008 e-Learning BSM menyediakan 287 modul pelatihan. b. Perluasan metode blended learning pada program pelatihan Blended learning adalah metode delivery pelatihan yang memadukan antara e-Learning dan classroom training. Peserta yang akan mengikuti pelatihan di BSM wajib membaca modul terlebih dahulu melalui e-Learning. Tujuan pembelajaran melalui e-Learning adalah untuk memberikan pengetahuan terkait modul pelatihan yang akan diberikan. Selanjutnya untuk mempertajam keahlian peserta terhadap materi pelatihan tersebut dilakukan melalui classroom training. Perluasan metode blended learning pada program pelatihan di BSM meningkatkan jumlah kunjungan pegawai ke e-Learning yaitu 48.302 kunjungan (hits). Jam kunjungan pegawai ke e-Learning tahun 2008 meningkat 664% dibandingkan tahun 2007 yaitu dari 4.463 jam menjadi 29.614 jam. c. Peningkatan kompetensi pegawai melalui e-Learning Program e-Learning dimanfaatkan juga

untuk peningkatan kompetensi dan pengembangan karir pegawai. Program yang dilakukan meliputi: i. Assessment kompetensi teknis pada proses rotasi dan mutasi pegawai ii. Assessment kompetensi teknis pada proses promosi pegawai melalui program Officer Orientation Program (OOP). Program ini diikuti oleh 282 peserta yang harus menyelesaikan 9 modul umum dan 17 modul khusus pada 5 kelompok jabatan. iii. Assessment pengetahuan perbankan syariah untuk test pengangkatan calon pegawai menjadi pegawai tetap di BSM. iv. Kompetisi pengetahuan teknis perbankan syariah, misalnya kompetisi pengetahuan produk BSM, kompetisi corporate culture BSM, kompetisi selling skil. Peningkatan kualitas dan kuantitas diklat melalui e-Learning diiringi dengan peningkatan kualitas dan kuantitas diklat reguler BSM. Program e-Learning dan diklat reguler di Learning Centre BSM saling memperkaya proses pengembangan pegawai guna meningkatkan kompetensi dan integritas pegawai.

Sepanjang tahun 2008 BSM menyelenggarakan 64 program diklat reguler (in-house training) terdiri dari 226 kelas pelatihan yang diikuti 8.590 peserta. Selain itu, BSM juga mengirimkan 185 pegawai BSM pada 100 program pelatihan eksternal (pelatihan/workshop/seminar). Pengelolaan pegawai di BSM yang dilaksanakan melalui strategi yang tepat menunjukkan komitmen kuat BSM terhadap pengembangan SDI perbankan syariah. Apresiasi terhadap pengelolaan dan pengembangan SDI perbankan syariah di BSM disampaikan oleh Bank Indonesia untuk kedua kalinya secara berturut-turut (tahun 2007 dan 2008) berupa The Best Human Resources Development Award pada Festival Ekonomi Syariah.

52

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

pejabat eksekutif

Per 31 Desember 2008

Divisi Pengawasan Intern Divisi Pembiayaan Korporasi & Investasi Divisi Pembiayaan Komersial Pusat Divisi Pembiayaan Kecil, Mikro & Program Divisi Pembiayaan Konsumer Divisi Pembiayaan Komersial Cabang Divisi Pengembangan Produk Divisi Dana, Treasury, Perbankan Internasional Divisi Restrukturisasi Divisi Penyelesaian Pembiayaan Divisi Pengembangan Jaringan Divisi Manajemen Risiko Divisi Kepatuhan Divisi Perencanaan, Pengembangan & Manajemen Kinerja Divisi Sumberdaya Insani Divisi Sarana & Logistik Divisi Hubungan Korporasi & Hukum Divisi Operasi & Akuntansi Divisi Sistim & Teknologi Desk Sisdur & Pengawasan Desk Pembiayaan Khusus & Sindikasi Staf Ahli Direksi SKD - Perbankan Internasional SAD - Dana SKD - Jaringan SKD ­ Restrukturisasi SKD ­ Restrukturisasi DPI DKI DKP DKM DPK DKC DPP DTI DRS DPB DPJ DMR DKN DPM DSI DSL DKH DOA DST DSP DKS SAD SKD-PI SAD-DN SKD-JR SKD SKD Edwin Iswan Siregar Dadang Hernawan Agus Salim Budiardjo Suhodo Firman Sofyan Subki Matsyah Ivan Baruna Tutuy Guntara Hadi Purnomo Edison Sibarani Tutuy Guntara (Pjs) M. Fanny Fansyuri Priyo Prakoso Firman Djatnika Helmi Huseno Priyono Achmad Fauzi Ateng Suhaeni Roosita Abdullah Purwoto Siti Nurdiana Eka B. Danuwirana Setyobudi Tariadi Solahuddin Uti Konsen Edy Suryadi Sulistyo Budi

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

53

manajemen risiko

Situasi lingkungan eksternal dan internal perbankan mengalami perkembangan pesat yang diikuti dengan semakin kompleksnya risiko kegiatan usaha perbankan. Hal tersebut mendorong bank untuk meningkatkan praktek tata kelola Bank yang sehat (Good Corporate Governance) dan penerapan manajemen risiko yang memadai. Penerapan manajemen risiko tersebut diharapkan memberikan manfaat berupa: 1. penyediaan informasi kepada pihak manajemen mengenai eksposur risiko yang dihadapi; 2. peningkatan metode dan proses pengambilan keputusan yang sistematis; 3. pengukuran kinerja unit bisnis dan bank secara keseluruhan yang berbasis pada risiko; 4. penilaian risiko yang melekat pada setiap produk atau kegiatan usaha bank. Struktur Organisasi Manajemen Risiko Bank memiliki struktur organisasi manajemen risiko yang menggambarkan secara jelas batas wewenang dan tanggungjawab dari seluruh jenjang organisasi perusahaan. Struktur organisasi tersebut tetap menerapkan prinsip pemisahan fungsi antara satuan kerja pengambil risiko (risk taking unit), satuan kerja pendukung (supporting unit) dengan satuan kerja manajemen risiko (risk management unit). Meskipun demikian, tanggung jawab akhir atas pengelolaan risiko ada pada masing-masing unit kerja selaku risk owner dari aktivitas operasional yang dijalankannya. Bank memiliki komite-komite yang berperan mendorong penerapan manajemen risiko secara efektif. Komite-komite tersebut antara lain Komite Manajemen Risiko (KMR) dan Komite Pemantau Risiko (KPR). Komite Manajemen Risiko (KMR) merupakan komite yang dibentuk untuk memberikan saran dan rekomendasi kepada Direktur Utama terkait kebijakan dan strategi manajemen risiko. KMR beranggotakan Direksi dan Kepala Divisi yang secara fungsional mengelola risiko usaha bank. Tugas KMR antara lain meliputi penyusunan kebijakan, strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko, penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko, dan penetapan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal. Forum KMR

diadakan minimal satu kali dalam sebulan. KPR berfungsi membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan pengawasan terhadap eksposur risiko. Tugas utama KPR adalah melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaannya. Kerangka Kerja Manajemen Risiko Bank memiliki produk yang beragam, jaringan dan nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, bank menerapkan manajemen risiko secara komprehensif dan terpadu, dengan berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No. 5/3/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 dan Surat Edaran bank Indonesia No. 5/21/DPNP tanggal 29 september 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum. Di samping itu, bank berupaya mengimplementasikan Basel II Accord secara bertahap. Proses manajemen risiko diterapkan secara komprehensif pada 4 risiko utama yang wajib dikelola oleh bank, yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, dan risiko operasional. 1. Risiko Kredit Pengelolaan risiko kredit bank terutama diarahkan untuk mendorong ekspansi pembiayaan yang sehat dan mengawal pembiayaan yang telah disalurkan agar tetap

memiliki kualitas yang baik. a. Kebijakan dan Pedoman Pembiayaan Kebijakan dan Pedoman Pembiayaan Bank Syariah Mandiri disusun dengan memperhatikan visi dan misi perusahaan, kebutuhan bisnis, dan prinsip kehatihatian. Bank melakukan kaji ulang dan pemutakhiran kebijakan dan pedoman pembiayaan secara berkesinambungan sesuai dengan perkembangan bisnis, kondisi ekonomi makro, dan regulasi pemerintah atau BI. b. Pengelolaan Portofolio Pembiayaan Pengelolaan pembiayaan dilakukan secara hati-hati dalam seluruh tahapan proses kegiatan, mulai dari usaha mendapatkan calon nasabah sampai dengan pembiayaan diselesaikan/lunas. Prospecting calon nasabah dilakukan dengan memperhatikan target market sesuai rencana bisnis bank. Untuk itu bank telah menetapkan arah dan prioritas penyaluran pembiayaan melalui kajian prospek bisnis industri, penetapan rating sektor industri/bidang usaha, dan penetapan limit portofolio. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan ekspansi pada sektor yang prospektif dan

54

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

menghindari konsentrasi risiko industri pada suatu sektor atau segmentasi tertentu. Dalam proses persetujuan pembiayaan, bank menggunakan sistem scoring dan risk rating. Sistem scoring digunakan untuk pembiayaan konsumer perorangan dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah. Sistem risk rating digunakan dalam pembiayaan komersial untuk mengetahui tingkat risiko nasabah. Penerapan risk rating tools ini digunakan pula sebagai dasar penentuan risk premium dalam penetapan price pembiayaan. Untuk memelihara kualitas portofolio, Bank secara konsisten melakukan tindakan pengawalan agar pembiayaan yang telah disalurkan tetap aman dan menghasilkan. Pengawalan tersebut dilakukan melalui kegiatan monitoring secara intensif terhadap perkembangan usaha nasabah dan pemenuhan kewajiban nasabah kepada Bank. Bank turut mendorong perkembangan nasabah yang usaha dan kualitas pembiayaannya baik. Di sisi lain Bank akan meningkatkan intensitas pembinaan/pengawasan terhadap nasabah yang usaha dan kualitas pembiayaannya menurun. c. Opini Risiko Bank memiliki unit kerja yang terpisah (independen) dari unit bisnis yang bertugas melakukan kajian risiko atas setiap usulan pemberian pembiayaan. Hasil kajian tersebut dituangkan dalam bentuk opini risiko yang mencakup identifikasi risiko yang melekat pada seluruh aspek beserta mitigasi risiko yang direkomendasikan. Opini risiko tersebut berfungsi sebagai bahan pertimbangan Komite Pembiayaan dalam memberikan keputusan pembiayaan. Selama tahun 2008 telah diterbitkan opini risiko sebanyak 1.736 opini. 2. Risiko Pasar Pengelolaan risiko pasar difokuskan pada risiko pergerakan nilai tukar dan tingkat

imbal hasil pada portofolio banking book. Bank tidak memiliki portofolio trading book. Sesuai karakteristik usaha perbankan syariah, bank tidak diperkenankan memiliki portofolio untuk tujuan diperdagangkan. a. Risiko Imbal Hasil Bank terpengaruh secara langsung oleh risiko imbal hasil (rate of return risk). Risiko imbal hasil merupakan risiko kegagalan bank dalam menyeimbangkan imbal hasil yang diperoleh dari earning asset dengan imbal hasil yang diharapkan nasabah penyimpan dana. Volatilitas suku bunga pasar akan berpengaruh secara tidak langsung terhadap ekspektasi imbal hasil nasabah penyimpan dana. Oleh karena itu Bank senantiasa memperhatikan suku bunga yang berlaku di pasar sebagai salah satu acuan dalam menetapkan kebijakan dan strategi price dana dan price pembiayaan yang kompetitif. Risiko imbal hasil yang melekat pada banking book terdapat dalam pos pembiayaan, surat berharga syariah, dan dana pihak ketiga (giro, tabungan, dan deposito). Untuk mengukur sensitivitas Net Rate of Return Income (NRRI) terhadap perubahan tingkat imbal hasil pasar, bank menggunakan metodologi Repricing Gap. Metodologi tersebut memberikan nilai EaR (Earning at Risk), yaitu dampak perubahan NRRI akibat perubahan tingkat imbal hasil. Untuk menentukan sensitivitas perubahan nilai ekuitas akibat perubahan tingkat imbal hasil pasar, bank menggunakan Duration Gap. Metode tersebut memberikan nilai CaR (Capital at Risk). CaR merupakan perubahan nilai ekonomis ekuitas akibat gap antara Rate Sensitive Asset (RSA) dan Rate Sensitive Liabilities (RSL) bank dengan rate shocks sebesar 200 bps dalam time bucket tertentu. CaR bank untuk periode satu tahun sebesar 0,40% dari ekuitas. Bank melakukan simulasi untuk menghitung sensitivitas pendapatan dan nilai ekuitas bank terhadap perubahan

imbal hasil dalam kondisi ekstrim (stress test), sehingga dapat dilakukan mitigasi secara memadai. b. Risiko Nilai Tukar Bank melakukan pengukuran eksposur risiko nilai tukar dalam rangka menilai kecukupan modal yang harus disediakan (Capital Charge). Capital Charge tersebut adalah untuk meng-cover risiko pasar akibat perubahan nilai tukar atas posisi yang dimiliki Bank. Pengelolaan risiko nilai tukar dilakukan melalui penetapan limit transaksi tresuri, limit Posisi Devisa Neto (PDN), dan pengukuran risiko nilai tukar, serta pengukuran tingkat sensitivitas terhadap risiko nilai tukar. Pengukuran risiko nilai tukar dilakukan dengan menggunakan standardized model dan internal model. PDN Bank per Desember 2008 sebesar 3,40% dari modal. 3. Risiko Likuiditas Bank terus meningkatkan dan mengembangkan manajemen likuiditas yang efektif dan efisien untuk mengatur kesesuaian jangka waktu antara aktiva dan pasiva, baik on balance sheet maupun off balance sheet. Kebijakan pengelolaan risiko likuiditas mencakup penetapan strategi likuiditas, pemeliharaan cadangan likuiditas, dan pemeliharaan akses pendanaan ke pasar terkait pemenuhan kebutuhan likuiditas. Bank memelihara likuiditas untuk memenuhi kebutuhan operasional harian dan memenuhi kebutuhan tak terduga, seperti adanya penarikan uang dalam jumlah besar. Bank memelihara primary reserve dalam bentuk Kas, Giro Wajib Minimum (GWM), dan Giro di bank Lain. Sesuai ketentuan Bank Indonesia, bank wajib memelihara GWM secara harian minimum sebesar 5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) Rupiah (untuk bank syariah yang memiliki FDR 80%) dan minimum 1% dari DPK valuta asing. Per 31 Desember 2008 bank memelihara GWM rupiah sebesar 5,61%

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

55

dan GWM valuta asing 1,95%. Secondary reserve bank ditempatkan dalam SBIS dan penempatan kepada bank lain. 4. Risiko Operasional Manajemen risiko operasional dimulai dengan proses identifikasi terhadap kejadian risiko (risk event) pada setiap unit kerja. Kejadian risiko operasional dikategorikan menurut faktor penyebabnya, yaitu manusia, proses, sistem, dan eksternal. a. Identifikasi risiko Bank telah mengembangkan dan menerapkan proses identifikasi risiko melalui Risk and Control Self Assessment (RCSA) sehingga setiap unit kerja dapat melakukan penilaian sendiri terhadap risiko-risiko yang dihadapinya. Proses RCSA dilakukan di kantor pusat dan beberapa cabang yang dianggap representatif untuk mewakili populasi di wilayahnya masing-masing. Selain melaksanakan RCSA pada setiap unit kerja, Bank juga melakukan identifikasi risiko operasional pada setiap produk baru, aktivitas baru, dan perubahan suatu proses/aktivitas bank yang signifikan. b. Pengukuran Risiko Pengukuran risiko operasional menggunakan berbagai sumber data yang berkaitan dengan kejadian risiko meliputi data: RCSA, Sistem Informai Manajemen Risiko Operasional, Sistem Informasi Kepatuhan, dan Laporan Hasil Audit internal. Pengukuran risiko operasional dilakukan dengan mengombinasikan antara frekuensi kejadian risiko dengan dampak yang ditimbulkan. c. Perhitungan kecukupan modal untuk meng-cover risiko operasional Bank telah melakukan perhitungan kecukupan modal untuk meng-cover risiko operasional dengan pendekatan Basic Indicator. Berdasarkan hasil pengukuran risiko operasional dengan menggunakan Basic Indicator Approach, Bank perlu mengalokasikan modal sebesar Rp134,93

miliar untuk cadangan kerugian risiko operasional. d. Bussiness Continuity Management Dalam menjalankan kegiatan operasional sehari-hari, Bank senantiasa menghadapi risiko disaster yang dapat mengganggu proses operasional bank. Disaster dapat muncul akibat faktor internal seperti kerusakan sistem teknologi dan informasi, dan akibat faktor eksternal seperti bencana alam. Karena itu, Bank harus memiliki kebijakan Business Continuity Management (BCM) untuk menjamin kegiatan operasional Bank dapat tetap berjalan walaupun terdapat bencana (disaster) guna melindungi kepentingan para stakeholders. Bank telah memiliki kebijakan BCM yang terdokumentasi dengan baik. Proses BCM meliputi beberapa hal yaitu: Pengawasan Aktif Manajemen, Business Impact Analysis dan Risk Assessment, Bussiness Continuity Plan (BCP), Pengujian BCP, dan Audit Intern terhadap pelaksanaan BCP. Dalam pelaksanaan BCM tersebut, Bank memiliki Disaster Recovery Center (DRC) sebagai back up atas Core Banking System pada saat terjadi disaster.

Pengembangan Manajemen Risiko Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat, bank telah melakukan penerapan manajemen risiko. Penerapan manajemen risiko tersebut melekat pada seluruh jenjang organisasi perusahaan dengan mengacu pada konsep Enterprise Risk Management (ERM). ERM merupakan inisiatif strategis yang terus dikembangkan oleh Bank, dan diharapkan mampu meningkatkan kinerja Bank sehingga menghasilkan value added bagi stakeholder Bank. Untuk mendukung penerapan ERM yang efektif bank melakukan: a. Pemutakhiran manual kebijakan dan pedoman operasional. Seluruh pegawai Bank dibekali dengan manual kebijakan dan pedoman operasional sebagai panduan dalam menjalankan setiap aktivitas operasional Bank baik di bidang pembiayaan, operasional dan jasa, tresuri dan investasi, penghimpunan dana, maupun aktivitas umum lainnya. Manual ini memuat kebijakan, strategi, ketentuan dan prosedur operasional, termasuk fungsi, tugas, tanggung jawab, dan wewenang setiap pegawai/pejabat yang terkait dengan aktivitas operasional tertentu. b. Pengembangan sistem informasi manajemen risiko melalui aplikasi SIMRIS (Syariah Mandiri Risk Information System) yang merupakan

56

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

data centre manajemen risiko bank yang meliputi: risiko kredit, risiko likuiditas, risiko pasar, risiko operasional, risiko hukum, risiko strategik, risiko kepatuhan, dan risiko reputasi. Selain bertujuan untuk menyediakan informasi yang up to date mengenai profil risiko Bank, ke depan SIMRIS dirancang dapat menyajikan informasi mengenai jumlah modal yang harus dialokasikan (capital charge) untuk masingmasing risiko. Hal ini sejalan dengan program Bank Indonesia yang mengharapkan setiap bank memiliki kerangka proses penilaian kecukupan modal (Internal Capital Adequacy Assessment Process-ICAAP) yang sesuai dengan profil risiko bank. c. Penetapan limit risiko sesuai dengan tingkat permodalan yang dimiliki Bank. Kebijakan limit risiko yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut: · LimitWewenangMemutusPembiayaan; · LimitEksposur25DebiturTerbesar; · Limitin House BMPK; · LimitPortofolioPembiayaanuntukSektor Usaha Tertentu; · LimitPembiayaanValutaAsing; · Limit Coverage Asuransi Pembiayaan; · LimitPosisiDevisaNeto; · LimitSaldoKasMinimal; · LimitTransaksiTresuri; · LimitGWMRupiahdanValas; · LimitSecondary Reserve; · LimitTransaksiOperasionalKantorPusat; · LimitTransaksiOperasionalCabang; · LimitPortofolioRekananBank. d. Pengembangan perangkat analisis pembiayaan meliputi: · pengembangan Rating & Scoring System. · pemutakhiranRatingSektorIndustri; · PengujianKondisiTerburuk(analisastress testing) yang dilakukan secara berkala untuk mengestimasi potensi kerugian maksimum.

kecukupan sistem pengendalian risiko. LPR bertujuan untuk memaparkan profil eksposur BSM terhadap risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko strategik, risiko reputasi, dan risiko kepatuhan yang terkandung di dalam delapan jenis aktivitas fungsional Bank. Kedelapan jenis aktivitas fungsional tersebut adalah aktivitas Pembiayaan, Tresuri dan Investasi, Operasional dan Jasa, Pembiayaan Perdagangan, Teknologi Sistem Informasi (TSI) dan Sistem Informasi Manajemen (SIM), Sumberdaya Insani dan Aktivitas Umum. Bank menyampaikan LPR secara triwulanan kepada Bank Indonesia secara konsolidasi dengan Bank Mandiri. Berdasarkan Profil Risiko posisi Desember 2008, sebagian besar risiko inheren berada pada posisi rendah dengan sistem pengendalian risiko acceptable. Predikat risiko komposit bank secara keseluruhan adalah rendah dengan trend stabil.

Profil Risiko Laporan Profil Risiko (LPR) memuat gambaran tentang tingkat risiko yang melekat pada seluruh aktivitas Bank (inherent risk) dan

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

57

fungsi kepatuhan

Penerapan kepatuhan BSM selama periode 2008 berjalan baik. Penetapan seorang Direksi menjadi Direktur Kepatuhan dalam RUPS dan reorganisasi Satuan Kerja Kepatuhan telah sesuai dengan ketentuan BI. Tingkat kepatuhan (index) rata-rata BSM pada akhir 31 Desember 2008 adalah 92.60 (predikat: Tingkat Kepatuhan "Tinggi"). Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pemastian kepatuhan operasional terhadap ketentuan yang berlaku telah optimal dilakukan Direktur Kepatuhan, Divisi Kepatuhan (DKN), Unit Kerja Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) dan Pengawas Kepatuhan & Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) di unit kerja kantor pusat maupun cabang. Optimalisasi penerapan Know Your Customer Principles (KYC) dan Anti Money Laundering (AML) terus ditingkatkan BSM melalui UKPN, sedangkan pemantauan implementasi Good Corporate Governance (GCG) terus diperkuat dan diperluas cakupannya melalui DKN agar pengurusan BSM terjaga dengan baik. A. Pengawasan Kepatuhan Pemastian prudensialitas pada aktivitas operasional tahun 2008 oleh jajaran Kepatuhan menghasilkan kesimpulan bahwa operasional BSM telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Peran ini, secara struktural dilaksanakan oleh PKP dan Bagian Pengawasan Kepatuhan DKN dengan fokus pemantauan aktivitas operasional (pembiayaan dan non pembiayaan). Pengawalan dilakukan dengan menguatkan pola ex-ante (misal pemantauan penerapan compliance procedure operasional cabang dan pengujian untuk penerbitan compliance certificate atas keputusan pembiayaan, penempatan dana dan pengadaan barang & jasa). Selama tahun 2008, Compliance Index BSM mengalami penguatan dengan adanya gerakan pengawalan bersama jajaran BSM melalui Compliance Remedial Program (akronim program: JURUS JAKA TINGKIR singkatan dari jujur, lurus, jaga, kawal, tingkatkan dan pikirkan) dengan tren nilai terus membaik (lihat Grafik):

Compliance Index BSM terus dikawal dengan ketat baik oleh jajaran Kepatuhan maupun melekat pada jajaran BSM. Dalam kinerja tahun 2008, telah terealisasi nilai akhir 92.60 atau predikat: tingkat kepatuhan "Tinggi" (skala 0-100).

BSM melalui program (inisiatif strategis) tahunan DKN. Monitoring realisasi pencapaian target dilaksanakan DKN setiap bulan dimana keberhasilan kinerja kepatuhan pada akhir 31 Desember 2008 secara kualitatif mencapai 100% dari RKAD.

Grafik 1: Compliance Index (CI)

92.6

Compliance Remedial Program terdiri atas 10 pilar pengukuran, yaitu: Corporate

89.27

Compliance Index (CCI), Compliance Risk Index (CRI), Compliance Certificate (CC),

86.57

86.69

Compliance Self Assessment (CSA), Zero Defect (ZD), Regulation Index (RI), Division Compliance Index (DCI), Branch Compliance Index (BCI), PKP Performance, KYC Index dan GCG Index.

Trw. I

Trw. II

Trw. III

Trw. IV

B. Sistem Kepatuhan Cakupan dari pelaksanaan Sistem Kepatuhan BSM, meliputi: 1. Rencana Kerja dan Anggaran Divisi (RKAD) Tahunan Implementasi RKAD bertujuan mendukung pencapaian sasaran perusahaan/corporate BSM yang fokus untuk penguatan fungsi kepatuhan

2. Pengujian Kepatuhan Pengujian kepatuhan (compliance review) atas ketentuan yang akan diberlakukan BSM dan kajian terhadap ketentuan eksternal (Peraturan BI, fatwa Dewan Syariah Nasional/DSN, regulasi terkait lain) berjalan kontinyu. Pemastian bahwa setiap ketentuan BSM tidak ada yang melanggar ketentuan eksternal telah terlaksana

58

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

dengan baik selama 2008. Kajian atas ketentuan eksternal telah lebih kokoh menjadi dasar rujukan bagi BSM dalam membuat kebijakan/ketentuan internal. Di samping itu, tindak lanjut pemutakhiran ketentuan existing agar sesuai dengan ketentuan yang baru dikeluarkan oleh regulator terjadwal sebagaimana kepentingan bagi BSM. 3. Pemberian Opini dan Catatan Kepatuhan Pemberian opini kepatuhan (Compliance Opinion - CO) dari Direktorat Kepatuhan kepada Direktur Utama atas keputusan yang akan diambil BSM terutama yang berpengaruh pada kebijakan strategik dan operasional BSM, telah optimal. Selain itu, penyampaian catatan kepatuhan (Compliance Note - CN) DKN kepada Direktur Kepatuhan atau unit kerja terkait untuk pengambilan keputusan BSM cukup banyak dilakukan DKN yakni sejumlah 24 CN selama tahun 2008. 4. Kebijakan, SE, SOP dan Pedoman Kepatuhan Hasil kajian ketentuan eksternal yang diterbitkan regulator (terutama PBI) telah mendorong jajaran unit kerja kantor pusat BSM secara rutin menerbitkan Kebijakan, Pedoman, Surat Edaran maupun Standard Operating Procedure untuk diterapkan oleh unit kerja terkait. DKN menjadi anggota tetap dalam proses pengambilan Keputusan Komite Sisdur (KKS) kantor pusat. 5. Sistem Informasi Kepatuhan (SIK) SIK semula sebagai tools kerja kepatuhan. Pada 2008, tools SIK meningkat sehingga dapat dimanfaatkan oleh jajaran pegawai BSM sebagai compliance knowledge based dalam melaksanakan tugas. Gambaran mekanisme komunikasi/informasi kepatuhan yang ada pada SIK, sebagai berikut: a. Pengawasan rutin kepatuhan Cabang maupun kinerja PKP melalui aplikasi online dan real time. Melalui aplikasi ini, kejadian yang bersifat fraud dapat lebih awal terlaporkan.

b. Pengembangan SIK yang terkoneksi (link) dengan core banking system BSM bermanfaat bagi unit-unit kerja untuk penyampaian dan pemahaman ketentuan internal maupun eksternal BSM. Media lain yang dapat digunakan mendukung SIK adalah sosialisasi tertulis (upload) dan intranet (a.l. folder Bank SE, UU dan Fatwa DSN, penayangan wallpaper). c. Penggunaan SIK merupakan realisasi dari Arsitektur SIK (ASIK) yang memiliki 5 (lima) pilar penting yakni Corporate Prudentiality, Computerized Activities, Self Compliance Identification, Shari'a Compliance dan Compliance Management Information System. 6. Compliance Procedure Pemastian efektifitas pelaksanaan Kebijakan Kepatuhan dan pencegahan penyimpangan prosedur di unit kerja, telah menggunakan tools prosedur kepatuhan (Compliance Procedure) sebagai perangkat kerja berupa checksheet sebagai sarana monitoring harian pejabat/ pegawai Cabang. Checksheet tersebut melekat pada aktivitas operasional Cabang sehingga berfungsi sebagai Compliance Procedure dalam sistem operasional kepatuhan Cabang. C. Supporting & Monitoring Pelaksanaan Supporting dan Monitoring Kepatuhan BSM, meliputi: 1. Pembuatan laporan-laporan rutin hasil pengawasan kepatuhan baik periode bulanan kepada Direktur Kepatuhan, periode triwulanan kepada Direktur Utama dengan tembusan Dewan Komisaris dan periode semesteran kepada Bank Indonesia. 2. Pemantauan/monitoring terhadap realisasi index-index kepatuhan yang meliputi Corporate Compliance Index (CCI), Compliance Risk Index (CRI), Compliance Certificate (CC), Compliance Self Assessment (CSA), Zero Defect (ZD), Regulation Index

(RI), Division Compliance Index (DCI), Branch Compliance Index (BCI), PKP Performance, GCG index dan Know Your Customer Index (KYC) Index. Pengukuran indeks kepatuhan (compliance index) BSM bulanan sebagai langkah strategis untuk menilai "tingkat kepatuhan" suatu objek (unit kerja, program, proses dsb.) dilaporkan setiap bulan kepada Direksi dan tembusan kepada unit kerja terkait. Selain itu memonitoring realisasi rencana kerja Divisi Kepatuhan serta anggaran yang telah ditetapkan dalam RKAD berjalan baik. 3. Pelaksanaan support administrasi kinerja DKN untuk keperluan internal maupun eksternal a.l. pengadaan ATK, up dating data , pengurusan reimbursment pengobatan, cuti, lembur pegawai DKN dan PKP, pelaksanaan rekrutmen karyawan, Implementasi tugas bagian Supporting dan Monitoring relatif telah berjalan dengan baik dan akan terus ditingkatkan dalam rangka memberikan dukungan compliance yang prima kepada pihak internal maupun eksternal. D. Monitoring GCG Penerapan Good Corporate Governance (GCG) di BSM meningkat pada 2008 sejalan dengan tindaklanjut hasil audit BI yang menyatakan GCG di BSM telah berjalan baik. Direktorat Kepatuhan merupakan salah satu governance structure yang diwajibkan oleh BI (tercantum dalam PBI tentang GCG dan Tingkat Kesehatan Bank Syariah) serta UU No 21 tahun 2008 tanggal 16 Juli 2008 tentang Perbankan Syariah. Direktorat Kepatuhan berperan memastikan berjalannya pelaksanaan GCG di jajaran BSM agar GCG dapat terpenuhi secara optimal dalam jangka panjang. DKN mengkoordinasikan pelaksanaan Self Assessment (SA) GCG khusus, untuk kepentingan internal BSM, dimana penilaian berkala 2 (dua) kali dalam setahun (semesteran). Adapun SA sesuai kewajiban PBI dan SE BI dalam bentuk laporan penilaian tahunan telah berjalan sebagaimana mestinya.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

59

Pemenuhan GCG sebagaimana diwajibkan BI kepada bank umum, telah seluruhnya (100%) diselesaikan BSM pada tahun 2008. Praktek GCG sesuai best practice yang optimal terus ditingkatkan BSM dengan monitoring oleh unit kerja terkait di kantor pusat atas implementasi Code of Conduct (CoC). CoC yang dipantau adalah pelaksanaan oleh seluruh manajemen dan jajaran BSM lain terutama berkenaan dengan interaksi kerja dengan stakeholders. E. Unit Kerja Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) 1. Efektifitas Penerapan Know Your Customer Principles (KYC) a. Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah telah dijalankan BSM dengan baik selama 2008 dengan berpedoman kepada Peraturan BI No.3/10/PBI/2001 tgl. 18 Juni 2001 (beserta perubahannya) yang meliputi bidang pendanaan maupun pembiayaan. b. Pemantauan efektifitas penerapan KYC dilakukan UKPN dengan scoring bagi masing-masing unit bisnis melalui Checklist implementasi KYC/AML. Pengisian checklist untuk periode triwulanan berjalan secara independen oleh Pengawas Kepatuhan dan Prinsip Mengenal Nasabah (PKP). Pada akhir Desember 2008 telah diperoleh score (KYC Index) bagi BSM yakni 85.28 (predikat: "Baik"). c. Pelaksanaan fungsi UKPN baik di Kantor Pusat maupun Kantor Cabang, Cabang Pembantu, Kantor Kas dan Konter Layanan Syariah (KLS) terus dioptimalkan. Perangkapan UKPN pada petugas PKP cabang, pegawai KCP/UPS yang ditunjuk oleh Kepala KCP/UPS, Kepala Kantor Kas dan Kepala KLS telah dimutakhirkan bertahap selama 2008. Pengiriman data nasabah BSM kepada pihak berwenang senantiasa berpedoman kepada ketentuan terkait, sehingga komitmen pengamanan atas kerahasiaan akan terjaga.

d. Pemenuhan kelengkapan/validitas data nasabah terus dimaksimalkan cabang melalui penerapan single CIF (Customer Information File) dan Data Cleansing seluruh data base nasabah yang dipantau secara bulanan oleh UKPN Kantor Pusat. e. Program pelatihan KYC/AML telah berjalan secara internal maupun eksternal (dengan BI, PPATK, FKDKP, Bank Koresponden dll.). Pelatihan internal dalam kelas dan workshop bagi pejabat BSM dan petugas UKPN telah diikuti lebih dari 50% pegawai BSM. Sosialisasi mandiri (self training) melalui jaringan web based e-learning, public folder KYC dan SIK serta sosialisasi, poster, brosur, wallpaper, dll telah terlaksana dengan baik. f. Peningkatan sistem monitoring data nasabah dilakukan berkesinambungan dengan membuat menu IT untuk mengetahui tingkat kelengkapan data nasabah dan data ID nasabah yang telah kadaluwarsa. g. Perkembangan hubungan korespondensi BSM dengan bank asing berkelanjutan, diapresiasi dengan baik melalui pemenuhan AML Questionnaire ke bank koresponden. h. Pelaksanaan program reward and punishment atas implementasi KYC/

AML cabang dijalankan kantor pusat BSM berdasarkan penilaian PKP dan hasil pemantauan UKPN Kantor Pusat. 2. Efektifitas Penerapan UU Anti Money Laundering (AML) a. Penguatan Anti Money Laundering BSM pada 2008 sesuai dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) No.15 tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No.25 tahun 2003. b. Pelaporan ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah berjalan baik, yaitu Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan/ Suspicious Transaction Report (LTKM/STR) dan Laporan Transaksi Keuangan Tunai Rp500 Juta ke atas/ Cash Transaction Report (LTKT/CTR). c. Pemenuhan permintaan data dari pihak berwenang (KPK, Kepolisian, Kejaksaan, Pajak dll.) telah dilakukan BSM dengan baik mengacu pada ketentuan yang berlaku dan tidak melanggar kerahasiaan data nasabah. d. Pelaporan internal dari cabang kepada UKPN Kantor Pusat tentang transaksi di atas Rp100 Juta yang dilakukan oleh Walk in Customer (WIC) telah berjalan baik melalui SIK. e. Penilaian PPATK bahwa BSM selama ini cukup baik dan kooperatif dalam keikutsertaan menegakkan rezim AML di Indonesia terus berlanjut pada 2008.

60

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

penerapan tata kelola perusahaan

I. UMUM Penerapan Good Corporate Governance (GCG) di BSM membaik pada tahun 2008 dibandingkan dengan tahuntahun sebelumnya. Pengukuran tingkat kepatuhan BSM dalam menerapkan GCG menggunakan checklist (self assessment), dimana hasil penilaiannya dalam bentuk index. Untuk keperluan internal penilaian secara semesteran dan untuk keperluan laporan BI penilaian secara tahunan. II. KOMITMEN Salah satu dari Top-Ten (10) Prioritas Kerja BSM Tahun 2008 adalah pengembangan manajemen risiko yang mendukung pertumbuhan bisnis (enterprise risk management) & pelaksanaan GCG sesuai BI. Manajemen sangat menjunjung tinggi komitmen dalam menjalankan "Rencana Bisnis Bank tahun 2008" dengan tema pokok: menuju "The Great BSM for better Indonesia". Penjabaran komitmen tersebut lebih lanjut melalui amanah yang tertuang dalam peraturan perusahaan, Visi, Misi dan Shared Values "ETHIC" yang mendukung implementasi GCG & CoC secara konsisten. III. IMPLEMENTASI GCG DI MANAJEMEN TINGKAT ATAS A. Pemilik (Pemegang Saham) PT Bank Mandiri Tbk. sebagai pemilik mayoritas saham BSM melaksanakan komitmennya bagi penerapan GCG di BSM, di antaranya melalui pengarahan Direksi Bank Mandiri dalam Rapat Kerja tahunan dan tengah tahunan 2008 BSM, pertemuan dalam rangka Milad 9 BSM dan rapat-rapat koordinasi antara BSM dengan Bank Mandiri. Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa telah menetapkan optimalisasi fungsi Komite Remunerasi dan Nominasi BSM dengan hasil menyetujui 1 (satu) Direktur tambahan yang berasal dari internal BSM dan penegasan Komisaris Independen. B. Dewan Komisaris Dewan Komisaris berjumlah 4 (empat)

orang, terdiri atas Komisaris Utama yang merangkap sebagai Komisaris Independen, dan 3 (tiga) orang anggota komisaris, satu di antaranya adalah Komisaris Independen. Jumlah Komisaris Independen telah memenuhi ketentuan PBI tentang Good Corporate Governance, yaitu minimal 50% (lima puluh perseratus) dari jumlah anggota Dewan Komisaris. Seluruh anggota Dewan Komisaris telah lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test), dan seluruhnya berdomisili di Indonesia. Selama periode tahun 2008 Dewan Komisaris telah melaksanakan Rapat Dewan Komisaris secara berkala sebanyak lebih dari 5 (lima) kali. Dewan Komisaris telah meneruskan kewajiban BI, dimana untuk Komite Remunerasi sebagaimana tahun 2007 dirangkapkan dengan Komite Nominasi dan menyertakan 3 (tiga) pejabat eksekutif BSM untuk menjadi anggota. Rekomendasi Dewan Komisaris Dewan Komisaris merekomendasikan jajaran BSM untuk terus meningkatkan implementasi tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan memenuhi kekurangan yang masih ada selama tahun 2008.

C. Direksi Setiap anggota Direksi telah memenuhi persyaratan lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test). Direksi telah melaksanakan prinsipprinsip Good Corporate Governance dalam kegiatan usaha Bank, antara lain dengan menguatkan Satuan Kerja Audit Intern, Satuan Kerja Manajemen Risiko dan Komite Manajemen Risiko, serta Satuan Kerja Kepatuhan. Direksi telah memenuhi action plan sesuai PBI tentang GCG antara lain pembuatan Pedoman dan Tata Tertib Direksi BSM yang disahkan tanggal 20 Februari 2008, merupakan penyempurnaan dari Pedoman dan Tata Tertib Direksi sebelumnya. Pedoman tersebut mengatur Etika Kerja Direksi, Pengaturan Rapat, Penggantian Direksi, dan Ketentuan lain yang telah memenuhi prinsip-prinsip GCG. Salah satu Direksi telah mendapat persetujuan BI untuk ditetapkan sebagai Direktur Kepatuhan yang juga memantau implementasi GCG. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko membawahi Divisi Manajemen Risiko, Kepatuhan, Divisi Sumberdaya Insani, Perencanaan, Pengembangan, dan Manajemen Kinerja serta Sisdur & Pengawasan Pembiayaan.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

61

Penggantian dan atau pengangkatan Direksi keseluruhan langsung diputuskan melalui RUPS LB pada tanggal 19 Juni 2008. Direksi telah memperhatikan pengarahan dari regulator untuk mematuhi komitmen menjalankan kegiatan Bank secara prudent, memenuhi GCG, sesuai dengan prinsip syariah dan senantiasa menindaklanjuti setiap hasil audit baik intern maupun ekstern. IV. STRUKTUR GCG Kelengkapan organisasi BSM yang mendukung semakin kokohnya struktur GCG telah ditingkatkan selama tahun 2008 antara lain: Dewan Komisaris (Dekom) Dekom BSM telah memenuhi fit & proper test BI, UU Perseroan Terbatas, dan ketentuan GCG. Saat ini, anggota Dekom berjumlah 4 (empat) orang ditambah 1 (satu) orang Senior Advisor, sehingga komposisinya: 1. Satu (1) orang Komisaris Utama: Achmad Marzuki (Komisaris Independen). 2. Satu (1) orang Anggota Komisaris: Abdillah (Komisaris Independen) 3. Dua (2) orang Anggota Komisaris: Lilis Kurniasih dan Tardi (penugasan dari pemegang saham pengendali/ Bank Mandiri) 4. Senior Advisor: M. Haryoko Seluruh Dekom berdomisili di Jakarta dan memiliki cukup waktu yang tersedia untuk bertugas di gedung Kantor Pusat BSM, sehingga dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya dapat berjalan dengan baik. Dekom telah dilengkapi dengan perangkat yang menunjang tugas pengawasan sehingga tanggung jawabnya dapat terselenggara secara efektif dan efisien. Dalam pelaksanaan tugasnya Dekom dibantu oleh seorang Senior Advisor dan Komite-Komite. Tugas dan Tanggung-jawab Utama Dekom: 1. Memastikan terselenggaranya pelaksanaan Good Corporate

Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. 2. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi, serta memberikan nasihat kepada Direksi. Direksi BSM terus mengoptimalkan komposisi Direksi sesuai dengan perkembangan perbankan, dimana saat ini terdiri atas Direktur Utama dan lima Direktur Bidang. Dua Direktur berasal dari Bank Mandiri merupakan penugasan dari Pemegang Saham Pengendali, tiga Direktur berasal dari BSM dan seorang dari eksternal telah ditetapkan oleh RUPSLB BSM pada tgl. 19 Juni 2008 di gedung Kantor Pusat PT Bank Mandiri Tbk. Direksi BSM telah memenuhi fit & proper test BI, UU Perseroran terbatas dan ketentuan GCG, serta seluruh anggota Direksi berdomisili di Jakarta. Komposisi 6 (enam) Direksi adalah: 1. Direktur Utama: Yuslam Fauzi (penugasan dari Bank Mandiri). 2. Direktur Pembiayaan Komersial & Konsumer: Hanawijaya (penugasan dari Bank Mandiri). 3 Direktur Pembiayaan Korporasi & Komersial: Amran Nasution (dari Bank Syariah Mandiri). 4. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko: Zainal Fanani (dari Bank Syariah Mandiri). 5. Direktur Operasi & Pendukung: Srie Sulistyowati (dari eksternal). 6. Direktur Treasury dan Jaringan: Sugiharto (dari Bank Syariah Mandiri). Tugas dan Tanggung Jawab Utama Direksi: 1. Melaksanakan pengurusan Bank dengan tanggung jawab sepenuhnya. 2. Menjalankan visi Bank dengan menetapkan strategi dan kebijakan Bank 3. Melaksanakan prinsip-prisnsip GCG dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. 4. Menindaklanjuti temuan audit dan

rekomendasi dari satuan kerja audit intern Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain. 5. Menyediakan data dan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris. 6. Membina hubungan dengan seluruh mitra kerja Bank agar dapat terwujud hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Direktur Kepatuhan BSM telah menetapkan Direktur Kepatuhan yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab memastikan BSM telah memenuhi kriteria mengenai Kepatuhan Bank terhadap ketentuan BI dan perundangundangan yang berlaku maupun best practices perbankan serta pemenuhan komitmen dengan lembaga otoritas yang berwenang. Pelaksanaan tugas Direktur Kepatuhan dinilai "memadai" oleh BI secara berkala dan BSM dipandang sebagai Bank yang sehat, mampu tumbuh berkembang pesat namun tetap memperhatikan prudentiality serta prinsip syariah. Terhadap seluruh ketentuan eksternal yang berlaku, telah dipatuhi dengan baik dan tidak ada sanksi hukum pelanggaran terhadap BSM terutama atas ketentuan BI maupun fatwa DSN. Optimalisasi fungsi kepatuhan BSM terus disempurnakan sejalan dengan perkembangan organisasi BSM. Terhadap beberapa temuan hasil audit BI terkait fungsi compliance, telah ditindaklanjuti sesuai exit meeting dengan BI pada Desember 2008. Pedoman, sistem dan prosedur kerja seluruh jenjang organisasi tersedia secara lengkap, kini dan sangat sesuai dengan ketentuan dan perundang undangan yang berlaku. Tugas dan Tanggung Jawab Utama Direktur Kepatuhan: 1. Memimpin dan mengkoordinasikan penetapan langkah-langkah yang diperlukan BSM untuk memastikan

62

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

2.

3.

4.

5.

pemenuhan kepatuhan di seluruh kegiatan operasional. Memastikan BSM telah mematuhi seluruh ketentuan dan hukum perundang-undangan yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian. Mengevaluasi perkembangan Bank dan merumuskan kebijakan yang perlu ditempuh untuk tetap terlaksananya pertumbuhan bank yang sehat. Melaporkan secara berkala kepada Direktur Utama mengenai kegiatan dan perkembangan Bidang Kepatuhan. Melakukan pembinaan kepatuhan secara berkesinambungan terhadap seluruh unit kerja agar rencana kerja yang telah ditetapkan dapat terealisasi.

(RADIRKOM), rapat Komisaris dan Direksi (RAKOMDIR) serta Rapat Komisaris (RAKOM). 2. Komite Pemantau Risiko. Bank membentuk Komite Pemantau Risiko pada tanggal 27 Maret 2007. Susunan keanggotaan Komite Pemantau Risiko pada saat ini terdiri atas seorang ketua dan 3 orang anggota. Ketua dijabat oleh Komisaris Independen. Anggota terdiri atas 2 (dua) orang pihak independen dan 1 (satu) orang komisaris. Pihak independen terdiri dari 1 (satu) orang yang memiliki keahlian di bidang keuangan, dan 1 (satu) orang memiliki keahlian di bidang manajemen risiko. Komisaris yang menjabat sebagai anggota memiliki keahlian di bidang operasional bank dan manajemen risiko. Komite Pemantau Risiko mengadakan rapat secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan keputusan rapat yang dilakukan secara musyawarah mufakat. Selama tahun 2008 telah dilakukan 4 kali rapat, seluruhnya dihadiri oleh ketua dan anggota Komite baik dilakukan secara internal maupun dihadiri pula oleh pihak eksternal seperti pimpinan satuan kerja. Selain itu, ketua dan anggota Komite juga menghadiri Rapat Direksi dan

Komisaris (RADIRKOM), rapat Komisaris dan Direksi (RAKOMDIR) serta Rapat Komisaris (RAKOM). 3. Komite Remunerasi dan Nominasi. Bank membentuk Komite Remunerasi dan Nominasi pada 18 Juli 2007. Komite terdiri dari seorang ketua yang dijabat oleh Komisaris Utama/Independen dan 5 orang anggota. Anggota terdiri dari 1 orang Komisaris, 1 orang Komisaris Independen, 1 orang Senior Advisor Dewan Komisaris (SADK), dan 2 orang pejabat eksekutif. SADK dan 1 orang pejabat eksekutif memiliki keahlian di bidang sumber daya manusia, sedangkan 1 orang pejabat eksekutif lain memiliki keahlian di bidang hukum perusahaan. Susunan anggota Komite dapat dilihat pada bagian Laporan Komite Remunerasi & Nominasi. Komite Remunerasi dan Nominasi telah mengadakan rapat secara berkala sesuai dengan kebutuhan. Setiap keputusan rapat dilakukan secara musyawarah mufakat. Seluruh rapat Komite dihadiri oleh ketua dan anggota Komite. Rapat dilakukan baik secara internal maupun

Komite-Komite Dalam rangka mendukung terwujudnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan membantu pelaksanaan tugas Komisaris, Bank telah membentuk komitekomite dalam jajaran Dewan Komisaris, yaitu Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi. 1. Komite Audit. Komite Audit dibentuk pada 1 April 2005 dengan personalia pada saat ini terdiri dari seorang ketua yang dijabat oleh Komisaris Independen dan 2 orang anggota, seluruhnya berasal dari pihak independen, terdiri dari 1 orang yang memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi dan 1 orang lainnya memiliki keahlian di bidang hukum dan perbankan. Komite Audit mengadakan rapat secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan keputusan rapat dilakukan secara musyawarah mufakat. Selama tahun 2008 telah dilakukan 11 kali rapat, seluruhnya dihadiri oleh ketua dan anggota Komite, baik dilakukan secara internal maupun dihadiri pula oleh pihak eksternal seperti pimpinan satuan kerja dan kantor akuntan publik. Selain itu, ketua dan anggota Komite juga menghadiri Rapat Direksi dan Komisaris

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

63

eksternal (dihadiri oleh pimpinan unit kerja terkait). Ketua dan anggota Komite juga menghadiri Rapat Direksi dan Komisaris (RADIRKOM), Rapat Komisaris dan Direksi (RAKOMDIR), maupun Rapat Komisaris (RAKOM) yang relevan dengan bidang kerja Komite ini. Dewan Pengawas Syariah (DPS) Dalam risalah RUPS Luar Biasa No.10 tanggal 19 Juni 2008, pemegang saham memberhentikan dengan hormat segenap anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) lama dan mengangkat kembali anggota DPS baru untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun. Susunan DPS baru adalah sebagai berikut: Ketua: Prof. Kyai Ali Yafie Anggota: a. Drs. Haji Mohamad Hidayat, MBA, MA b. Drs. M. Syafi'i Antonio, M.Ec Baik jumlah maupun prosedur pengangkatan anggota DPS sudah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI), yaitu: 1. Jumlah anggota DPS paling kurang 2 (dua) orang. 2. Anggota DPS telah mendapat persetujuan Bank Indonesia (BI) sebelum menduduki jabatannya. 3. Pengajuan calon anggota DPS setelah mendapat rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI). 4. Pengangkatan anggota DPS oleh RUPS LB berlaku efektif setelah mendapat persetujuan BI. Laporan hasil pengawasan syariah dibuat semesteran dan telah mengikuti ketentuan yang berlaku untuk disampaikan kepada Direksi, Komisaris, DSN, dan BI. Tugas dan Tanggung Jawab DPS: 1. Memberikan nasihat dan saran kepada Direksi serta mengawasi kegiatan Bank agar sesuai dengan prinsip syariah. 2. Menilai dan memastikan pemenuhan Prinsip Syariah atas pedoman operasional dan produk yang dikeluarkan Bank. 3. Mengawasi proses pengembangan produk baru Bank.

4. Meminta fatwa kepada Dewan Syariah Nasional (DSN) untuk produk baru yang belum ada fatwa. 5. Melakukan review secara berkala atas pemenuhan prinsip syariah terhadap mekanisme penghimpunan dana dan penyaluran dana serta pelayanan jasa Bank. Kantor Akuntan Publik (KAP) Dalam pelaksanaan audit laporan keuangan, BSM menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) Doli, Bambang, Sudarmadji dan Dadang (DBS & D) dan Akuntan Publik (AP) Iskandar Pane yang terdaftar di BI. Proses penunjukan dilakukan melalui RUPS atas rekomendasi Komite Audit melalui Komisaris setelah melalui pemilihan oleh Divisi terkait, didasarkan atas legalitas KAP, kompetensi khususnya dalam melakukan audit di Bank Syariah, lingkup audit, dan past performance. Pada dasarnya kinerja KAP sudah sesuai dengan tuntutan GCG dimana dalam melaksanakan tugasnya telah memenuhi prinsip independensi dan sesuai dengan ketentuan BI tentang transparansi laporan keuangan maupun PSAK (101-106) serta Pedoman Akutansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI). KAP juga telah sesuai dengan kualifikasi permintaan pemegang saham pengendali. Corporate Secretary Corporate Secretary sepenuhnya proaktif, responsif, dan antisipatif terhadap trend perkembangan pasar dan kondisi eksternal BSM, dalam periode 2008. BSM menetapkan fungsi Corporate Secretary dirangkapkan kepada kepala Divisi Hubungan Korporasi & Hukum (DKH). Melalui integrasi fungsional ini Corporate Secretary akan lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat atas pemahaman terhadap BSM, sekaligus memberikan masukan kepada Direksi BSM dalam menjalankan ketentuan/ peraturan perundangan yang berlaku. Divisi Kepatuhan (Compliance) Penerapan fungsi kepatuhan di BSM

dilaksanakan oleh Divisi Kepatuhan (DKN) yang melakukan pengawalan kepatuhan BSM terhadap ketentuan dan perundangundangan yang berlaku. Selama tahun 2008 telah cukup banyak fungsi kepatuhan yang ditingkatkan perannya, dimana secara rinci dapat dilihat pada bab Direktorat Kepatuhan dan Manajemen Risiko.

Sistem Pengendalian Intern (SPI) Diuraikan pada halaman 38. Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) PBI No.1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum mengharuskan bank memiliki Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yang berfungsi melaksanakan tugas audit intern terhadap efektivitas Sistem Pengendalian Intern. SKAI melakukan tugas audit intern berdasarkan Rencana Audit Tahunan (RAT) yang telah disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris BSM. Sebagaimana ditegaskan dalam Piagam Audit Intern (Internal Audit Charter) Divisi Pengawasan Intern (DPI) tanggal 27 April 2005, tugas dan fungsi strategis DPI adalah: · Protektif, yaitu memastikan terciptanya ketaatan Bank terhadap kebijakan, ketentuan, dan peraturan yang ditetapkan; · Konstruktif, yaitu menjaga tingkat kehematan penggunaan sumber daya yang optimal dan efektivitas hasil yang maksimal. · Konsultatif, yaitu rekomendasi Divisi Pengawasan Intern bermanfaat bagi seluruh manajemen sebagai penyempurnaan kebijakan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. DPI berkomitmen secara konsisten untuk melakukan improvement sebagai bagian dari pemenuhan standar ISO 9001:2000 Quality Management System Bidang Pengawasan Intern. DPI telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2000 dari Lloyd's Register Quality Assurance (LRQA) sejak tanggal 26 Maret 2004 dan telah lulus renewal assessment per

64

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

tanggal 16-17 April 2007 untuk periode 20072010. DPI pun secara tertib telah memenuhi persyaratan surveillance visit 6 bulanan oleh LRQA, terakhir per tanggal 5 Oktober 2008.

Aktivitas audit intern yang telah kami lakukan antara lain: a. Sesuai Peraturan Bank Indonesia No. 1/6/ PBI/1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum, DPI diharuskan menyampaikan laporan hasil kaji ulang (review) pihak ekstern yang memuat pendapat tentang hasil kerja SKAI dan kepatuhannya terhadap SPFAIB serta perbaikan yang mungkin dilakukan. Kaji ulang telah dilaksanakan oleh Kantor Akuntan Publik Drs. J. Tanzil & Rekan untuk periode 1 Juni 2005 s.d. 31 Mei 2008, dengan lingkup pemeriksaan yaitu: Organisasi dan Manajemen, Profesionalisme, Ruang Lingkup Audit, Pelaksanaan Audit, Dokumentasi serta Administrasi, Pemeriksaan terhadap Fungsi Audit Intern Penyelenggaraan Teknologi Informasi. Berdasarkan hasil kaji ulang, KAP Drs. J. Tanzil & Rekan menyatakan bahwa Divisi Pengawasan Intern telah melaksanakan hal-hal tersebut di atas sesuai atau sebagaimana dipersyaratkan dalam Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank (vide Laporan Akuntan Independen atas Penerapan prosedur yang Disepakati Bersama untuk mengevaluasi kinerja unit SKAI PT Bank Syariah Mandiri No. SB.616/0608/KAP tanggal 19 Juni 2008). b. Merealisasikan audit (rutin dan non rutin/ khusus) terhadap seluruh unit kerja Cabang dan Kantor Pusat sesuai dengan target yang ditetapkan dalam RAT. Penugasan audit khusus/investigatif kami lakukan bilamana terdapat permasalahan yang bisa mengganggu jalannya operasional Bank, pelanggaran terhadap Kode Etik Perusahaan dan prinsip

Good Corporate Governance di seluruh lingkungan Bank. Pada tahun 2008, DPI telah menyelesaikan seluruh target audit yang telah ditetapkan. c. Berdasarkan hasil audit tersebut, kami dapat memberikan opini bahwa penerapan Internal Control BSM selama tahun 2008 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari indikator penurunan rata-rata temuan per cabang dan peningkatan ratarata nilai audit per cabang. Pengukuran efektivitas pengendalian intern telah mengacu pada penilaian dampak (impact) dan frekuensi penyimpangan yang terjadi (likelihood) yang dikuantifikasi dalam sistem perhitungan nilai Intern Control Score (ICS). d. Menerapkan mekanisme penilaian dan pengukuran terhadap pengendalian intern (Intern Control Score/ICS), mengacu pada pengukuran dampak (impact) dan frekuensi penyimpangan yang terjadi (likelihood). Penilaian ICS menjadi salah satu komponen nilai Key

Performance Indicator (KPI) unit-unit kerja. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam perbaikan efektivitas Sistem Pengendalian Intern secara berkesinambungan. e. Menerapkan best practice pendekatan audit agar proses audit semakin efektif dan efisien. Selama tahun 2008 DPI terus mengembangkan pelaksanaan audit berdasarkan pengukuran risiko (risk based audit), antara lain dengan menyusun sistem pembobotan risiko (risk rating) untuk seluruh unit kerja. Hasil scoring tersebut kami pergunakan untuk menentukan prioritas obyek audit dan sumberdaya yang diperlukan (SDM, waktu pelaksanaan, dan anggaran). f. Berperan aktif sebagai mitra kerja (counterpart) auditor ekstern yaitu Bank Indonesia, Bank Mandiri, Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), maupun Kantor Akuntan Publik (KAP). Tugas khususnya adalah memfasilitasi komunikasi antara manajemen dengan pihak auditor

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

65

eksternal dan pemantauan tindak lanjut/ penyelesaian temuan audit ekstern. g. Melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang efektivitas pengendalian intern pada saat exit meeting audit maupun pada pelatihan-pelatihan in house, baik untuk pegawai pelaksana maupun officer, a.l. Branch Operations, Management Trainee Program, dll.

h. Dalam rangka meningkatkan profesionalisme auditor, DPI telah memenuhi standar pelatihan profesi 60 jam per tahun bagi setiap auditor. Selama tahun 2008, para auditor DPI telah melampaui target training tersebut, yaitu 87,71 jam atau 146,18%. i. Mengikutsertakan auditor DPI dalam kegiatan organisasi profesi auditor (Ikatan Auditor Intern Bank/IAIB) sebagai pengurus aktif.

V. PRINSIP-PRINSIP GCG Penerapan prinsip-prinsip GCG BSM yang bertumpu pada asas keterbukaan (Transparency), Akuntabilitas (Accountability), Tanggung jawab (Responsibility), Independensi (Independency) dan Kewajaran (Fairness) merupakan syarat untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan BSM secara berkelanjutan. Merujuk kepada best practices GCG yang berlaku di banyak perusahaan di dunia, termasuk efektivitas penerapan Code of Conduct, Prinsip Know Your Customers, maupun UU Anti Money Laundering, maka BSM diharapkan mampu memberikan kepercayaan bagi stakeholders keseluruhan dan sistem perbankan secara umum. Selama tahun 2008, praktek dari prinsip GCG ini dapat dilihat pada jajaran BSM yang terwakili dalam kelompok Direktorat masing-masing yang intinya sebagai berikut: A. Transparency: Laporan keuangan bulanan ke seluruh Cabang, laporan publikasi triwulanan, laporan triwulanan GCG Cabang ke Divisi Kepatuhan, Annual Report, sosialisasi melalui wallpaper komputer tentang GCG dan penayangan dalam homepage BSM. B. Accountability: Presentasi kinerja BSM setiap hari Senin pagi, Rapat Koordinasi Kantor Pusat (bulanan), Rapat Komisaris dan Direksi, Rapat Direktur Bidang (Radirbid),

Tabel 13: Self Assessment Internal

penerapan Balanced Scorecard (BSC) pengelolaan kinerja perusahaan, Direktorat dan Divisi, performance appraisal/review pegawai triwulanan, cost efficiency seluruh Divisi melalui monitioring Rencana Kerja dan Anggaran Divisi, Raker Tengah Tahun, Challenge Session, serta pengiriman ketentuan internal ke BI. C. Responsibility: Penerapan kontinyu UU, PBI, Fatwa DSN, PSAK Syariah, dan regulasi lain ke dalam aturan internal BSM, penyaluran zakat/infaq/sadaqah dan qardhul hassan bersinergi dengan LAZNAS BSM-Umat, santunan anak yatim piatu, pengelolaan setoran pajak masyarakat dan SISKOHAT, partisipasi peduli bencana dan pembiayaan kepada segmen Mikro. D. Independency: Pengangkatan komisaris independen, pihak independen anggota Komitekomite, KAP/AP, audit seluruh unit kerja oleh SKAI BSM/Bank Mandiri/BI, peningkatan Compliance Certificate/ Opinion/ Note/Review, pelaksanaan Komite Keputusan Sisdur (KKS) untuk ketentuan internal BSM, pelaksanaan Komite Manajemen Risiko (KMR) dan Risk Opinion pembiayaan. E. Fairness: Kesetaraan pemegang 1 (satu) lembar saham (Mandiri Sekuritas) dan saham mayoritas (Bank Mandiri) dalam RUPS Tahunan dan RUPSLB berjalan baik, sistem bagi hasil untuk lending & funding,

Unit Kerja (Divisi & Cabang) Lain Seluruh jajaran organisasi BSM terlibat dalam penerapan GCG, sehingga tidak hanya bergantung kepada manajemen namun juga mencakup Unit Bisnis, Operasional dan pendukung lain serta Cabang. PBI tentang GCG tidak mengatur khusus kewajiban pengelolaan GCG unit kerja, namun pada hakekatnya memang seluruh jajaran stakeholders internal BSM berkewajiban untuk melaksanakan GCG secara maksimal sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Stakeholders Lain Hubungan kerja dan bisnis yang sesuai dengan profesionalisme dan kewajaran berdasarkan ketentuan yang berlaku terus terjalin di BSM a.l. antara BSM dengan stakeholders lain (terutama di eksternal BSM). Dalam hal ini, BSM telah memperhatikan hak dan kewajiban jajaran stakeholders seoptimal mungkin serta memberikan pelayanan maupun informasi yang dibutuhkan.

2008 No Pengelompokan Penilaian Bobot Semester - I Nilai 1. 2. 3. 4. Penerapan Governance Structure Kebijakan Corporate Governance Pengungkapan (Disclosure) Corp. Govrn. Audit & Sistem Pengendalian Intern Total Nilai 25% 20% 100% 15.89 15.50 73.49 20.93 17.09 88.10 35% 20% 25.10 17.00 Semester - II Nilai 31.36 18.72

66

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

penerapan mediasi perbankan, program assessment center untuk promosi pegawai BSM, sanksi pelanggaran (SP1, SP2, SP3, PHK), pelaksanaan contest produk/jasa BSM dan pemberian apresiasi berupa penghargaan/hadiah bagi pegawai/Cabang berprestasi. VI. PEMENUHAN PELAPORAN GCG A. Transparency dalam Laporan Pelaksanaan GCG 1. Self Assessment (SA) BSM telah melaksanakan SA untuk GCG internal (semesteran) dan BI (tahunan), sehingga BSM dapat mengukur lebih lengkap pelaksanaan GCG secara periodik (lihat Tabel 13). Mematuhi PBI dan SE-BI tentang GCG, BSM telah melaporkan penilaian dan pelaksanaan GCG. Pengisian SA dilakukan oleh Dewan Komisaris, Direksi dan jajaran Pejabat Eksekutif. Hasil pengisian SA periode tahun 2008 tersebut (score 1.425 "Sangat Baik"), disampaikan kepada BI sebelum akhir Mei 2009 (lihat Tabel 14), mencakup aspek-aspek sebagai berikut: a. Kesimpulan umum hasil self assessment pelaksanaan GCG BSM. b. Ringkasan perhitungan nilai komposit dan predikat komposit. c. Kertas kerja self assessment GCG masingmasing faktor, meliputi: 1) Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris (Dekom) Nilai: Peringkat 1, Dekom telah menjalankan fungsi, tugas dan memenuhi PBI & SEBI tentang GCG serta mampu mengambil keputusan secara independen. 2) Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi. Nilai: Peringkat 1, Direksi telah mematuhi komitmen untuk menjalankan kegiatan Bank secara prudent, sesuai dengan PBI & SEBI a.l. prinsip GCG. 3) Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite. Nilai: Peringkat 2, Komite telah menjalankan tugas secara efektif dan

Tabel 14 : Ringkasan Perhitungan Nilai Komposit dan Predikat Komposit Self Assessment.

No. 1. Aspek yang dinilai Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris (Dekom) Bobot (a) 10.00% Peringkat Nilai Akhir (b) 1 (a) x (b) 0.100 Catatan *) Dekom telah menjalankan fungsi, tugas dan memenuhi PBI & SEBI tentang GCG serta mampu mengambil keputusan secara independen. Direksi telah mematuhi komitmen untuk menjalankan kegiatan Bank secara prudent, sesuai dengan PBI & SEBI a.l. prinsip GCG. Komite telah menjalankan tugas secara efektif dan tidak ada kelemahan minor yang signifikan. BSM telah memiliki kebijakan dan peraturan serta telah menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan benturan kepentingan di dalam proses dan keputusan operasional. BSM telah memenuhi fungsi Kepatuhan dan sesuai dengan ketentuan yang mengatur Direktur Kepatuhan serta Satuan Kerja Kepatuhan. BSM telah memenuhi fungsi Audit Intern dengan efektif dan SKAI telah menjalankan fungsinya secara efisien dan obyektif sesuai SPFAIB. KAP sudah menjalankan fungsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku mengatur GCG, transparansi laporan keuangan maupun PSAK101-106. BSM telah menjalankan fungsi manajemen risiko sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha Bank serta risiko yang dihadapi. Dekom telah menjalankan Pengendalian Intern termasuk pengawasan. BSM telah menyediakan dana kepada pihak terkait dan atau dana besar secara obyektif tanpa intervensi dari pihak terkait atau pihak lainnya serta BSM tidak melakukan pelanggaran BMPK dan prinsip kehati-hatian. Informasi seluruh Pelaporan Bank telah sesuai ketentuan transparansi dan melalui homepage.

2.

Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi

20.00%

1

0.200

3.

Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite

10.00%

2

0.200

4.

Penanganan Benturan Kepentingan (Conflict on Interest)

10.00%

2

0.200

5.

Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank

5.00%

1

0.050

6.

Penerapan Fungsi Audit Intern

5.00%

1

0.050

7.

Penerapan Fungsi Audit Ekstern

5.00%

1

0.050

8.

Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern

7.50%

2

0.150

9.

Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) Dan Debitur Besar (Large Exposures)

7.50%

1

0.075

10. Transparansi Kondisi Keuangan 15.00% & Non Keuangan Bank, Laporan pelaksanaan GCG dan laporan Internal. 11. Rencana Strategis Bank 5.00%

2

0.300

1

0.050

"BSM telah menyusun Rencana Strategis dengan seksama sesuai dengan Rencana Bisnis Bank serta visi & misi Bank.

Nilai Komposit 100.00% Predikat Komposit (PK)

1.425 SANGAT BAIK NK < 1.5

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

67

tidak ada kelemahan minor yang signifikan. 4) Penanganan Benturan Kepentingan. Nilai: Peringkat 2, BSM telah memiliki kebijakan dan peraturan serta telah menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan benturan kepentingan di dalam proses dan keputusan operasional. 5) Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank. Nilai: Peringkat 1, BSM telah memenuhi fungsi Kepatuhan dan sesuai dengan ketentuan yang mengatur Direktur Kepatuhan serta Satuan Kerja Kepatuhan. 6) Penerapan Fungsi Audit Intern. Nilai: Peringkat 1, BSM telah memenuhi fungsi Audit Intern dengan efektif dan SKAI telah menjalankan fungsinya secara efisien dan obyektif sesuai SPFAIB. 7) Penerapan Fungsi Audit Ekstern. Nilai: Peringkat 1, KAP sudah menjalankan fungsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku mengatur GCG, transparansi laporan keuangan maupun PSAK101-106 8) Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern. Nilai: Peringkat 2, BSM telah menjalankan fungsi manajemen risiko sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha Bank serta risiko yang dihadapi. Dekom telah menjalankan Pengendalian Intern termasuk pengawasan. 9) Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) Dan Debitur Besar (Large Exposures). Nilai: Peringkat 1, BSM telah menyediakan dana kepada pihak terkait dan atau dana besar secara obyektif tanpa intervensi dari pihak terkait atau pihak lainnya serta BSM tidak melakukan pelanggaran BMPK dan prinsip kehati-hatian. 10) Transparansi Kondisi Keuangan & Non Keuangan Bank, Laporan pelaksanaan GCG dan laporan Internal. Nilai: Peringkat 2, Informasi seluruh Pelaporan Bank telah sesuai

Tabel 15: Jenis Remunerasi & Fasilitas

No. Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain

dalam jutaan rupiah Jumlah Diterima dalam 1 Tahun Dewan Komisaris Orang Jutaan Rp 2.136 Orang 6 Direksi Jutaan Rp 7.560

1.

Remunerasi (gaji, bonus, tunjangan rutin, tantiem, dan fasilitas lainnya dalam bentuk non-natura) 5

2.

Fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, transportasi, asuransi kesehatan dan sebagainya) nihil nihil nihil nihil

Tabel 16: Jenis Remunerasi & Fasilitas

No. 1. 2. 3. 4. Jenis Remunerasi per Orang dalam 1 tahun Di atas Rp2 miliar Di atas Rp1 miliar s.d. Rp2 miliar Di atas Rp500 juta s.d. Rp1 miliar Rp500 juta ke bawah Jumlah Direksi 1 4 1 Jumlah Komisaris 1 1 3

Tabel 17: Rasio Gaji terendah dan tertinggi

No 1. 2. 3. 4. 5. Keterangan Rasio gaji pegawai yang tertinggi dibanding terendah Rasio gaji Direksi tertinggi berbanding terendah Rasio gaji Komisaris tertinggi berbanding terendah Rasio gaji Direksi tertinggi berbanding pegawai tertinggi Rasio gaji Direktur tertinggi berbanding pegawai terendah Rasio 17.94% 1.11% 1.11% 4.17% 74,74

Tabel 18: Rapat Komisaris (Periode Juli s.d Desember 2008)

Rapat Nama Pejabat Achmad Marzuki (Komisaris Utama/Independen) Abdillah (Komisaris Independen) Lilis Kurniasih (Komisaris) Tardi (Komisaris) M. Haryoko (Senior Advisor) Komisaris (7 kali) 7 7 6 2 5 Rapat Komisaris & Direksi (8 kali) 8 8 8 5 7 Rapat Direksi & Komisaris (6 kali) 6 6 6 3 6

Tabel 19: Rapat Komisaris (Periode Januari s.d Juni 2008)

Rapat Nama Pejabat A. Noor Ilham (Komisaris Utama/Independen) Zainul Arifin (Komisaris Independen) Djakfarudin Junus (Komisaris) Achmad Marzuki (Senior Advisor) Komisaris (3 kali) 3 3 3 3 Rapat Komisaris & Direksi (3 kali) 2 3 1 2 Rapat Direksi & Komisaris (6 kali) 6 6 5 5

68

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

ketentuan transparansi dan melalui homepage. 11) Rencana Strategis Bank. Nilai: Peringkat 1, BSM telah menyusun Rencana Strategis dengan seksama sesuai dengan Rencana Bisnis Bank serta visi & misi Bank. 2. Transparansi Laporan pelaksanaan GCG BSM telah menginformasikan laporan pelaksanaan GCG pada homepage Bank sejak tahun 2006 dan akan dimutakhirkan paling lambat 5 bulan setelah tahun buku berakhir serta disampaikan bersamaan dengan Laporan Tahunan. 3. Kepemilikan/Hubungan Berdasarkan RUPSLB tanggal 31 Desember 2008, kepemilikan saham BSM per 31 Desember 2008 adalah: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. memiliki sebanyak 111.648.713 saham dan PT Mandiri Sekuritas memiliki sebanyak 1 (satu) saham. Hubungan keuangan ataupun hubungan keluarga baik antar Anggota Dewan Komisaris, Direksi ataupun dengan pemegang saham nihil. Hal ini, dibuktikan dengan data BMPK yang setiap 6 (enam) bulan sekali dilaporkan kepada BI. 4. Paket Remunerasi Manajemen Pengungkapan remuneration policy yang mencakup fees and salaries dan fasilitas lain yang diterima Manajemen termasuk bonus dan tantiem untuk Dewan Komisaris dan Direksi selama tahun 2008, (lihat Tabel 15 &16). 5. Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah Selama periode 2008, rasio gaji tertinggi (Direktur Utama) gaji terendah pegawai (pelaksana) BSM dalam skala perbandingan (lihat Tabel 17).

Tabel 20: Rapat Direksi

Rapat Nama Pejabat Yuslam Fauzi (Direktur Utama) Hanawijaya (Direktur Kepatuhan) Srie Sulistyowati (Direktur) Amran P. Nasution (Direktur) Zainal Fanani (Direktur) Direksi (60 kali) 54 57 58 52 56 Rapat Direksi & Komisaris (12 kali) 11 11 12 11 11

Tabel 21: Rapat Komite Audit

Nama Pejabat Abdillah (Komisaris Independen) Kasmadi (Pihak Independen) Tjeppi Kustiwa (Pihak Independen) Komite Audit (36 kali) 36 36 36

Tabel 22: Rapat Komite Pemantau Risiko

Nama Pejabat Abdillah (Komisaris Independen) Lilis Kurniasih (Komisaris) Kasmadi (Pihak Independen) Tjeppi Kustiwa (Pihak Independen) Komite Pemantau Risiko (8 kali) 8 8 8 8

Tabel 23: Rapat Komite Remunerasi & Nominasi

Nama Pejabat Achmad Marzuki (Komisaris Utama/Komisaris Independen) Abdillah (Komisaris Independen) Tardi (Komisaris) M. Haryoko (Senior Advisor Dekom) Helmi Huseno (Kadiv DSI) Achmad Fauzi (Kadiv DKH) Komite Remunerasi & Nominasi (3 kali) 3 3 3 3 3 3

6. Shares Option Komisaris, Direksi, Komite, DPS dan Pejabat Eksekutif tidak memiliki shares option terhadap saham PT Bank Syariah Mandiri. 7. Pemberian dana untuk kegiatan sosial dan politik Pemberian dana untuk kegiatan politik tidak pernah dilakukan oleh BSM, adapun untuk kegiatan sosial telah dikoordinasikan dengan LAZNAS BSM-

Umat. B. Accountability dalam Laporan Pelaksanaan GCG Penerapan Balanced Scorecard (BSC) untuk pengelolaan kinerja Direktorat dan Unit Kerja, monitoring serta penilaian kinerja internal secara berkala (bulanan, mingguan dan bahkan harian) telah berjalan, sehingga laporan GCG dapat dipertanggungjawabkan secara corporate atas segenap stakeholders BSM.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

69

1. Frekuensi Rapat Dewan Komisaris, Direksi, Komite selama Tahun 2008: Rapat Komite Audit, Komite Pemantau Risiko maupun Komite Remunerasi dan Nominasi dilaksanakan BSM melalui Rapat Dewan Komisaris (RAKOM), Rapat Komisaris dan Direktur Bidang (RAKOMDIR), dan Rapat Direksi dan Komisaris (RADIRKOM) serta pada saat pembahasan hasil telaah Komite dengan satuan-satuan kerja, atau pembahasan hasil kegiatan lain (lihat Tabel 18, 19, 20, 21, 22, 23). Keputusan RAKOM, RAKOMDIR, dan RADIRKOM diambil secara musyawarah mufakat. Pada dasarnya kegiatan Komite Audit BSM sudah sesuai dengan tuntutan GCG. 2. Jumlah penyimpangan (Internal Fraud) (lihat Tabel 24). 3. Pemeringkatan (lihat Tabel 25). 4. Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait (related party) dan Penyediaan Dana Besar (large exposure). (lihat Tabel 26). 5. Hal penting terjadi dalam kelompok usaha: a. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 19 Juni 2008 i. Penambahan Modal Disetor Perseroan Tahap Pertama sebesar Rp100 miliar (seratus miliar rupiah) melalui pengeluaran saham dalam portepel sebanyak 20.000.000 (dua puluh juta) dengan harga nominal Rp5.000,- (lima ribu rupiah) per saham, yang seluruh saham yang dikeluarkan tersebut diambil seluruhnya oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., sehingga susunan

Tabel 24: Jumlah Penyimpangan Internal (Internal Fraud)

Jumlah kasus yang dilakukan oleh Internal Fraud dalam 1 tahun Total Telah diselesaikan Dalam proses penyelesaian di internal Bank Belum diupayakan penyelesaiannya Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum 0 0 0 0 0 0 Posisi Desember 2008 Prospek Desember 2008 A+(idn) A(idn) Peringkat Stabil Stabil 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 7 4 0 0 Pengurus Tahun sebelumnya 0 Tahun berjalan 0 Pegawai tetap Tahun sebelumnya 7 Tahun berjalan 8 Pegawai tidak tetap Tahun Sebelumnya 0 Tahun berjalan 0

Tabel 25: Nilai Pemeringkatan

No. Perusahaan/Emisi Fitch Ratings 1. 2. Bank Syariah Mandiri Subordinated Syariah Mudharabah BSM

Tabel 26: Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Penyediaan Dana Besar

Jumlah No. 1. 2. Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait Kepada debitur inti: a. Individu b. Group 21 4 Group (8 nasabah) Debitur 1

Posisi Desember 2008

Nominal (Jutaan Rupiah) 63.328 2.313.687 435.822

kepemilikan saham menjadi sebagai berikut: · PTBankMandiri(Persero)Tbk., pemilik/pemegang sebanyak 91.674.512 (sembilan puluh satu juta enam ratus tujuh puluh empat ribu lima ratus dua belas) saham dengan nilai nominal sebesar Rp458.372.560.000,- (empat ratus lima puluh delapan miliar tiga ratus tujuh puluh dua juta lima ratus enam puluh ribu rupiah). · PTMandiriSekuritas,pemilik/ pemegang sebanyak 1 (satu)

saham atau dengan nilai nominal sebesar Rp5.000,(lima ribu rupiah). ii. Penetapan Dewan Pengawas Syariah Menetapkan kembali susunan Dewan Pengawas Syariah PT Bank Syariah Mandiri periode 2008 s.d. 2011 adalah sebagai berikut: · Prof.KH.AliYafiesebagai Ketua. · Drs.H.MohamadHidayat, MBH. MH. sebagai Anggota. · Dr.M.SyafiiAntonio,M.Ec.

70

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

sebagai Anggota. iii. Perubahan Anggaran Dasar Perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan kebutuhan Perseroan. iv. Perubahan Pengurus a). Dewan Komisaris · Memberhentikandengan hormat Bapak A. Noor Ilham sebagai Komisaris Utama (Independen), Bapak Zainul Arifin sebagai Komisaris (Independen), Bapak Djakfarudin Junus sebagai Komisaris, dan · MengangkatBapak Achmad Marzuki sebagai Komisaris Utama (Independen), Bapak Abdillah sebagai Komisaris (Independen), Ibu Lilis Kurniasih sebagai Komisaris, Bapak Tardi sebagai Komisaris. · MengangkatBapak M. Haryoko sebagai Komisaris, yang berlaku efektif sejak selesainya masa cooling-off (terhitung 1 tahun sejak ditutupnya RUPSLB). b). Direksi · Memberhentikandengan hormat Bapak M. Haryoko sebagai Direktur, dan · MengangkatBapak Sugiharto sebagai Direktur. b. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 31 Desember 2008 i. Penambahan Modal Disetor Penambahan Modal Disetor Tahap Kedua sebesar Rp199.871.000.000,00 (seratus sembilan puluh sembilan miliar delapan ratus tujuh puluh satu juta rupiah) melalui

pengeluaran saham dalam portepel sebanyak 39.974.200 (tiga puluh sembilan juta sembilan ratus tujuh puluh empat ribu dua ratus) saham dengan harga nominal Rp5.000,00 (lima ribu rupiah) per saham, yang seluruh saham yang dikeluarkan tersebut diambil seluruhnya oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ii. Penyetoran saham-saham tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut: · Sebesar Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) disetor penuh secara tunai ke dalam kas Perseroan (catatan: efektif masuk kas perseroan per tanggal 5 Januari 2009); · Sebesar Rp99.871.000.000,00 (sembilan puluh sembilan miliar delapan ratus tujuh puluh satu juta rupiah) disetor dengan cara non tunai (inbreng) berupa tanah dan bangunan milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. iii. Sehingga susunan kepemilikan saham menjadi sebagai berikut: · PTBankMandiri(Persero) Tbk., pemilik/pemegang sebanyak 131.648.712 (seratus tiga puluh satu juta enam ratus empat puluh delapan ribu tujuh ratus dua belas) saham atau dengan nilai nominal sebesar Rp658.243.560.000,00 (enam ratus lima puluh delapan miliar dua ratus empat puluh tiga juta lima ratus enam puluh ribu rupiah). · PTMandiriSekuritas, pemilik/pemegang sebanyak 1 (satu) saham

atau dengan nilai nominal sebesar Rp5.000,00 (lima ribu rupiah). 6. Hal penting yang diperkirakan terjadi di masa mendatang. Bank Mandiri selaku pemegang saham pengendali, melalui rapat Capital & Investment Committee (C&IC) pada tanggal 9 Oktover 2007 (vide surat No.FST/5561/2007 tanggal 31 Oktober 2007 perihal: Keputusan rapat Capital & Investment Committee menyetujui untuk menambah modal Bank sebesar Rp500 miliar yang dilakukan dalam lima tahap, masing-masing sebesar Rp100 milyar setiap tahapan, dimulai sejak semester I pada bulan Juni 2008 dan tahap II pada bulan Januari 2009 masing-masing sebesar Rp100 miliar. Penambahan Modal Bank tahap III dan IV direncanakan pada bulan Juli dan Desember 2009, serta tahap V direncanakan pada bulan Juli 2010. Pada akhir tahun 2008 lalu, Bank juga memperoleh tambahan modal dari Bank Mandiri dalam bentuk inbreng (tanah dan bangunan) sebesar Rp99,87 milar. Penambahan modal Bank baik melalui tambahan modal tahap I maupun inbreng telah memperkuat Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank pada rasio 12,66% di akhir tahun 2008. 7. Strategi (Corporate Plan), Jangka pendek, menengah dan panjang. Sudah diuraikan dalam Bab Pembahasan Umum dan Manajemen C. Responsibility dalam Laporan Pelaksanaan GCG 1. Jumlah permasalahan hukum Lihat Tabel 27. 2. Transaksi yang mengandung benturan kepentingan (Conflict of Interest). Hubungan keuangan ataupun hubungan keluarga baik antar anggota Dewan Komisaris, Direksi

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

71

Tabel 27: Jumlah Permasalahan Hukum

Permasalahan Hukum Gugatan Perdata nasabah Deposito a.n. Ny. Supartini kepada BSM melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan Perdata Nasabah PT AIRIN kepada BSM melalui Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Gugatan Perdata Havizul bin Nawawi kepada BSM di Pengadilan Negeri Kuala Tungkal. Gugatan Perdata Dapenda kepada BSM di Basyarnas. Total 1 4 Sudah ada keputusan. Namun BSM mengajukan upaya penolakan eksekusi ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat 1 PN Kuala Tungkal memutuskan BSM tidak bersalah. 1 Dalam tahap proses pengajuan Kasasi ke MA melalui PN Jakarta Utara. 1 Dalam Proses Penyelesaian Jumlah Perdata Pidana Status

dengan mengadakan workshop. dilaksanakan a.l. bagi pegawai baru dan bagi karyawan yang akan menempati posisi yang lebih tinggi. Pembekalan "awareness" terhadap GCG dilaksanakan dalam Workshop tersebut. Hal ini sangat penting bagi performance bank secara berkesinambungan. d. Reading and Discussions: Sosialisasi secara internal dilakukan melalui sharing informasi dan pengarahan Manajemen. Komunikasi yang baik antara jajaran BSM dengan Stakeholders diharapkan akan melancarkan tugas operasional. 5. Corporate Social Responsibility (CSR) Sebagai tanggung jawab sosial kepada masyarakat, BSM bersinergi dengan LAZNAS BSM Umat melaksanakan kegiatan CSR. Uraian lebih lengkap tentang kegiatan CSR dapat dilihat pada bagian Tanggung-jawab Sosial Perusahaan. D. Independency dalam Laporan Pelaksanaan GCG Penetapan Komisaris Independen, Komite-Komite, penerbitan Sertifikat Kepatuhan dan Risk Opinion, penggunaan jasa Auditor Eksternal untuk pemeriksaan/audit Laporan Keuangan maupun pemeriksaan dari Bank Mandiri berjalan baik. Bank juga telah melaksanakan dengan baik: optimalisasi peran Komite Audit dan working group Komite Manajemen Risiko (KMR), Compliance Review, penerbitan Corporate Compliance Index, pemberdayaan Keputusan Komite Sisdur (KKS), pemutakhiran daftar rekanan Appraisal Eksternal, Notaris & Auditor Eksternal dan audit Laporan Keuangan/ Bank Mandiri/BI. E. Fairness dalam Laporan Pelaksanaan GCG Bank mengimplementasikan fairness antara lain melalui: pengembangan job

ataupun dengan pemegang saham tidak ada (nihil). Hal ini dibuktikan dengan data BMPK yang setiap enam bulan sekali dilaporkan BSM kepada Bank Indonesia. 3. Buy back shares dan/atau buy back obligasi Bank. " Nihil " 4. Sosialisasi penerapan GCG BSM senantiasa meningkatkan suasana kerja yang harmonis, fair, transparan dan kondusif yang memungkinkan setiap individu mengekspresikan potensi dan idenya sebagai suatu komitmen untuk membangun BSM sesuai motto "menuju Indonesia yang lebih baik". BSM senantiasa mensosialisasikan setiap terdapat kebijakan baru. Budaya yang akan dibangun BSM didukung oleh values yakni excellence, teamwork, humanity, integrity dan customer focus (disingkat ETHIC). Pimpinan membuka diri untuk pegawai agar tidak ada jarak dan pegawai bebas berdialog serta mengemukakan pendapat/usul. Kesempatan bagi seluruh jajaran terbuka untuk duduk bersama tanpa membedakan ras, gender, suku, latar

belakang (Rahmatan lil Alamin) untuk merumuskan "The great BSM for better Indonesia". BSM meneruskan keberhasilan kinerja yang ditopang oleh penerapan prinsip "Transparansi dan Akuntabilitas" antar pegawai, a.l. melalui sosialisasi: a. Forum do'a pagi: Direksi mengadakan do'a bersama seluruh pegawai pada setiap hari Senin pagi guna me-review kinerja internal dan memotivasi untuk peningkatan serta perbaikan langkah ke depan. b. Kampanye dalam Wallpaper: BSM menempuh berbagai cara untuk memaksimalkan pemahaman aspek GCG bagi seluruh jajaran pegawai a.l. memasang pesan (message) pada "wallpaper" (display) seluruh PC pegawai di Kantor Pusat dan Cabang. Hal ini dilakukan dengan harapan BSM tetap prudent dalam mengelola usahanya sehingga performance dalam jangka panjang tetap dapat optimal. c. Program Workshop: Keterbukaan, kebersamaan dan juga komunikasi optimal tentang pentingnya penerapan GCG dilakukan BSM

72

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

grading, program assessment center, penerapan sanksi bagi pegawai yang melanggar disiplin berupa pembinaan, peringatan (SP1, SP2, SP3) dan PHK bagi karyawan bermasalah, pemberian apresiasi berupa penghargaan/hadiah bagi pegawai/Cabang yang berprestasi serta penilaian Zero Defect seluruh unit kerja dan penerapan Performance Appraisal. Penerapan Balanced Scorecard Bank menggunakan Balanced Scorecard (BSC) dalam menilai kinerjanya. Posisi akhir Desember 2008, Bank memperoleh hasil sebagai berikut: 1. BSC Corporate memperoleh score sebesar 86,92 (skala 0-100). 2. BSC Direktorat Kepatuhan dan Manajemen Risiko memperoleh score sebesar 97,75% (skala 0-100). 3. BSC Divisi Kepatuhan dan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah memperoleh score sebesar 97,98 (skala 0-100). VII. GCG BANK SYARIAH Sejalan dengan pelaksanaan GCG oleh BSM yang mengacu kepada PBI tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum, BI menyambut baik upaya perbankan untuk memperjelas GCG khusus bagi bank syariah. Untuk itu, BSM tengah menanti ketetapan BI mengedarkan peraturan tentang GCG khusus untuk Bank Syariah. Dalam lingkup internasional, Islamic Financial Services Board (IFSB) telah menerbitkan aturan tentang GCG khusus perbankan Syariah. Saat ini meskipun belum ada regulasi khusus (PBI GCG Syariah), BSM telah menyadari pentingnya pilar-pilar GCG bank syariah. Tujuan GCG khusus bank syariah selain untuk melengkapi (komplementer) GCG "bank umum konvensional", juga untuk mengakomodir ciri khas perbankan syariah yang tidak ada dalam bank konvensional. Kondisi spesifik untuk perbaikan syariah yang harus comply

dengan sharia rules and regulations, memerlukan adanya GCG perbankan syariah yang ditopang oleh tambahan 4 (empat) pilar utama. Ketentuan-ketentuan tersebut telah diadopsi BSM kedalam piagam GCG internal dan penyempurnaan metode Self Assessment penerapan GCG di BSM, yakni: a. Peran Sharia Supervisory Board (SSB) atau DPS yang mengawal Sharia Compliance Bank. b. Pertimbangan untuk membentuk Governance Committee dimana yang menjadi anggotanya adalah anggota Komite Audit, DPS dan Direktur NonEksekutif/ Non Operasional. c. Investment Account Holders (IAH) yang berakad investasi mudharabah dengan bank syariah, memiliki kesetaraan hak dengan shareholders dan suaranya layak diwakili oleh DPS di Komite Governance. d. Transparency dan Responsibility yang lebih penting karena Bank perlu menyediakan data bagi IAH terkait kinerja dari investasinya dan kepedulian Bank mengembangkan moslem communities. VIII. CODEOFCONDUCT Dalam rangka memastikan pemenuhan SKB No.4/002/DIR.KOM tanggal 25 November 2002 tentang Code of Conduct (CoC) sebagai bagian penting (pilar best practices) penerapan GCG, BSM telah melaksanakan survey kepada pegawai melalui pengisian kuesioner CoC. Tujuan survey dimaksudkan untuk memotret sejauh mana pemahaman jajaran BSM secara menyeluruh mengenai CoC dan penerapan La Risywah. BSM telah melaksanakan survey penerapan La Risywah, No Kickback, No Special Payment untuk stakeholders eksternal (debitur, rekanan & vendor sebanyak 180 responden di cabang dan kantor pusat) dengan nilai rata-rata B atau Baik dan Wajar. A. Landasan Ketentuan Selama tahun 2008, BSM terus

meningkatkan penerapan CoC terutama pada jajaran pejabat eksekutif a.l. meneruskan penandatanganan poster La Risywah sejalan dengan penggantian jajaran pejabat eksekutif BSM. Tindaklanjut tersebut berlandaskan komitmen Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Direksi dan Komisaris tentang Code Of Conduct (CoC) yang tertuang dalam SKB No.4/001/DIR.KOM tanggal 26 Nopember 2002. Ketentuan lain adalah SE No.8/018/UMM tanggal 11 Desember 2006 tentang Poster Code of Conduct (CoC) "La Risywah, No Kickback, No Special Payment, serta SE No. 7/030/ SDI tanggal 15 Oktober 2005 yang mengatur kedisiplinan pegawai. Annual disclosure terus ditingkatkan dengan pengungkapan tahunan oleh seluruh pegawai dengan prioritas officer dan pejabat BSM. B. Pengembangan SDI dan Budaya Kerja Selama tahun 2008 sebanyak 146 jenis pelatihan/kursus telah diberikan kepada 8.590 pegawai BSM dalam 226 angkatan/pelaksanaan, dengan jenis pelatihan mulai dari pengetahuan dasar perbankan sampai dengan yang bersifat manajerial. Implementasi Corporate Culture di BSM menjadi perhatian serius manajemen dan jajaran BSM. BSM telah membentuk "Nilai-nilai Bersama BSM" yang diyakini akan mampu membawa BSM menjadi Bank Syariah Terpercaya Pilihan Mitra Usaha. BSM shared values meliputi: Excellence, Teamwork, Humanity, Integrity dan Customer Focus, dimana kelima values ini diakronimkan menjadi "ETHIC" yang berarti set of moral principles, sangatlah tepat untuk menggambarkan nilai-nilai bersama BSM. C. Benturan Kepentingan (Conflict of Interest) Sepanjang periode 2008, BSM telah

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

73

menjaga hal-hal yang menimbulkan benturan kepentingan di dalam proses dan keputusan operasional. Disamping itu atas temuan audit yang terbukti terjadi pelanggaran secara signifikan telah diambil tindakan tegas memadai oleh manajemen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. D. Penerapan La-Risywah, No Kickback, No Special Payment Dalam rangka optimalisasi penerapan GCG khususnya yang berkenaan dengan Code of Conduct (CoC), Direksi telah meningkatkan implementasi gerakan "La Risywah, No Kick Back dan No Special Payment". Gerakan dimaksud merupakan langkah untuk meningkatkan kesadaran (awareness) seluruh jajaran BSM selain terhadap nasabah (melalui penandatanganan pada akad pembiayaan) maupun dalam lingkungan kerja (melalui SE Pemberian Souvenir/Cinderamata/Oleholeh dan Jamuan Makan pada Pegawai Bank dalam rangka perjalanan dinas ke Cabang), agar senantiasa bekerja dengan lurus dan bertanggung jawab serta obyektif secara profesional. E. Kerahasiaan Penjagaan rahasia data nasabah telah berjalan baik dan prudent. Tidak ada temuan dari auditor BI yang berdampak material sehingga memiliki risiko operasional yang berpotensi menurunkan tingkat kesehatan Bank. Penyampaian data kepada pihak terkait dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. F. Penyalahgunaan Jabatan. Seluruh jajaran BSM telah melaksanakan tugas sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab terhadap peraturan perusahaan. Manajemen telah mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku bagi setiap penyalahgunaan jabatan yang terjadi.

G. Perilaku Insiders. Tidak terdapat pejabat yang terkait dengan pejabat lain/pihak luar yang terafiliasi dengan bank yang memanfaatkan transaksi untuk kepentingan pribadi. H. Integritas dan Akurasi Data Bank Akurasi data Bank telah disajikan BSM dengan memadai dan wajar. I. Integritas Sistem Perbankan BSM sebagai bagian dari sistem perbankan Indonesia senantiasa berupaya untuk tetap konsisten dalam menegakkan rezim anti money laundering. Hal itu dilaksanakan antara lain melalui pengenalan aktifitas transaksi nasabah secara akurat serta pelaporan kepada PPATK dengan tertib. J. Pengelolaan Rekening Pegawai Pembukaan rekening pegawai diperlukan untuk menampung gaji jajaran BSM, dimana tujuan akhirnya untuk me-monitor keuangan pegawai agar sesuai prosedur. Pemantauan transaksi di luar profil rekening pegawai tetap dijalankan untuk menghindari terjadinya "fraud".

74

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

masalah & kendala yang dihadapi bank

Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Pada transaksi Pembiayaan Murabahah Pada tahun 2004 dan 2005 kantor pusat dan kantor cabang Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan Surat Tagihan Pajak (STP) untuk masa pajak Januari s.d. Desember 2003 dari Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dengan total sebesar Rp37.65 miliar berkenaan bank melaksanakan penyaluran dana berdasarkan Prinsip Syariah dalam bentuk Pembiayaan Murabahah. Rincian SKPKB dan STP tersebut adalah kantor pusat di Jakarta sebesar Rp25.54 miliar kantor cabang di Jambi sebesar Rp1.59 miliar kantor cabang di Solo sebesar Rp5.83 miliar kantor cabang di Bandarlampung sebesar Rp2.38 miliar dan kantor cabang di Pekalongan sebesar Rp2.31 miliar. Terhadap SKPKB dan STP tersebut di atas, Bank tidak bersedia melaksanakan pembayaran dengan alasan terdapat permasalahan status hukum perpajakan dari transaksi Pembiayaan Murabahah, yang saat ini berlaku belum secara spesifik dan eksplisit mengatur kegiatan usaha bank syariah khususnya pembiayaan murabahah sehingga diperlukan proses penafsiran. Bank berpendapat bahwa pembiayaan murabahah yang dilakukan bank adalah jasa perbankan sebagaimana diatur dalam UU No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diubah dengan UU No. 10 Tahun 1998 dan UU No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah sehingga sesuai dengan UU No.8 Tahun 1983 yang telah diubah dengan UU No. 18 Tahun 2000 tentang PPN Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dikecualikan dari pengenaan PPN. Ditjen Pajak berpendapat bahwa kegiatan transaksi murabahah yang dilakukan oleh Bank terutang PPN karena kegiatan tersebut dilakukan dengan berdasarkan prinsip jual beli barang dan kegiatan transaksi murabahah tidak termasuk jenis jasa di bidang perbankan. Dalam rangka menyelesaikan permasalahan mengenai perlakuan perpajakan atas transaksi Pembiayaan Murabahah, telah dibahas dalam berbagai forum antara Bank dengan Kompartemen Perbankan Syariah (KPS) Perbanas, Dewan Syariah Nasional, Bank Indonesia dan Ditjen Pajak serta Bank telah melakukan surat menyurat dengan KPS Perbanas, Bank Indonesia, Ditjen Pajak dan Deputi Sekretaris Wakil Presiden Republik Indonesia Bidang Ekonomi. Selain itu, pada tanggal 8 Januari 2008 Bank melakukan upaya menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu melakukan pertemuan kembali antara Bank, KPS Perbanas, Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Gubemur Bank Indonesia dengan Wakil Presiden Republik Indonesia. Sedangkan, Bank Indonesia dalam surat Nomor 10/1421/ DPbS tanggal 19 November 2008 tentang perkembangan PPN Murabahah memberikan informasi bahwa saat ini Badan Kebijakan Fiskal dan Ditjen Pajak sedang menyusun ketentuan tentang PPN atas transaksi perbankan syariah. Bank telah melakukan upaya-upaya penyelesaian permasalahan mengenai pengenaan PPN atas transaksi Pembiayaan Murabahah dengan pihak-pihak terkait dengan melakukan pembahasan dalam berbagai forum dan surat menyurat, namun sampai pemeriksaan selesai pembahasan masih berlangsung dan belum ada keputusan. Pembatalan Akad Pembiayaan Mudharabah Muqayyadah (MM) Pada tanggal 5 Februari 2008, Bank menerima surat dari Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS) yang menginformasikan adanya gugatan perihal transaksi mudharabah muqayyadah channeling dari Shahibul Maal/ Pemilik Dana sebagai Pemohon kepada Bank sebagai Fasilitator (Booking Office)/Termohon I dan Nasabah sebagai Mudharib/ Termohon II. Dari proses persidangan, pada tanggal 21 Agustus 2008, Majelis Arbitrase Basyarnas memutuskan salah satunya menghukum Termohon I dan Termohon II untuk membayar kepada Pemohon sebesar Rp10 miliar bersama-sama secara tanggung renteng. Atas Keputusan Majelis Arbitrase Basyarnas tersebut Bank mengajukan keberatan ke Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Karawang tanggal 26 September 2008 dengan Nomor Perkara masing-masing No. 169/ PDT.P/2008/PN.JKT.PST dan No. 29/PDT.P/2008/ PN.Krw. Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 8 tahun 2008 tanggal 10 Oktober 2008 yang menyatakan bahwa "Jika putusan Basyarnas yang telah berkekuatan hukum tetap dan mengikat tidak dilaksanakan secara sukarela, maka pelaksanaannya dilakukan oleh Ketua Pengadilan Agama di tempat tinggal termohon", Pemohon telah mengajukan upaya eksekusi melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah melimpahkan kepada Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Atas pelimpahan tersebut, Bank telah mengajukan permohonan penolakan eksekusi kepada Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Untuk menutup risiko operasional tersebut, Bank telah membentuk penyisihan kerugian sebesar Rp11.50 miliar.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

75

tanggung-jawab sosial perusahaan

Sebagai perwujudan semangat dan kepedulian, BSM bersinergi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BSM Umat dalam menyalurkan ZIS dan melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Keberadaan BSM Umat telah dikukuhkan sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) oleh pemerintah melalui SK Menteri Agama No. 406 tahun 2002 tanggal 17 September 2002. Pada tahun 2008 Perseroan telah menyalurkan dana zakat sebesar Rp2.886 juta dan dana kebajikan sebesar Rp1.459 juta melalui LAZNAS BSM Umat. Sumber dana LAZNAS BSM Umat selain dari BSM secara institusi, juga bersumber dari nasabah BSM, pegawai BSM, dan masyarakat umum lainnya. LAZNAS BSM Umat menyalurkan bantuan dalam bentuk Program Mitra Umat, Program Didik Umat dan Program Simpati Umat. A. Program Mitra Umat Program Mitra Umat adalah program pemberdayaan sektor ekonomi mikro dengan skema qardhul hasan. Selama tahun 2008, dana yang telah disalurkan melalui program ini berjumlah Rp1.474 juta. Sasaran Program Mitra Umat adalah agar para mustahik yang menerima dana akan berubah menjadi muzaki. Pada tahun 2008 bantuan diberikan bekerja sama dengan beberapa lembaga di Propinsi Bali seperti yayasan dan BMT yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat. Program Mitra Umat lainnya adalah bantuan kepada komunitas pedagang bakso " Kepala Sapi " di Malang dan budi daya jamur tiram di Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat. B. Program Didik Umat Program Didik Umat adalah program pemberdayaan bidang pendidikan. Pada tahun 2008 LAZNAS BSM Umat telah memberikan bantuan pendidikan kepada siswa-siswa tidak mampu yang memiliki prestasi di SD, SMP, SMU/K. Selain itu LAZNAS BSM Umat bekerja sama dengan Kalam Salman ITB dan PPSDMS, membidik mahasiswa aktifis kampus dan berprestasi sebagai sasaran pemberian beasiswa. LAZNAS BSM Umat juga membantu Yayasan Cinta Ibu Serambi Mekah dalam membiayai anak-anak korban tsunami yang

Tabel 28: Penghimpunan Dana LAZNAS BSM Umat Tahun 2008

No 1 2 3 4 5 6 Sumber Dana Infaq Kemanusiaan Qurban Sosial Wakaf Zakat Jumlah Saldo Awal 1.417 75 0.2 1.873 248 3.585 7.198 Penghimpunan 1.072 63 112 1.797 103 3.019 6.166 Penyaluran 275 34 112 1.604 108 4.355 6.488

Juta Rp. Saldo Akhir 1.385 104 0.2 420 245 4.720 6.874 Juta Rp. Total 275 34 112 1.604 108 4.355 6.488

Tabel 29: Penyaluran Dana LAZNAS BSM Umat Tahun 2008

No 1 2 3 4 5 6 Sumber Dana Infaq Kemanusiaan Qurban Sosial Wakaf Zakat Jumlah Mitra Umat 1.474 1.474 Program Didik Umat Simpati Umat 1.489 1.489 275 34 112 1.604 108 1.392 3.525

disekolahkan di Jakarta. Program lainnya adalah bantuan sarana pendidikan seperti perpustakaan Al Washiyyah di Kebon Nanas Jakarta dan Islamic Center Iqro di Pondok Gede Bekasi. Total Bantuan Didik Umat yang telah disalurkan selama 2008 sebanyak Rp1.489 juta. C. Program Simpati Umat Program Simpati Umat adalah program bantuan sosial lainnya di luar program pemberdayaan ekonomi dan pendidikan. Selama tahun 2008, LAZNAS BSM Umat telah menyalurkan kurang lebih 10.000 buah Al-Qur'an hasil wakaf. Al Qur'an disalurkan kepada umat Islam yang belum memiliki Al-Quran, terutama di daerah-daerah pedalaman dan daerah bencana. LAZNAS BSM Umat juga telah menyalurkan bantuan untuk kegiatan pengembangan

dakwah di daerah Sumatra dalam kegiatan Safari Dakwah bersama Yayasan Bumi Andalas dan pelatihan Dakwah Transformatif bersama Yayasan Aqobah Sejahtera. Selain itu LAZNAS BSM Umat bersama BSM Tegal juga membantu penanaman hutan mangrove. Total bantuan Simpati Umat yang telah disalurkan pada tahun 2008 sebesar Rp3.525 juta. Awal tahun 2008 LAZNAS BSM Umat memiliki saldo dari penghimpunan tahun sebelumnya sebesar Rp7.198 juta. Penghimpunan dana tahun 2008 sebesar Rp6.166 juta, sedangkan dana yang disalurkan sebesar Rp6.488 juta. Dengan demikian, saldo akhir tahun 2008 sebesar Rp6.874 juta. Adapun uraian dana Penghimpunan dan Penyaluran ZIS dari LAZNAS BSM Umat tahun 2008 ditampilkan pada Tabel 28 & 29.

76

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

mitra bsm

Selama tahun 2008, BSM melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga, baik dalam bidang pembiayaan, pendanaan dan jasa, di antaranya: I. MemorandumofUnderstanding (MOU): 1. MOU Bidang Pembiayaan: a. Melalui kantor pusat di antaranya: Kantor Menpera RI, PT Asosiasi Petani Padi, PT Citra Sari Makmur, Koperasi South Pasific, Koperasi Infomedia Nusantara, Koperasi Citra Marga Nusapala Persada. b. Melalui cabang Jakarta-Hasanudin dengan Koperasi Karyawan Lion Group. c. Melalui cabang Cilacap, Jawa Tengah dengan Universitas Ibnu Sina. 2. MOU Bidang Jasa Perbankan: a. Melalui kantor pusat di antaranya PT Lintas Artha, Working Group for Technology Transfer, Ikatan Penerbit Jakarta dan PT Payfone Indonesia. b. Melalui cabang Depok, Jawa Barat dengan Yayasan Nurul Fikri. c. Melalui cabang Jember, Jawa Timur dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Jember dan Muhammadiyah Jember. II. Perjanjian Kerja Sama (PKS): 1. Pembiayaan: a. Melalui kantor pusat diantaranya: Departemen Pertanian RI, Kementerian Koperasi RI, Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI, Koperasi Asosiasi Petani Padi & Palawija Indonesia, Pemda Kabupaten Parigi, Perum Bulog, Perum Sarana Pengembangan Usaha, Microfin, PT Jamsostek, b. Melalui cabang Jakarta-Thamrin dengan PT Excelcomindo Pratama dan PT Persada Sokatama. c. Melalui cabang Kalimalang, Bekasi dengan PT Centigtur, Gazas Trave & Tour, PT Prima Astuti Sejahtera, dan Suhada Travel. d. Melalui cabang Bogor dengan Pemkab Bogor Jawa Barat. e. Melalui cabang Tasikmalaya, Jawa Barat dengan PT Telekomunikasi Indonesia ­ Cabang Tasikmalaya. 2. Pendanaan: a. Melalui kantor pusat dengan PT Fortis Investama, PT Mandiri Manajemen Investasi, Badan Wakaf Indonesia. b. Melalui cabang Jakarta-Hasanudin dengan Forsimpta, Yayasan Islam Al Nuriyah, SMKN 20 Jakarta. c. Melalui cabang Jakarta-Hasanudin dengan Hotel Cibinong II dan Koperasi

d. e. f. g. h

i.

j. k.

l. m.

n.

Batan Teknologi Persero, Sammarie, PT Multazam Medisandra, Pesantren Al Azhar, Yayasan Amida. Melalui cabang Jakarta-Meruya dengan PT BPRS Hidayah. Melalui cabang Jakarta-Rawamangun dengan Baitulmaal Sejahtera. Melalui cabang Warung Buncit dengan KBIH Nurul Waliyullah. Melalui cabang Bandung Jawa Barat dengan Kampung Cendikia. Melalui cabang pembantu Tajur Bogor Jawa Barat dengan Yayasan Salsabila Melalui cabang Bogor Jawa Barat dengan Baitul mal Watanwil Ibadurrahman. Melalui kantor kas Darmaga Bogor Jawa Barat dengan BMPT Vit Aulia. Melalui cabang Tasikmalaya dengan Yayasan Universitas Galuh, Ponpes Srah Tanjuning Wahyu, Kopkar Pelita Jaya PLN, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Abu Firaz. Melalui cabang Tasikmalaya Jawa Barat dengan SMKN I Banjar Melalui cabang Banjarmasin dengan Kantor Dinas Pendidikan kota Banjarmasin, Banjarbaru, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai, Hulu Sungai Tengah, Tapin, dan Balangan. Melalui cabang Makassar dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Watampone, Ikatan Jamaah Haji Makassar.

b.

c.

d.

e. f. g.

h.

Departemen Agama RI, Netwave Multimedia, PT Angkasa Pura 1, Safira Laras Persada, PT Patuna Mekar Sari, Star Hills Hotel, Hotel Salak Bogor, PT Inspira Visi, PT Bumi Liputan Jaya, PT Iforte, PLN Jakarta Raya & Tangerang, PLN Jabar & Banten, PLN Jateng & DIY, PLN Jateng, PLN Jawa Barat, PT Rintis, Takaful Umum, X/Link (PT Meta Infolink), PT Kelola Jasa Artha, PT Staco, PT AJB Bumiputra, PT Asuransi Takaful, Panin Life Tbk, PT Takaful Indonesia, Asuransi Central Asia. Melalui cabang Bandung Jawa Barat dengan PT Akbar Bersama, PT Rabani Ashifa, Prodia Klinik, Yayasan Cahaya Mutiara. Melalui Jakarta-Hasanudin dengan PT Republika Media Mandiri, Tanmiyah Al Azhar, Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI). Melalui cabang Jakarta-Meruya dengan PT Boga Plus, Salon Mushnah Haura, PT PLN Kebon Jeruk. Melalui cabang Padang Sumatera Barat dengan PT Telekomunikasi Indonesia. Melalui cabang Semarang Jawa Tengah dengan Bravo Humanika Perkasa Melalui cabang Colo Jawa Tengah dengan Batik Gunawan Setiawan, Batik Genes, Rumah Mode Bilqis, PT Danar Hadi Sentosa, Rumah Makan Pring Sewu, Slamet Riyadi Palace Hotel, Hotel Solo, Restoran Diamond. Melalui cabang Tasikmalaya Jawa Barat dengan PT Takaful Umum.

3. Jasa (discount khusus, payroll, payment point, merchandise, layanan tunai dll): a. Melalui kantor pusat dengan

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

77

produk & jasa

A.

Produk Berbasis Pembiayaan Konsumer Guna mendukung pencapaian target perusahaan, baik dalam bidang financing, funding maupun fee based income, BSM secara berkesinambungan melakukan inovasi dan enhancement produk. Dalam bidang pembiayaan, BSM berkepentingan untuk menciptakan produk berbasis pembiayaan konsumer dalam rangka menurunkan persentase pembiayaan korporasi. Produk-produk berbasis pembiayaan konsumer yang diluncurkan pada tahun 2008 adalah sebagai berikut: 1. Pembiayaan Kepada Pensiunan Penyaluran fasilitas pembiayaan konsumer (termasuk untuk pembiayaan multiguna) kepada para pensiunan, dengan pembayaran angsuran dilakukan melalui pemotongan langsung uang pensiun yang diterima Bank setiap bulan (pensiun bulanan). Pemberian fasilitas pembiayaan kepada para profesional di bidang kedokteran/kesehatan yang memenuhi persyaratan Bank untuk pembelian barang modal baru atau peralatan baru penunjang kerja.

2.

Pembiayaan Peralatan Kedokteran

B.

Produk Berbasis Teknologi Seiring perkembangan zaman yang menuntut kecepatan dan kemudahan dalam bertransaksi, BSM juga secara kontinu mengembangkan produkproduk berbasis teknologi guna memenuhi kebutuhan nasabah. Produk-produk jasa berbasis teknologi yang berhasil dikembangkan sampai dengan tahun 2008 adalah sebagai berikut: 1. BSM Mobile Banking Berbasis GPRS Fasilitas bagi nasabah untuk mengakses rekening yang dimilikinya dan melakukan transaksi, melalui teknologi GPRS (General Package Radio Services) dengan sarana telepon seluler (ponsel). Ini adalah layanan pertama yang ada di Indonesia. Fasilitas yang dapat dimanfaatkan Nasabah untuk melakukan transaksi perbankan yang ditentukan oleh Bank melalui jaringan internet dengan sarana komputer yang dimiliki Nasabah. Fasilitas yang memudahkan Nasabah untuk mengatur/mengelola dana di setiap rekening yang dimiliki Nasabah secara otomatis sesuai keinginan Nasabah. Pengayaan fitur BSM Card dan perluasan jaringan ATM dan EDC yang menerima BSM Card sebagai alat transaksi. BSM Card dapat digunakan untuk tarik tunai, cek saldo, transfer antar bank anggota ATM Prima (termasuk BCA) serta dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang merchant-nya menggunakan EDC BCA.

2.

BSM Net Banking

3. 4.

BSM Pooling Fund Layanan ATM Prima dan Debit BCA

C.

Program Promosi Produk Agar produk-produk BSM, baik pendanaan, pembiayaan maupun jasa, dikenal dengan baik oleh pasar, BSM aktif melakukan program promosi selama tahun 2008, yaitu berupa: 1. Program BSM Goes to Mall Program ini berupa Pembukaan gerai online di 8 Mal strategis Jakarta dan Depok: Mal Ciputra (Jakarta Barat), Plaza Semanggi, ITC Cempaka Mas, Ruko Blok F Pasar Tanah Abang (Jakarta Pusat), Mal Pondok Indah, Mal Ambassador (Jakarta Selatan), Buaran Plaza (Jakarta Timur), dan Margo City (Depok) selama periode bulan September s.d. November 2008. Program ini bertujuan mendekatkan BSM dengan masyarakat dan untuk merekrut nasabah ritel/konsumer. 2. Program BSM GoestoOffice Program ini berupa Pembukaan gerai online di 5 perkantoran di kawasan Jakarta, antara lain di Gedung Menara Jamsostek, Gedung Bursa Efek Jakarta, dan Menara Imperium selama periode bulan Maret s.d. April 2008. Program ini bertujuan mempromosikan BSM kepada masyarakat perkantoran, khususnya untuk memasarkan produk payroll BSM.

78

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

3. Program Special Event Sepanjang tahun 2008 BSM mengadakan 3 program promosi Special Event, di tahun 2008 yakni Special Event Maulid Nabi (Maret 2008), Special Event Hari Anak Nasional (Juli-Agustus 2008), dan Special Event BSM Peduli Kesehatan Ibu (Desember 2008). Kegiatan special event lebih bersifat maintaining and rewarding nasabah existing, dalam bentuk seminar/talk show yang dapat dihadiri nasabah Cabang, medical check up gratis, serta pemberian souvenir dan doorprize untuk merekrut nasabah baru dan top up saldo. 4. Program Customer Gathering Kegiatan Customer Gathering khusus nasabah Priority diadakan pada bulan Juni 2008 di Jakarta dengan melibatkan nasabah cabang Hasanudin dan Meruya. Sedangkan kegiatan Customer Gathering yang mengundang nasabah perorangan dan institusi diadakan di 5 kota besar luar Jabodetabek, yakni di Medan, Palembang, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Makassar. Kegiatan ini bertujuan maintaining and rewarding nasabah existing, dan menambah dana nasabah (hard selling). 5. Iklan Tabungan BSM BSM Aktif berpromosi di media cetak dan televisi selama periode bulan September s.d. November 2008, yakni di koran Kompas, Republika, dan media cetak daerah, serta program Sinetron TV "Para Pencari Tuhan" (SCTV) dan Sukses Syariah (Metro TV). Iklan yang ditayangkan adalah iklan Tabungan BSM dan fitur-fiturnya (BSM Mobile Banding, BSM Card, dan BSM Net Banking). 6. Kontes Tabungan Investa Cendikia (TIC) dan Tabungan Berencana BSM juga mengadakan Kontes TIC dan Tabungan Berencana BSM untuk meningkatkan semangat menjual dari para tenaga pemasar cabang BSM. Kontes tersebut berupa pemberian insentif bagi tim pemasaran cabang BSM yang mampu mencapai penjualan tertinggi produk TIC dan Tabungan Berencana selama periode yang telah ditetapkan. Kontes TIC diadakan pada periode Januari-Februari 2008 dan Juli-September 2008, sedangkan Kontes Tabungan Berencana diadakan pada periode Maret s.d. Mei 2008. 7. Penerbitan Newsletter BSM Priority dan BSM Info BSM menerbitkan secara berkala Newsletter BSM Priority Sebagai upaya maintaining nasabah BSM Priority. Sedangkan Newsletter BSM Info ditujukan bagi nasabah dengan saldo rata-rata di atas Rp15 juta. D. Daftar Produk & Jasa 1. Tabungan BSM adalah tabungan dalam mata uang rupiah dengan akad Mudharabah Mutlaqah yang penarikannya berdasarkan syarat-syarat tertentu yang disepakati. Tabungan Berencana BSM adalah tabungan berjangka yang memberikan nisbah bagi hasil berjenjang serta kepastian bagi penabung maupun ahli waris untuk memperoleh dananya sesuai target pada waktu yang diinginkan, dengan perlindungan asuransi gratis. Tabungan Simpatik BSM adalah tabungan dalam mata uang rupiah berdasarkan prinsip wadiah, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat tertentu yang disepakati. Tabungan Mabrur BSM adalah tabungan yang bertujuan membantu masyarakat untuk merencanakan ibadah haji & umrah. Tabungan BSM Dollar adalah tabungan dalam mata uang Dollar yang penarikan dan setorannya dapat dilakukan setiap saat atau sesuai ketentuan BSM dengan menggunakan slip penarikan. Tabungan BSM Investa Cendekia (TIC) adalah tabungan berjangka yang diperuntukkan bagi masyarakat dalam melakukan perencanaan keuangan, khususnya perencanaan dana pendidikan bagi putra/putri. Deposito BSM adalah produk investasi berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan.

2.

3.

4. 5.

6.

7.

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

79

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

Deposito BSM Valas adalah produk investasi berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan dalam bentuk valuta asing. Giro BSM adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, atau alat perintah bayar lainnya dengan prinsip wadiah yad adh-dhamanah. Giro BSM Valas adalah simpanan dalam mata uang dollar Amerika yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan prinsip wadiah yad ad-dhamanah. Giro BSM Singapore Dollar adalah simpanan dalam mata uang dollar Singapore yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan prinsip wadiah yad adh-dhamanah. Giro BSM Euro adalah simpanan dalam mata uang Euro yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan prinsip wadiah yad adh-dhamanah. Obligasi Bank Syariah Mandiri adalah surat berharga jangka panjang berdasar prinsip syariah yang mewajibkan Emiten (Bank Syariah Mandiri) untuk membayar Pendapatan Bagi Hasil / Kupon dan membayar kembali Dana Obligasi Syariah pada saat jatuh tempo. Tabungan Perusahaan Tabungan yang hanya berfungsi untuk menampung kelebihan dana rekening giro yang dimiliki Institusi/ Perusahaan berbadan hukum dengan menggunakan fasilitas autosave. Pembiayaan Mudharabah BSM Pembiayaan dimana seluruh modal kerja yang dibutuhkan nasabah ditanggung oleh bank. Keuntungan yang diperoleh dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati. Pembiayaan Musyarakah BSM Pembiayaan khusus untuk modal kerja, dimana dana dari bank merupakan bagian dari modal usaha nasabah dan keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati. Pembiayaan Murabahah BSM Pembiayaan berdasarkan akad jual beli antara bank dan nasabah. Bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati. Dapat dipergunakan untuk keperluan usaha (investasi, modal kerja) dan pembiayaan konsumer. Pembiayaan Talangan Haji BSM adalah pinjaman dana talangan dari bank kepada nasabah khusus untuk menutupi kekurangan dana untuk memperoleh kursi/seat haji dan pada saat pelunasan BPIH. Pembiayaan Istishna BSM adalah pembiayaan jangka pendek, menengah, dan panjang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengadaan barang (obyek istishna), dimana masa angsuran melebihi periode pengadaan barang (goods in process financing) dan bank mengakui pendapatan yang menjadi haknya pada periode angsuran, baik pada saat pengadaan berdasarkan prosentase penyerahan barang, maupun setelah barang selesai dikerjakan. Pembiayaan dengan Skema IMBT (Ijarah Muntahiyah Bittamliik) adalah fasilitas pembiayaan dengan skema sewa atas suatu obyek sewa antara Bank dan Nasabah dalam periode yang ditentukan yang diakhiri dengan kepemilikan barang di tangan nasabah. Pembiayaan Mudharabah MuqayyadahoffBalanceSheet adalah penyaluran dana Mudharabah Muqayyadah dimana Bank bertindak sebagai agen (channelling agent), sehingga Bank tidak menanggung risiko. BSM CustomerNetworkFinancing adalah fasilitas pembiayaan modal kerja yang diberikan kepada Nasabah (agen, dealer, dan sebagainya) untuk pembelian persediaan/inventory barang dari Rekanan (ATPM, produsen/distributor, dan sebagainya) yang menjalin kerjasama dengan Bank.

80

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

23. Pembiayaan Resi Gudang BSM adalah pembiayaan transaksi komersial dari suatu komoditas/produk yang diperdagangkan secara luas dengan jaminan utama berupa komoditas/produk yang dibiayai dan berada dalam suatu gudang atau tempat yang terkontrol secara independen. 24. PKPA adalah Pembiayaan kepada Koperasi Karyawan untuk Para Anggotanya (PKPA) adalah penyaluran pembiayaan kepada koperasi karyawan untuk pemenuhan kebutuhan konsumer para anggotanya (kolektif) yang mengajukan pembiayaan kepada koperasi karyawan. 25. Pembiayaan Edukasi BSM adalah Pembiayaan jangka pendek dan menengah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan uang masuk sekolah/perguruan tinggi/lembaga pendidikan lainnya atau uang pendidikan pada saat pendaftaran tahun ajaran/semester baru berikutnya dengan akad ijarah. 26. BSM Implan adalah Pembiayaan konsumer dalam valuta rupiah yang diberikan oleh bank kepada karyawan tetap Perusahaan/anggota Kopkar yang pengajuannya dilakukan secara massal (kolektif). 27. Pembiayaan Dana Berputar adalah Pembiayaan modal kerja dengan prinsip musyarakah yang penarikan dananya dapat dilakukan sewaktuwaktu berdasarkan kebutuhan riil nasabah. 28. Pembiayaan Pemilikan Rumah (Griya BSM) adalah pembiayaan jangka pendek, menengah, atau panjang untuk membiayai pembelian rumah tinggal (konsumer), baik baru maupun bekas, di lingkungan developer maupun non developer, dengan sistem murabahah. 29. Pembiayaan Pemilikan Rumah (Griya BSM Optima) adalah pembiayaan pemilikan rumah dengan tambahan benefit berupa adanya fasilitas pembiayaan tambahan yang dapat diambil nasabah pada waktu tertentu sepanjang coverage atas agunannya masih dapat meng-cover total pembiayaannya dan dengan memperhitungkan kecukupan debt to service ratio Nasabah. 30. Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) Syariah Bersubsidi adalah Pembiayaan untuk pemilikan/pembelian rumah sederhana sehat (RS Sehat/RSH) yang dibangun oleh pengembang dengan dukungan subsidi uang muka dari pemerintah, yang ditujukan kepada golongan berpendapatan tetap (pegawai/karyawan). 31. Pembiayaan Umrah adalah Pembiayaan jangka pendek yang digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan biaya perjalanan umroh, seperti untuk tiket, akomodasi, dan persiapan biaya umroh lainnya dengan akad ijarah. 32. Pembiayaan Griya BSM DP 0% adalah Pembiayaan Griya BSM tanpa dipersyaratkan adanya uang muka bagi nasabah, dimana nilai pembiayaan adalah sebesar 100% dari harga taksasi rumah. 33. Pembiayaan dengan Agunan Investasi Terikat Syariah Mandiri adalah Pembiayaan dengan agunan berupa dana investasi (cash collateral) dimana pemilik dana (investor) memberikan batasan kepada Bank mengenai tempat, cara dan objek investasinya. 34. Pembiayaan Kepada Pensiunan adalah Penyaluran fasilitas pembiayaan konsumer (termasuk untuk pembiayaan multiguna) kepada para pensiunan, dengan pembayaran angsuran dilakukan melalui pemotongan langsung uang pensiun yang diterima Bank setiap bulan (pensiun bulanan). 35. Pembiayaan Peralatan Kedokteran adalah Pemberian fasilitas pembiayaan kepada para profesional di bidang kedokteran/kesehatan yang memenuhi persyaratan Bank untuk pembelian barang modal baru atau peralatan baru penunjang kerja. 36. BSM Card adalah sarana untuk melakukan transaksi penarikan, pembayaran, dan pemindahbukuan dana pada ATMBSM, ATMMandiri, ATMBersama, maupun ATMBank Card. Selain itu juga berfungsi kartu debit yang dapat digunakan untuk transaksi belanja di merchant-merchant yang tersedia EDC BCA dan EDC Mandiri yang berlogokan

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

81

"Gunakan BSMCard Anda disini". 37. Sentra Bayar BSM adalah layanan bank dalam menerima pembayaran tagihan pelanggan pada pihak ketiga (PLN,Telkom, Indosat, Telkomsel). Layanan sentra bayar dapat dilakukan dengan setoran uang kas atau debet rekening melalui teller, ATM, SMS Banking, atau proses autodebet secara bulanan. 38. BSM Mobile Banking adalah layanan perbankan yang berbasis teknologi SMS telepon selular (ponsel) yang memberikan kemudahan kepada nasabah untuk melakukan berbagai transaksi perbankan di mana saja, kapan saja, semudah mengirim SMS. 39. BSM NetBanking adalah layanan bagi nasabah untuk melakukan transaksi perbankan (ditentukan bank) melalui jaringan internet dengan sarana komputer. 40. BSM Mobile Banking GPRS adalah layanan perbankan yang berbasis teknologi GPRS telepon selular (ponsel) yang memberikan kemudahan kepada nasabah untuk melakukan berbagai transaksi perbankan di mana saja, kapan saja. 41. PPBA (Pembayaran melalui menu PemindahBukuan di ATM) adalah layanan pembayaran institusi (lembaga pendidikan, asuransi, lembaga khusus, lembaga keuangan non bank) melalui menu pemindahbukuan di ATM. 42. BSM Pooling Fund (Cash Management) adalah fasilitas yang disediakan oleh Bank yang memudahkan nasabah untuk mengatur atau mengelola dana di setiap rekening yang dimiliki nasabah secara otomatis sesuai keinginan nasabah. 43. Pertukaran Valas BSM adalah layanan pertukaran mata uang rupiah dengan mata uang asing atau mata uang asing dengan mata uang asing lainnya yang dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri dengan nasabah. 44. Bank Garansi BS adalah janji tertulis yang diberikan oleh bank kepada pihak ketiga, dimana bank menyatakan sanggup memenuhi kewajiban-kewajiban kepada pihak ketiga dimaksud apabila pada suatu waktu tertentu yang telah ditetapkan pihak yang dijamin (nasabah) tidak memenuhi kewajibannya. 45. BSM Electronic Payroll adalah pembayaran gaji karyawan institusi melalui teknologi terkini BSM secara mudah, aman dan fleksibel. 46. SKBDN BSM adalah janji tertulis berdasarkan permintaan tertulis nasabah (applicant) yang mengikat Bank Syariah Mandir sebagai bank pembuka untuk membayar kepada penerima atau order-nya atau menerima dan membayar wesel pada saat jatuh tempo yang ditarik penerima, atau memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima, atau untuk menegosiasikan wesel-wesel yang ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen (untuk saat ini khusus BSM dengan BSM) 47. BSM Letter of Credit adalah janji tertulis berdasarkan permintaan tertulis nasabah (applicant) yang mengikat BSM sebagai bank pembuka untuk membayar kepada penerima atau order-nya atau menerima dan membayar wesel pada saat jatuh tempo yang ditarik penerima, atau memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukanpembayaran kepada penerima, atau untuk menegosiasikan wesel-wesel yang ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen. 48. BSM SUHC (Saudi Umrah & Haj Card) adalah kartu prabayar dalam mata uang Saudi Arabiyan Riyal. 49. Transfer BSM Western Union adalah jasa pengiriman uang/penerimaan kiriman uang secara cepat (real time on line) yang dilakukan lintas negara atau dalam satu negara (domestik). 50. Kliring BSM adalah penagihan warkat bank lain di mana lokasi bank tertariknya berada dalam satu wilayah kliring. 51. Inkaso BSM adalah penagihan warkat bank lain di mana bank tertariknya berbeda wilayah kliring atau berada di luar negeri,

82

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

52

53.

54. 55. 56.

57.

58.

59. 60.

61.

62.

63.

64.

hasilnya penagihan akan dikredit ke rekening nasabah. BSM Intercity Clearing adalah jasa penagihan warkat (cek/bilyet giro valuta rupiah) bank di luar wilayah kliring dengan cepat sehingga nasabah dapat menerima dana hasil tagihan cek atau bilyet giro tersebut pada keesokan harinya. BSM RTGS (Real Time Gross Settlement) adalah jasa transfer uang valuta rupiah antar bank baik dalam satu kota maupun dalam kota yang berbeda secara real time. Transfer Dalam Kota (LLG) adalah jasa pemindahan dana antar bank dalam satu wilayah kliring lokal. Transfer Valas BSM Transfer valas terdiri dari: ·TransferkeluaryaitupengirimanvalasdarinasabahBSMkenasabahbanklainbaikdalammaupunluar negeri. ·TransfermasukyaitupengirimanvalasdarinasabahbaiklainbaikdalammaupunluarnegerikenasabahBSM. Transfer DUIT adalah jasa pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia, Saat ini BSM bekerjasama dengan Merchantrade Asia (MTA) Malaysia. Pajak Online BSM adalah layanan kepada wajib pajak untuk membayar kewajiban pajak (bukan dalam rangka pembayaran pajak import) secara otomatis dengan mendebet rekening atau secara tunai. Pajak Impor BSM adalah Layanan kepada importir untuk membayar pajak barang dalam rangka impor secara on-line sebagai syarat untuk mengeluarkan barangnya dari gudang kantor bea dan cukai. Referensi Bank BSM adalah surat Keterangan yang diterbitkan oleh BSM atas dasar permintaan dari nasabah untuk tujuan tertentu. BSM StandingOrder adalah fasilitas kemudahan yang diberikan Bank Syariah Mandiri kepada nasabah yang dalam transaksi financialnya harus memindahkan dari suatu rekening ke rekening lainnya secara berulang-ulang. Dalam pelaksanaannya nasabah memberikan instruksi ke bank hanya satu kali saja. BSM Autosave adalah layanan pemindahbukuan otomatis antar rekening giro dan rekening tabungan dengan memelihara saldo tertentu. Reksadana Mandiri Investa Syariah Berimbang adalah reksadana campuran (Mix Fund/Balanced Fund) berbasis instrumen pasar uang, pasar obligasi dan pasar saham dengan ketentuan investasi sesuai Syariah. Dikelola, diadministrasikan, disimpan dan didistribusikan (dijual) oleh sinergi 3 (tiga) kekuatan besar, yaitu: PT Mandiri Manajemen Investasi (sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar di Indonesia), Deutsche Bank (sebagai bank kustodi reksadana terbesar di Indonesia yang sudah berperan aktif sebagai kustodi reksa dana konvensional maupun Syariah) dan BSM (sebagai agen penjual). Reksadana Mandiri Investa Atraktif Syariah (MITRA Syariah) adalah reksadana syariah yang dikeluarkan oleh PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI). Merupakan jenis reksadana saham (equity fund), yaitu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor) untuk selanjutnya diinvestasikan oleh manajer investasi minimal 80% dalam portofolio Efek Saham Syariah. Bancassurance BSM adalah kerjasama antara bank dan perusahaan asuransi dalam memasarkan produk Bank dan Asuransi atau produk asuransi pada kantor layanan bank. Untuk saat ini, produk bancassurance BSM terdiri dari 2 produk, yakni: a. Syariah Medika Plus Produk asuransi jiwa yang memberikan manfaat berupa santunan rawat inap dan santunan tunai

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

83

kepada nasabah BSM. b. Syariah Investa Link Produk investasi berbasis syariah yang dilengkapi dengan perlindungan asuransi dengan manfaat hingga 800% dari premi tahunan. 66. Layanan Penerimaan Pembayaran Premi Asuransi Takaful adalah layanan yang memberi kemudahan bagi polis Asuransi Takaful untuk melakukan pembayaran preminya di setiap delivery channel yang dimiliki BSM. 67. BSM Sistem PembayaranOffLine adalah sistem pembayaran BSM secara off line yang dapat digunakan oleh institusi yang memiliki pelanggan yang banyak untuk melakukan pembayaran dari pelanggan institusi di seluruh konter BSM.

84

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

Daftar jaringan

KC: Kantor Cabang, KCP: Kantor Cabang Pembantu, UPS: Unit Pelayanan Syariah, KK: Kantor Kas, KLS: Konter Layanan Syariah, PP: Payment Point

KANTOR NANGROE ACEH DARUSSALAM KC ACEH UPS MEULABOH KK ACEH DARUSSALAM KK JANTHO PP ACEH UNMUHA KC SIMEULUE KC LANGSA KK PASAR LANGSA PP LANGSA MADRASAH ULUMUL QURAN SUMATERA BARAT KC PADANG KK PADANG ULAK KARANG KK PADANG BANDAR BUAT PP PADANG UNIV. ANDALAS KC BUKITTINGGI KCP PAYAKUMBUH SUMATERA SELATAN KC PALEMBANG KCP PALEMBANG PASAR 16 ILIR KCP PALEMBANG PRABUMULIH KCP PALEMBANG SIMPANG PATAL UPS PALEMBANG BATURAJA UPS PALEMBANG LUBUK LINGGAU KK PALEMBANG RADIAL KK PALEMBANG KM 5 KLS PALEMBANG RIVAI PP PALEMBANG RADIAL SUMATERA UTARA KC MEDAN KCP MEDAN KAMPUNG BARU KCP MEDAN TEBING TINGGI KCP MEDAN AKSARA KK MEDAN SETIA BUDI KK MEDAN KRAKATAU KK MEDAN BELAWAN Jl. Jenderal Achmad Yani No. 100, Medan, Sumatera Utara. Jl. Brigjen Katamso No. 717 B, Medan, Sumatera Utara. Jl. A Yani No. 141 Kodya Tebing Tinggi, Medan, Sumatera Utara. Jl. Letda Sujono No. 110, Medan, Sumatera Utara. Kompl. Perumahan Nice Commercial Blok B No. 4 Jl. Setia Budi, Medan, Sumatera Utara. Jl. Krakatau No. 136 Pulau Brayan, Medan, Sumatera Utara. Jl. Sumatera No. 44 Belawan, Medan, Sumatera Utara. (061) 6691005 (061) 6945820 (061) 6616121 (061) 6941744 (061) 4151466, 4153866 (061) 7869518 (0621) 328125, 328126 (061) 7325939, 7325957 (061) 8220384 (061) 4511867 (061) 7869739 (0621) 328127 (061) 7332936 (061) 8221267 Jl. Jend. Sudirman No. 80 Palembang, Sumatera Selatan. Pasar 16 Ilir Jl. Masjid Lama No. 30, Palembang, Sumatera Selatan. Jl. Sudirman No. 363 Prabumulih, Sumatera Selatan Jl. R. Sukamto No. 92A , Palembang, Sumatera Selatan. Jl. Pahlawan Kemarung Baturaja Timur Kab. Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Jl. Yos Sudarso No. 97, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Jl. Brigjend. H.M. Dhanie Effendi (Radial) No.1429 C, Palembang, Sumatera Selatan. Jl. H. Kol Burlian No. 7 C, Km. 5 Palembang, Sumatera Selatan. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Kapt. A. Rivai No. 1008, Palembang, Sumatera Selatan. Jl. Brigjend. H.M. Dhanie Effendi (Radial) No.1429 C, Palembang, Sumatera Selatan. (0711) 350160, 350245 (0711) 351444 (0711) 417045, 417478 (0711) 320555 (0711) 417068 (0711) 356567 (0733) 322224 (0711) 350160, 350245 (0733) 325668 (0711) 351444 (0711) 367868, 366733 (0711) 377244, 377322 (0713) 322888 (0711) 360789, 370901 (0735) 321755, 321075 (0711) 354184 (0711) 353594 (0713) 322565 (0711) 361311 (0735) 324555 Jl. Imam Bonjol No. 17, Padang, Sumatera Barat. Jl. S. Parman no. 151 B, Padang, Sumatera Barat. Jl. Bandar Buat No. 11, Padang, Sumatera Barat. Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Andalas Jl. Limau Manis, Padang, Sumatera Barat. Jl. Jenderal Sudirman No. 73, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Jl. Ade Irma Suryani No. 3 D-E, Payakumbuh, Sumatera Barat. (0752) 627633, 627635 (0752) 796640, 796641 (0752) 627637 (0752) 93167 (0751) 21113, 20765 (0751) 444908 (0751) 71600, 71900 (0751) 778600 (0751) 24768 (0751) 444218 (0751) 72500 (0751) 778601 Jl. Diponegoro No. 6, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Jl. Nasional No. 59 Meulaboh, Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam. Jl. Inong Balee No. 3 Darussalam, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Jl. T. Bachtiar P. Polem, SH. No. 3, Jantho, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam. Gedung Univ. Muhammadiyah Aceh, Jl. Muhammadiyah No. 91, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Pertokoan Suak Tungkul Kavling 1 No. 5/6 Jl. Tgk. Diujung Sinabang, Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam. Jl. Ahmad Yani No. 28-29, Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam. Jl. Teuku Umar No. 61, Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam. Madrasah Ulumul Quran Jl. Banda Aceh-Medan Km. 447, Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam. (0641) 426135, 21357 (0641) 22035, 23804 (0641) 7014766 (0641) 426051 (0641) 23913 (0650) 21557 (0650) 21570 (0651) 28303 (0651) 28303 (0651) 92684, 92689 (0651) 92683 (0651) 22010 (0655) 7551109, 7551558 (0651) 7551743, 7551744 (0651) 33945 (0655) 7551184 (0651) 7551745 ALAMAT TELEPON FAKSIMILI

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

85

KANTOR KK MEDAN POLONIA KK MEDAN PETISAH KLS MEDAN PULO BRAYAN KLS MEDAN TEBING TINGGI PP MEDAN UMSU PP MEDAN UISU KC RANTAU PRAPAT KK RANTAU PRAPAT KOTA PINANG KLS RANTAU PRAPAT AHMAD YANI KC PADANG SIDEMPUAN UPS PANYABUNGAN KLS PADANG SIDEMPUAN SUDIRMAN KC STABAT KCP BINJAI KLS PANGKALAN BRANDAN

ALAMAT Bandara Udara Internasional Terminal Kedatangan Jl. Imam Bonjol, Medan, Sumatera Utara. Jl. Rotan No. 7, Medan, Sumatera Utara. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Yos Sudarso Blok A No. 1A, Pulo Brayan Medan, Sumatera Utara. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Dr. Sutomo No. 17, Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Kampus III UMSU Jl. Kapten Mukhtar Basri No. 3, Medan, Sumatera Utara. Kampus Universitas Islam Sumatera Utara Jl. Sisingamaraja - Teladan, Medan, Sumatera Utara. Jl. Imam Bonjol No. 22, Rantau Prapat, Sumatera Utara. Jl. Jenderal Sudirman No. 26 B, Kota Pinang, Rantau Prapat, Sumatera Utara. Kantor Cabang Bank Mandiri Hub Rantau Prapat A. Yani, Jl. Jend. Ahmad Yani No.2 Rantau Prapat, Sumatera Utara. Jl. Merdeka No. 81-81A, Padangsidempuan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Jl. Willem Iskandar No. 115 B Panyabungan, Madina, Sumatera Utara. Kantor Cabang Bank Mandiri Hub Padang Sidempuan, Jl. Sudirman No. 30-32 Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Jl. K. H. Zainul Arifin No. 17 Stabat, Sumatera Utara. Jl. Sutomo No. 33 Binjai, Sumatera Utara. Kantor Cabang Bank Mandiri Hub Pangkalan Brandan, Komplek Pertamina Sumbagut Pangkalan Brandan, Jl. Wahidin No. 1, Pangkalan Brandan, Sumatera Utara.

TELEPON (061) 4567127 (061) 4521002 (061) 6632944 (0621) 24440 (061) 6623323 (061) 7883683 (0624) 24880, 24205, 25278 (0624) 496922,496918 (0624) 22573 (0634) 28200 (0636) 20232, 321500 (0634) 28300 (061) 8912631, 8912632 (061) 8823770 (0620) 21925

FAKSIMILI (061) 4567127 (061) 4145787 (061) 6632861 (0621) 24440 (061) 7883683 (0624) 25278 (0624) 496919 (0624) 22723 (0634) 28103 (0636) 321617 (0634) 24300 (061) 8912630 (061) 8826544 (0620) 21844

KC PEMATANG SIANTAR KCP PERDAGANGAN KCP KISARAN UPS TANJUNG BALAI PP PEMATANG SIANTAR BRIDGESTONE

Jl. Jenderal Sudirman Blok A No. 5-6, Pematangsiantar, Sumatera Utara. Jl. Sisingamaraja, Perdagangan Kab. Simalungun, Sumatera Utara. Jl. Imam Bonjol No. 195 Kisaran, Medan, Sumatera Utara. Jl. HOS Cokroaminoto No.35 DE, Tanjung Balai, Sumatera Utara. Komplek PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate, Dolok Merangir, Pos Serbalawan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

(0622) 435858, 435857 (0622) 697777 (0623) 348500, 348501 (0623) 597373 (0622) 64118

(0622) 435848 (0622) 697177 (0623) 348502 (0623) 596933 (0622) 64227

JAMBI KC JAMBI KK JAMBI SIPIN KLS JAMBI SIPIN PP. IAIN STS RIAU KC PEKANBARU KCP PEKANBARU HARAPAN RAYA KCP PEKANBARU PANAM KCP PEKANBARU PANGKALAN KERINCI KLS PEKANBARU AHMAD YANI PP PEKANBARU PENGADILAN AGAMA PP PEKANBARU PMC Jl. Jend. Sudirman No. 169, Pekanbaru, Riau. Jl. Imam Munandar No. 155, Pekanbaru, Riau. Jl. Metropolitan Blok B No. 1, Bangkinang, Pekanbaru, Riau. Jl. Lintas Timur No. 115, Pangkalan Kerinci, Pekanbaru, Riau. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Jend. Ahmad Yani No. 85, Pekanbaru, Riau. Jl. Rawa Indah No. 1, Arifin Ahmad, Pekanbaru, Riau. Pekanbaru Medical Center, (0761) 7063358 (0761) 34325 (0761) 7063358 (0761) 34325 (0761) 849191, 8499192 (0761) 862222 (0761) 62263, 62385, 62413 (0761) 493333 (0761) 7051266 (0761) 849190 (0761) 849799 (0761) 62270 (0761) 493337 (0761) 839544 Jl. Dr. Sutomo No. 11, Jambi. Jl. Kapt. Bakaruddin No. 72, Jambi. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Kol. Abujani No.54, Jambi. Komplek IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jl. Arif Rahman Hakim, Telanaipura, Jambi. (0741) 27788, 27730 (0741) 669910, 670220 (0741) 66522 (0741) 668069 (0741) 27733 (0741) 667533 (0741) 668220 (0741) 668069

86

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

KANTOR

ALAMAT Jl. Lembaga Pemasyarakatan No.25, Pekanbaru, Riau.

TELEPON

FAKSIMILI

KC DUMAI UPS DURI KLS DUMAI SYARIEF KASIM PP DUMAI CPI PP DUMAI PERTAMINA UP II BENGKULU KC BENGKULU UPS CURUP KLS BENGKULU S. PARMAN KEPULAUAN RIAU KC BATAM KCP TANJUNG PINANG KK BATAMINDO KLS BATAM RAJA ALI HAJI LAMPUNG KC BANDARLAMPUNG KCP BANDARLAMPUNG BANDAR JAYA UPS BANDARLAMPUNG METRO KK BANDARLAMPUNG PRINGSEWU KK BANDARLAMPUNG KEDATON KLS BANDARLAMPUNG TELUK BETUNG MALAHAYATI PP BANDARLAMPUNG GREAT GIANT PINEAPLE COMPANY PP BANDARLAMPUNG GUNUNG MADU BANTEN KC TANGERANG KCP TANGERANG CILEDUG KK TANGERANG B S D KLS TANGERANG RS. GLOBAL MEDIKA KC CILEGON KCP SERANG UPS LEBAK BANTEN KK PANDEGLANG KLS SERANG DIPONEGORO PP PT. KBS DKI JAKARTA KC JAKARTA HASANUDIN KK JAKARTA AL AZHAR KEBAYORAN KK JAKARTA FATMAWATI KLS JAKARTA SUMMITMAS

Jl. Jenderal Sudirman No. 162 Dumai, Riau. Jl. Hang Tuah Duri Kab. Bengkalis, Riau. KC. Bank Mandiri Jl. Sultan Syarif Kasim No. 99, Dumai, Riau. Area Camp PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI), Riau. Kompl. Perumahan Pertamina UP II, Jl. Cilacap, Bukit Datuk, Riau. Jl. Semangka No. 49 Lingkar Timur, Bengkulu. Jl. Merdeka No. 289, Curup, Kab. Rejang Lebong, Bengkulu. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Letjen. S.Parman No.183, Bengkulu. Gedung Graha Sulaiman Blok A 8-9 Jl. Sultan Abd Rahman No. 1, Lubuk Baja, Batam, Kep. Riau. Jl. Diponegoro No. 1 C Tanjung Pinang, Kep. Riau Shophouse Blok D 01-18 Kawasan Industri Batamindo, Batam, Kep. Riau. Kantor Cabang Bank Mandiri, Jl. Raja Ali Haji No.39, Batam, Kep. Riau. Jl. R.A Kartini No. 99C - 99D, Bandarlampung. Jl. Proklamasi Raya No. 12 A-C Bandarjaya, Bandarlampung. Jl. Ryacudu A. 8 Metro, Lampung Tengah, Bandarlampung. Jl. Ahmad yani No. 130, Pringsewu Kab. Tanggamus, Bandarlampung. Jl. Teuku Umar No. 34 B, Kedaton, Bandarlampung. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Laksamana Malahayati No.3 Teluk Betung, Bandarlampung. Kompleks PT. Great Giant Pineaple, Jl. Raya Arah Menggala KM 77, Lampung Tengah, Bandarlampung. Kompl. Gunung Madu Plantations Km 90 Gunung Batin, Lampung Tengah, Bandarlampung. Jl. Merdeka No. 308 Cimone, Tangerang, Banten. Jl. HOS Cokroaminoto No. 69 Ciledug, Tangerang, Banten. Ruko BSD Sektor IV Blok RF 33 BSD, Tangerang, Banten. RS. Global Medika Jl. MH. Thamrin No. 3 Tangerang, Banten. Jl. Sultan Ageng Tirtayasa No. 115 A, Cilegon, Banten. Jl. A. Yani No. 152 - A Serang, Banten. Jl. Alun-Alun Barat No. 1 Lebak, Banten. Jl. A. Yani No. 41 E Pandeglang, Banten. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Diponegoro No. 8, Cilegon, Serang, Banten. Gedung Utama PT. Krakatau Bandar Samudera, Jl. S.Parman Km. 13 Cigading, Cilegon, Banten. Jl. S. Hasanudin No. 57 Jakarta Selatan. Komplek Masjid Agung Al Azhar, Jl. Sisingamaraja Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jl. RS Fatmawati No. 27 B , Jakarta Selatan. Kantor Cabang Bank Mandiri Gedung Summitmas,

(0765) 33555 (0765) 598990 (0765) 33150 (0765) 826303 (0765) 7011589 (0736) 342007, 346498 (0732) 325480, 23848 (0736) 24313 (0778) 43133, 432724 (0771) 313788 (0770) 612044 (0778) 425925 (0721) 264088, 264188 (0725) 529825, 529826 (0725) 7851606 (0729) 22233 (0271) 789600 (0721) 482646 (0725) 7573001 (0725) 561700

(0765) 32379 (0765) 598993 (0765) 31150 (0765) 999038 (0736) 346707 (0732) 325447 (0736) 24313 (0778) 432727 (0771) 313995 (0770) 612303 (0778) 430240 (0721) 263588 (0725) 529831 (0725) 7851605 (0729) 23574 (0271) 783207 (0721) 482668 (0725) 7573001 (0725) 561800

(021) 5580754, 5580711 (021) 73458148, 73458149 (021) 53152888 (021) 55781523 (0254) 399444, 375648 (0254) 222984, 217776 (0252) 5285411, 5285412 (0253) 206035 (0254) 202567 (0254) 8317043

(021) 5580807 (021) 73458150 (021) 53152460 (021) 55781523 (0254) 375645 (0254) 222985 (0252) 5285413 (0253) 206034 (0254) 200678 (0254) 8317042

(021) 2701515, 2701505 (021) 72790244 (021) 75903336 (021) 2521728

(021) 7220362 (021) 72790381 (021) 75903362 (021) 2522281

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

87

KANTOR

ALAMAT Jl. Jendral Sudirman Kav. 61-62, Jakarta Selatan.

TELEPON

FAKSIMILI

KC JAKARTA MAYESTIK KCP JAKARTA CIPULIR KCP JAKARTA PALMERAH KK JAKARTA RS. DHARMAIS KK JAKARTA BENDUNGAN HILIR KLS JAKARTA S. PARMAN KLS JAKARTA GD. PUSAT KEHUTANAN KC JAKARTA WARUNG BUNCIT KCP JAKARTA CIBUBUR KK JAKARTA CILILITAN KK JAKARTA PLAZA MANDIRI KK JAKARTA PASAR MINGGU KLS JAKARTA PASAR REBO KC JAKARTA PONDOK INDAH KCP TANGERANG CIPUTAT KCP TANGERANG BINTARO KCP CINERE PB JAKARTA PONDOK INDAH KK TANGERANG PAMULANG KK JAKARTA CILANDAK KLS JAKARTA PONDOK INDAH MALL 2 PP JAKARTA HARAPAN IBU KC JAKARTA THAMRIN KCP JAKARTA KRAMAT KK JAKARTA INDOSAT KK JAKARTA CEMPAKA PUTIH KK JAKARTA DEPAG KK JAKARTA PASAR BARU KLS JAKARTA IMAM BONJOL KLS JAKARTA FAKHRUDIN PP. JAKARTA BANK INDONESIA KC JAKARTA TANJUNG PRIOK KCP JAKARTA MANGGA DUA KK JAKARTA PELABUHAN TJ. PRIOK KK JAKARTA KRAMAT JAYA KK JAKARTA SUNTER KLS JAKARTA KOTA

Jl. Kyai Maja No. 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jl. Ciledug Raya Cipulir No. 123E, Jakarta Selatan. Jl. Palmerah Barat No. 32 B, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Gedung RSK Dharmais Jl. Letjen S Parman Kav. 84-86, Slipi, Jakarta Barat. Jl. Bendungan Hilir Raya No. 37, Jakarta Pusat. Kantor Cabang Bank Mandiri Wisma Barito Pacific Jl. S. Parman Kav. 62-63 Slipi, Jakarta Barat. Kantor Cabang Bank Mandiri Wisma Manggala Wanabhakti, Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Gedung Fortune Lt. Dasar Jl. Mampang Prapatan No. 96, Jakarta Selatan. Ruko Citra Grand Blok R-2 No.8-9, Jl. Raya Alternatif, Cibubur, Jakarta Timur. Jl. Raya Bogor No. 1 Kramat Jati, Jakarta Timur. Plaza Mandiri - L 1 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 36-38, Jakarta Selatan. Jl. Raya Pasar Minggu Ujung No. 26 D, Jakarta Selatan. Kantor Cabang Bank Mandiri Plaza PP Jl. Letjen TB Simatupang No.57, Jakarta Timur. Komp. Ruko Pondok Indah Kav. II No.11, Blok UA Jl.Taman Duta I Sektor II Jakarta Selatan. Jl. Ir. H. Juanda No. 111, Ciputat, Tangerang. Bintaro Trade Center, Jl. Sudirman Blok A1 No. 8, Bintaro, Tangerang. Jl. Cinere Raya Blok A No. 38 Limo, Depok. Jl. Metro Duta Raya Plaza 2 Blok B IV No. 33 Pondok Indah, Jakarta Selatan. Jl. Siliwangi Blok SN 21/9 Pamulang, Tangerang. Jl. Cilandak KKO No. 5E, Cilandak, Ragunan, Jakarta Selatan. Kantor Cabang Bank Mandiri Pondok Indah Mall 2 G/33C Jl. Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan. Yayasan Harapan Ibu, Jl. H. Banan No. 1, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Jl. M. H. Thamrin No. 5, Jakarta Pusat. Jl. Kramat Raya No. 23 C, Jakarta Pusat. Gedung Indosat Jl. Medan Merdeka Barat No. 21, Jakarta Pusat. Komplek Perkantoran Cempaka Putih Permai Blok A No. 24, Jl. Letjend.R. Soeprapto Kav.10, Jakarta Pusat. Gedung Depag, Jl. Lapangan Banteng No.3-4, Jakarta Pusat. Jl. Pintu Air No. 7 Blok A1, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Imam Bonjol No.6,1 Jakarta Pusat. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Fakhrudin No.15 Tanah Abang, Jakarta Pusat. Komplek Bank Indonesia, Gedung Kebon Sirih Lantai 3, Jakarta Pusat. Jl. Enggano No. 42B - 42 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jl. Mangga Dua Raya Blok E 4 Kav No. 3, Jakarta Utara. Jl. Padamarang Pos III Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jl. Kramat Jaya No. 42 B Cilincing, Jakarta Utara. Jl. Danau Sunter G3/17, Sunter, Jakarta Utara. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Lapangan Stasiun No.2, Jakarta Barat.

(021) 7202451, 7202728, (021) 7244664, 72786414 (021) 5356423, 5356601 (021) 56943409, 56943407 (021) 5725779, 5703644 (021) 53660560 (021) 5731933 (021) 7989007, 7989009 (021) 84300107, 84300108 (021) 80878616, 70982824 (021) 5263466, 5263688 (021) 78833626, 7892545 (021) 87780053 (021) 7662029, 7662030 (021) 742567 (021) 7450120, 7453301 (021) 7548031 (021) 75920025 (021) 74701759 (021) 7829780 (021) 75920600 (021) 7511148 (021) 2300509, 39839000 (021) 3900349, 3900350 (021) 3519140, 3869969 (021) 4229015, 4263402 (021) 3441235 (021) 3442371 (021) 3902394 (021) 3910788 (021) 43906060,43906055 (021) 6128715, 6128716 (021) 43907746, 43907732 (021) 4410348 (021) 6400584, 65837827 (021) 2600500 ext. 342/ 314

(021) 7220822 (021) 72786360 (021) 5356757 (021) 56943408 (021) 57900825 (021) 53660560 (021) 5731933 (021) 7989006 (021) 84300108 (021) 80878617 (021) 5263566 (021) 7806973 (021) 87790475 (021) 7662028 (021) 7423018 (021) 7450116 (021) 7548032 (021) 75920024 (021) 7498348 (021) 78832136 (021) 75920600 (021) 7511148 (021) 39832939 (021) 3244660 (021) 3519141 (021) 4202258 (021) 2441231 (021) 3442370 (021) 3902394 (021) 3910788 (021) 43906058, (021) 6128615 (021) 43907733 (021) 4410348 (021) 65837826 (021) 2600513

88

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

KANTOR KC JAKARTA SAHARJO KCP JAKARTA JATINEGARA KCP JAKARTA RASUNA SAID KLS JAKARTA JATINEGARA TIMUR KC JAKARTA RAWAMANGUN KCP JAKARTA CAKUNG KK JAKARTA PONDOK BAMBU KK JAKARTA KLENDER PP JAKARTA PERGURUAN MUHAMMADIYAH TEBET KC JAKARTA MERUYA KK JAKARTA KEDOYA KK JAKARTA TANJUNG DUREN KK JAKARTA TRISAKTI KLS JAKARTA DAAN MOGOT PP. JAKARTA PURI KC JAKARTA KELAPA GADING JAWA BARAT KC BEKASI KCP BEKASI KALIMALANG KCP BEKASI CIKARANG KCP BEKASI PONDOK GEDE UPS KARAWANG UPS CIKAMPEK KK BEKASI TIMUR KLS JAKARTA PONDOK KELAPA KC BANDUNG KCP CIMAHI KCP CIANJUR KCP SUKABUMI KCP GARUT KK BANDUNG JAPATI KK CIPANAS KK BANDUNG BUAH BATU KK BANDUNG RANCAEKEK KLS BANDUNG BRAGA KLS BANDUNG SOEKARNO HATTA KLS BANDUNG ASIA AFRIKA

ALAMAT Jl. Dr. Saharjo No. 204A, Jakarta Selatan. Perkantoran Mitra Matraman Blok A1 No. 9, Jl. Matraman Raya No. 148, Jakarta Timur. Ario Bimo Central Building Jl. H.R. Rasuna Said X-2 Kavling 5 Jakarta Selatan. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Jatinegara Timur No. 58, Jakarta Timur. Jl. Paus No. 86 Rawamangun, Jakarta Timur. Kompl. Pusat Perdagangan Ujung Menteng Blok B No. 15 (INKOPAU) Cakung, Jakarta Timur. Jl. Pahlawan Revolusi No. 17C, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Jl Teratai Putih Raya Blok 19 No. 4D Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur. Jl. Tebet Timur Raya No. 565 Tebet, Jakarta Selatan. Jl. Meruya Ilir No. 36A, Srengseng, Jakarta Barat. Rukan Golden Green No. 9, Jl. Panjang Kedoya Utara, Jakarta Barat. Jl. Tanjung Duren Raya No. 129 C, Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat. Universitas Trisakti Kampus A Gedung i, Jl. Kyai Tapa No.1,Jakarta Barat. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat. RS. Puri Mandiri Kedoya, Jl. Raya Kedoya No. 2, Jakarta Barat. Jl. Boulevard Raya No.1-I dan 1-J, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Komplek Pertokoan Kalimalang Comm Center, Jl. A Yani A5 No. 6-7, Bekasi, Jawa Barat. Plaza Duta Permai Blok B II No. 23, Jl. Raya Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat. Ruko Sentra Cikarang Jl. Cikarang Cibarusan BI. B No. 2, Cikarang, Bekasi , Jawa Barat. Jl. Jatiwaringin Raya No. 96, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Jl. Tuparev Blok No. 8, Karawang, Jawa Barat. Jl. A Yani No. 5, Cikampek Kota, Karawang, Jawa Barat. Ruko Kalimas Blok C-5, Jl. Chairil Anwar, Bekasi, Jawa Barat. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Tarum Barat Km. 4,5, Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat. Jl. Ir. H. Juanda No. 74, Bandung, Jawa Barat. Jl. Raya Cibabat No. 98, Cimahi, Jawa Barat. Jl. Siliwangi No. 6 Pamoyanan, Cianjur, Jawa Barat. Pertokoan A. Yani, Jl. Jenderal A Yani T 04/293 M, Sukabumi, Jawa Barat. Jl. Cikuray No. 6 Kota Garut, Jawa Barat. Gd. Kantor Pusat PT. Telkom Indonesia, Jl. Japati No. 1 Bandung, Jawa Barat. Jl. Raya Cipanas No. 8 KM 81 Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Jl. Buah Batu Raya No. 151, Bandung, Jawa Barat. Jl. Rancaekek Raya No. 57, Rancaekek, Bandung, Jawa Barat. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Braga No. 133, Bandung, Jawa Barat. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Soekarno-Hatta No. 486, Bandung, Jawa Barat. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Asia Afrika No. 118-120, Bandung, Jawa Barat.

TELEPON (021) 8308768, 8292824 (021) 85904866 (021) 5225961, 5225963 (021) 2800033 ext 104/105 (021) 4711987 (021) 46802224, 46802225 (021) 70332098, 86613848 (021) 86608551, 86608567 (021) 83704332 (021) 58900468, 58900470 (021) 58302309 (021) 5632891 (021) 56943139, 56943094 (021) 56952867 (021) 58303052 (021) 45874646 (021) 8853990, 8856368 (021) 8842886 (021) 89902076, 89902077 (021) 84970252 (0267) 418451, 418452 (0264) 8385152 8385154 (021) 88353689 (021) 86900456 (022) 2515075, 2515076 (022) 6632228 (0263) 284648 (0266) 243888 (0262) 243689, 243692 (022) 7278394 (0263) 520299 (022) 7322173 (022) 7790022, 7790024 (022) 4224907 (022) 7538771 (022) 4267224

FAKSIMILI (021) 8308769 (021) 85905634 (021) 5225954 (021) 2300637 (021) 4711963 (021) 46802228 (021) 8611927 (021) 8627154 (021) 83704332 (021) 58900471 (021) 56943609 (021) 56964233 (021) 56943140 (021) 56952907 (021) 58303052 (021) 45874747 (021) 8856406 (021) 8842355 (021) 89906765 (021) 84970265 (0267) 418422 (0264) 8385227 (021) 8803805 (021) 86900456 (022) 2515078 (022) 6632212 (0263) 284677 (0266) 243898 (0262) 233137 (022) 7278508 (0263) 520399 (022) 7322301 (022) 7792632 (022) 4224906 (022) 7538771 (022) 4267224

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

89

KANTOR PP GARUT DARUL ARQOM KC BOGOR KCP CIBINONG KCP BOGOR TAJUR KK BOGOR MERDEKA KK BOGOR DRAMAGA KK BOGOR JALAN BARU KLS BOGOR KAPTEN MUSLIHAT KC CIREBON KCP KUNINGAN KCP JATIBARANG KK PLERED KLS CIREBON YOS SUDARSO KC TASIKMALAYA KK BANJAR KLS CIAMIS KC DEPOK KCP DEPOK MARGONDA KK DEPOK FMIPA ­ UI KK DEPOK CIMANGGIS KK DEPOK SAWANGAN KK DEPOK DUA KLS DEPOK CIMANGGIS PP YAYASAN PENDIDIKAN NURUL FIKRI KC PURWAKARTA JAWA TENGAH KC PEKALONGAN UPS TEGAL KLS TEGAL ARIF RAHMAN PP PEKALONGAN RSI. SITI KHODIJAH KC SOLO KCP KLATEN KCP SUKOHARJO KK SURAKARTA PASAR KLEWER KK SUKOHARJO PALUR KK SOLO PASAR KLIWON KK SOLO ASSALAAM KLS SOLO SLAMET RIYADI PP SURAKARTA ASSALAM KC SEMARANG

ALAMAT Lembaga Pendidikan Ma'had Darul Arqam Muhammadiyah Jl. Ciledug No. 264/36, Garut, Jawa Barat. Jl. Pajajaran No. 35, Bogor, Jawa Barat. Ruko Graha Cibinong No.2D, Jl.Raya Jakarta-Bogor KM.43 Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Jl. Siliwangi No. 72D, Bogor, Jawa Barat. Jl. Merdeka No. 63, Bogor, Jawa Barat. Jl. Perwira No. 151 Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Jl. KH. Sholeh Iskandar No. 77 A, Bogor, Jawa Barat. Cabang Bank Mandiri Jl. Kapten Muslihat No.17, Bogor, Jawa Barat Jl. Siliwangi No. 102, Cirebon, Jawa Barat. Jl. Siliwangi No. 64 Kuningan, Jawa Barat. Jl. Raya Siliwangi No. 16 Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat. Jl. Ir. H. Juanda No. 29 Plered, Cirebon, Jawa Barat. Cabang Bank Mandiri Jl. Yos Sudarso No. 11, Cirebon, Jawa Barat Jl. Otto Iskandardinata No. 5 Tasikmalaya, Jawa Barat. Jl. Letjen Soewarto No. 41, Banjar, Jawa Barat. Jl. Ahmad Yani No. 21 Ciamis, Jawa Barat. Ruko Depok Mas Blok A1-2 Jl. Margonda Raya No. 42, Depok, Jawa Barat. Jl. Margonda Raya No. 349 B, Depok, Jawa Barat. Komplek Fakultas MIPA Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Jl. Raya Bogor KM 31, Pasar Cisalak, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Ruko Bukit Sawangan Indah Blok F2 No. 3 Jl. Raya Parung, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Jl. Raya Tole skandar No. 28, Depok Dua, Jawa Barat. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Raya Bogor KM 28, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Yayasan Pendidikan Nurul Fikri Jl. Situ Indah No. 116, Tugu Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Jl. Ibrahim Singadilaga No. 88 Purwakarta, Jawa Barat. Jl. Merdeka No. 5, Pekalongan, Jawa Tengah. Jl. Gajah Mada No.90, Tegal, Jawa Tengah. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Arif Rahman Hakim No. 19, Tegal, Jawa Tengah. RS. Islam Siti Khodijah, Jl Bandung No. 39-47 Pekalongan, Jawa Tengah. Jl. Slamet Riyadi No. 390, Solo, Jawa Tengah. Jl. Pemuda Tengah No. 43, Klaten, Jawa Tengah. Jl. Raya Solo Permai Blok CA-61, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Jl. Pasar Klewer Blok F No. 8, Surakarta, Jawa Tengah. Jl. Raya Palur No. 307, Palur, Sukoharjo, Jawa Tengah. Jl. Kapten Mulyadi No. 228 D-E Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah. Jl. Garuda Mas No. 4 Pabelan Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Brigjen Slamet Riyadi No. 16, Solo, Jawa Tengah. Pondok Pesantren Modern Islam `Assalam' Kartasura, Sukoharjo, Kotak Pos 286 Surakarta, Jawa Tengah. Jl. Pemuda 583-585, Semarang, Jawa Tengah.

TELEPON (0262) 236109 (0251) 8350562, 8350563 (021) 87915703, 87915704 (0251) 8312169, 8393260 (0251) 8386570, 8386571 (0251) 8423026 (0251) 8377218 (0251) 8348065 (0231) 202760, 202093 (0232) 875205, 875206 (0234) 356527, 356529 (0231) 322898 (0231) 3360005 (0265) 312995, 312999 (0265) 741641, 743434 (0265) 2752524 (021) 7765231, 7765251 (021) 7865162, 7874604 (021) 78849007 (021) 87718007 (0251) 601771, 70628284 (021) 77835544 (021) 87713957 (021) 8724729 (0264) 231760 (0285) 434911, 434912 (0283) 325300, 325301 (0283) 324100 (0285) 421988 (0271) 718272, 718277 (0272) 327979 (0271) 625255 (0271) 642336 (0271) 821943, 821944 (0271) 656300 (0271) 719943 (0271) 647999 (0271) 737432 (024) 3568891, 3568894

FAKSIMILI (0262) 236109 (0251) 8350565 (021) 87919008 (0251) 8320472 (0251) 8362312 (0251) 8423027 (0251) 8377321 (0251) 8348139 (0231) 202067 (0232) 875502 (0234) 351061. (0231) 322897 (0231) 3360005 (0265) 311199 (0265) 743444 (0265) 2752523 (021) 77202905 (021) 78882141 (021) 78849614 (021) 87720017 (0251) 619609 (021) 77835599 (021) 87713957 (021) 8724729 (0264) 231761 (0285) 434894 (0283) 351460 (0283) 324100 (0271) 719167 (0272) 328986 (0271) 621003 (0271) 642336 (0271) 826899 (0271) 653522 (0271) 719682 (0271) 647999 (0271) 737432 (024) 3568890

90

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

KANTOR KCP UNGARAN UPS KUDUS KK SEMARANG KARANG AYU KLS SEMARANG PANDANARAN PP SEMARANG RS. ROEMANI KC PURWOKERTO UPS CILACAP KLS CILACAP PP CILACAP AL AZHAR KC YOGYAKARTA KCP YOGYAKARTA KALIURANG KK YOGYAKARTA KATAMSO KK UMY YOGYAKARTA

ALAMAT Ungaran Square Jl. Diponegoro No.745, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Ruko Ahmad Yani No. 9 Jl. Ahmad Yani Kab Kudus, Semarang, Jawa Tengah. Ruko Siliwangi Plaza Blok A-5 Jl. Jend. Sudirman No. 187-189 Karangayu, Semarang, Jawa Tengah. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Pandanaran No. 104, Semarang, Jawa Tengah. Komplek RS. Roemani Jl. Wonodri No. 22, Semarang, Jawa Tengah. Ruko Kranji Megah Blok C Jl. Jend. Sudirman No. 393, Purwokerto, Jawa Tengah. Jl. Ahmad Yani No. 97, Cilacap, Jawa Tengah. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Ahmad Yani No. 100, Cilacap, Jawa Tengah. Perguruan Islam Al Azhar Jl. Galunggung No. 8, Cilacap, Jawa Tengah. Gedung UII Jl. Cik Dik Tiro No. 1 Yogyakarta, Jawa Tengah. Jl. Kaliurang Km. 6,4 No. B 6-A, Yogyakarta, Jawa Tengah. Jl. Brigjen Katamso No. 140, Yogyakarta, Jawa Tengah. Kampus Terpadu UMY Yogyakarta, Gd AR Fachruddin Rektorat Rektorat B Jl. Lingkar Barat,Tamantirto Kasihan, Bantul, Jawa Tengah.

TELEPON (024) 6925864, 6925865 (0291) 439272 (024) 70773184 (024) 8455043 (024) 8444623 (0281) 641108, 641685 (0282) 531015, 531038 (0282) 534826 (0282) 536362 (0274) 555022, 555024 (0274) 887041, 887053 (0274) 373736 (0274) 450215

FAKSIMILI (024) 6925869 (0291) 439274 (024) 7603139 (024) 8455043 (024) 8444623 (0281) 642890 (0282) 535870 (0282) 534826 (0282) 535362 (0274) 555021 (0274) 887047 (0274) 377290 (0274) 387655

KK YOGYAKARTA AMBARUKMO KK YOGYAKARTA UII PP YOGYAKARTA JIH PP YOGYAKARTA UIN SUNAN KALIJAGA PP YOGYAKARTA UAD JAWA TIMUR KC SURABAYA KCP GRESIK KCP SIDOARJO KCP BOJONEGORO KCP MOJOKERTO KCP SURABAYA AMPEL UPS TUBAN UPS JOMBANG KK SURABAYA JEMUR HANDAYANI KK SURABAYA TANJUNG PERAK KK SURABAYA MULYOSARI KK SURABAYA WIYUNG KLS SURABAYA DIPONEGORO

Jl. Laksda Adi Sucipto No. 268, Ambarukmo, Yogyakarta, Jawa Tengah. Universiatas Islam Indonesia, Ruang PPKF Lt. I, Fakultas Teknik Sipil, Yogyakarta, Jawa Tengah. Jogja International Hospital (JIH), Jl. Ring Road Utara No.160 Depok, Sleman, Yogyakarta, Jawa Tengah. Komp. UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adi Sucipto. Gd. Kampus Service Center UIN, Yogyakarta, Jawa Tengah. Universitas Ahmad Dahlan, Jl. Kapas No. 9, Semaki, Yogyakarta, Jawa Tengah. Jl. Raya Darmo No. 17 Surabaya, Jawa Timur. JL. RA. Kartini No. 180, Gresik, Jawa Timur. Komplek Ruko Central B1 A/3 Jl. Jenggolo No. 9, Sidoarjo, Jawa Timur. Jl. Diponegoro No. 63 C Bojonegoro, Jawa Timur. Komplek Ruko Royal Regency, Jl. Pahlawan No. 7 Blok R-16 Mojokerto, Jawa Timur. Jl. KH. Mas Mansyur No. 77, Surabaya, Jawa Timar. Jl. Basuki Rakhmat No. 278, Tuban, Jawa Timur. Ruko Cempaka Mas Blok A/9, Jl. Soekarno-Hatta No. 1, Jombang, Jawa Timur. Jl. Jemur Handayani No. 51, Surabaya, Jawa Timur. Jl. Tanjung Perak Timur No. 512 Blok A/7, Surabaya, Jawa Timur. Jl. Raya Mulyosari No. 24 C, Surabaya, Jawa Timur. Ruko Taman Pondok Indah Jl. Raya Wiyung No. A-24, Surabaya, Jawa Timur. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Raya Diponegoro No. 155, Surabaya, Jawa Timur.

(0274) 484202 (0274) 898412, 898549 (0274) 4463052 (0274) 519742 (0274) 560310

(0274) 484859 (0274) 898564 (0274) 4463025 (0274) 519742 (0274) 511829

(031) 5674848, 5679842 (031) 3972053 (031) 8946449, 8947231 (0353) 892125 (0321) 333030 (031) 3574850, 3574851 (0356) 333654, 333765 (0321) 855527, 855528 (031) 8411230, 8411250 (031) 3292505 (031) 5911284, 5911286 (031) 7665621, 7673005 (031) 5676748

(031) 5679841 (031) 3972065 (031) 8957429 (0353) 892123 (0321) 333028 (031) 3537102 (0356) 322059 (0321) 855526 (031) 8411260 (031) 3292506 (031) 5949222 (031) 7661364 (031) 5676748

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

91

KANTOR KLS SURABAYA KUSUMA BANGSA KLS SURABAYA JEMBATAN MERAH PP SIDOARJO UMSIDA PP SIDOARJO AL MUSLIM PP SURABAYA ITATS KC PAMEKASAN KK SUMENEP KC MALANG KCP PASURUAN PP MALANG KUCECWARA PP MTs MALANG KC KEDIRI UPS TULUNGAGUNG UPS MADIUN KC JEMBER KK JEMBER BALUNG PP JEMBER UNMUH PP JEMBER STAIN BALI KC DENPASAR NUSA TENGGARA BARAT KC MATARAM KK MATARAM PANCOR PP IAIN MATARAM KALIMANTAN BARAT KC PONTIANAK KCP PONTIANAK KETAPANG UPS SINTANG KK PONTIANAK POLITEKNIK KLS PONTIANAK SIDAS KALIMANTAN SELATAN KC BANJARMASIN KCP BANJARMASIN S. PARMAN KCP MARTAPURA UPS BATULICIN KK BANJARMASIN PS. CEMPAKA KK BANJARMASIN SENTRA ANTASARI KLS BANJARMASIN AHMAD YANI KLS BANJARMASIN SAMUDERA PP BANJARMASIN POLIBAN

ALAMAT Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Kusuma bangsa No. 106, Surabaya, Jawa Timur. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Jembatan Merah No. 25 - 27, Surabaya, Jawa Timur. Univ. Muhammadiyah, Jl. Majapahit No. 666 B, Sidoarjo, Jawa Timur. Yayasan Al Muslim, Jl. Raya Wadung Asri 39-F, Waru Sidoarjo, Jawa Timur. Kampus ITATS, Jl. Arif Rachman Hakim No. 100, Surabaya, Jawa Timur. Jl. KH. Agus Salim No. 3A, Pamekasan, Jawa Timur. Jl. Trunojoyo No. 166, Sumenep, Jawa Timur. Jl. Basuki Rachmad No. 8 Kayutangan, Malang, Jawa Timur. Jl. Panglima Sudirman No. 14C, Pasuruan, Jawa Timur. Kampus STIE Malang Kucecwara, Jl. Candi Kalasan, Malang, Jawa Timur. Madrasah Tsanawiyah Negeri Malang 1 Jl. Bandung No. 7, Malang, Jawa Timur. Jl. Brawijaya No. 10, Kediri, Jawa Timur. Jl. Ahmad Yani Timur No.39 Tulungagung, Jawa Timur. Jl. Cokroaminoto No. 41, Madiun, Jawa Timur. Jl. Panglima Besar Sudirman No. 52, Jember, Jawa Timur. Jl. Rambipuji No. 78 Kab. Jember, Jawa Timur. Univ. Muhammadiyah Jember, Jl. Karimata No. 49, Jember, Jawa Timur. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember, Jl. Jum'at No. 94, Mangil, Jember, Jawa Timur. Teuku Umar Square. Jl. Teuku Umar No. 177, Denpasar, Bali. Jl. Pejanggik No. 128 Cakranegara, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Jl. Pahlawan No. 1 Pancor Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Komplek Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Nusa Tenggara Barat. Jl. Diponegoro No. 95 Pontianak, Kalimantan Barat. Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Pontianak, Kalimantan Barat. Jl. M.T. Haryono No. 55 Sintang, Kalimantan Barat. Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Pontianak, Kalimantan Barat. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Kalimantan Barat. Jl. Lambung Mangkurat No. 16 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jl. Letjen S. Parman, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jl. A. Yani KM 40 No. 5 Martapura, Kalimantan Selatan. Jl. Raya Batulicin RT. 24 No. 193 Kel Kampung Baru Kec Batulicin, Kab Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Jl. Niaga No. 7, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jl. P. Antasari No. 75, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Ahmad Yani KM. 2 No. 4-5, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Lambung Mangkurat No. 4, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Komplek Politeknik Negeri Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

TELEPON (031) 5350157 (031) 3544928 (031) 8959961 (031) 60112416 (031) 5912381 (0324) 331223, 331224 (0328) 664741, 673431 (0341) 362122 (0343) 431588, 431589 (0341) 7788979 (0341) 5464532 (0354) 672000 (0355) 334455 (0351) 454000 (0331) 411522 (0336) 621717 (0331) 335806 (0331) 411500

FAKSIMILI (031) 5350157 (031) 3544928 (031) 8959961 (031) 8674386 (031) 5912381 (0324) 331218 (0328) 669300 (0341) 347933 (0343) 431618 (0354) 672105 (0355) 333130 (0351) 458300 (0331) 411525 (0336) 621711 (0331) 335806 (0331) 411500

(0361) 231999 (0370) 644888, 622300, (0376) 23774 (0370) 648666 (0561) 745004 (0534) 34600 (0565) 23322 (0561) 583850 (0561) 7069797 (0511) 3366408, 3366409 (0511) 3366033, 3366034 (0511) 4722713, 4722755 (0518) 70222, 75497 (0511) 3366008, 366009 (0511) 3269969, 3268188 (0511) 3255829 (0511) 3364647 (0511) 3304371

(0361) 237100 (0370) 634999 (0376) 23773 (0370) 648666 (0561) 744774 (0534) 34395 (0565) 23322 (056) 583844 (0561) 763082 (0511) 3366426 (0511) 3360254 (0511) 4722714 (0518) 75496 (0511) 3361101 (0511) 3254445 (0511) 3255829 (0511) 3364647 (0511) 3304372

92

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

KANTOR

ALAMAT Kel Kertak Baru Ulu, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

TELEPON (0511) 3361808

FAKSIMILI (0511) 3361808

PP BANJARMASIN SD MUHAMAMADIYAH SD Muhammadiyah VIII & X ,Jl. Cempaka I RT. 3 KALIMANTAN TIMUR KC BALIKPAPAN KK BALIKPAPAN BARU KLS BALIKPAPAN SUPRAPTO KC SAMARINDA UPS BONTANG KLS SAMARINDA KESUMA BANGSA KC KUTAI SULAWESI SELATAN KC MAKASSAR KCP BONE KK MAKASSAR PANAKUKKANG KK MAKASSAR DAYA KLS MAKASSAR SULAWESI KLS MAKASSAR COKROAMINOTO KLS MAKASSAR KARTINI PP STAIN WATAMPONE PP MAKASSAR RS. IBNU SINA SULAWESI TENGAH KC PALU UPS LUWUK KLS PALU SAM RATULANGI SULAWESI UTARA KC MANADO PAPUA TIMUR KC JAYAPURA Komplek Perniagaan Kelapa Dua - Entrop Jl. Raya Kelapa Dua No. 1-2, Entrop, Jayapura, Papua. Kawasan Mega Mas, Jl. Piere Tendean, Boulevard Blok I D-1 No. 28, Manado, Sulawesi Utara. Jl. Gajahmada No. 77 Palu, Sulawesi Tengah Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 112, Luwuk Kab. Banggai, Sulawesi Tengah. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 60 Palu, Sulawesi Tengah Jl. Dr. Ratulangi No. 88 B-C-D, Makassar, Sulawesi Selatan. Jl. Jend. Ahmad Yani No. 48 Watampone, Kab. Bone, Sulawesi Selatan. Jl. Boulevard, Ruko Jasper II No. 11 Panakukkang Makassar, Sulawesi Selatan. Jl. Kapasa Raya No. 16, Makassar, Sulawesi Selatan. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Sulawesi No. 81 Makassar, Sulawesi Selatan. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl.H.O.S Cokroaminoto No.3, Makassar, Sulawesi Selatan. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. R.A Kartini No. 12-14, Makassar, Sulawesi Selatan. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Watampone Jl. HOS. Cokroaminoto, Watampone, Sulawesi Selatan. Rumah Sakit Ibnu Sina, Jl. Urip Sumoharjo No. 264 Km. 4, Makassar, Sulawesi Selatan. Jl. Jend. Sudirman No. 330, Balikpapan, Kalimantan Timur. Ruko Balikpapan Baru Blok C No. 1 B Jl. M.T. Haryono Balikpapan, Kalimantan Timur. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Letjen Suprapto No. 1 Balikpapan, Kalimantan Timur. Jl. Jenderal Sudirman No. 24 Samarinda, Kalimantan Timur. Jl. MT. Haryono No. 53 Kodya Bontang, Kalimantan Timur. Kantor Cabang Bank Mandiri Jl. Kesuma Bangsa No. 76 Samarinda, Kalimantan Timur. Jl. KH. Ahkmad Muksin No. 29 Tenggarong Kab. Kutai, Kalimantan Timur.

(0542) 413382, 414630 (0542) 8870125, 8870149 (0542) 425704 (0541) 203012, 203013 (0548) 20007 (0541) 732732 (0541) 665362, 665365

(0542) 412109 (0542) 8870126 (0542) 425704 (0541) 203017 (0548) 25005 (0541) 732732 (0541) 665361

(0411) 833070 (0481) 28774 (0411) 444296, 444718 (0411) 4722422 (0411) 335545 (0411) 334464 (0411) 325789 (0481) 22050 (0411) 420700

(0411) 833069 (0481) 28775 (0411) 444726 (0411) 4722280 (0411) 331971 (0411) 334464 (0411) 325789 (0481) 22050 (0411) 420095

(0451) 426222 (0461) 21214, 22779 (0451) 454999

(0451) 452108 (0461) 325456 (0451) 452666

(0431) 879444

(0431) 879492

(0967) 550965, 550966

(0967) 550968

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

93

pernyataan dewan komisaris & direksi

Laporan Tahunan 2008 ini, beserta seluruh Laporan Keuangan dan lain-lain informasi yang terkait adalah tanggung jawab manajemen PT Bank Syariah Mandiri, dan telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi yang tandatangannya tercantum di bawah ini.

Jakarta, 22 Mei 2009

Achmad Marzuki Komisaris Utama/Komisaris Independen

Abdillah Komisaris Independen

Lilis Kurniasih Komisaris

Tardi Komisaris

Yuslam Fauzi Direktur Utama

Hanawijaya Direktur

Amran Nasution Direktur

Sugiharto Direktur

Zainal Fanani Direktur

Srie Sulistyowati Direktur

94

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

95

96

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

97

98

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

PT Bank Syariah Mandiri

Laporan Auditor Independen dan Laporan Keuangan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2008 dan 2007

www.syariahmandiri.co.id

laporan tahunan bsm | 2008

99

100

laporan tahunan bsm | 2008

www.syariahmandiri.co.id

Information

99 pages

Report File (DMCA)

Our content is added by our users. We aim to remove reported files within 1 working day. Please use this link to notify us:

Report this file as copyright or inappropriate

128964


You might also be interested in

BETA
Muamalat Corp.Data final.indd